cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2018)" : 10 Documents clear
Analisis Perilaku Ibu Rumah Tangga Bantaran Sungai Citampian dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga Darmawan, Rahmat; Fatchiya, Anna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.651 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.431-440

Abstract

The main problems are in Bogor is the pollution of the river dominated by the waste from domestic. Causes of the pollution of the river is the behaviour of the community in managing household garbage. Ecovillage program is one of the effort to reduce the pollution of the river through outreach to the community in managing household garbage. The purpose of this research is to analyze the behaviour of the Riverbanks society Citampian in managing household garbage. The method used was a survey method with the use of quantitative data in the form of interviews with housewives. The result of this research show revenue and support outreach environment affect behaviour of housewives in managing household garbage, exactly on the aspect of cognitive, affective, and action.Keywords : behavior, household garbage, riverbanks society------------------------------ ABSTRAK Permasalahan utama yang berada di Kabupaten Bogor adalah pencemaran sungai yang berasal sebagian besar dari limbah dari domestik. Salah satu penyebab dari permasalahan utama pencemaran sungai adalah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Program ecovillage merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran sungai melalui penyuluhan kepada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku ibu rumah tangga Bantaran Sungai Citampian dalam mengelola sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan rumah tangga dan dukungan penyuluhan lingkungan mempengaruhi perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga, tepatnya pada aspek kognitif, afektif, dan tindakan.Kata Kunci : masyarakat bantaran sungai, perilaku, sampah rumah tangga
Kemampuan Aparat Pemerintah Desa dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Yunianingrum, Yunianingrum; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.407 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.495-508

Abstract

The capability of rural government officials has an important role in the effectiveness of village financial management. This research’s objectives are to analyze the capability of rural government officials, to analyze the effectiveness of village financial management and to analyze the relationship between rural government officials' capability to the effectiveness of village financial management in two villages, Bringinwareng village and Guyangan village. The results show that there is a diversity of capabilities of rural government officials. Bringinwareng village (good financial management) has a good officials capability compared to Guyangan village (poor financial management) that has the capability of officials at a moderate level. The level of effectiveness of the financial management of Bringinwareng village is better because transparency, accountability, participation, and ratios of village financial effectiveness tend to be high. In contrast to Guyangan village which has moderate effectiveness due to low transparency, moderate accountability and participation, but has a high ratio of village financial effectiveness. Based on the results of research that has been tested statistically shows that there is a correlation between the capability of rural government officials with the effectiveness of village financial management, both in Bringinwareng village and Guyangan village.Keywords: rural government officials, capability, village financial management ABSTRAKKemampuan aparat pemerintah desa memiliki perananan penting dalam keefektifan pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan aparat pemerintah desa, menganalisis keefektifan pengelolaan keuangan desa dan menganalisis hubungan kemampuan aparat pemerintah desa terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa di dua desa, yaitu Desa Bringinwareng dan Desa Guyangan. Hasil penelitian menunjukkan ada keragaman kemampuan aparat pemerintah desa. Desa Bringinwareng (pengelolaan keuangan baik) memiliki kemampuan aparat yang baik dibandingkan Desa Guyangan (pengelolaan keuangan kurang baik) yang memiliki kemampuan aparat pada tingkat sedang. Tingkat efektivitas pengelolaan keuangan Desa Bringinwareng lebih baik, karena transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dan rasio efektivitas keuangan desa cenderung tinggi. Berbeda dengan Desa Guyangan yang memiliki efektivitas sedang karena transparansi yang rendah, akuntabilitas dan partisipatif yang sedang, tetapi memiliki rasio efektivitas keuangan desa yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuji secara statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan aparat pemerintah dengan efektivitas pengelolaan keuangan desa, baik di Desa Bringinwareng maupun di Desa Guyangan.Kata kunci: aparat pemerintah desa, kemampuan, pengelolaan keuangan desa
Hubungan Partisipasi Masyarakat dengan Keberlanjutan Ekologi, Sosial-Budaya dan Ekonomi dalam Ekowisata Religi Rachman, Mohammad Irfan; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.728 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.509-524

Abstract

Community-based ecotourism is a rural development through a tourism sector that not only sell natural resources but also contributes to environmental conservation and the active participation of communities as managers. The religious ecotourism of Kampung Batusuhunan is tourism that prioritizes the conservation of the environment by combining religious culture and the community's participation. The objective of this reseach is to analyze the relationship of community participation with the sustainability of ecology, socio-cultural and economic used quantitative research methods supported by qualitative data. The results of the research showed there is a strong and significant relationship between community participation with socio-cultural sustainability, while community participation with ecology and economic sustainability shows a moderate and significant correlation. Keywords : community’s empowerment, co-management, ecotourism, sustainability ABSTRAKEkowisata berbasis masyarakat merupakan pengembangan pedesaan melalui sektor pariwisata yang tidak hanya menjual sumberdaya wisata yang masih alami, namun juga berkontribusi terhadap upaya konservasi lingkungan serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat sebagai pengelola. Ekowisata religi Kampung Batusuhunan merupakan pariwisata yang mengedepankan konservasi lingkungan dengan memadukan kebudayaan agama serta partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi masyarakat dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan sosial-budaya, sedangkan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan ekonomi menunjukkan hubungan yang cukup dan signifikan.Kata Kunci : ekowisata, keberlanjutan, pengelolaan, pemberdayaan masyarakat
Hubungan Gaya Kepemimpinan Ketua dan Efektivitas Kelompok Wanita Tani TOGA Syahroni, Iqbal; Amanah, Siti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.211 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.441-454

Abstract

Leadership in a group can be seen through its effectiveness in group productivity, and goal attainment rate. Leadership style is a factor that influencing group effectivity. there are four leadership style: directive, supportive, participative, and achievement-oriented. Group effectivity is parted into productivity rate and goal attainment rate. The research objective was to analyze the correlation between leadership style and group effectivity. A census was conducted at Benteng Village involving two KWTs, namely KWT Benteng  Sejahtera (14 members) and KWT Puring (17 members). Data were collected through questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using Rank Spearman correlation. Research’s results showed that the leadership style of KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera are not dominated by just one style, the KWT leaders are showing the effectiveness in a situational condition. KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera’s Participative leadership style are correlated with productivity rate, while KWT Benteng Sejahtera’s achievement-oriented leadership style is correlated with goal attainment rate.Keywords: goal attainment rate, leadership style, productivity rate, women farmer groups ABSTRAK Kepemimpinan dalam kelompok berpengaruh terhadap perkembangan anggota dan pencapaian tujuan kelompok. Gaya kepemimpinan ketua merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok, termasuk kelompok wanita tani (KWT). Terdapat empat gaya kepemimpinan: direktif, suportif, partisipatif, dan achievement-oriented. Efektivitas kelompok dapat dilihat dari tingkat partisipasi anggota dan tingkat pencapaian  tujuan kelompok. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan kasus KWT Benteng Sejahtera (14 anggota) dan KWT Puring (17 anggota). Data diperoleh secara sensus, didukung wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan. Data diolah menggunakan Rank Spearman untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan, dukungan eksternal, kedinamisan kelompok dan efektivitas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang dominan dilakukan oleh ketua KWT Puring maupun KWT Benteng Sejahtera karena ketua lebih mengutamakan situasi yang akan dihadapi. Gaya kepemimpinan partisipatif ketua KWT Puring dan KWT Benteng Sejahtera menunjukkan hubungan positif dengan tingkat partisipasi, sedangkan gaya kepemimpinan achievement-oriented ketua KWT Benteng Sejahtera berhubungan positif dengan tingkat pencapaian tujuan kelompok.Kata kunci : gaya kepemimpinan, kelompok wanita tani, tingkat pencapaian tujuan, tingkat partisipasi.
Pencapaian Program Keluarga Harapan (PKH) Wulandari, Wulandari; Muljono, Pudji
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.553 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.525-538

Abstract

One of the main problems of development that experienced by Indonesia at this time is the high number of poor people. In order to accelerate poverty reduction and the development of policy in the field of social protection for families very poor households, the government issued a policy that is Family Hope Program. Family Hope Program is a social assistance that realized by cash, education and health are addressed to very poor households particularly who has a 0-15 years old and pregnant mother/ postpartum. The purpose of this research is to identify the achievement of the Family Hope Program in Tedunan, Kedung district, Jepara regency. This research was conducted with a quantitative approach that is supported by qualitative data. The method used in this research is survey method with 40 respondent.Key words: family hope program , policy, povertyABSTRAKSalah satu masalah utama pembangunan yang dialami oleh Indonesia saat ini adalah tingginya jumlah penduduk miskin. Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan adalah bantuan sosial yang diwujudkan dengan bantuan tunai, pendidikan dan kesehatan yang ditujukan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) khususnya yang memiliki anak usia 0-15 tahun dan ibu hamil/nifas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pencapaian Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan responden sebanyak 40 orang.Kata kunci: kebijakan, kemiskinan, PKH
Gaya Kepemimpinan Tokoh Informal dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Program Desa Mandiri Pangan Fitriadi, Mochammad Yunus Gerry; Sumardjo, Sumardjo; Hamzah, Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.866 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.455-464

Abstract

Some studies show that community participation in the Demapan program is relatively low. This study aims to analyze the relationship between informal leader?s leadership style with the level of community participation in the Demapan program and to analyze what factors are related to the level of community participation in the Demapan program. This research method is surveyed by cluster random sampling technique. This research relies on the analysis of theory about the informal leader?s leadership style that effectively increases the community participation in Demapan program is democratic. Factors that related positivity to community participation are the age of program participants, government support and suitability of facilities and infrastructure especially business equipment and capital support. To increase the effectiveness of community participation in the Demapan program is to change the style of leadership of informal leaders who tend laissez-faire into a style of democratic leadership.Keywords: Rural, Leadership Style, Participation Level of Community, Informal Leader ABSTRAKBeberapa penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat dalam program Demapan relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan tokoh informal dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Demapan dan menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Demapan. Metode penelitian ini adalah survey dengan teknik cluster random sampling. Penelitian ini bertumpu pada analisis teori tentang gaya kepemimpinan tokoh informal yang efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Demapan adalah demokratis. Faktor yang berhubungan positif dengan partisipasi masyarakat adalah usia peserta program, dukungan pemerintah dan kesesuaian sarana dan prasarana terutama peralatan usaha dan dukungan modal. Untuk meningkatkan keefektifan partisipasi masyarakat dalam program Demapan yaitu merubah gaya kepemimpinan tokoh informal yang cenderung laissez faire menjadi gaya kepemimpinan demokratis.Kata kunci: Desa, Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Masyarakat, Tokoh Informal
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Taufiqurrahman, Fahmi; Sumarti, Titik; Falatehan, Sriwulan Ferindian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.124 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.539-550

Abstract

World Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia?s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women?s economic empowerment becomes important in order to strengthen women?s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women?s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men?s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men?s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men?s participation with the level of men?s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men?s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have a business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men?s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men?s participation at medium level (tokenism), (3) there isn?t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men?s participation, (4) the level of women?s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men?s participation with the level of women?s economic empowerment.Keywords: Gender, participation, women?s empowerment ABSTRAK Survei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata Tamansari di Kabupaten Banyuwangi Puspitaningrum, Eka; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.84 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.465-484

Abstract

Development can not be defined just only in terms of increasing access to resources or improving welfare, but also concerning how the benefits of the development are perceived by society as the main of development subject, especially in the tourism village development. In the implementation, the tourism village development requires social capital and active participation from the community. This research aims to identify the correlation of social capital and community participation in the tourism village development in Tamansari Village, Banyuwangi District. The results of research through the statistical tests showed that there is a strong correlation between the level of community participation with the level of tourism village development, and there is a sufficient correlation between the level of social capital with the level of community participation. This is due to the high driving factors of participation and social capital owned by the community so that the community has a good involvement in the implementation of the tourism village development in Tamansari Village.Keyword :driving participation factors, ocsial capital, participation, tourism village development ABSTRAKPembangunan tidak dapat didefinisikan hanya dalam arti peningkatan akses terhadap suatu sumber daya ataupun peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyangkut pada bagaimana manfaat itu dirasakan oleh masyarakat sebagai subjek pembangunan terutama dalam pembangunan desa wisata. Dalam pelaksanaannya, pembangunan desa wisata membutuhkan modal sosial dan partisipasi aktif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan modal sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa wisata di Desa Tamansari Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian yang diperoleh melalui uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara tingkat partisipasi masyarakat dengan tingkat pembangunan desa wisata dan terdapat hubungan yang cukup antara tingkat modal sosial dengan tingkat partisipasi masyarakat. Hal ini dikarenakan tingginya faktor pendorong partisipasi serta modal sosial yang dimiliki masyarakat, sehingga masyarakat memiliki keterlibatan yang baik dalam pelaksanaan pembangunan desa wisata di Desa Tamansari.Kata kunci: faktor pendorong partisipasi, modal sosial, partisipasi, pembangunan desa wisata
Strategi Nafkah, Karakter Sosio-Budaya dan Relasi Sosial Rumahtangga Penambang Belerang Afqari, Muhammad Rifky; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.344 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.551-566

Abstract

Mining is a buisness that is highly dependent on environmental conditions, climate, and policies are always changing every moment. Social and ecological changes happend more quickly so that the rural miner households in general are often faced with the uncertainties that can lead to vlunerability. Many livelihood systems are used by miner household to survive. In implementating the strategy, of living, miner households take advantage of the five assets or livelihood capital (natural capital, human capital, physical capital, financial capital, and social capital) to make a living strategy for the continuation of life. The purpose of this research is to find out how social capital especially social relation support livelihood structure of sulfur miners household in Tamansari Village, Banyuwangi District, East Java. This study used the quantitative approach using questioner instrument and qualitative approach through depth interview.Keywords: miner household, livelihood assets, livelihood strategies, livelihood structure, social relation ABSTRAKUsaha pertambangan merupakan usaha yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan, iklim, dan kebijakan yang selalu berubah-ubah. Perubahan-perubahan sosial maupun ekologi tersebut terjadi semakin cepat sehingga rumahtangga penambang di pedesaan umumnya sering dihadapkan pada ketidakpastian yang dapat menimbulkan kerentanan. Berbagai strategi nafkah digunakan oleh rumahtangga penambang untuk dapat bertahan hidup. Dalam melaksanakan strategi nafkah, rumahtangga penambang memanfaatkan livelihood assets atau modal penghidupan (modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial) untuk keberlangsungan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana modal sosial terutama relasi sosial mendukung struktur nafkah rumahtangga penambang belerang di Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui instrumen kuesioner didukung dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam.Kata kunci: rumahtangga penambang, modal nafkah, relasi sosial, strategi nafkah, struktur nafkah
Peran Organisasi Pembelajar dalam Gerakan Petani Iswari, Fani Dwi; Soetarto, Endriatmo; Shohibuddin, Mohammad
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.024 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.485-494

Abstract

Medalsari community had been enduring the casualties after the access of their arable lands disturbed. The access-losing caused by land deprivation as a result of Perum Perhutani’s officers moving the land boundaries. By that, peasants start self-organized and build collective acts to facing the conflict. The peasant's need in collecting the knowledge brings them to involved in a learning process that transformed the movement as a learning organization. This thesis aimed to analyze structure changing of land occupying that turns into an object of conflict and identify learning organization in the peasant’s movement. The research using the quantitative approach supported by qualitative data. Snowball method is used as the sampling method and taken by purpose. The result of the research shows that facilitating factors such as the open climate of openness and continuous education than learning orientation in the form of skill development have a strong relationship with the peasant movement dimension.Keywords: agrarian movement, collective awareness, organizational learning system ABSTRAK Masyarakat Desa Medalsari mengalami kerugian pasca terganggunya akses terhadap lahan garapan. Hilangnya lahan tersebut disebabkan oleh penyerobotan lahan yang dilakukan oleh oknum Perum Perhutani dengan cara memindahkan tapal batas lahan. Petani mulai mengorganisasikan diri dan membangun aksi kolektif dalam menghadapi sengketa. Kebutuhan petani akan peningkatan wawasan membawa mereka aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang mentransformasikan gerakan petani sebagai organisasi pembelajar. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa perubahan struktur penguasaan lahan yang menjadi objek sengketa dan mengidentifikasi organisasi pembelajar dalam gerakan petani. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode snowball sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fasilitas berupa iklim terbuka dan pendidikan berkelanjutan serta orientasi belajar berupa pengembangan keterampilan memiliki hubungan yang kuat dengan dimensi gerakan petani.Kata kunci: gerakan agraria, kesadaran kolektif, sistem belajar organisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018