cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,699 Documents
ANALISIS PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN KESEMPATAN KERJA terhadap TURNOVER INTENTION DI RUMAH SAKIT BEDAH SURABAYA Maya Weka Santi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.706 KB) | DOI: 10.33846/sf.v9i1.64

Abstract

Sebuah organisasi untuk dapat berhasil dalam mencapai tujuannya memerlukan peran dari sumber daya manusia berkomitmen tinggi. Oleh sebab itu pengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang penting mengingat perannya sebagai penentu bagi keefektifan kegiatan pencapaian tujuan organisasi. Salah satu persoalan dalam sumber daya manusia adalah turnover. Jenis penelitian menurut pendekatannya adalah observasional. Rancang bangun dari penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bedah Surabaya karena terdapat masalah terkait dengan manajemen sumber daya manusia yaitu tingginya angka turnover karyawan sebesar 16,21% pada tahun 2011 hingga 2015 (standart 10%). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa komitmen organisasional dan kesempatan kerja di luar Rumah Sakit Bedah Surabaya berpengaruh terhadap turnover intention karyawan. Karyawan yang memiliki komitmen organisasional tinggi dapat menurunkan turnover intention. Semakin tinggi kesempatan kerja di luar organisasi, semakin tinggi turnover intention karyawan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan komitmen organisasional adalah dengan mengurangi tuntutan karyawan dan meningkatkan kemampuan karyawan. Dilakukan pembuatan prioritas untuk mengurangi tuntutan kerja seperti melakukan aktivitas yang berguna dan mengilangkan aktivitas yang tidak berguna, melakukan penetapan fokus, tuntutan karyawan yang terlalu tinggi dan tidak terpusat dapat menyebabkan kelelahan kerja dan pada akhirnya menurunkan komitmen karyawan terhadap organisasi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS Eny Pemilu Kusparlina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.74 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i1.14

Abstract

Pendahuluan: Angka aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta per tahun, sekitar 750.000 diantaranya dilakukan oleh remaja. Hasil penelitian mengenai perilaku seksual remaja pada sepuluh SMA baik negeri maupun swasta di kota Madiun tahun 2005 terhadap 1.250 orang (611 subjek laki-laki dan 639 subjek perempuan ) ditemukan bahwa 30% laki-laki yang berpacaran telah melakukan hubungan seksual, sedangkan untuk perempuan sebanyak 5 %. Dapat dikatakan bahwa setiap ada 3 anak laki-laki yang berpacaran, satu diantaranya telah melakukan hubungan seksual dan mereka rata-rata mulai melakukannya di kelas dua dan tiga.Dari studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 28 Juli 2012 di SMK PGRI I Mejayan, peneliti mendapatkan informasi dari bagian kesiswaan bahwa tahun 2010-2011 terdapat 2 siswa hamil dan terpaksa dikeluarkan dari sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas di SMK PGRI I Mejayan. Metode: Penelitian menggunakan desain observational analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 68 siswa. Analisa data menggunakan uji statistik korelasi Kendall Tau (τ). Hasil: 48 siswa (70.6%) memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi dan 51 siswa (75,0%) memiliki perilaku yang baik dalam pergaulan seks bebas. Dari hasil analisa data dengan Kendall Tau diperoleh zhitung (9,96) > ztabel (1,96). Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas. Kata Kunci: Pengetahuan kesehatan reproduksi, perilaku, seks bebas
Analisis Supply Maksimum Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Ngadiluwih andi susilo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.865 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i1.76

Abstract

Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain. Permintaan dan penawaran adalah berasal dari dua pihak yang berbeda. Permintaan berasal dari konsumen sedangkan penawaran berasal dari produsen. Puskesmas sebagai salah satu produsen yang menawarkan jasa berupa pelayanan kesehatan juga berlaku hukum penawaran. UPTD Puskesmas Ngadiluwih sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan perlu untuk dilakukan pengukuran kemampuan maksimum dalam penyediaan pelayanan kesehatan sehingga dapat dapat diambil kebijakan stratejik untuk meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu jurnal ini akan membahas lebih lanjut tentang supply maksimum di UPTD Puskesmas Ngadiluwih. Dengan tujuan untuk menghitung rata-rata waktu pelayanan per pasien di Poli Gigi, Unit Rawat Inap, dan Unit Laboratorium UPTD Puskesmas Ngadiluwih selama 1 bulan, menghitung supply maksimum pada Poli Gigi UPTD Puskesmas Ngadiluwih, menghitung supply maksimum pada Unit Rawat Inap UPTD Puskesmas Ngadiluwih, menghitung Supply maksimum pada Unit Laboratorium UPTD Puskesmas Ngadiluwih. Hasil penghitungan supply maksimum di Poli Gigi sebesar 324 pasien per bulan, jika dibandingkan dengan history angka kunjungan Poli Gigi UPTD Puskesmas Ngadiluwih masih sebesar 67%. Hasil penghitungan supply maksimum di Unit Rawat Inap sebesar 124 pasien per bulan, jika dibandingkan dengan history angka kunjungan Unit Rawat Inap UPTD Puskesmas Ngadiluwih masih sebesar 65 %. Hasil penghitungan supply maksimum di Unit Laboratorium sebesar 667 objek per bulan, jika dibandingkan dengan history jumlah objek yang diamati di Unit Laboratorium UPTD Puskesmas Ngadiluwih masih sebesar 84 %.
PELAKSANAAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION BERBASIS HEALTH PROMOTION MODEL TERHADAP PERILAKU KEPATUHAN KLIEN DIABETES MELLITUS (DM)TIPE 2 Dian Perdana Fitri Mandasari; Florentina Sustini; Ilya Krisnana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.373 KB) | DOI: 10.33846/sf8405

Abstract

Model intervensi Diabetes Self Management Education (DSME) memiliki variasi dalam durasi, intensitas pemberian, bentuk edukasi, faktor demografi, dan karakteristik klinis pasien, sehingga menyebabkan inkonsistensi hasil klinis dan luaran lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan DSME berbasis Health Promotion Model terhadap perilaku kepatuhan klien DM tipe 2, menggunakan desain cross sectional. Subyek penelitian adalah 65 klien DM tipe 2 di Puskesmas Mojo yang dipilih dengan metode quota sampling dan 10 orang untuk FGD. Variabel penelitian adalah faktor personal, behavior spesific cognition and affect, komitmen, DSME, dan perilaku kepatuhan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan PLS dengan hasil yaitu faktor personal dibentuk oleh pendidikan dan motivasi. Behavior spesific cognition and affect dibentuk oleh perceived benefit, perceived barrier, perceived self efficacy, activity related affect, dukungan keluarga, dan pengaruh situasional. Faktor personal berhubungan dengan behavior spesific cognition and affect, behavior spesific cognition and affect berhubungan dengan komitmen, komitmen berhubungan dengan DSME dan DSME berhubungan dengan perilaku kepatuhan. Diabetes Self Management Education perlu peningkatan motivasi, perceived benefit, perceived barrier, perceived self efficacy, activity related affect, dukungan keluarga, pengaruh situasional, dan komitmen klien untuk menjalankan program edukasi yang diberikan petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan perilaku kepatuhan klien DM tipe 2.
EKOLOGI DAERAH URBAN (PERKOTAAN) DAN GANGGUAN KESEHATAN JIWA) Yunita Satya Pratiwi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.333 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i1.5

Abstract

City is a form of ecological systems are complex, dynamic, and dominated by humans. In this case, the city is considered as an ecosystem that is an artificial environment, the result of a process of interaction between man and man and between man and his environment. The growth of urban population in the world, especially in Indonesia is relatively high, will continue with a high acceleration. In the period 2005-2030 the number of the world's urban population is expected to increase 56%, Asia up 71%, and up 74% in Indonesia. In 2005 the Indonesian population living in urban areas reached more than 107.9 million people, where 20% of whom were in Greater Jabodetabek (UNDP and ADB, 2006). Rate of population growth is not accompanied by the growth of the region, will result in overcrowding. This causes an imbalance of urban ecosystems. In addition to the emergence of poverty, unemployment, crime, uneven development, urbanization, suspected to be the cause of many community members are prone to stress and anxiety that lead to mental disorders. It is supported by a number of research results that show the prevalence trend of population show symptoms of mental health disorders in relatively more in urban than in rural areas. Keywords: Urban ecology, Ecosystems and Mental disorder
TINGKAT KEPUASAN PEMANFAATAN (UTILITY) POSYANDU PADA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG Nurnaningsih Herya Ulfah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.901 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i4.43

Abstract

Masalah gizi di Indonesia tidak dapat diabaikan karena dapat menimbulkan dampak yang negatif.Kekurangan gizi berdampak buruk terhadap pertumbuhan, perkembangan intelektual dan produktivitas.Posyandu sebagai salah satu pelayanan kesehatan di desa yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat memantau keadaan gizi anak balitanya sehingga dapat mencegah secara dini masalah gizi. Dua Puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Malang pada tahun 2013 yang memiliki persentase gizi buruk tertinggi yaitu Puskesmas Kendalkerep (24%) dan Puskesmas Pandanwangi (22,40%) dan pada tahun 2014, Puskesmas dengan status gizi normalterendah adalah Puskesmas Kendalkerep (92,33%) dan Puskesmas Pandanwangi (91,37%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan Posyandu di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Metode penelitian adalah analitik dengan rancang bangun crosssectional.Adapun populasi dalam penelitian ini adalah balita berusia 1-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Kota Malang.Jumlah sampel adalah 105 responden. Analisis data penelitian ini menggunakan uji somers’d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden merasa puas terhadap pelayanan di Posyandu.Untuk 5 komponen utility yaitu (1) Tangibility, (2) Reliability, (3) Responsiveness, (4) Assurance dan (5) Empatykeseluruhannya berada pada kategori puas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepuasanpemanfaatan (Utility) Posyandu.Seluruh komponen utility yaitu 1) Tangibility, (2) Reliability, (3) Responsiveness, (4) Assurance dan (5) Empaty berada pada kategori puas.Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait faktor yang mempengaruhi status gizi selain utility. Kata Kunci: utility, status gizi, posyandu
STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK DANTINGKAT KEBUGARAN MAHASISWI POLITEKNIK KESEHATAN MAMUJU Hasir Hasir; Irma Muslimin; Erdiawati Arief
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.34 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i3.174

Abstract

Upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, harus dari usia dini. Bersamaan dengan meningkatnya produktivitas kerja, akan selalu ditopang dengan kondisi fisik salah satunya adalah faktor tingkat kebugaran atau yang lebih dikenal dengan physical fitness. Bagi seorang pelajar, kebugaran jasmani sangat penting di dalam peningkatan kemampuan intelektual dan kecerdasannya.Jenis penelitian ini adalahcross sectional study denganjumlah populasi sebanyak 397 orang. Sampel sebanyak 94 dipilih secara simple random sampling. Variabel independen adalah indeks massa tubuh, persen lemak tubuh dan aktivitas fisik. Variabel dependen adalah tingkat kebugaran. Pengukuran kebugaran dilakukan dengan tes bangku 3 menit YMCA. Uji statistik bivariat dengan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh dan persen lemak tubuh tidak berhubungan dengan tingkat kebugaran. Sedangkan aktivitas fisik berhubungan dengan tingkat kebugaran.
Penggunaan Lethal Ovitrap Dengan Berbagai Jenis Attractant Untuk Pengendalian Nyamuk Aedes Sp Aries Prasetyo; Moch Yulianto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.437 KB) | DOI: 10.33846/sf.v7i3.32

Abstract

Dengue fever, up to now been a problem for public health, as well as causing social impact, in terms of the number of people year after year tend to increase and expand the endemic area. One of the Aedes sp control methods is the use of lethal ovitrap This study to analyze the effectiveness (larvae of Aedes sp caught ) the use of lethal ovitrap with various types of attractant to control Aedes sp. This study involves the quasi experiment and post test only control group design. Subject of the study is Aedes sp in nature. Data are analyzed descriptively and analytically by using One Way Anova statistical methods. The number of trapped- larvae of Aedes sp by lethal ovitrap without attractant between 13-15. the number of trapped larvae Aedes sp by lethal ovitrap with various attractant average ranges between 30-95 in door and the average range 9 – 44 out door. There are significant differences amount Aedes sp larvae were caught between treatment both indoor and outdoor ( p = 0.008 and p = 0.007 ). There are significant differences amount Aedes larvae were caught between treatment both indoor and outdoor, and lethal ovitrap with shrimp shells attractant water immersion is the most effective way to control Aedes sp mosquitoes Keywords: Lethal Ovitrap, Aedes sp, attractant
Gaya Hidup Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wates Kabupaten Kulon Progo Ana Ratnawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 2 (2017): April 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.705 KB) | DOI: 10.33846/sf.v8i2.93

Abstract

Abstract Hypertension is ‘the silent disease’ because people do not recognize that they have hypertension before cheking up their blood pressure. The number of occurences of this prevalence disease are high in Kulon Progo District. The one of causes of increasing the patient hypertension is lifestyle changes. This research is aimed to know hypertension patients’ lifestyles in Public Health Center in Wates, Kulon Progo District. This research is a descriptive qualitative using surveys as a method of collecting data. The samples used as objects of the study consist of 455 people, incidental samplings as a technique of obtaining data are 213 people, and this study employs a data instrument in the form of enclosed questionnaires. The data analysis was done descriptively adopting mean formula. Next, the data were classified by using percentage formula. Hypertension patients’ lifestyles in Public Health Center in Wates, Kulon Progo which are mainly categorized as healthy are 178 people (83,57%); healthy dietary habit comprises 163 people (76,53%) for health category; physical activities or sports are 193 people (90,61%) classified as healthy; smoking habit is 151 people (70,89%) categorized as unhealthy since there are patients smoking and breathing smoke. Last, stress management is 173 people (81,22%) classified as healthy. Lifestyles of hypertension patients in Public Health Center in Wates, Kulon Progo that majority is classified as healthy. Keywords : Lifestyles, hypertension disease
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI TERHADAP WAKTU PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI Rika Andriyani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.703 KB) | DOI: 10.33846/sf.v9i1.209

Abstract

Pemberian makanan pendamping ASI yaitu pemberian makanan atau minuman yang mengandung gizi yang diberikan pada bayi atau anak yang berumur 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Pemberian makanan padat atau tambahan yang terlalu dini dapat mengganggu pemberian asi Eksklusif serta meningkatkan angka kesakitan pada bayi. Berdasarkan laporan data dari dinas kesehatan kota didapatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif selama tahun 2014 dari 20 Puskesmas di Pekanbaru yang paling terendah adalah Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo yaitu sebesar 76,81%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI terhadap usia awal pemberian makanan pendamping ASI. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik design cros sectional dengan populasi seluruh ibu yang mempuyai bayi 0-6 bulan di Puskesmas RI Sidomulyo. Sampel 78 orang dengan teknik random sampling data dikumpulkan dengan menyebarkan kusioner Hasil penelitian didapatkan pengetahuan responden secara keseluruhaan rendah yaitu sebanyak 42 orang (53,8%). Yang tidak tepat dalam meberikan MP-ASI sebanyak 45 orang (57,7%) Dari uji statistik didapatkan nilai p value = 0,001 hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI terhadap usia awal pemberian MP-ASI.

Page 9 of 170 | Total Record : 1699


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue