cover
Contact Name
Sopiyan Dalis
Contact Email
sopiyan.spd@bsi.ac.id
Phone
+6281380852868
Journal Mail Official
jurnal.paradigma@bsi.a.cid
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Paradigma
ISSN : 14105063     EISSN : 25793500     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/p
Core Subject : Science,
The first Paradigma Journal was published in 2006, with the registration of the ISSN from LIPI Indonesia. The Paradigma Journal is intended as a media for scientific studies of research, thought and analysis-critical issues on Computer Science, Information Systems and Information Technology, both nationally and internationally. The scientific article refers to theoretical review and empirical studies of related sciences, which can be accounted and disseminated nationally and internationally. Paradigma Journal accepts scientific articles research at: Expert Systems, Information Systems, Web Programming, Mobile Programming, Games Programming, Data Mining, and Decision Support Systems.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007" : 6 Documents clear
PENYELESAIAN SENGKETA E-COMMERCE MELALUI ARBITRASE DI INDONESIA Naba Aji Notoseputro
Paradigma Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v9i1.1147

Abstract

Perkembangan komputer dan teknologi informasi yang demikian pesatnya yang berdampak pada hampir pada seluruh sistem dan tatanan kehidupan masyarakat, termasuk pula sistem perdagangan dunia, tetapi disisi lain dampak tersebut juga berakibat pada masalah-masalah hukum yang berkaitan perkembangan perdagangan melalui elektronika (e-commerce) sebagai cara perdagangan baru.  Penanganan untuk sengketa-sengketa perdagangan elektronik (e-commerce) baik itu Business to Business (B2B) atau Business to Costomer (B2C), untuk di Indonesia proses dengan arbitrase dianggap lebih baik dikarenakan lebih fleksibel, lebih efektif dan efisien karena arbitrase tidak terikat kepada formalitas seperti pengadilan biasa. Untuk pengaturan tentang arbitrase, di Indonesia telah ada Undang-Undang Nomor: 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, dimana putusan arbitrase asing pun dapat dijamin keberadaannya, sehingga sengketa-sengketa yang berkaitan dengan e-commerce dan terkait dengan pihak asing dapat dijamin pelaksanaannya (enforcement) di Indonesia.
DESAIN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER Ahmad Yani
Paradigma Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v9i1.1148

Abstract

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi di bidang informatika telah membawa dampak perubahan yang positif dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dalam bidang Akuntansi.  Dengan pemanfaatan Teknologi Informasi kita dapat dengan mudah memodifikasi dan mengembangkan Sistem Informasi Akuntansi yang akan menghasilkan informasi keuangan yang sangat berkualitas. Proses yang ada dalam siklus Sistem Informasi Akuntansi bisa sangat efesien, praktis dan efektif. Ada banyak contoh Sistem Informasi Akuntansi yang sudah dirancang berbasis Teknologi Informasi seperti DEA, Myob, Vplus, Zahir, MAS dan lain-lain. Hal yang paling menarik selain contoh produk software Accounting yang disebutkan, kita juga bisa mengembangkannya sendiri sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja dibutuhkan syarat kemampuan untuk bisa melakukannya. Selain mengerti mengenai akuntansi juga dibutuhkan tambahan pengetahuan dalam bidang Teknologi Informasi (analisis sistem, programming). Desain dan pengembangan Sistem Informasi Akuntansi yang dikembangkan sendiri oleh pemakai (End User Development atau End User Computing) akan memiliki nilai utilitas yang sangat tinggi karena kita tahu persis kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sistem yang akan dibuat.
METODE KEAMANAN DATA DALAM E-COMMERCE Frieyadie Frieyadie
Paradigma Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v9i1.1149

Abstract

Sistem Keamanan dalam E-Commerce merupakan menjadi perhatian yang sangat serius. Karena dengan e-commerce semua transaksi yang dilakukan dengan media transmisi yang mudah di ”bajak” oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Kejahatan di dunia maya sangat sering terjadi, mulai dari penipuan, penyalahgunaan kartu kredit sampai dengan penghancuran sistem. Oleh karena itu untuk menjaganya diperlukan suatu strategi dan teknologi yang dapat melindungi paket-paket yang dikirimkan.
IMPLEMENTASI WIDE AREA NETWORK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VPN BERBASISKAN IP MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) : STUDI KASUS PADA KAMPUS BINA SARANA INFORMATIKA Wahyudi, Mochamad
Paradigma Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v9i1.1150

Abstract

Wide Area Network (WAN) dipergunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan Local Area Network (LAN) satu dengan lainnya yang berdekatan maupun yang berjauhan dan menggunakan protokol yang sama atau berbeda-beda. Teknologi yang dapat dipergunakan untuk dapat menghubungkan WAN, antara lain: Dial Up, Leased Line, VSAT, X.25, Frame Relay, Virtual Private Network (VPN) dan lain-lain. Sedangkan teknologi terbaru yang saat ini sedang dikembangkan untuk membangun jaringan WAN yang baik (realible) dan permanen adalah Virtual Private Network (VPN) berbasis IP Multi Protocol Label Switch (VPN IP MPLS). VPN IP MPLS ini adalah suatu layanan komunikasi data any to any connections berbasis IP Multi Protocol Label Switch dengan menggunakan peralatan (hardware) dari perusahaan Cisco (berupa Cisco Router dan Cisco Switch Catalist). Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) menggunakan teknologi VPN IP MPLS untuk menghubungkan seluruh kampusnya yang terdiri dari 35 lokasi yang tersebar dibeberapa kota yang ada di Indonesia. Kampus BSI menerapkan sistem domain berbasis sistem Operasi Windows Server 2003 untuk semua untuk yang ada dan menjalankan aplikasi online yang disebut dengan intranet.bsi.ac.id serta beberapa aplikasi lain. Untuk menghubungkan seluruh Kampus BSI jaringan global (internet), semua Kampus BSI terhubung melalui saluran Leased Line sebesar 2.048 Kbps yang terdapat pada Kampus BSI Menara Salemba yang berfungsi sebagai Backhole. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SARANA PENDUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR BERDASARKAN PENDEKATAN ”TAM” Kusuma Hati
Paradigma Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v9i1.1146

Abstract

Kebutuhan penyajian informasi yang cepat hampir meliputi seluruh bidang, baik dibidang bisnis, pendidikan, dan lain-lain. Hal ini didukung pula dengan pesatnya perkembangan teknologi yang dapat membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Saat ini di bidang pendidikan, penggunaan internet sudah merupakan kebutuhan. Sudah banyak sekolah-sekolah, lembaga-lembaga pendidikan maupun universitas yang menggunakan internet sebagai sarana pendukung bagi kegiatan akademisnya terutama dalam proses belajar mengajar.  Menarik untuk diketahui, kira-kira faktor–faktor apa saja yang dapat mempengaruhi user (dalam hal ini dosen maupun instruktur) dalam menggunakan internet sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar serta seberapa besar faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap penggunaan internet. Untuk mengetahui hal tersebut maka dilakukan penelitian berdasarkan Pendekatan Technology Acceptance Models (TAM). TAM digunakan untuk memprediksi penerimaan pengguna terhadap penggunaan teknologi baru. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) pada perangkat lunak Analisys of MOment Structure (AMOS) versi 6.0.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI MODEM ADSL DALAM JARINGAN LOKAL AKSES TEMBAGA Sri Hartanto
Paradigma Vol 9, No 1 (2007): Periode Januari 2007
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v9i1.1151

Abstract

Pada umumnya, saluran telepon dalam Jaringan Lokal Akses Tembaga (Jarlokat) hanya menggunakan frekuensi voice band sekitar 300 s/d 3400 Hz saja untuk komunikasi suara atau transmisi data terbatas. Transmisi data yang mengubah jalur suara menjadi jalur data dengan menggunakan teknologi modem X-2 atau K-56 Flexi ini, hanya dapat memberikan kecepatan transmisi maksimum sampai dengan 56,4 KHz. Berdasarkan penelitian menggunakan teknik looping yang dilakukan pada saluran telepon kabel tembaga sepanjang 18.000 feet, diketahui bahwa terdapat frekuensi di atas frekuensi voice band yang dapat digunakan untuk pengiriman sinyal dengan berbagai interference (gangguan) yang masih dapat ditoleransi. Frekuensi ini kemudian disebut dengan frekuensi over voice band.Untuk memanfaatkan frekuensi tersebut untuk komunikasi data dengan kecepatan transmisi yang tinggi, perlu adanya teknologi yang mampu memastikan adanya pemisahan yang jelas antara jalur suara yang menggunakan frekuensi voice band dengan jalur data yang menggunakan frekuensi over voice band. Selain itu, perlu adanya teknik pemrosesan sinyal dan algoritma yang kreatif untuk mengoptimalkan penggunaan frekuensi over voice band tersebut. Hal ini dapat terwujud dengan mengimplementasikan teknologi modulasi demodulasi yang didukung oleh digital processing dan bit loading algorithm dalam bentuk Saluran Sambungan Digital Asimetris (Asymmetric Digital Subscriber Line = ADSL), yang dapat memisahkan jalur komunikasi suara pada bandwith 0 sampai dengan 4 KHz, jalur pengiriman data ke backbone network (jalur upstream) dengan bandwith 26 KHz sampai dengan 170 KHz, dan jalur pengiriman data  ke user (jalur downstream) dengan bandwith 170,5 KHz sampai dengan 1,1 MHz. Pemisahan jalur dan pemrosesan sinyal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik single carrier dan multi carrier.

Page 1 of 1 | Total Record : 6