cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,699 Documents
HUBUNGAN FAKTOR PENYEBAB DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS MELUR Widya Juliarti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.889 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i1.81

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan. Ibu hamil dianggap anemia, jika kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl. Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2015, kejadian anemia di Puskesmas Melur mencapai 39,7%. Dari survei awal terhadap 10 ibu hamil di Puskesmas Melur didapatkan hasil 7 orang responden mengatakan tidak tahu tentang anemia dan mengatakan tidak pernah melakukan pemeriksaan hemoglobin dan dilihat dari umur 6 ibu hamil berisiko mengalami anemia, dari 7 orang ibu hamil TM III yang melakukan anc 4x hanya 2 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor penyebab dengan kejadian anemia di Puskesmas Melur Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan Design Cross Sectional. Sampel sebanyak 49 orang ibu hamil dengan teknik Sampling Jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Teknik analisis data analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yaitu Chai Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan kunjungan ANC (Pemeriksaan Kehamilan) berhubungan dengan kejadian anemia di Puskesmas Melur Tahun 2015. Dengan p value masing-masing yaitu 0,001 dan 0,001. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan kunjungan ANC dengan dengan kejadian anemia di Puskesmas Melur tahun 2015. Dengan demikian diharapkan pada pihak Puskesmas Melur untuk terus meningkatkan pememberian informasi kepada ibu hamil tentang anemia selama kehamilan dengan melakukan penyuluhan ataupun pembagian brosur tentang anemia dalam kehamilan. Kata Kunci : Kejadian Anemia, Faktor Penyebab, Puskesmas Melur
HUBUNGAN KEADAAN LINGKUNGAN DAN PERILAKU PENGHUNI RUMAH DENGAN KEJADIAN CHIKUNGUNYA Marlik Marlik; Ratih Lukmitarani; Siti Surasri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.621 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i4.181

Abstract

Penyakit Chikungunya disebabkan oleh Chik virus dengan Aedes aegypti and Aedes albopictus sebagai vektor. Tanda awal dari Chikungunya adalah demam tibatiba (suhu tubuh >38.5ºC) dan nyeri sendi berat atau disertai dengan rash. Di Kabupaten Ponorogo terjadi peningkatan kasus Chikungunya pada bulan Januari sampai dengan Februari 2015 yaitu 235 kasus di 8 kelurahan dari 6 kecamatan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi lingkungan rumah dan perilaku penghuni rumah dengan kejadian Chikungunya, menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi adalah seluruh rumah di Kelurahan Kepatihan Kabupaten Ponorogo pada periode Bulan Januari sampai dengan Februari 2015 sebesar 862 rumah, besar sampel adalah 55 rumah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan pengukuran. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan dan perilaku penghuni rumah dengan kejadian Chikungunya di Kabupaten Ponorogo.
REKOMENDASI UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN PENGOBATAN ARV DI KOTA SURABAYA Daniek Suryaningdiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.413 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i1.9

Abstract

Pendahuluan: Surabaya adalah salah satu kota di provinsi Jawa Timur yang memiliki anggota yang tinggi epidemi HIV, sekitar 19,503 orang. Hingga 2014 itu menjadi dasar penelitian ini adalah menurunkan orang dengan HIV 8,017 orang. Yang masih mengikuti terapi ARV di kota Surabaya (47%). Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rekomendasi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan ARV di kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang pengambilan data tanpa memberikan perlakuan kepada responden. Metode desain penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Dr Moch. Rumah Sakit Soewandi, Bakti Rumah Sakit Dharma Husada dan pusat kesehatan masyarakat Dupak. Sampel diambil dari populasi (64 orang). Hasil: Rekomendasi sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan ARV meningkat motivasi untuk mengambil obat coutintly pada pasien HIV, meningkatkan intervensi keluarga di supportly pasien HIV, meningkatkan sistem perawatan kesehatan ARV, meningkatkan kepuasan layanan melalui kualitas pelayanan prima, meningkatkan kepatuhan pengobatan ARV melalui monitoring secara rutin. Kata kunci: Pengobatan ARV, kepuasan, kepatuhan
HUBUNGAN PARITAS, USIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA DI RSUD ARIFIN ACHMAD TAHUN 2016HUBUNGAN PARITAS, USIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA Rice Noviawanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.819 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i4.75

Abstract

Indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat salah satunya adalah menilai Angka Kematian baik ibu maupun bayi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, bahwa angka kematian bayi pada tahun 2011 penyebabnya adalah partus lama 11%, abortus 2%, infeksi 3%, lain-lain 21% serta perdarahan 37%, sedangkan angka kematian ibu tahun 2012 penyebabnya adalah perdarahan 39%, eklamsia 20%, partus lama 9%, abortus 0%, infeksi 3%, lain – lain 29%. Data ibu bersalin di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tahun 2016 terdapat 1.580 orang ibu bersalin, dari jumlah tersebut terdapat 104 partus lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia ibu bersalin dengan kejadian partus lama di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain Case Control, sampel kasus pada penelitian ini adalah ibu bersalin dengan partus lama di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2016 berjumlah 104 orang (total sampling), sebagai Control diambil 104 ibu bersalin dengan teknik simple random sampling. Adapun jenis instrument yang digunakan adalah lembar cheklist. Setelah dilakukan uji statistik terdapat hubungan antara usia dengan kejadian partus lama dengan P value 0,000 (α 0,05) dan terdapat hubungan paritas dengan kejadian partus lama dengan P value 0,015 (α 0,05). Ibu-ibu disarankan untuk tidak hamil lagi di usia > 35 tahun dan disarankan untuk tidak hamil lagi apabila telah memiliki anak > 4 orang. Kata kunci: Paritas, Usia, dan Partus lama
PERILAKU PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU Syukaisih Syukaisih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.784 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i3.160

Abstract

Perkawinan usia remaja merupakan salah satu masalah yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi remaja puteri, yaituterjadinya keguguran, anemia, dan keracunan kehamilan. Tujuan penelitian adalah diketahuinya informasi yang mendalam tentang faktor perilaku apa yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Tahun 2016. Jenis penelitian adalah Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Informan utama adalah wanita yang melakukan pernikahan dini berjumlah 7 orang dan informan pendukung14 orang yaitu orang tua serta teman dekat dari wanita yang melakukan pernikahan dini. Analisis data adalah Analisis Isi (content analisys).Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil diperoleh bahwainforman belum mengetahui secara jelas tentang apa itu hamil, berhubungan intim, serta matangnya sistem reproduksi bagi wanita untuk hamil.Hal yang memotivasi remaja melakukan pernikahan dini dikarenakan faktor dari luar dan dari dalam diri remaja, orang tua pun mendukung anaknya untuk melakukan pernikahan dini dikarenakan putus sekolah dan takut anaknya berbuat zina, status ekonomi keluarga kurang mampu/ paspasan untuk membiayai hidup dan sekolah, lemahnya orang tua dalam mendidik anaknya dan juga tidak pernah memberikan pendidikan tentang seksualitas ataupun informasi mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan dengan teman sebaya juga berpengaruh terhadap keputusan informan untuk menikah dini. Kepada Instansi Kesehatan, Dinas Sosial, pihak sekolah, KUA serta tokoh masyarakatuntuk meningkatkan pelaksanaan penyuluhan, konseling, dan himbauan kepada orang tua akan pentingnya pemberian penjelasan tentang kesehatan reproduksi.
TEKNIK RELAKSASI MENINGKATKAN KONTROL EMOSI PADA PENDERITA DENGAN PENYAKIT KRONIS : LITERATUR REVIEW Domianus Namuwali; Fery Agusman Mendrofa; Meidiana Dwidiyanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.685 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Latar belakang : Faktor risiko terjadinya gangguan mental adalah penyakit fisik yang bersifat kronis. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Besral dan Widakdo tahun 2013 menyebutkan bahwa penyakit kronis seperti hepatitis dan stroke mengalami gangguan mental emosional masing-masing sebesar 47% dan 42%, kemudian diikuti oleh penderita penyakit jantung dan TBC (34%) dan penderita penyakit diabetes mellitus, tumor, atau kanker (24%). Kontrol emosi merupakan kecenderungan untuk menyembunyikan dan meredam emosi negatif seperti marah, depresi atau kecemasan. Relaksasi merupakan salah satu intervensi keperawatan untuk mengatur emosi dan menjaga keseimbangan emosi sehingga emosi pasien tidak berlebihan dan tidak terjadi pada tingkat intensitas tinggi. Tujuan : mengidentifikasi pengaruh teknik relakasi terhadap kontrol emosi pada penderita dengan penyakit kronis. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review terhadap hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik relaksasi terhadap kontrol emosi pada penderita penyakit kronis yang dipublikasi pada pangkalan data (data base) EBSCO, Medline dan Google search. artikel yang dipilih merupakan artikel bahasa Inggris yang terbit sejak tahun 2010 sampai tahun 2015. Hasil : artikel yang ditemukan secara signifikan menunjukan bahwa teknik relaksasi dapat meningkatkan kontrol emosi pada penderita penyakit kronis. Simpulan : Teknik relaksasi meningkatkan kontrol emosi pada penderita dengan penyakit kronis Kata kunci : Relaksasi, kontrol emosi, penyakit kronis.
HUBUNGAN USIA, PARITAS DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA Titi Maharrani; Evi Yunita Nugrahini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 2 (2017): April 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.855 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam penyulit kelahiran yang menyebabkan meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya KPD, beberapa diantaranya adalah umur dan paritas ibu bersalin. Berdasarkan studi pendahuluan di VK Puskesmas Jagir Surabaya menunjukan bahwa KPD terjadi peningkatan tiap tahunnya yaitu KPD tahun 2010 sejumlah 22,7%, jauh dari angka KPD yang diharapkan yaitu 5-8%. Judul penelitian ini adalah Hubungan Umur, Paritas dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin. Tujuan penelitian ini hanya untuk mengetahui hubungan umur, paritas dengan kejadian ketuban pecah dini di VK Puskesmas Jagir Surabaya. Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dan menggunakan metode cross sectional. Populasinya seluruh ibu bersalin di VK Puskesmas Jagir Surabaya periode tahun 2011 berjumlah 443 orang. Sampel berjumlah 144 dari ibu bersalin. Pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Variabel pada penelitian ini terdiri atas variabel bebas yaitu umur dan paritas ibu bersalin dan variabel tergantung yaitu kejadian ketuban pecah dini. Instrumen penelitian berupa lembar pengumpul data. Analisa data menggunakan uji khi kuadrat dari Yates untuk variabel usia dan uji khi kuadrat dari Pearson untuk variabel paritas dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan dari 144 ibu bersalin terdapat sebagian besar (53,47%) dengan usia beresiko dan sebanyak 64,93% terjadi KPD, ibu bersalin multipara yang sebagian besar (57,38%) terjadi ketuban pecah dini. dan pada ibu bersalin primipara sebagian besar (75,68%) tidak terjadi ketuban pecah dini. Hasil uji khi kuadrat dari Yates didapatkan pada variabel usia χ² hitung (91.514,38) > χ² tabel (3,84), dan pada variabel paritas χ² hitung (11,73) > χ² tabel (5,99), maka H_1 diterima. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hubungan umur, paritas dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin.
PENGARUH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASA NIFAS DENGAN KEJADIAN INFEKSI NIFAS DI KABUPATEN KARAWANG Irna Trisnawati; Ari Antini; Jundra Darwanty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.007 KB) | DOI: 10.33846/sf.v9i1.210

Abstract

Persentase rumah tangga ber-PHBS di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 berjumlah 41,9% dari target 70% dan kejadian infeksi nifas sebesar 15%. Tujuan penelitian adalah mengetahui Pengaruh Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) ibu nifas terhadap kejadian infeksi masa nifas. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional, populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 2-3 bulan, besar sampel menggunakan rumus lamashow dengan jumlah 94 responden. Tekhnik sampel secara non probabilitas/non random yaitu dengan cara purposive. Analisis data meliputi univariate, bivariate dan multivariate dengan uji regresi logistic. Hasil univariate kejadian infeksi nifas sebanyak 28 (29,8%) dan responden dengan Perilaku PHBS yang baik sebanyak 60 (63,8%). Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara PHBS dengan kejadian infeksi nifas dengan nilai P=0,040. Hasil analisis multivariat, diperoleh nilai OR 2,646 (setelah diuji konfounding dengan pekerjaan) dapat disimpulkan ibu nifas dengan perilaku PHBS kurang baik berpeluang 2,646 kali mengalami kejadian infeksi nifas dibandingkan dengan Perilaku PHBS baik.
PENINGKATAN AKTIVITAS ENZIM SOD SERUM DAN KELUHAN KESEHATAN TERHADAP PAPARAN ASAP PEMBAKARAN KAYU PADA PEKERJA Fitri Rokhmalia; Lilis Sulistyorini; Soedjajadi -
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 2 (2016): April 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.758 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

The chronic exposure of nitrogen dioxide and formaldehyde gases effected cellular influence enzymes activity SOD. This study aim to analyze the effect of exposure to nitrogen dioxide and formaldehyde gases against SOD and health complaint of worker in home industry petis. The method of this study was analytical observation with prospective longitudinal study with design study cross-week. Research sites of home industry petis and government Sekardangan office. The population was 2 population that were the workers of home industry petis and the administration worker of government sekardangan office in Desa Sekardangan Kabupaten Sidoarjo with some criteria that worked at male, not getting sickness asma and willing to participate in this study. Sample size had 24 persons that was taken by simple random sampling, 12 persons from each workers home industry petis and administratif worker in government sekardangan office. The analysis result shown that nitrogen dioxide and formaldehyde gases in air effected of enzymes SOD difference before and after exposure working group and not exposed (p
ANALISIS NEED & DEMAND KESEHATAN GIGI DAN MULUT WARGA PERUMAHAN X DAN SEKITARNYA widya hastuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 2 (2017): April 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.695 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Kesehatan gigi merupakan bagian kesehatan secara keseluruhan. Perumahan x, y dan z yang terletak di area yang sama di Kecamatan x, Kabupaten Sidoarjo belum terdapat tempat praktek dokter gigi, dan lokasi puskesmas terdekat sekitar 2 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan gambaran need & demand kesehatan gigi dan mulut warga perumahan x dan sekitarnya. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada minggu ke II s/d III April 2015, di perumahan x dan sekitarnya. Populasi penelitian ini adalah warga perumahan x dan sekitarnya. Sampel penelitian ini adalah warga terpilih perumahan x dan sekitarnya dengan metode accidental sampling dan berjumlah 53 orang responden. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan warga memiliki karakteristik berjenis kelamin mayoritas pria (53%), usia terbanyak pada kisaran 26 – 45 tahun (64%), memiliki pendidikan dasar (51%), dan mayoritas tidak memiliki asuransi kesehatan (74%). Need warga terhadap kesehatan gigi dan mulut meliputi: menginginkan berobat gigi ke puskesmas (49%) dan praktek dokter gigi mandiri (45%) dengan alasan terbesar yaitu tarif yang sesuai dengan fasilitas (43%), berobat gigi dengan sistem pendaftaran langsung di tempat (89%) dan menginginkan jam buka pelayanan pada malam (43% dan pagi hari (30%). Demand warga meliputi: pernah melakukan perawatan perawatan gigi dan mulut sebesar 77% dan melakukannya di puskesmas (51%) dan praktek dokter gigi mandiri (28%), dengan alasan tarif yang sesuai dengan fasilitas (43%). Waktu perawatan dilakukan pada pagi (28%) dan malam hari (26%) dengan jenis perawatan gigi dan mulut yang paling banyak adalah pencabutan gigi (43%) dan skaling (30%) dengan menggunakan sumber biaya sendiri (79%). Kesimpulan penelitian ini terdapat kesesuaian antara need & demand warga terhadap kesehatan gigi dan mulut yaitu memilih periksa ke puskesmas dan dokter gigi praktek dengan alasan tarif terjangkau, jam buka pelayanan di pagi dan malam hari dengan sistem pembayaran secara tunai/biaya sendiri. Jenis pelayanan yang paling banyak dilakukan adalah pencabutan gigi dan skaling, sistem pendaftaran yang diinginkan adalah pendaftaran langsung di tempat. Pendirian tempat praktik dokter gigi mandiri disarankan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan warga. Kata kunci : need, demand, kesehatan gigi & mulut

Page 8 of 170 | Total Record : 1699


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue