cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2020)" : 10 Documents clear
Hubungan Partisipasin Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat dengan Kontribusinya terhadap Pendapatan Rumah Tangga Anggoro Wakhid Subkhan Hamid; Titik Sumarti; Hana Indriana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.235-248

Abstract

IDG Indonesia is at 70,68 in 2014. In terms of income contribution, women share just 35,64 percent than men 64,36 percent. Rural tourism program giving opportunities to women as a business actor. Women as business actors can contribute to household income. The purpose of this research is to: 1) identify internal and external factors of women participation as business actors in rural tourism; 2) identify the level of women participation as business actor in rural tourism; 3) analyze relation women participation as business actors in rural tourism with its contribution to household income on Kandri Rural Tourism. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The result showed that age, the level of education, length of business actors, and external factors have a correlation with women participation as business actors in rural tourism. The level of women participation as business actors classified in the high. Rank Spearman correlation test shows that there is a significant correlation between the level of women participation as business actors in rural tourism with its contribution to household income. It means, when women participation as business actors in rural tourism is high, its contribution to household income high too.Keywords: tourism, women as business actors, women empowermentABSTRAKPada tahun 2014 IDG Indonesia berada pada angka 70,68. Dalam hal sumbangan pendapatan, perempuan hanya 35,64 persen dibandingkan laki-laki 64,36 persen. Program desa wisata memberikan peluang untuk perempuan sebagai pelaku usaha. Perempuan sebagai pelaku usaha dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata; 2) mengidentifikasi tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata; 3) menganalisis hubungan partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata dengan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Wisata Kandri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan, lamanya usaha, tingkat pengaruh aktor penggerak partisipasi, akses perempuan pada desa wisata, sumber dana usaha, dan tingkat penerimaan budaya patriarki memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata. Tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha tergolong tinggi. Uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata dengan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata maka semakin tinggi kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga.Kata Kunci: pariwisata, pemberdayaan perempuan, perempuan pelaku usaha
Analisis Gender pada Rumah Tangga Nelayan terhadap Fenomena Perubahan Iklim Rohmah Mustaurida; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.137-154

Abstract

Climate change now is not only society in global level problem, but also at communities level. Shapes of climate change was happened in Sukajaya Lempasing village were flood, coastline change, and fishes habitat change. In fishermen household there were women and men who had different needs, roles, and division of labor. The purpose of this study were to identify shapes of climate change, to analyze the relationship between individual and household characteristics with access, decision making of resources, control, participation in social activities, and benefits gained in gender perspective, also to know vulnerability of coastal household in Sukajaya Lempasing village. The respondes were household with man leader and woman leader. This study was used quantitative and qualitative metodes. Rank Spearman test result showed there were individual and household caracteristics had highly corelation between (a) eduation with division of labour in productive role, (b) age and motivation be a fishermen with control of productive role, (c) age, experience of fishing, and mount of member in household with control in social role, (d) age and experience of fishing with division of labour and control of benefits gained.Keywords : Climate change, gender, fishermen householdABSTRAK Perubahan iklim kini bukan hanya masalah masyarakat pada tingkat global saja, tapi juga pada tingkat komunitas. Dapak perubahan iklim yang terjadi di Desa Sukajaya Lempasing seperti banjir/rob, perubahan garis pantai, dan perubahan habitat ikan berdampak pada rumah tangga nelayan. Rumah tangga terdiri dari individu perempuan dan laki-laki yang memiliki kebutuhan, peran, dan pembagian kerja yang bebeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak perubahan iklim, menganalisis hubungan karakter individu dan rumah tangga terhadap pembagian kerja, pengambilan keputusan terhadap sumberdaya, kontrol, partisipasi, dan manfaat yang diperoleh dalam perspektif gender pada anggota rumah tangga nelayan, dan mengetahui kerentanan pada rumah tangga nelayan. Responden merupakan rumah tangga dengan kepala rumah tangga laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji korelasi menggunakan Rank Spearman menunjukkan adanya variabel karakteristik individu dan rumah tangga yang signifikan, yaitu antara (a) pendidikan terhadap pembagian kerja dalam kegiatan produktif, (b) umur dan motivasi menjadi nelayan terhadap kontrol terhadap kegiatan produktif, (c) umur, lama menjadi nelayan, dan jumlah anggota rumah tangga terhadap kontrol dalam mengikuti kegiatan sosial, (d) umur dan lama menjadi nelayan terhadap pembagian kerja dan kontrol terhadap manfaat yang diperoleh.Kata Kunci : Perubahan iklim, gender, rumah tangga nelayan
Analisis Gender dalam Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Fadhilla Putri Ramadhani; Aida Vitayala S Hubeis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.155-166

Abstract

Gekbrong Village is the only village in West Java designated as a pilot village in adaptation and mitigation of climate change programme called ‘Program kampung Iklim’ by the Ministry of Environment and Forestry in 2013. Adaptation and mitigation to climate change are not gender-neutral as women and men have the capacity, role, and contribution in adaptation and mitigation to climate change differently. However, gender bias in the activities leads to an imbalance in the capacity of adaptation and mitigation across gender to deal with climate change effects. The overall objective of the study was to analyze the role of gender in agricultural households and to analyze the relationship between gender roles in agricultural households with gender equality in adaptation and mitigation of climate change in agricultural households. This research uses quantitative data by survey method by using simple random sampling technique analyzed by cross-tabulation and Rank Spearman supported by qualitative data with an in-depth interview.Keywords : climate change, gender role, Program Kampung IklimABSTRAK Desa Gekbrong merupakan satu-satunya desa di Jawa Barat yang ditunjuk sebagai desa percontohan dalam kegiatan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada Program Kampung Iklim oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2013.  Pada dasarnya, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak netral gender karena perempuan dan laki-laki memiliki kapasitas, peran, dan berkontribusi secara berbeda. Namun adanya bias gender dalam penerapannya, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menimbulkan ketidakadilan, salah satunya beban kerja ganda pada perempuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara karakteristik dan pembagian peran gender dalam rumah tangga pertanian dengan tingkat kesetaraan gender dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif metode survey, diolah dengan menggunakan teknik simple random sampling, dianalisis menggunakan tabulasi silang dan Rank Spearman, serta didukung data kualitatif dengan wawancara mendalam.Kata Kunci : peran gender, perubahan iklim, Program Kampung Iklim
Analisis Gender Rumah Tangga Tenaga Kerja Perempuan dalam Sektor Industri Garmen dengan Sistem Putting Out Dimas Erik Sumilat; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.167-180

Abstract

Double burden is a situation where a woman works both on reproductive and productive activity for long hours. One of the working systems that allow women to do productive activities at the same time as reproductive is a putting-out system. However, this system may disadvantaged women in terms of wages, which will affect the income and welfare of the household. The objective of this research is to analyze the relationship between the level of gender equality to the household’s income and to the welfare of the household. This research is using a quantitative approach with survey method and supported by qualitative data. The analysis’ unit of this research is the female labours’ household with a putting-out system. This research indicated that woman experiences double burden and inequality in the access and control of resources and benefits. A household with high access and control of benefits have a higher income. A household with high access to resources and control of benefits have higher household’s welfare.Keywords: female workers, gender analysis, putting out system ABSTRAKBeban ganda merupakan situasi di mana perempuan bekerja dalam kegiatan reproduktif dan produktif dengan curahan waktu yang lama. Salah satu sistem pekerjaan yang membuat perempuan melakukan pekerjaan reproduktif dan produktif secara bersamaan adalah sistem putting out. Akan tetapi, sistem ini merugikan perempuan terutama dalam hal pengupahan, yang berakibat juga pada pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga tenaga kerja. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesetaraan gender dalam rumah tangga dengan pendapatan rumah tangga dan kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung data kualitatif. Unit analisis penelitian ini adalah rumah tangga tenaga kerja perempuan dengan sistem putting out. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki beban ganda pada pembagian kerja dan didapati adanya ketidaksetaraan gender pada akses dan kontrol terhadap sumber daya dan manfaat. Semakin tinggi tingkat akses dan kontrol terhadap manfaat dalam rumah tangga, maka semakin tinggi juga pendapatan rumah tangga. Selain itu, semakin tinggi tingkat kontrol terhadap sumber daya dan kontrol terhadap manfaat dalam rumah tangga, semakin tinggi juga kesejahteraan rumah tangganya.Kata Kunci: tenaga kerja perempuan, analisis gender, sistem putting out
Hubungan Motivasi dan Penggunaan Internet dengan Tingkat Kepuasan pada Petani Perempuan Yedha Ristya Rohtianado; Nuraini Wahyuning Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.249-260

Abstract

Nowadays, the internet as an information and communication technology allows being used by all actors without exception, including those involved in agriculture. The use of the internet in the delivery of agricultural information has the opportunity to transform traditional agriculture into modern agriculture. The use of information and communication technology is very close to the identity of men. Women are often only used as objects and find various obstacles. It is suspected that there are differences among women using internet media. This research aims to analyze the relationship between characteristics and motivation with internet usage and the relation between internet usage with the level of satisfaction by women farmers. This research uses census methods to 33 women farmers KWT Puspa Sari in Kedung Badak Village. The results showed that age and income level has a significant correlation with frequency. Motivation factors have correlations with frequency and intensity. Meanwhile, the intensity has a correlation with satisfaction information.Keywords: internet, satisfaction, motivation, women farmers. ABSTRAKSaat ini internet sebagai teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan untuk digunakan oleh semua pelaku tanpa terkecuali, termasuk pelaku yang menekuni bidang pertanian. Penggunaan internet dalam penyampaian informasi pertanian berpeluang untuk merubah pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat dekat dengan identitas laki-laki. Kaum perempuan sering hanya dijadikan sebagai obyek dan menemukan berbagai kendala. Diduga terdapat perbedaan di kalangan perempuan dalam menggunakan media internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan motivasi dengan penggunaan internet serta bagaimana hubungan penggunaan media internet dengan tingkat kepuasan pada petani perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sensus kepada 33 petani perempuan anggota Kelompok Wanita Tani Puspa Sari di Kelurahan Kedung Badak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia dan tingkat penghasilan memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi. Faktor motivasi memiliki hubungan dengan frekuensi dan intensitas. Sementara itu, intensitas memiliki hubungan dengan kepuasan informasi.Kata kunci: internet, kepuasan, motivasi, petani perempuan.
Analisis Gender Keterlibatan Masyarakat dalam Program Dana Desa Nubzatsania Nubzatsania; Mahmudi Siwi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.181-194

Abstract

There have been positive impacts from the Village Fund Program so far, although an assessment of the relation between men and women in the program should be done. The purpose of this study is to analyze the relation of individual characteristics and division of labour in the household toward the level of involvement and to analyze the relationship between the level of involvement and the success rate of the program. The sampling technique in this study is non-probability sampling, which is purposive with quota sampling. The sample of this study is individuals who are adults, married and do not have a position in the village government. This study uses a quantitative approach with survey methods and is supported by a qualitative approach with document study methods and in-depth interviews. The result of this study shows that older age and higher the level of individual education leads to a higher level of involvement in the Village Fund program. Women have a lower level of involvement compared with men, particularly in the level of access and participation. This proves that community involvement in the Village Fund program has not yet achieved gender equity. The higher level of community involvement both men and women will lead to the higher success rate of the program.Keywords : gender, gender equity, Village Fund.ABSTRAKMeski telah terlihat dampak positif dari program Dana Desa selama ini, perlu diperhatikan pula relasi antara laki-laki dan perempuan di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik individu dan pembagian kerja dalam rumah tangga dengan tingkat keterlibatan, serta menganalisis hubungan antara tingkat keterlibatan dengan tingkat keberhasilan program. Sampel penelitian ini adalah individu yang berusia dewasa, sudah berumah tangga, dan tidak memiliki posisi dalam pemerintahan desa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling yaitu purposive dengan kouta sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tua umur dan semakin tingginya tingkat pendidikan individu, maka semakin tinggi tingkat keterlibatannya dalam program Dana Desa. Perempuan memiliki tingkat keterlibatan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki terutama dalam tingkat akses dan partisipasi. Hal ini menjadi dasar bahwa keterlibatan masyarakat dalam program Dana Desa belum mencapai kesetaraan gender. Semakin tinggi tingkat keterlibatan masyarakat (laki-laki dan perempuan), semakin tinggi tingkat keberhasilan program.Kata Kunci : Dana Desa, gender, kesetaraan gender. 
Gender Dan Alokasi Pemanfaatan Remitan Dalam Rumah Tangga Migran TKI Laki-Laki Riqa Arifah Zulkifli; Dina Nurdinawati; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.195-206

Abstract

Migration is the way that husband do to fulfil the household needs of life and improve the level of household welfare. A remittance is a form of fulfilment for household workers in the form of money, ideas, and opinion. The purpose of this study is to identify the influence of household characteristics and the characteristics of TKI on the level of equality of access and control. Research conducted with a quantitative method supported by qualitative data. The unit of research analysis is households. The results of this study indicate that most of TKI households allocate remittances for consumption needs and social investment. The level of equality of access and control in remittance utilization is in an unequal condition. In this study, the status of working wives, household income, and the magnitude of remittances affect the level of equality of access. The magnitude of remittance is an indicator of the characteristics of migrant workers that affects the level of equality of control.Key words: access and control, allocation of remittance, TKIABSTRAKMigrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh kepala keluarga yaitu suami untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan taraf kesejahteraan rumah tangganya. Remitan merupakan bentuk pemenuhan bagi rumah tangga TKI berupa uang, ide-ide, dan gagasan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh karakteristik rumah tangga dan karakteristik TKI terhadap alokasi pemanfaatan remitan dalam rumah tangga dan mengidentifikasi pengaruh karakteristik rumah tangga dan TKI terhadap tingkat kesetaraan akses dan kontrol. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Unit analisis penelitian adalah rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan rumah tangga TKI paling banyak mengalokasikan remitan untuk kebutuhan konsumi dan investasi sosial. Tingkat kesetaraan akses dan kontrol dalam pemanfaatan remitan berada pada kondisi tidak setara. Pada penelitian ini status bekerja istri, pendapatan rumah tangga, dan besarnya remitan mempengaruhi tingkat kesetaraan akses. Besarnya remitan adalah indikator karakteristik TKI yang mempengaruhi tingkat kesetaraan kontrol.Kata kunci: akses dan kontrol, alokasi pemanfaatan remitan, TKI
Hubungan Keberhasilan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Unilever dengan Keberdayaan Perempuan Pedesaan Sri Rezeki; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.261-274

Abstract

The progress of increasingly sophisticated science and technology has led to a lot of development that refers to industrialization, especially in the private sector. Development carried out in Indonesia, is still gender-biased and lacks consideration for the role of women. The amount of development including companies has an impact on the environment and society, so the government has obliged every company to carry out activities called Corporate Social Responsibility (CSR). The CSR program is one of the community empowerment programs and can also be applied as a women's empowerment program. The purpose of this research is to see the relationship between the success rate of CSR programs and the level of empowerment of rural women. This study uses a combination of quantitative approaches and qualitative approaches. The quantitative approach is done by the census method using questionnaire instruments while the qualitative approach uses the case study method and is obtained through in-depth interview guides. The results showed that there was no relationship between the success rate of the CSR program and the level of empowerment of rural women in Sumbermulyo Village. This is because the success of CSR programs and the empowerment of CSR programs is more to the social and not economic aspects.Keywords: Corporate Social Responsibility, Success, Women Empowerment ABSTRAK Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih menyebabkan banyaknya pembangunan yang merujuk pada industrialisasi khususnya di sektor swasta. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia, masih bias gender dan kurang mempertimbangkan peran perempuan. Banyaknya pembangunan termasuk perusahaan memiliki dampak bagi lingkungan dan masyarakat, maka pemerintah telah mewajibkan setiap perusahaan untuk melakukan kegiatan yang disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR).  Program CSR merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dan dapat pula diterapkan sebagai program pemberdayaan perempuan. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat keberhasilan program CSR dengan tingkat keberdayaan perempuan pedesaan. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode sensus menggunakan instrumen kuesioner sedangkan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus dan didapatkan melalui panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat keberhasilan program CSR dengan tingkat keberdayaan perempuan pedesaan di Desa Sumbermulyo. Hal ini karena keberhasilan program CSR dan keberdayaan program CSR lebih kepada aspek sosial bukan ekonomi.Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Keberhasilan, Pemberdayaan Perempuan
Tingkat Kesetaraan Gender dalam Rumah Tangga Peserta Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Audia Rahma; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.207-216

Abstract

Sustainable Reserve Food Garden (SRFG) is a program initiated by the Ministry of Agriculture to increase households food security. The program involves the households that consist of men and women in the activities of SRFGP. To see whether the program has addressed gender equality,  the research aims to analyze how the beneficiary households characteristics of SRFG, how men, women in the beneficiary households divides the division of labours and how the external supports towards the implementation of SRFGP. A census was conducted to 46 beneficiary households of SRFGP who are members of the Melati, Dahlia, and Mawar Women's Farmers Group (WFG) also supported by in-depth interviews to six informants including three chiefs of each WFG, chief of combined farmer group (CFG), agricultural extension officer, and the Village Head of Cikarawang. Most of the beneficiary households have a low level of gender equality in the implementation of SRFGP. The results show the issues of subordination and multi burden that experienced by women in the division of labours arises due to strong social value in the community, women are conceived to be responsible to activities such as managing the households and family, whilst men embedded as head of the family and responsibility to protect the family socio-economically.Keywords: gender equality, rural households, SRFGABSTRAKKawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian guna memenuhi ketahanan pangan rumah tangga. Program ini melibatkan rumah tangga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam kegiatan Program KRPL. Untuk melihat apakah program ini telah menerapkan prinsip kesetaraan gender, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakteristik rumah tangga peserta Program KRPL, bagaimana pembagian kerja dalam rumah tangga peserta dan bagaimana dukungan lingkungan dalam pelaksanaan Program KRPL. Sensus dilakukan terhadap 46 rumah tangga peserta Program KRPL anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, Dahlia, dan Mawar juga didukung wawancara mendalam kepada enam informan yaitu tiga ketua masing-masing KWT, ketua gapoktan, penyuluh pertanian, dan Kepala Desa Cikarawang. Sebagian besar rumah tangga peserta memiliki tingkat kesetaraan gender yang rendah dalam pelaksanaan Program KRPL. Hasil penelitian menunjukkan terdapat Isu subordinasi dan  beban kerja ganda yang dialami perempuan dalam pembagian kerja rumah tangga muncul akibat kuatnya nilai sosial dalam masyarakat yang dominan menempatkan perempuan pada kegiatan mengatur urusan rumah dan keluarga, sementara laki-laki sebagai kepala keluarga lebih dikhususkan untuk melindungi keluarga secara sosial ekonomi.Kata kunci: kesetaraan gender, Program KRPL, rumah tangga di pedesaan
Pengaruh Stereotip Gender dan Konflik Peran Gender Laki-laki terhadap Motivasi Kerja Pemuda Desa Putus Sekolah Ghania Ahsani Rahmadhani; Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.217-234

Abstract

Problem with dropping out are still common in Indonesia, especially in rural areas. Village youth prefer to work and not continue school. The decision was made because of the notion that men are the main breadwinners of the family. This assumption affects the psychological state of men called male gender role conflict. With the existence of gender stereotypes and conflicting male gender roles can trigger the motivation to work. The purpose of this study was to determine the direct influence of male gender stereotypes on the work motivation of youth dropping out of school and the indirect influence between them through men’s gender role conflict. This research uses a quantitative approach with a questionnaire and is supported by a qualitative approach through interviews. The results showed that there was direct and indirect influence between male gender stereotypes to work motivation of youth drop out. Indirect effects are mediated by men’s gender role conflict with partial mediation.Key words: drop out, gender role conflict, gender stereotypes, men, village youth, work motivationABSTRAKPermasalahan putus sekolah masih sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Pemuda desa lebih memilih bekerja dan tidak melajutkan sekolah. Keputusan tersebut dilakukan karena anggapan bahwa laki-laki sebagai pencari nafkah utama keluarga. Anggapan tersebut memengaruhi keadaan psikologis laki-laki yang disebut konflik peran gender laki-laki. Dengan adanya stereotip gender dan konflik peran gender laki-laki dapat memicu adanya motivasi bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah serta pengaruh tidak langsung di antara keduanya melalui konflik peran gender laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung pendekatan kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung dan tidak langsung antara stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah. Pengaruh tidak langsung dimediasi oleh konflik peran gender laki-laki dengan mediasi bersifat parsial.Kata kunci: konflik peran gender, laki-laki, motivasi kerja, pemuda desa, putus sekolah, stereotip gender

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020