cover
Contact Name
Gde Putu Arya Oka
Contact Email
imedtechjournal@gmail.com
Phone
+6281236518677
Journal Mail Official
imedtechjournal@gmail.com
Editorial Address
P2M STKIP Citra Bakti Jl. Trans Flores, Malanuza, Golewa
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
ejurnal imedtech
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 25806033     DOI : http://dx.doi.org/10.38048/imedtech.v4i2.227
Core Subject : Science, Education,
ejurnal Imedtech fokus pada Instructional Media, Design dan Instructional Technology. Body of Knowledge instructional technology atau teknologi pembelajaran menjadi ruang lingkup dari jurnal ini. Adapun ruang lingkupnya adalah sebagai berikut: Artikel terkait dengan desain sistem pembelajaran, strategi pembelajaran dan obyek kajian tentang pebelajar beserta karakteristiknya; Artikel terkait dengan kawasan pengembangan, seperti: pengembangan bebasis teknologi cetak seperti bahan ajar, media pembelajaran, terknologi audiovisual, teknologi berbasis komputer dan teknologi terpadu; Artikel terkait dengan kawasan pemanfaatan, seperti: pemanfaatan media, difusi inovasi dan implementasi kelembagaan serta kebijakan dan regulasi; Artikel terkait dengan kawasan pengelolaan, seperti pengelolaan pusat dan sumber belajar, sistem penyampaian (online learning) dan pengelolaan informasi pembelajaran; Artikel terkait dengan kawasan penilaian, seperti evaluasi formative maupun sumatif terkait.
Articles 106 Documents
PENYAJIAN MUSIK GO LABA DALAM RITUAL KA BUKU PADA MASYARAKAT ADAT MULAKOLI, KECAMATAN BOAWAE, KABUPATEN NAGEKEO (Studi Eksplorasi Musik Tradisi) Florentianus Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.619 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v5i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyajian musik go laba dalam ritual adat Ka Buku pada masyarakat Adat Mulakoli, kecamatan Bowae, kabupate Nagekeo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Nara sumber yang digunakan ditentukan berdasarkan otoritas pengetahuan nara sumber terhadap fokus penelitian. Musik tradisional go laba sebagai musik pengiring ritual ka buku disajikan pada saat proses pembersihan benda-benda pusaka rumah adat yang terjadi setahun sekali. Ritual ka buku sering disebuat juga sebagai upacara syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh dan pemberian sesajian kepada leluhur yang telah meninggal. Kata Kunci: Musik Tradisi, Go Laba, Ka Buku.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR SEPAK KURA BERBANTUAN ALAT DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PJKR STKIP CITRA BAKTI Yanuarius Ricardus Natal; Agustinus Ragang
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.189 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v5i2.245

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan memvalidasi kelayakan model latihan teknik dasar sepak kura berbatuan alat dalam permainan sepak takraw bagi mahasiswa program studi PJKR. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang berfokus pada pembuatan produk sehingga langkah-langkah penelitian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan menjadi 7 langkah, yaitu: (1) penelitian produk yang telah ada, (2) pengembangan produk, (3) validasi ahli I, (4) revisi produk I, (5) validasi ahli II, (6) revisi produk II, dan (7) produk akhi. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen angket skala nilai, lembar observasi dan dokumentasi penelitian yang dilengkapi dengan video simulasi penggunaan produk pada tahap validasi ahli. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan hasil penelitiannya yakni : (1) Produk akhir berupa model latihan teknik dasar sepak kura berbantuan alat,yang terdiri dari 3 model latihan dengan 23 bentuk variasi latihan yang disusun dalam buku pedoman latihan yang berjudul: “Panduan Model Latihan Teknik Dasar Sepak Kura Dalam Permainan Sepak Takraw ”. (2) Produk pengembangan memenuhi kategori “Sesuai dan Layak” digunakan sebagai model latihan teknik dasar sepak kura, berdasarkan hasil uji validasi dari 3 orang ahli yaitu (ahli 1= 48. ahli 2= 45, dan ahli 3= 44) yang berada pada rentang kategori perhitungan (µ+1,0σ) ≤ X = (37 ≤ X) atau Kategori Sesuai.Kata Kunci : Model Latihan, Sepak Kura, Sepak Takraw
Efektivitas Model Latihan JR-Design Volleyball Smash Drills Untuk Meningkatkan Keterampilan Gerak Dasar Smash Bola Voli Dalam Kegiatan Inti Perkuliahan Mahasiswa Olahraga Yohanes Bayo Ola Tapo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.073 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v6i1.258

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari tahapan pengembangan model latihan JR-Design Volleyball Smash Drills dengan fokus dan tujuan penelitian adalah: menguji efektivitas model latihan JR-Design Volleyball Smash Drills untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar smash bola voli dalam kegiatan inti perkuliahan mahasiswa olahraga. desain penelitian ini adalah pra experiment time series dengan rancangan one group pretest-posttest design menggunakan 3 seri perlakuan dan 4 seri pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PJKR STKIP Citra Bakti semester 2. Data Penelitian dikumpulkan dengan tes evaluasi keterampilan dasar smash bola voli sesuai indikator perkuliahan. Data penelitian dianalisis menggunakan 2 bentuk analisis, yaitu: (1) analisis deskriptif persentase; untuk menganalisis kecenderungan perubahan rata-rata tingkat keterampilan dasar smash bola voli antar seri perlakuan, dan (2) analisis deskriptif uji independent sample t-test untuk menganalisis perubahan tingkat keterampilan dasar smash bola voli antar hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian adalah: (1) terjadi kecenderungan peningkatan rata-rata nilai keterampilan dasar smash bola voli antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan pada setiap seri perlakuan, dan (2) nilai thitung (17.551) > ttabel (2.030) sehingga terdapat perbedaan antara pretest (tes awal) sebelum diberikan perlakuan dengan posttest (tes akhir) setelah diberikan perlakuan seri ketiga minggu ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model latihan JR-Design Volleyball Smash Drills “Efektif” meningkatkan keterampilan dasar smash bola voli dalam kegiatan inti perkuliahan mahasiswa olahraga.
PEMANFAATAN VIDEOSCRIBE BERPIKIR SIMBOLIK MENGENAL BENDA-BENDA DI DI TKK SATU ATAP RUTOSORO Maria Magdalena Wea; Gde Putu Arya Oka
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.623 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v6i1.260

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Videoscribe Berpikir Simbolik Mengenal Benda-Benda Di Sekitarnya Dalam Setting BDR Anak Usia 5-6 Tahun Di TKK Satu Atap Rutosoro, Desa Ekoroka, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian anak kelas B yang berjumlah 4 orang anak. Metode penelitian pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode triangulasi, dimana peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data yang berbeda-beda, artinya data yang akan diambil dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Metode analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dengan komponen-komponenya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan videoscribe berdasarkan fungsi sebagai sub komponen suplemen informan senang, semangat, penasaran. Sedangkan pada komplemen, manfaat media mampu membantu anak untuk semangat belajar, menambah pengetahuan dan mengembangkan kreativitas anak. Kemudian pada sub komponen substitusi, manfaat videoscribe untuk informan seperti memudahkan anak untuk belajar, lebih mudah memahami, menambah wawasan, membangkitkan semangat belajar anak dan menarik perhatian anak. Berdasarkan panduan, penggunaan videoscribe dilengkapi dengan buku panduan/pedoman, memenuhi standar kurikulum, mengetahui langkah-langkah dalam menggunakan videoscribe dan mengembangkan kreativitas anak. Berdasarkan sikap dan pola, dengan melihat tingkah laku anak persiapan sebelum menonton videoscribe, perilaku anak sebelum menonton videoscribe, perilaku anak selama menonton videocribe, dan perilaku anak setelah menonton videoscribe. Berdasarkan prosedur bagaimana anak-anak menggunakan videoscribe dan pemanfaat videoscribe berdasarkan minat  bagaimana ungkapan rasa senang anak-anak terhadap seperti meminta kepada guru untuk menayangkan kembali video tersebut, bernyanyi bersama mengikuti tayangan yang ada didalam video, perhatian anak-anak selama menonton yakni serius, tenang, kadang-kadang menganggu teman-temanya, tidur diatas meja dan kadang-kadang tertawa melihat gambar yang ada didalam video, ketertarikan anak-anak terhadap videoscribe seperti menonton berulang-ulang, selalu bertanya kepada guru, keterlibatan anak-anak dalam menggunakan videoscribe seperti mengamati, menceritakan kembali isi dari video tersebut sesuai dengan yang dilakukan sehari-hari dirumah, manfaat videoscribe bagi anak-anak yaitu mengembangkan kreativitas anak, menghilangkan rasa jenuh dan menarik perhatian anak-anak.Pemanfaatan videoscribe berpikir simbolik mengenal benda-benda disekitarnya lebih optimal jika peneliti lebih sering menggunakan videoscribe dalam pembelajaran selamaBDR dengan menggunakan media video. Hal ini dapat mengurangi rasa bosan dan jenuh dalam belajar serta membangkitkan semangat belajar anak. Kata Kunci : Pemanfaatan Videoscribe Berpikir Simbolik Abstrac This study aims to determine the use of Videoscribe in Symbolic Thinking to Recognize Surrounding Objects in BDR Settings for Children aged 5-6 Years at Rutosoro One Roof Kindergarten, Ekoroka Village, Golewa District, Ngada Regency. In this study, the author uses qualitative descriptive research with the research subjects of class B children, totaling 4 children. The research method of data collection used by the researcher is the triangulation method, where the researcher uses different data collection techniques, meaning that the data will be taken using observation, interviews, and documentation for the same data source simultaneously. The data analysis method uses an interactive model from Miles and Huberman with its components, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.     Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that the use of video scribe based on its function as a sub-component of the informant is happy, excited, curious. While in complement, the benefits of media are able to help children to be enthusiastic about learning, increase knowledge and develop children's creativity. Then in the substitution sub-component, the benefits of videoscribe for informants include making it easier for children to learn, easier to understand, adding insight, arousing children's learning enthusiasm and attracting children's attention. Based on the guidelines, the use of videoscribe is equipped with guidebooks/guidelines, meets curriculum standards, knows the steps in using videoscribe and develops children's creativity. Based on attitudes and patterns, by looking at the behavior of children preparing before watching videoscribe, children's behavior before watching videoscribe, children's behavior while watching videoscribe, and behavior of children after watching videoscribe. Based on the procedure of how children use videoscribe and use videoscribe based on their interests, how do children express their pleasure towards such as asking the teacher to replay the video, singing together following the shows in the video, children's attention while watching is serious, calm , sometimes disturbing their friends, sleeping on the table and sometimes laughing at the pictures in the video, children's interest in videoscribe is like watching over and over again, always asking the teacher, children's involvement in using videoscribe is like observing , retell the contents of the video according to what is done everyday at home, the benefits of videoscribe for children are developing children's creativity, eliminating boredom and attracting children's attention.The use of videoscribe in symbolic thinking to know the objects around it is more optimal if researchers use videoscribe more often in learning during BDR by using video media. This can reduce boredom and boredom in learning and raise children's enthusiasm for learning. Keywords: Using Videoscribe Symbolic Thinking
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERMAIAN KECIL DENGAN MATERI PERMAINAN TRADISIONAL “ETU” (TINJU ADAT) BAGI MAHASISWA PJKR STKIP CITRA BAKTI Bernabas Wani
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.211 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v6i1.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar permainan kecil pada materi permainan tradisional  “etu” (tinju adat) serta mengetahui efektifitas penggunaan bahan ajar terhadap capaian hasil belajar para mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  menggunakan tiga tahap yang terdiri dari define, design dan development, proses pembelajaran yang dilakukan dengan desain one grup pre-test post-test design. subjek dalam penelitian pengembangan ini adalah para mahasiswa PJKR STKIP Citra Bakti Kabupaten Ngada yang program mata kulia permainan kecil semester VI. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar memberikan dampak positif terhadap peningkatan kempuan belajar permaianan tradisional tinju adat Etu.Kata kunci: Pengembangan; Bahan ajar; permainan tradisional. ABSTRACTThis study aims to develop small game teaching materials on the traditional "etu" game material (custom boxing) and determine the effectiveness of the use of teaching materials on the achievement of student learning outcomes. The method used in this study uses three stages consisting of define, design and development, the learning process is carried out with a one-group pre-test post-test design. The subjects in this development research were the students of PJKR STKIP Citra Bakti, Ngada Regency, who were in the VI semester minor game course. The results obtained from this study are the use of teaching materials has a positive impact on increasing the ability to learn the traditional game of Etu traditional boxing.
PEMANFAATAN VIDEOSCRIBE PEMECAHAN MASALAH SEHARI-HARI DAN BERPERILAKU KREATIF DALAM SETTING BDR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKK FATIMA SOA Gde Putu Arya Oka; Maria Ferjinia Oje
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.92 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v6i1.262

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Videoscribe Pemecahan Masalah Sehari-hari dan Berperilaku Kreatif dalam Setting BDR pada Anak Usia 5-6 Tahun di TKK Fatima Soa, Desa Seso, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian anak kelas B yang berjumlah 5 orang anak. Metode penelitian pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode triangulasi, artinya data akan diambil dengan menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Metode analisis data menggunakan model interakif dari Miles dan Huberman dengan komponen-komponenya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi  pada anak anak di TKK Fatima Soa direduksi dengan cara membuat konsep mapping yakni menghubungkan tema tema dari setiap klasifikasi fungsi pemanfaatan videoscribe. Klasifikasi fungsi pemanfaatan videoscribe tersebut terdiri dari 1). Manfaat videoscribe berdasarkan fungsi dengan sub komponen suplemen informan tampak senang, dan penasaran. Sedangkan pada komponen komplemen,ditandai mampu membantu anak mengembangkan kreativtas anak kemudian pada sub komponen substitusi, manfaat videoscribe untuk informan seperti memudahkan untuk belajar, dan menarik perhatian anak. 2) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Panduan dalam penggunaan videoscribe yakni dilengkapi dengan buku panduan/pedoman dalam menggunakan videoscribe, 3) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Sikap dan Pola dengan komponennya sebagai berikut: persiapan sebelum menonton videoscribe, informan tampak mendengar arahan dari guru, sedangkan perilaku sebelum menonton videoscribe, informan tampak tenang, tidur di atas meja, ganggu teman, penasaran, semangat Kemudian perilaku selama menonton videoscribe informan sangat fokus, menoleh kekiri dan kekanan, dan perilaku setelah menonton videoscribe, informan tampak sering bertanya, 4) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Prosedur terdiri atas dua komponen yaitu bagaimana anak-anak menggunakan videoscribe yakni duduk dengan teman-temannya untuk mengamati videoscribe, mengamati isi dari videoscribe dan menyaksikannya. Sedangkan intensitas yakni, anak sering menonton videoscribe bersama guru dan peneliti 5) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Minat. terdapat beberapa komponen yaitu ungkapan rasa senang anak terhadap videoscribe yakni dengan, melompat dan bertepuk tangan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa videoscribe pada umumnya memberikan pengaruh yang positif pada perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di TKK Fatima Soa seperti menambah wawasan, pengetahuan, membangkitkan semangat belajar anak, menarik perhatian dan mengembangkan kreativitas anak.Kata kunci : Pemanfaatan videoscribe, Kemampuan Kognitif, Pemecahan Masalah dan Berperilaku KreatifAbstractThis study aimed to determine the use of Videoscribe daily problem solving and creative behavior in BDR settings for children aged 5-6 years at Fatima Soa kindergarten, Seso Village, Soa District, Ngada Regency. In this study, using by a qualitative descriptive research with the research subjects of children class B, at class B consisting of 5 children. The research method of data collection used by researchers is the triangulation method, meaning that data will be taken using participatory observation, in-depth interviews, and documentation for the same data source simultaneously. The data analized method uses an interactive model from Miles and Huberman with its components, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing.The data obtained through observation, interviews and documentation on children at the Fatima Soa Kindergarten the date was reduced by making a concept mapping by connecting the themes of each classification of the use of videoscribe functions. The classification of the videoscribe utilization function consists of 1). The benefits of videoscribe based on function with the sub-component of the supplement, the informants seemed happy, and curious. While the complement component is marked as being able to help children develop children's creativity then in the substitution sub component, the benefits of videoscribe for informants such as making it easier to learn, and attracting children's attention. 2) Benefits of Videoscribe Based on Guidelines in using videoscribe which is equipped with a guidebook/guideline for using videoscribe, 3) Benefits of Videoscribe Based on Attitudes and Patterns with the following components: preparation before watching videoscribe, informants seem to hear directions from the teacher, while behavior before watching videoscribe , the informant looks calm, sleeps on the table, disturbs friends, is curious, excited. Then the behavior while watching videoscribe, the informant is very focused, looking left and right, and after watching videoscribe, the informant seems to often ask questions, 4) Benefits of Videoscribe based on the procedure consists of two component, namely how children use videoscribe, namely sitting with their friends to observe videoscribe, observe the contents of videoscribe and watch it. While the intensity, namely, children often watch videoscribe with teachers and researchers 5) Benefits of Videoscribe Based on Interest.There are several components, namely the expression of children's pleasure towards videoscribe, jumping and clapping their hands. Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that videoscribe generally has a positive influence on the cognitive development of children aged 5-6 years at Fatima Soa Kindergarten such as improving understanding, knowledge, uncreasing children's learning enthusiasm, attracting attention and developing children's creativity.Keywords: Utilization of videoscribe, Cognitive Ability, Problem Solving and Creative Behavior
PEMANFAATAN VIDEOSCRIBE ASPEK FISIK MOTORIK DALAM SETING BELAJAR DARI RUMAH (BDR) USIA 5-6 TAHUN DI TKK ST.PAULUS WAEPANA Maria Mamo; Gde Putu Arya Oka
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.203 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v6i1.261

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan videoscribe aspek fisik motorik dalam seting belajar dari rumah usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan di TKK St.Paulus Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian ini adalah anak kelas B yang berjumlah 4 orang anak usia 5-6 tahun di TKK St.Paulus Waepana. Metode penelitian pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode triangulasi, dimana peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda artinya data akan diambil dengan tiga teknik yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Metode analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dengan komponen-komponenya yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi  pada anak anak di TKK St Paulus Waepana data direduksi dengan cara membuat konsep mapping yakni menghubungkan tema-tema dari setiap klasifikasi fungsi pemanfaatan videoscribe. Klasifikasi fungsi pemanfaatan videoscribe tersebut terdiri dari (a) Manfaat Media Videoscribe Berdasarkan Fungsi dengan suplemen  anak sangat bangga, serius dalam mengamati videoscribe yang ada dalam video, komplemen dapat menambah wawasan anak dan anak lebih memahami materi yang ada dalam video, subsitusi anak tampak senang dan mampu menyebutkan benda-benda yang ada dalam video,(b) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Panduandalam penggunaan media videoscribe anak-anak sangat memerlukan buku panduan agar anak mampu mengembangkan kreativitas atau ide-ide baru dan membuat anak lebih aktif dalam belajar dan dengan adanya pedoman peneliti bisa mengetahui langkah-langkah penggunaan media videoscribe. (c) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Sikap dan Poladengan komponennya sebagai beriku:1) persiapan sebelum menonton anak memiliki rasa ingn tahu yang tinggi terhadap media, anak goyang kepala, keluar masuk kelas, 2)perilaku selama menonton anak bertanya kepada peneliti mengenai benda yang ada dalam video, anak sambil meniru menggambar benda yang ada dalam video, 4) perilaku setelah menonton anak bisa menggambar benda yang ada dalam video, menyebutkan benda yang ada video, aktif dan cepat tangkap, (d) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Prosedurterdiri atas dua komponen yaitu bagaimana anak-anak menggunakan videoscribeanak menonton dengan serius, menonton sambil meniru gerakan yang ada dalam video, Sedangkan intensitas yakni, ada informan yang konsisten menyaksikan tayangan videoscribe dari awal dan ada informan yang tidak konsisten menonton tayangan videoscribe tersebut, (e) Manfaat Videoscribe Berdasarkan Minat tedapat beberapa komponen yaitu:1) Bagaimana ungkapan rasa senang anak terhadap media anak sambil melompat-lompat dan berteriak hore, anak tertawa sambil memeluk informan lain, duduk sambil goyang kaki, topang dagu, bernyanyi sambil tepuk tangan, 2) ketertarikan anak terhadap videoscribe, anak sangat tertarik dengan gambar yang ada dalam video dan meminta untuk memutar kembali video tersebut,4) keterlibatan anak dalam menggunakan videoscribe: anak bisa menciptakan suasana belajar yang nyaman ketika menggunakan media videoscribe, sangat menghargai informan ketika bertanya, 5) manfaat videoscribe bagi anak-anak, sangat bermanfaat karena dapat menghilangkan rasa jenuh anak, memudahkan anak dalam belajar. Dihasilkan media videoscribe aspek fisik motorik anak masa pandemi covid-19 dalam seting belajar dari rumah lebih optimis jika peneliti lebih sering menggunakan media videoscribe.Hal ini dapat menambah wawasan anak, menghilangkan rasa jenuh anak, dan membangkitkan semangat belajar anak.Kata Kunci : Pemanfaatan Videoscribe Aspek Fisik Motorik Anak This study aimed to determine the use of videoscribe physical motor aspects in learning settings from home aged 5-6 years. This research was conducted at TKK St.Paulus Waepana, Soa District, Ngada Regency. In this study, the author uses qualitative descriptive research with the subject of this research being class B children, totaling 4 children aged 5-6 years at TKK St.Paulus Waepana. The research method of data collection used by the researcher is the triangulation method, where the researcher uses different data collection techniques, meaning that the data will be taken with three techniques, namely: observation, interviews, and documentation for the same data source simultaneously. The data analysis method uses an interactive model from Miles and Huberman with its components, namely: data collection, data reduction, data presentation, and concluding.Based on the data obtained through observation, interviews, and documentation on children at the St Paul Waepana Kindergarten, the data was reduced by making a concept mapping, namely connecting the themes of each classification of the use of videoscribe functions. The classification of the function of using videoscribe consists of (a) Benefits of Videoscribe Media Based on Functions withcomponents of supplementsthe child is very proud,serious in observing the videoscribe in the video, complements can add insight to the child and children better understand the material in the video, the substitution of the child looks happy and is able to mention the objects in the video, (b) Benefits of Videoscribe Based on the Guide In using videoscribe media, children really need a guide book so that children are able to develop creativity or new ideas and make children more active in learning and with the guidelines, researchers can find out the steps for using videoscribe media. (c) Benefits of Videoscribe Based on Attitudes and Patterns with the following components: 1) preparation before watching children have a high curiosity about the media, children shake their heads, go in and out of class, 2) behavior while watching children ask researchers about existing objects in the video, the child imitates drawing objects in the video, 4) behavior after watching the child can draw objects in the video, mentions objects in the video, is active and catches quickly, (d) Benefits of Videoscribe Based on Procedures consist of two components, namely how children use videoscribe, children watch seriously, watch while imitating the movements in the video, while the intensity is, there are informants who consistently watch videoscribe shows from the beginning and there are informants who don't consistently watch the videoscribe shows, (e) Benefits of Videoscribe Based on Interest has several components, namely: 1) How to express the child's pleasure at adapt the media while jumping and shouting hurray, children laughing while hugging other informants, sitting while shaking their feet, supporting their chins, singing while clapping 2) children's interest in videoscribe, children are very interested in the images in the video and ask to play back to the video, 4) the involvement of children in using videoscribe: children can create a comfortable learning atmosphere when using videoscribe media, really appreciate informants when asking questions, 5) the benefits of videoscribe for children, very useful because it can eliminate children's boredom, make it easier for children in study.The resulting videoscribe media for the physical motoric aspects of children during the COVID-19 pandemic in a learning setting from home is more optimistic if researchers use videoscribe media more often. This can increase children's knowledge, eliminate children's boredom, and raise children's enthusiasm for learning
BERPIKIR KREATIF- INOVATIF DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN MUSIK UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN MSTSET (MINDSET, SKILLSET, TOOLSET) Ferdin Bate Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.728 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v6i1.259

Abstract

Berpikir kreatif-inovatif merupakan kunci sukses dalam mengelola pembelajaran musik untuk anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru agar mampu  mengembangkan cara berpikir yang kreatif agar tercipta inovasi dalam pembelajaran musik untuk anak usia dini dengan pendekatan MSTset.  Literature review digunakan sebagai metode untuk melakukan kajian ini.  Penenlitian ini menyimpulkan berpikir kreatif-inovatif dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan pendekatan MSTset (Mindset, Skillset dan Toolset). Guru harus mempunyai pola pikir yang senantiasa bertumbuh menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan. Guru harus memiliki keterampilan  untuk mengadopsi pola pikir itu dan alat atau metode  yang  dibutuhkan untuk membantu guru membangun keterampilan.
Musik Beghu Dan Fungsinya Dalam Kehidupan Adat Budaya Masyarakat Gezu Florentianus Dopo
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v6i2.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menyajikan dan mendeskripsikan musik beghu serta fungsinya dalam kehidupan adat dan budaya masyarakat di kampung Gezu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo dengan menggunakan keseluruhan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa musik tradisional beghu sesungguhnya adalah sebuah musik ansambel yang mengintegrasikan 3 (tiga) jenis alat musik yakni gendang panjang (laba lewa), gendang pendek (laba bhado) dan gong bambu (toda).Keseluruhan permainan alat musik adalah eksplorasi ritmis yang dipadukan sedemikian rupa sehingga terdengar indah. Musik beghu memiliki fungsi yang menyertai beberapa ritual adat antara lain; upacara adat ye yang menyerupai semacam upacara tolak bala untuk memmbuang segala kesialan serta musik penyerta yang disajikan dalam ritual syukur panen tahunan. Penyertaan musik beghu dalam dua ritual tersebut memiliki makna dan nilai masing-masing.
TEACHERS’ DIFFICULTIES IN ASSESSING STUDENTS’ SPEAKING SKILL USING ONLINE MEDIA DURING ONLINE LEARNING IN SMAN 8 DENPASAR Ni Luh Kadek Utami Mega; Made Wahyu Mahendra; I Made Iwan Indrawan Jendra
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v6i2.277

Abstract

COVID-19 pandemic had decrease whole of the world. Many sector, including education sector had to apply online or distance learning. Teachers had to teach their students far from them through online learning media. Thereby, this situation made teachers conducted online assessment. However, online assessment was not the same as assessment as usual, for the new teacher who did not have an experience it had many difficulties and challenges. This study aims at identifying the struggles faced by teachers in assessing students’ speaking skill, factors contributing to the teachers’ difficulties and alternative solutions from teachers to overcome teachers’ difficulties in assessing students’ speaking skill using online media during online learning in SMA N 8 Denpasar. The method of the study was qualitative design with a descriptive approach. In order to collect the data the researcher utilized observation, questionnaire, interview and documentation. The researcher used purposive sampling for choosing the subject. As the result, the researcher found two difficulties faced by teachers in assessing students’ speaking skill using online media, namely intensive and responsive speaking skill. The factors contributing the teachers’ difficulties were internal factors including teachers’ motivation and teachers’ comprehension and external factors including students and facilities. The findings found all of these factors affected to the teachers’ difficulties in assessing students’ speaking skill.

Page 5 of 11 | Total Record : 106