cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2018)" : 10 Documents clear
Aksesibilitas dan Pemanfaatan Informasi Pertanian oleh Petani Hortikultura di Desa Cinangneng, Tenjolaya, Bogor Aprina Permata Arfadi; Siti Amanah; Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.123-132

Abstract

ABSTRACT Access informations and utilization of agriculture can be support business of farming’s which managed by farmers. This matters, not all of farmers can be access and get informations so fast and accurately. This purpose of research are to analyze access level of agriculture information, to analyze of sources horticulture informations by farmers, and  to analyze utilization level of informations from horticulture farmers. This methods of research are respondents survey from 35 horticulture farmers which supported by qualitative data. Qualitative data is collected in the form of  an interview with stakeholders as leader of village, leader of Gapoktan, public figures, village officials, and women farmers.The result of this research are  there relationship between the level  of information access with utilization of information. The low level of information access make a low level of utilization too. This matters caused not available of facilities and infrastructure which support farmers to access of informations, so this matters make farmers hard to use informations.Keywords: access to information, utilization of information, horticulture farmers------------------------ ABSTRAKAkses terhadap informasi pertanian dan pemanfaatannya dapat mendukung keberhasilan usahatani yang dikelola oleh petani. Persoalannya, tidak semua petani dapat mengakses dan memanfaatkan informasi dengan cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akses informasi pertanian oleh petani, menganalisis sumber-sumber informasi pertanian hortikultura, serta menganalisis tingkat pemanfaatan informasi pertanian hortikultura oleh petani. Penelitian ini menggunakan metode survei responden sebanyak 35 petani hortikultura dan juga didukung oleh data  kualitatif. Data kualitatif yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam dengan stakeholder terkait yaitu Kepala Desa, Ketua Gapoktan, tokoh masyarakat, aparatur desa dan wanita tani. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat akses informasi dan tingkat pemanfaatan informasi. Tingkat akses yang rendah menyebabkan tingkat pemanfaatan yang rendah pula. Hal ini dikarenakan tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk petani dalam mengakses informasi menyebabkan petani juga sulit memanfaatkan informasi.Kata kunci: akses informasi, pemanfaatan informasi, petani hortikultura
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Fahmi Taufiqurrahman; Titik Sumarti; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.29-42

Abstract

ABSTRACTWorld Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia’s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women’s economic empowerment becomes important in order to strengthen women’s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women’s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men’s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men’s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men’s participation with the level of men’s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men’s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men’s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men’s participation at medium level (tokenism), (3) there isn’t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men’s participation, (4) the level of women’s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men’s participation with the level of women’s economic empowerment.Keywords : Gender, participation, women’s empowerment---------------------------- ABSTRAKSurvei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Pengaruh Partisipasi dalam Pengelolaan Hutan Nagari Simancuang terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Xezly Fegis Zulevi; Soeryo Adiwibowo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.13-28

Abstract

The objective of this research is to analyse the impact of community participation in the village forest management of Simancuang to community welfare. A survey method to 30 respondents combined with qualitative data collection (in depth interviews) are applied in this study. The research located at the forest village Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo, South Solok, West Sumatera. The results showed that the social forestry policy, which in this case protected forest Nagari Jorong Simancuang set as village forest, has generated community participation of Jorong in managing the village forest. Besides that, the result show that the social forestry policy and high participation of the Jorong Simancuang’s community have had a significant impact in increasing household income, housing conditions, and respondent’s residential environment of Jorong Simancuang.Keywords: participation, social forestry policy, income, and housing conditions.-------------------------------- ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi dalam pengelolaan hutan nagari Simancuang terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 30 responden sebagai sumber data primer, dan dikombinasikan dengan pengumpulan data kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Hutan Nagari Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo, Solok Selatan, Sumatera Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan Perhutanan Sosial, yang dalam hal ini hutan lindung Nagari Jorong Simancuang ditetapkan sebagai Hutan Desa, telah membangkitkan partisipasi warga Jorong dalam mengelola hutan nagari. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan kebijakan Perhutanan Sosial dan partisipasi tinggi warga Jorong Simancuang telah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan, kondisi rumah, dan lingkungan pemukiman responden Jorong Simancuang.Kata Kunci: perhutanan sosial, partisipasi, pendapatan
Partisipasi Pemuda Desa dalam Perkembangan Usaha BUMDES “TIRTA MANDIRI” Morni Kasila; Lala M Kolopaking
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.43-58

Abstract

ABSTRACTVillage-owned enterprises (BUMDes) is an economic institution of village which aims to move the economies of rural community Local community, especially youth of village had the potential to develop businesses from BUMDes because they had creative ideas. The objectives of this research are analyze level of youth participation in BUMDes “Tirta Mandiri”, analyze the factors that determine of youth participation, and analyze relationship of youth participation to  development businesses of BUMDes “Tirta Mandiri”.  This research used quantitative method and supported by qualitative data. Based on data  collection, it was found that, first the highest youth participation is at the stage of implementation, second communication is a factor that has relationship with youth participation. Therefore, good communication between parties in BUMDes “Tirta Mandiri” can facilitate the youth to working together. Third, the high participation of youth give progress to development businesses of BUMDes “Tirta Mandiri” from the institutional side, member capability and market product expansion.Keywords: BEMDes, youth participation  and business development of BUMDes---------------------------ABSTRAKBadan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah sebuah lembaga ekonomi desa yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Masyarakat setempat, khususnya pemuda berpontensi untuk mengembangkan usaha dari BUMDes, disebabkan mereka memiliki ide-ide kreatif. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat partisipasi pemuda dalam BUMDes “Tirta Mandiri”, menganalisis faktor yang menentukan partisipasi pemuda, dan menganalisis hubungan partisipasi pemuda terhadap perkembangan BUMDes “Tirta Mandiri”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung data kualitatif. Berdasarkan data yang dikumpulkan, ditemukan bahwa pertama, partisipasi pemuda dalam BUMDes paling tinggi pada tahap pelaksanaan. Kedua, tingkat komunikasi adalah faktor yang memiliki hubungan terhadap tingkat partisipasi pemuda, sebab komunikasi yang baik antara pihak didalam BUMDes memudahkan pemuda untuk bekerja sama. Ketiga, tingginya partisipasi pemuda memberikan kemajuan terhadap perkembangan BUMDes “Tirta Mandiri” dari segi kelembagaan, kemampuan anggota dan perluasan pasar produk.Kata kunci: BUMDes, partisipasi pemuda dan perkembangan usaha BUMDes
Strategi Nafkah dan Relasi Sosial Rumahtangga Petani Tebu (Studi Kasus: Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen) Indah Budiyanti; Arya Hadi Dharmawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.105-122

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the livelihood strategies and social relation of sugarcane farmers household in Jenar Village, Subdistrict Jenar, Sragen Regency. This research will discuss about the capital living (natural capital, social capital, human capital, physical capital, and financial capital) on each farmer household and is used in building a strategy of living that will form the sustainable livelihood systems. In addition, this research discuss qualitatively about the social relation that are owned by a sugarcane farmers household to support the resilience of its economy. This research also discusses the influence of the livelihood capital towards the livelihood strategies of sugarcane farmers household. And then to look at how big the contribution livelihood source sugarcane farmers household income survival sugarcane farmers given that household sugarcane is a commodity that has the harvest for 1.5 years. This research use quantitative methods approach using survey instruments in the form of questionnaire, and qualitative research data by the method of depth interview.Key words: farmers household, livelihood assets, livelihood structure, social relation, strategies of living.-------------------------- ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi dan Relasi Sosial Rumahtangga Petani Tebu di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Penelitian ini akan membahas modal nafkah (modal alam, modal sosial, modal manusia, modal fisik, dan modal finansial) pada setiap rumahtangga petani dan digunakan dalam membangun strategi nafkah yang akan membentuk sistem penghidupan yang berkelanjutan. Selain itu, pada penelitian ini membahas secara kualitatif relasi sosial disetiap rumahtangga petani tebu untuk mendukung ketahanan ekonominya yang dilihat dari struktur nafkah. Penelitian ini juga membahas pengaruh modal nafkah terhadap strategi nafkah rumahtangga petani tebu. Serta melihat seberapa besar kontribusi sumber nafkah rumahtangga petani tebu dalam keberlangsungan hidup rumahtangga petani tebu mengingat bahwa tebu merupakan komoditi yang memiliki masa panen selama 1.5 tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey menggunakan instrumen berupa kuesioner, dan data penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam.Kata Kunci : modal nafkah,  rumahtangga petani , struktur nafkah, relasi sosial, strategi nafkah
Hubungan Partisipasi dalam Program Pemberdayaan UMKM dengan Tingkat Kesejahteraan Peserta Aldina Hapsari; Rilus A Kinseng
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.1-12

Abstract

ABSTRACT Empowerment is one of way to increase community’s roles in build community welfare. The success of an empowerment processes cannot be released from the fact that participation of the residents, either as the unity of the system and as an individual that is part a very integrated, and it was very important in the process of dynamic of development.One of the programs the empowerment undertaken by the government at this time is empowerment micro and small entrepreneus who below Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).The purpose of this paper is to identify relations umkm participation in the program empowerment an welfare participants. This research uses a quantitative approach with survey methods are supported by qualitative data in the form of in-depth interviews, observation, as well as the analysis of references such as theses, scientific journals, textbooks, articles, monograph, as well as reports on other research results.The result of this research is there is no relationship between the level of participation with community’s welafare.Keywords: welfare, participation, empowerment, UMKM-------------------------------------------------------ABSTRAKPemberdayaan merupakan salah satu cara meningkatkan peran masyarakat dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan suatu proses pemberdayaan tidak dapat dilepaskan dari adanya partisipasi anggota masyarakatnya, baik sebagai kesatuan sistem maupun sebagai individu yang merupakan bagian yang sangat terintegrasi, dan sangat penting dalam proses dinamika pembangunan. Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah pemberdayaan UMKM yang berada dibawah Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan partisipasi UMKM dalam program pemberdayaan dan tingkat kesejahteraan peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey didukung dengan data kualitatif berupa wawancara mendalam, observasi, serta analisis bahan pustaka seperti skripsi, jurnal ilmiah, buku teks, artikel, monograph, serta laporan hasil penelitian lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dalam program pemberdayaan UMKM dengan tingkat kesejahteraan peserta.Kata Kunci: kesejahteraan, partisipasi, pemberdayaan, UMKM
Hubungan Perubahan Sosial Pasca Pembangunan Infrastruktur Jembatan Suramadu dengan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan Sulaisiyah Sulaisiyah; Fredian Tonny Nasdian; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.71-88

Abstract

ABSTRACTDevelopment is a planned process that can inflict to social change. There is in Madura Island Development are Suramadu (Surabaya-Madura) which would mark a change on both sides of the region, especially on the island of Madura which be one of development target. The purpose of this research is to analysis the relationship of social change post development with rural communities living standard. This research will use a quantitative approach with survey method and supported by qualitative data at West Sukolilo village, Labang Sub-district, Bangkalan District, East Java. Respondents consist of 46 from fishermans, farmers, non fishermans and non farmers. The respondent selected by stratified random sampling method. The result of this study indicate that there is a significant relationship between social stratification as part of social change with living standard of rural community.Key Words : Infrastructure Development, Social Change, Standard of Living, Rural Community------------------ABSTRAKPembangunan merupakan suatu proses terencana yang dapat menimbulkan perubahan-perubahan sosial. Khususnya di Pulau Madura terdapat Pembangunan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang akan menjadi tonggak perubahan pada kedua sisi daerah khususnya di Pulau Madura yang menjadi target pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perubahan sosial yang terjadi akibat pembangunan dengan taraf hidup masyarakat pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Jumlah responden 46 orang yang terdiri dari nelayan, petani, non petani dan non nelayan. Pemilahan responden melalui metode pengambilan acak stratifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara strata sosial sebagai bagian dari perubahan sosial dengan taraf hidup masyarakat pedesaan.Kata Kunci : Pembangunan Infrastruktur, Perubahan Sosial, Taraf Hidup, Masyarakat Pedesaan
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Berbasis Potensi Desa di Kampung Wisata Situ Gede Bogor Popy Marysya; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.59-70

Abstract

ABSTRACT Community participation in tourism management is a thing considered will be a tourism area development booster. In Situ gede is a new tourism which is maximizing the villager around that will be a management tourism area delvelopment booster. The development of a tourist area is supported by community participation in tourism management. The research aim to analyze the relationship of community participation in tourism management based village tourism potential in Situ Gede Bogor. Determining the respondent is using survey method by a spread 30 questionnaires to tourism busniessmen in Situ Gede. The characteristics of respondents are age, number of family members of education and duration of stay. The results of this study indicate that bthere is a significant relationship between age, duration and potential tourism area with participation rate.Keywords: participation community, tourism developent, village based tourism------------------- ABSTRAKPartisipasi masyarakat dalam pengelolaan sebuah pariwisata dianggap sebuah hal yang menjadi pemicu pengembangan suatu kawasan wisata. Kelurahan Situ Gede merupakan tempat wisata baru yang memaksimalkan partisipasi masyarakat sekitar yang menjadi pengelola kawasan dalam pengembangan kawasan wisata. Berkembangnya suatu kawasan wisata didukung dari partisipasi masyarakat dalam mengelolanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis potensi desa di kawasan wisata Situ Gede, Bogor. Penentuan responden melalui metode survey yang disebar ke 30 pelaku usaha wisata di Situ Gede. Karakteristik responden yaitu umur, jumlah anggota keluarga,pendidikan dan lama menetap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya hubungan yang signifikan antara umur, lama menetap dan potensi kawasan wisata dengan tingkat partisipasi.Kata kunci: desa wisata, partisipasi masyarakat, pengembangan wisata
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Dana Desa (Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Muhammad Rahmannuddin; Sumardjo Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.133-146

Abstract

ABSTRACTThe low level of community participation in the allocation of village funds indicates that the implementation of the village fund allocation still has not fully involved the community in the village financial management process. This is due to the weak leadership influence of the village head as the supreme leader who has full authority and responsibility in managing the region and its community. The low level of community participation has an impact on the lack of community satisfaction and trust in the village administration. This study uses a quantitative data approach supported by qualitative data in the form of in-depth interviews. Respondents consisted of 60 people divided into two categories namelynof community leaders and non-community leaders through stratified random sampling method. The results of this study indicate that there is a significant influence between the leadership of the village head on the level of community participation in the utilization of village funds.Keywords: leadership, participation, village funds----------------ABSTRAKRendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa menunjukkan bahwa implementasi dana desa masih belum sepenuhnya melibatkan masyarakat di dalam proses pengelolaan keuangan desa. Hal ini disebabkan oleh lemahnya pengaruh kepemiminan kepala desa sebagai pemimpin tertinggi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh dalam mengatur wilayah dan komunitasnya. Rendahnya partisipasi masyarakat berdampak pada kurangnya kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri atas 60 orang yang berdasarkan tingkat ketokohan yaitu tokoh masyarakat dan non tokoh masyarakat melalui metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala desa terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa.Kata kunci: dana desa, kepemimpinan, partisipasi
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Modal Nafkah Rumah Tangga Sekitar Kawasan Industri Joko Hendra Saputra; Murdianto Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.89-104

Abstract

ABSTRACTIndustry in real has been succsess improving economic of Indonesia since Soeharto’s regim and keep this development until now. Various of  industrial expansion areas has entered into rural areas of origin is an agricultural area in Indonesia. As an agricultural country, villagers in Indonesia, many are farmers and relies heavily on the availability of land. There are five capital used by farm households to survive and improve their lives there are natural capital, human capital, physical capital, financial capital and social capital. This study aims to analyze the impact of industrialization on ivelihood of farm households. The impact can be seen by the industry non-farm employment opportunities and the buying and selling of land. While living through the fifth capital capital income. The method used is quantitative methods (questionnaire), which is supported by qualitative data.Keywords: business opprtunity, livelihood assets, social changes---------------------------------ABSTRAKIndustri secara nyata telah berhasil meningkatkan perekonomian di Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Soeharto dan terus dikembangkan hingga saat ini. Berbagai perluasan kawasan industri telah masuk ke daerah pedesaan yang asalnya merupakan daerah pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, masyarakat desa di Indonesia banyak berprofesi sebagai petani dan sangat bergantung pada ketersediaan lahan. Terdapat lima modal yang digunakan oleh rumah tangga petani untuk dapat bertahan hidup dan meningkatkan kehidupan mereka yaitu modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial dan modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak industrialisasi terhadap modal nafkah (livelihood assets) rumah tangga petani. Dampak industri dapat dilihat berdasarkan kesempatan bekerja non pertanian dan jual-beli lahan. Sementara itu modal nafkah melalui kelima modal nafkah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif (kuesioner) yang didukung dengan data kualitatif.Kata kunci: Kesempatan usaha, livelihood assets, perubahan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018