cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,699 Documents
FAKTOR PENDAPATAN DAN PENDIDIKAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN Kharisma Kusumaningtyas
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.37 KB) | DOI: 10.33846/sf7109

Abstract

Pendahuluan: Terdapat sebanyak 40% perkembangan motorik halus mengalami gangguan, ditandai dengan anak sulit menirukan gambar seperti yang dicontohkan, dan tidak bisa menyebutkan macam-macam warna. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendapatan dan pendidikan keluarga terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3-4 tahun di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al-Ikhwan Kecamatan Bangkalan. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan KPSP dan angket. Analisis data menggunakan tabulasi silang dilanjutkan uji Spearman Rank dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil: Sebanyak (55%) pendapatan keluarga sedang, sebanyak (70 %) pendidikan keluarga menengah, dan sebanyak (65%) perkembangan motorik halus anak usia 3-4 tahun normal. Berdasarkan uji statistic menggunakan Spearman Rank dengan derajat kemaknaan 0,05 menunjukkan ρ value (0.303) > α = 0,05 untuk pendapatan terhadap perkembangan maka H0 diterima. Sedangkan pendidikan terhadap perkembangan menunjukkan ρ value (0,019) < α= 0,05, maka H0 ditolak. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh pendapatan keluarga terhadap perkembangan motorik halus anak, dan ada pengaruh pendidikan keluarga terhadap perkembangan motirik halus anak. Dengan demikian pentingnya melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak terutama perkembangan motorik halus anak. Kata kunci: pendapatan keluarga, pendidikan keluarga, perkembangan motorik halus
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Usia 1-3 tahun eny pemilu kusparlina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.079 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Latar Belakang : Orang tua adalah pembinaan pribadi yang pertama dalam hidup anak. Kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka, merupakan unsur-unsur pendidikan yang tidak langsung, yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh. Terkadang orang tua lupa akan kewajibannya dalam mengawasi perkembangan anak hanya karena sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Materi sering menjadi alasan betapa seringnya orang tua bekerja dan meninggalkan anaknya di rumah. Tujuan : Menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak usia 1 – 3 tahun. Metode : Penelitian Cross sectional ini dilakukan di Desa Manisrejo Kecamatan Taman Kota Madiun dengan mengambil sampel sebanyak 60 orang tua yang mempunyai anak usia 1 – 3 tahun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Data tentang pola asuh orang tua dan perkembangan anak usia 1 – 3 tahun diambil dengan menggunakan kuesioner, pola asuh diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu sebelum digunakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji regresi linier ganda. Hasil : Uji Chi-Square antara pola asuh dengan perkembangan anak usia 1 – 3 tahun menunjukkan bahwa Chi-Square Hitung sebesar 451,494 > Chi-Square tabel dengan p
EFEKTIVITAS RELIGIOUS IMAGERY CARE UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN SINDROMA KORONER AKUT Achmad Sya&#039;id; Joni Haryanto; Kristiawati Kristiawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.98 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i4.185

Abstract

Religious imagery care di terima panca indra, kemudian di teruskan ke area God spot dan prefrontal cortex, kondisi ini dapat membantu menenangkan pikiran, melemaskan otot-otot dan memberikan dampak positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas religious imagery care dalam menurunkan kecemasan dalam 3 tahap yaitu: 1) diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi kecemasan responden, mengeksplor pemahaman responden tentang kecemasan dan harapan klien, 2) manajemen kecemasan berdasarkan hasil penelitian tahap I (kritikal review dan konsultasi pakar), 3) menggunakan pretestprotest control group experimental method. Besar sampel kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing adalah 7 yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Metode hermeneutical digunakan dalam penelitian kualitatif dan T-test di gunakan dalam penelitian kuantitatif. Responden berharap manajemen kecemasan bersifat non-farmakologis, bisa di aplikasikan kapan saja dan dimana saja, serta bersifat agamis. II: religious imagery care merupakan hasil dari integrasi beberapa teori berdasarkan hasil penelitian tahap I (teori adaptasi, transpersonal caring, guided inagery, religious care). III: Religious imagery care terbukti efektif dengan p-value = 0.007 (T-test). Pemahaman dan harapan responden bervariasi dan disimpulkan bahwa religious imagery care adalah tindakan non-farmakologis yang bisa diaplikasikan kapan saja, dimana saja, dan bersifat agamis.
ANALISIS KEBUTUHAN (NEED) MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MULYOREJO KOTA SURABAYA Rindha Mareta Kusumawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.62 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i4.46

Abstract

Status kesehatan yang relatif baik dibutuhkan oleh manusia untuk menopang semua aktivitas hidupnya. Untuk memperoleh kesehatan yang prima, setiap orang akan berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi dan mengobati penyakit yang dideritanya hingga sembuh. Seseorang dalam mencapai kesembuhan yang diharapkan terkadang membutuhkan bantuan dari pihak lain dalam hal ini adalah sarana pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan salah satunya di Puskesmas. Kebutuhan (need) masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berupa jenis layanan. Tujuan penelitian ini mengetahui kebutuhan (need) masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan observasional deskriptif. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Mulyorejo. Sampel penelitian berdasarkan kriteria inklusi berjumlah 50 orang masyarakat yang mengunjungi puskesmas Mulyorejo. Hasil penelitian Masyarakat di wilayah Puskesmas Mulyorejo membutuhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dengan alasan lokasi tidak jauh dengan rumah disbanding fasilitas kesehatan yang lain. Masyarakat lebih membutuhkan dokter umum dibanding tenaga kesehatan yang lain. Masyarakat membutuhkan poli umum saat awal berobat ke pelayanan kesehatan dibanding poli yang lain. Dan masyarakat di wilayah Puskesmas Mulyorejo menggunakan BPJS saat berobat ke pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Kebutuhan, Puskesmas, Pelayanan Kesehatan
UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI PUSKESMAS MULYOREJO KOTA SURABAYA WD. Yuni M Usa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.929 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i3.50

Abstract

Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah. Semua dilakukan dengan tujuan menurunkan angka kematian ibu (AKI), yang menjadi masalah di beberapa kota tidak terkecuali Surabaya. Populasi penelitian ini adalah petugas puskesmas dan kader kesehatan. Sampel pada penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang berlatar belakang pendidikan kesehatan (dokter, bidan dan perawat) serta kader yang aktif membantu dalam upaya penurunan AKI di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo sebanyak 30 respoden. Penelitian ini menggunakan pendekatanan kualitatif dengan metode snowball sampling, dengan cara pengambilan data melalui wawancara mendalam, observasi serta studi dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Mulyorejo Kabupaten Mulyorejo pada bulan Juni 2015. Data yang telah terkumpul dianalisis dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) bisa dilakukan dengan upaya pendampingan ibu hamil oleh kader terlatih usia produk (25-35 tahun). Pemeriksaan ANC terpadu untuk mengetahui lebih dini bila ada faktor-fakto yang bisa menyebabkan kematian seperti preeklamsi. Pemeriksaan USG DVAUt yang mengalami peningkatan dari tahun 2014 (10,89%). Pemberian terapi LDA menunrunkan kejadian kasus preeklamsi di tahun 2013 sebanyak 14 kasus menjadi 4 kasus di tahun 2014, menurunkan kasus kematian tahun 2012 (1 kasus) menjadi 0 kasus di tahun 2013 dan 2014.
PERAWATAN PERIANAL DENGAN MINYAK ZAITUN TERHADAP DERAJAT RUAM POPOK BAYI Heri Nur Cahyanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.964 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Ruam popok merupakan salah satu masalah kulit pada bayi yang ditandai dengan kulit kemerahan, bengkak, terutama pada bokong dan paha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minyak zaitun terhadap tingkat ruam popok pada bayi usia 0 - 12 bulan di wilayah Bidan Praktik Mandiri (BPM) Yuni Hermanto, SST.,M.Kes, Bangkalan. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-post test control group design. Besar sampel sebanyak 18 bayi yang dibagi menjadi dua kelompok, 9 bayi pada kelompok eksperimen dan 9 bayi pada kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel independen adalah Perawatan perianal dengan minyak zaitun dan variabel dependen adalah derajat ruam popok, sebelum dan sesudah dilakukan perawatan perianal dengan minyak zaitun. Data diambil melalui observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan wilcoxon dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik Wilcoxon pada kelompok eksperimen memberikan nilai p (0,003)
ANALYSIS OF FACTORS CAUSE LOW INFANT IMMUNIZATION ACHIEVEMENTS IN TANJUNGSARI CLINICSANALYSIS OF FACTORS CAUSE LOW INFANT IMMUNIZATION ACHIEVEMENTS IN PUBLIC HEALTH DISTRIC Juni Kurnia Santi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.093 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i3.30

Abstract

Immunization is a promotif and preventive efforts in basic health services play an important role in the decline of infant mortality that occurs due to a disease that can be prevented by immunization (PD3I). Annual reports from public health Tanjungsari noted that the results of the coverage of immunization activities results of the baby has not yet reached the target UCI (Uneversal Child Immunization). An assumption of the reason for immunization low coverage was the way on how Public Heath Center implemented its management funtion : planning, actuacting (supervision, coordination, cold chain, work load, motivation), evaluating and the result of baby`s immunization program. The risset of study is observational study. tanjunsari Public Health Center district the unit of analysis of this study. The object of study was all immunization program documentation which constituted of planning, implementation, supervision check list, coordination check list, evaluation documents as well as the document of coverage results. The respondent were the personnel of immunization program. The results of study revealed baby`s immunization until four years old is 86% campak, 89% DPT1, 86% DPT3, 87% Polio4, 84% BCG dan 85% HB3. Conclusively, it can derived that was discovered that the coverage of baby`s immunization was far below the UCI (Universal Child Immunization) standart in public health, implementatiton (supervision, coordination, clod chain, load work, motivation) and evaluating immunization program has nor been performed well. The inhibiting factors are now knowledge the process Planning Of Action formulation, no supervision to immunization program dan insufficient motivation to personnel immunization program. Key words : planning, immunization program, Public Health
GAMBARAN PEMANFAATAN KB DI DESA KERTONEGORO KECAMATAN JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER ricko pratama ridzkyanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 2 (2017): April 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.062 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i2.127

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kematian ibu khususnya ibu dengan kondisi 4T(terlalu muda melahirkan, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan, dan terlalu tua melahirkan. Pada tahun 2011 – 2013, Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember yang mengalami penuruan KB aktif.Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan KB di Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Jenis penelitian termasuk penelitian kuantitatif cross sectional. Sampel penelitian adalah pasangan usia subur di Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember sebanyak 20 orang dengan teknik Pengambilan sampel yaitu kuota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 akseptor KB yang berusia 20-29 tahun (35%), memiliki satu anak lahir hidup (25%), memiliki satu anak masih hidup (25%), berpendidikan SD sederajat (40%), bekerja sebagai petani/buruh tani (30%), menggunakan KB dengan jenis pil (40%), mendapatkan KB dari dari posyandu (40%), dan mendapatkan pelayanan KB dari bidan (90%).
SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT DI BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK PUSKESMAS SIMOLAWANG KOTA SURABAYA Helmy Ummu Athiyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.49 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan, maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Puskesmas termasuk dalam pelayanan publik karena memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan kuesioner IKM. Pada penelitian ini sebagian responden adalah perempuan, berusia antara 20 - 29 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan pendidikan yang ditamatkan adalah tamat SD. Secara keseluruhan dari sembilan unsur pelayanan dari unit pelayanan Balai Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Simolawang Kota Surabaya, mempunyai nilai IKM yaitu 74,20. Hal ini menunjukkan bahwa nilai mutu pelayanan Puskesmas Simolawang Kota Surabaya adalah B (Baik). Rekomendasi yang dapat diberikan kepada Puskesmas Simolawang Kota Surabaya adalah sebaiknya puskemas melakukan prioritas peningkatan mutu pelayanan pada indikator kecepatan pelayanan dengan cara mempercepat waktu tunggu pelayanan. Kata Kunci : Kepuasan, IKM, Puskesmas
HUBUNGAN TUGAS DAN LINGKUNGAN DENGAN STRESS KERJA PADA PERAWAT RAWAT INAP Gita Fajrianti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 2 (2016): April 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.516 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i2.19

Abstract

Stress kerja pada perawat dapat mengakibatkan mudah terserang penyakit, kecelakaan kerja, absensi kerja, lesu kerja, mudah bosan, kehilangan motivasi kerja serta gangguan jiwa ringan seperti gugup, tegang, mudah marah, apatis, kurang konsentrasi dan depresi dan cemas. Stress kerja pada perawat juga dapat menimbulkan dampak bagi rumah sakit diantaranya dapat menurunnya kualitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan. Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Barat yang memberikan pelayanan perawatan kesehatan terhadap masyarakat di Kabupaten Bangka Barat dan merupakan rumah sakit rujukan bagi puskesmas-puskesmas yang ada di sekitarnya. Unit perawatan Rawat Inap yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Barat terdiri dari Ruang Kebidanan, Ruang Rawat Inap Dewasa kelas 1, Ruang Rawat Inap Dewasa kelas 2, Ruang Rawat Inap Dewasa Kelas 3, Ruang Perawatan Anak. Jumlah perawat di RSUD Bangka Barat ada 76 orang perawat dengan jumlah tempat tidur rawat inap adalah 100 buah tempat tidur. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan tugas perawat dan lingkungan kerja perawat dengan stress kerja pada perawat di ruang rawat inap RSUD Bangka Barat. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional terhadap 76 orang perawat rawat inap. Data dikumpulkan dengan bantuan kuesioner serta wawancara langsung dengan perawat rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat rawat inap yang mengalami stress kerja sebanyak 53,9%, yang mengalami stress kerja disebabkan oleh tugas sebesar 86,5%, dan yang disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak nyaman sebesar 47,1%. Kesimpulan penelitian adalah: ada hubungan yang bermakna antara beban kerja yang disebabkan oleh tugas dengan stress kerja pada perawat rawat inap serta tidak ada hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja pada perawat rawat inap di RSUD Bangka Barat tahun 2015. Kata Kunci: Stress kerja, perawat

Page 7 of 170 | Total Record : 1699


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue