cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 10 Documents clear
ANALISIS HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM INFRASTRUKTUR JALAN (Desa Pasir Jaya dan Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor) Aulia, Veny Putri; Sarwoprasodjo, Sariwititi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.6.%p

Abstract

The most dominant leadership style is owned by the village head can affect the functioning of government, one of which is participation in the development program. Leadership style is divided into four, namely leadership style Directing, Coaching, Supporting and Delegating. This study uses a quantitative method that is supported by qualitative data using Spearman Rank test analysis. The purpose of this study was to analyze the dominant leadership style village head and internal factors with community participation in road infrastructure program. These results indicate that public participation is led by the head of the village women were higher than on community participation led by the village men, it is also due to the leadership style of the heads of different villages. Leadership style which is owned by the village head women are more likely Supporting, while the leadership style village head men tend Delegating. Internal factors associated significant is the age and length of stay of a person in the two villages that affect community participation in rural development programs. Suggestions from this study is the leader of the village head must have the appropriate leadership style to increase community participation in rural development.Key words: Leadership Style, Participation, road infrastructure program----------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAK                                             Gaya kepemimpinan yang paling dominan dimiliki oleh kepala desa dapat mempengaruhi fungsi pemerintahannya, salah satunya partisipasi dalam program pembangunan. Gaya Kepemimpinan terbagi menjadi empat, yaitu gaya kepemimpinan Directing, Coaching, Supporting dan Delegating. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dengan menggunakan analisis uji Rank Spearman. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gaya kepemimpinan kepala desa dominan dan faktor internal dengan partisipasi masyarakat dalam program infrastruktur jalan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat yang dipimpin oleh kepala desa perempuan lebih tinggi dari pada partisipasi masyarakat yang dipimpin oleh desa laki-laki, hal ini juga disebabkan karena gaya kepemimpinan dari kepala desa yang berbeda. Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh kepala desa perempuan lebih cenderung Supporting, sedangkan gaya kepemimpinan kepala desa laki-laki cenderung Delegating. Faktor internal yang berhubungan signifikan ialah usia dan lama tinggal dari seseorang pada kedua desa yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pembangunan desa. Saran dari penelitian ini adalah pemimpin kepala desa harus mempunyai gaya kepemimpinan yang sesuai untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Partisipasi, program Infrastruktur jalan
HUBUNGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DENGAN KEBERLANJUTAN EKOLOGI, SOSIAL-BUDAYA, DAN EKONOMI DALAM EKOWISATA DESA ADAT (The Relationship of Community’s Participation With The Sustainability of Ecology, Sosio-Culture, and Economic in Customs Village Ecotourism) Febriana, Happy; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.%p

Abstract

Participation is one of the important components in development, especially in rural development. Public participation is also an important factor for the sustainability of the ecological, socio-cultural, economic customs village ecotourism. This research aims to analyze the relationship of community participation with ecological sustainability in customs village ecotourism, analyze the relationship of community participation with a socio-cultural sustainability in customs village ecotourism, and analyze the relationship of the community with the participation of the economic sustainability in customs village ecotourism. This type of research is supported by quantitative research qualitative data by questionnaire and interview guide instruments are profound. Community’s participation level has medium correlation and significant relation with sustainability’s of socio-culture level. Then, community’s participation level shhas mediumcorrelation and significant relation to sustainability’s of economic level.Keywords: Complicity, correlation, customs village, sustainability  ABSTRAKPartisipasi merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan, terutama dalam pembangunan pedesaan. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting bagi keberlanjutan ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi dalam ekowisata desa adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi dalam ekowisata desa adat, menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan sosial-budaya dalam ekowisata desa adat, dan menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekonomi dalam ekowisata desa adat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekologi. Tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan sosial-budaya. Kemudian, tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekonomi.Kata kunci: Desa adat, keberlanjutan, keterlibatan, korelasi
Hubungan Antara Persepsi dan Tingkat Partisipasi Petani Padi Sawah dengan Tingkat Keberhasilan Program PHT Sandi, Luki; Virianita, Ratri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)is an attempt by the government to food self-sufficiency and improve the welfare of the farmer. Perception and participation is an important aspect that determines the success of PHT Program. This researchaims: (1) to describe the perception of field paddy farmer toward PHT Program inKarangwangi Village, (2) to describe the participation level of field paddy farmer in PHT Program in Karangwangi Village, (3) to describe the implementation andsuccess  rate  of  PHT   Program in Karangwangi  Village,  (4)  to  analyze  the relationship  between perception  and  participation  level  of  field  paddy  farmerin PHT Program in Karangwangi Village, and (5) to analyze the relationship between participation  level  of  field  paddy  farmer  and  success  rate  of PHT  Program inKarangwangi Village. The results of this study were: (1) the perception was in the neutral  category,  (2)  the  level of  participation in  the  medium  category,  (3)  PHT Program success rate was in the medium category, (4) there is relationship between perception and participation level (rs: 0,888; p < 0,01), and (5)there is a relationship between participation level and PHT Program success rate (rs: 0,869; p < 0,01).Keywords: participation, perception, PHTABSTRAKPengendalian Hama Terpadu (PHT) is an attempt by the government to food self-sufficiency and improve the welfare of the farmer. Perception and participation is an important aspect that determines the success of PHT Program. This research aims to analyze the relationship between perception with participation level of field paddy farmer in PHT Program in Karangwangi Village and to analyze the relationship between participation level of field paddy farmer with success rate of PHT Program in Karangwangi Village. This research are use survey metode with quantitative approach supported by qualitative data. For relationship analysis in this research used statistic test of rank spearman. Based on data result, the perception was in the neutral category. The level of participation in the medium category. PHT Program success rate was in the medium category. Statistic test result is explain there is relationship between perception and participation level (rs: 0,888; p < 0,01) and there is a relationship between participation level and PHT Program success rate (rs: 0,869; p < 0,01).Keyword: participation, perception, PHT
Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Berbasis Co-Management. Kasus: Kadie Liya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Wibowo, Mochammad Faizal Arief; Satria, Arif
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Co-management is an alternative model of coastal resources management requires multi-stakeholder integration and collaboration to maintain the sustainability of resources. This research aims to analyze implementation of Wakatobi collaborative coastal resource management and influence of internal and external factors to participation level of Liya community. This research is taking place on Kadie Liya, Wangi-Wangi Selatan district, Wakatobi. Method that used in this research is mix methods, combining qualitative and quantitative approach. Quantitative data analysis used simple linear regression test that tested to 45 respondents. The result of this research showed that implementation of Wakatobi collaborative coastal resource management has instructive type, both in decision making, implementation, monitoring and evaluation.  Generally, internal factors have no influence to Liya community level of participation. External factors have influence to community level of participation, especially in PAAP Kadie Liya program.Keywords: co-management, community participation, resources management, stakeholderABSTRAKCo-management merupakan sebuah model alternatif dari pengelolaan sumberdaya pesisir yang mensyaratkan adanya integrasi dan kolaborasi multipihak untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan kolaboratif sumberdaya pesisir Wakatobi dan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap tingkat partisipasi masyarakat Liya. Penelitian ini berlokasi di Kadie Liya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix methods, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan uji regresi linear sederhana yang diujikan pada 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolan kolaboratif sumberdaya pesisir Wakatobi memiliki tipe instructive baik dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Secara umum, faktor internal tidak memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat Liya. Faktor eksternal berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat, khususnya dalam Program PAAP Kadie Liya.Kata kunci: co-management, pengelolaan sumberdaya, partisipasi masyarakat, stakeholder
Pengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Teknologi Biogas Berliany, Julianita; Fatchiya, Anna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Biogas is one of the renewable energy that can be used as an alternative energy to replace un-renewable energy. The development of biogas management could be success because of the participation of the community in every phases so the community could continue to produce biogas and feel the sustainable benefits. This research aims to collect information about the participation of rural community in biogas management. The location for this research is at Cisondari Village, Pasir Jambu District, Bandung Regency, West Java Province. The method used in the research is quantitative approach through survey method with questionnaires and complemented with qualitative approach. This research proved that utilizer characteristics, government subvention, and characteristic of biogas as an innovation can influence the rural community participation in biogas’ utilization. Beside that those impacts that made by biogas utilization can influence the socio-economic condition of the community.Keywords : Biogas, energy, participation, communityABSTRAKBiogas merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar seperti minyak tanah dan gas alam. Keberhasilan pengembangan pemanfaatan energi biogas di pedesaan tidak lepas dari keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengambilan keputusan hingga tahap menikmati hasil sehingga masyarakat dapat terus melakukan pengelolaan energi biogas dan merasakan manfaatnya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan energi biogas. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner yang didukung oleh data kualtitatif melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan karakteristik pengguna biogas, bantuan pemerintah, serta karakteristik inovasi biogas mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan biogas. Dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan tersebut pun berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.Kata Kunci : Biogas, energi, masyarakat, partisipasi
Kepemimpinan Lokal dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemeliharaan Jaringan Irigasi (Kasus : Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor) Wulandari, Wulandari; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

The low level of community participation in the maintenance of village irrigation structures is inseparable from the role of local leadership. Community participation is made by the condition of society and strong relationship of the leaders with the community in building a village. The purpose of this paper is to analyze the relationship of internal factors, external factors of society, local leadership with the prerequisite of participation and the relationship between the prerequisite of participation with the level of community participation in the maintenance of irrigation structures in Sukawangi Village. This research uses survey method using quantitative approach supported with relevant qualitative data. The results of this research indicate that is the internal factors of society did not appear to be related to the prerequisite of community participation. External factors of society have important role in fulfillment of the prerequisite of participation. Local leadership plays a significant role in fulfillment of the prerequisite of participation. The prerequisite of participation is significantly related to the level of community participation in the maintenance of irrigation structures.Keywords: Local Leadership, Maintenance of irrigation structures, ParticipationABSTRAKRendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi desa tidak terlepas dari peran pemimpin lokal. Partisipasi masyarakat terbentuk oleh kondisi masyarakat dan kuatnya hubungan pemimpin dengan masyarakat dalam membangun suatu desa. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal, faktor eksternal masyarakat, kepemimpinan lokal dengan prasyarat partisipasi dan hubungan antara prasyarat partisipasi dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi di Desa Sukawangi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara faktor internal masyarakat tidak tampak berhubungan dengan prasyarat partisipasi masyarakat. Faktor eksternal masyarakat berperan penting dalam terpenuhinya prasyarat partisipasi. Kepemimpinan lokal berperan nyata terhadap terpenuhinya prasyarat partisipasi. Prasyarat partisipasi berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan jaringan irigasi.Kata kunci : Kepemimpinan lokal, Partisipasi, Pemeliharaan jaringan irigasi
Partisipasi dan Pelaksanaan Fungsi Tugas Kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga Massaid, Gunung Aji; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Family resilience and welfare are the conditions that the government expected to fulfill family function. One out of the ways is creating a Family Empowerment Post (Posdaya). Posdaya Tunas Harapan has an important function in the family development process. Participation of its members is an important part in the sustainability of a program. Participation can be seen by the planning, implementation, enjoyment, and evaluation. Indeed, the Posdaya group has a task function directly related to participation. Indicators of the group task function are member satisfaction, information acceptance, and task coordination, which is used to motivate members to achieve group’s goals. This research was conducted in Sukawening Village, Dramaga District, Bogor Regency. The purpose of this research is to analyze participation in the Posdaya program, as well as its impact on the task function of the Posdaya group. This research used quantitative research method with survey method supported by qualitative data. The results showed that the function of group tasks on the posdaya program was significantly influenced by the implementation stage of the members in each participation in the program.Keywords: factors of participation, group duty functions, participation ratesABSTRAKKetahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi yang diharapkan pemerintah dalam memenuhi fungsi keluarga. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan dibuatnya program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya Tunas Harapan memiliki fungsi penting dalam proses pembangunan keluarga. Partisipasi anggotanya merupakan bagian penting dalam keberlangsungan suatu program. Partisipasi dilihat mulai pada tahap perencanaan, pelaksanaan, menikmati hasil, dan evaluasi. Sejatinya kelompok Posdaya mempunyai fungsi tugas yang berkaitan langsung dengan partisipasi. Indikator dari fungsi tugas kelompok tersebut adalah kepuasan anggota, penerimaan informasi, dan koordinasi tugas, yang digunakan untuk memotivasi anggota untuk mencapai tujuan kelompok. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis partisipasi dalam program posdaya, serta pengaruhnya terhadap fungsi tugas kelompok posdaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi tugas kelompok pada program posdaya dipengaruhi secara signifikan oleh tahap pelaksanaan anggota dalam setiap keikutsertaannya pada program.Kata kunci: faktor-faktor partisipasi, fungsi tugas kelompok, partisipasi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PARTISIPASI DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI (Kasus: Kampung Adat Urug Lebak, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor) Putri, Luthfiah Qurrata A'yun Abdillah; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

The tradition of the earth’s alms is important to be preserved as a great value and the identity of the agricultural community in Kampung Adat Urug Lebak. Participation is a key  for erath’s alms to survive, where the level of participation of the citizens influenced with internal factors or the individual characteristics of the society including age, education level, income level, gender and jobs, also the external factors including the head and organizer of kasepuhan. The purpose of this research is to analyse the factors that influenced the level of participation of the community Kampung Adat Urug Lebak. This research uses a quantitative approach to the method of survey through questionnaire and strengthened with qualitative data. The research shows that there is no significant relationship between individual characteristics with level of community participation in the alms of the Earth. Level of community participation is more influenced by the external factors.Keywords: Individual Characteristics, Level of Participation, The Earth’s Alm ABSTRAKTradisi sedekah bumi penting untuk dilestarikan sebagai nilail uhur dan identitas dari masyarakat pertanian di Kampung Adat Urug Lebak. Partisipasi menjadi kunci kebertahanan budaya sedekah bumi dimana tingkat partisipasi masyarakatnya berhubungan dengan faktor internal yaitu karakteristik individu dari masyarakat meliputi umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis kelamin dan pekerjaan,  serta faktor eksternal yaitu ketua adat kasepuhan dan pengurus adat kasepuhan Kampung Urug Lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat Kampung Adat Urug Lebak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey kuesioner dan dikuatkan dengan data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal individu dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam sedekah bumi. Tingkat partisipasi lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal individu.Kata kunci: Karakteristik Individu, Sedekah Bumi, Tingkat Partisipasi
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Desa dan Solidaritas Sosial Masyarakat Utama, Trianka Priya; Agusta, Ivanovich
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Community participation is crucial in planning, implementing and evaluating infrastructure development. The purpose of this study is to analyze the relationship of individual characteristics and social solidarity with community participation in the village infrastructure development phase and analyze the relationship of community participation in village infrastructure development phases with the level of quality of community participation.This research uses quantitative approach supported by qualitative data, then using Rank Spearman test analysis. The results of this study indicate that individual characteristics with age and income variables are correlated to participation in all stages except the implementation stage that is not correlated to income. The level of education is not correlated to participation in all stages. Social solidarity which consists of the level of help, the level of cooperation, and the level of assistance to rural development correlated to participation in all stages of development except the level of help is not correlated to participation in the planning stage. Participation in the decision-making stage, benefits, and evaluation correlated to the level of quality of participation. Participation in the implementation phase is not related to the level of quality of participation.Keywords : community participation, infrastructure development, social solidarity ABSTRAK Partisipasi masyarakat sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik individu dan solidaritas sosial terhadap partisipasi masyarakat dalam tahapan pembangunan infrastruktur desa serta menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dalam tahapan pembangunan infrastruktur desa dengan tingkat kualitas partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif, kemudian menggunakan analisis uji Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik individu dengan variabel usia dan pendapatan berhubungan dengan partisipasi dalam semua tahapan kecuali tahap pelaksanaan yang tidak berhubungan dengan pendapatan. Tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan partisipasi dalam semua tahapan. Solidaritas sosial yang terdiri dari tingkat tolong menolong, tingkat kerja sama, dan tingkat bantuan terhadap pembangunan desa berhubungan dengan partisipasi dalam semua tahapan pembangunan kecuali tingkat tolong menolong yang tidak berhubungan dengan partisipasi tahap perencanaan. Partisipasi dalam tahap pengambilan keputusan, menikmati hasil, dan evaluasi berhubungan dengan tingkat kualitas partisipasi. Partisipasi tahap pelaksanaan tidak berhubungan dengan tingkat kualitas partisipasi.Kata Kunci : partisipasi masyarakat, pembangunan infrastruktur, solidaritas sosial
PERAN PARTISIPASI TERHADAP KEBERLANJUTAN PROGRAM PADA KOMUNITAS TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI KAMPUNG PULO GEULIS Susanto, Didik Hari; Panjaitan, Nurmala Katrina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

TOGA Program (Family Medicinal Plants) is a program that aims to solve problems in Kampung Pulo Geulis, but in fact there are many programs implemented but not in accordance with the problems and needs of the community. The success of a program occurs due to the participation of community participants who take part in the program which can make the program sustainable. The purpose of this study was to prove the role of participation in the sustainability of the program at the TOGA community (Family Medicinal Plants) in Kampung Pulo Geulis. The research method used in this study was to use quantitative methods combined with a qualitative research approach. The results of the study found that the participation role was moderate so the TOGA program in Kampung Pulo Geulis did not continue. The sustainability of the TOGA program is recommended to carry out activities such as holding competitions so that the program can run again and be more participatory in holding events related to the TOGA program.Keywords: Participation, Sustainability, TOGA program ABSTRAKProgram TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan program yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada di Kampung Pulo Geulis, namun kenyataanya telah banyak program yang dilaksanakan tetapi tidak sesuai dengan masalah dan kebutuhan pada masyarakat. Keberhasilan suatu program terjadi akibat terdapatnya partisipasi dari peserta masyarakat yang mengikuti program tersebut yang dapat membuat program tersebut bersifat berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya peran partisipasi terhadap keberlanjutan program pada komunitas TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di Kampung Pulo Geulis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dikombinasikan dengan data penelitian kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa peran partisipasi berada pada kategori sedang sehingga program TOGA di Kampung Pulo Geulis tidak berlanjut. Keberlanjutan dari program TOGA ini disarankan untuk melakukan kegiatan seperti mengadakan lomba-lomba agar program dapat berjalan kembali dan lebih partisipatif dalam mengadakan acara terkait program TOGA.Kata kunci: Keberlanjutan, Partisipasi, Program TOGA

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2019 2019