cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PENGARUH SUHU, RASIO BAHAN BAKU TERHADAP PELARUT DAN KECEPATAN PENGADUKAN PADA PROSES FRAKSINASI TRIPALMITIN DARI FRAKSI PADAT MINYAK SAWIT Fiqih Azis Pangestu; Tri Yuni Hendrawati; Wiwik Handayani
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.2.95-103

Abstract

ABSTRAKMinyak sawit merupakan minyak yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Minyak sawit mempunyai dua jenis produk yaitu fraksi padat (Stearin) dan fraksi cair (Olein). Asam lemak pada minyak sawit dibedakan menjadi dua golongan yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Penelitian ini  bertujuan untuk memisahkan Tripalmitin dari fraksi padat minyak sawit melalui metode fraksinasi dengan pelarut organik. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio bahan baku / pelarut organik 1:10 (w/v) dan 1:12 (w/v) dengan suhu 2oC, 10oC, 20oC, 30oC, 40oC dan kecepatan pengadukan 300 rpm dan 500 rpm. Setelah itu sampel dianalisa dengan GC-MS untuk mengetahui kandungan asam palmitatnya dan didapatkan kandungan asam palmitat paling tinggi jika dimasukkan dalam rumus regresi sebagai berikut y = -0,0333x2 + 1,4518x + 67,617 dengan R² = 0,8431 dengan kandungan asam palmitat 84,91%. Kata kunci: Asam Palmitat, Fraksinasi, Pelarut Organik, Stearin ABSTRACTPalm oil is the most oil in Indonesia. Palm oil contains two types of products: solid fraction (Stearin) and liquid fraction (Olein). Fatty acids in palm oil are divided into two groups, namely saturated fatty acids and unsaturated fatty acids. This study aims to separate Tripalmitin from the hardness fraction of palm oil by fractionation method with organic solvent. The variables in this study used variation of organic / organic solvent ratio 1:10 (w / v) and 1:12 (w / v) with temperature 2oC, 10oC, 20oC, 30oC, 40oC and stirring speed 300 rpm and 500 rpm. After that the sample was analyzed with GC-MS to determine the content of palmitic acid and get the highest palmitic acid content if in the regression formula as follows y = -0.0333x2 + 1.4518x + 67,617 with R² = 0.8431 with the content of palmitic acid 84 , 91%. Keywords: Fractination, Organic Solvent, Palmitic Acid, Stearin
PEMBUATAN ETANOL DARI BIJI NANGKA DENGAN VARIABEL MASSA PATI Ukhtun Ba’diyah; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Biji Nangka mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biji nangka sebagai bahan baku pembuatan etanol. Penelitian ini dilakukan dua tahap yaitu, pembuatan powder dari biji nangka dan proses fermentasi. Proses yang pertama adalah pembuatan pati powder biji nangka. Biji nangka dipotong kecil-kecil kemudian dikeringkan. Setelah itu dihaluskan kemudian diayak sehingga menjadi powder. Proses yang kedua diawali dengan pensterilisasian alat dengan menggunakan autoclave. Powder biji nangka ditimbang dengan variabel massa pati (5, 10, 15, 20, 25) gram. Kemudian powder biji nangka yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan dilarutkan dengan 100 ml aquadest. Selanjutnya dikukus dengan temperatur 68- 70°C selama ±45 menit, setelah itu dinginkan dalam temperatur kamar. Sampel dimasukkan ke dalam incubator yang sebelumnya sudah distrelisasi dengan alkohol. kemudian tambahkan ragi Sacchromyces cerevisiae 0,5 gram. Fermentasi dilakukan selama 5 hari. Setelah itu, sampel diambil kemudian disaring hingga mendapatkan filtrat (etanol). Dari penelitian diperoleh hasil semakin banyak massa pati maka kadar etanol yang dihasilkan juga akan semakin besar, karena kadar karbohidrat yang diubah menjadi ethanol semakin banyak. Kadar etanol terendah pada variabel massa pati 5 gram yaitu 3,05 % ethanol dengan absorbansi 0,542. Kadar etanol tertinggi pada variabel massa pati 25 gram yaitu 4,87% etanol dengan absorbansi 0,145. Dari hasil penelitian didapatkan persamaan hubungan kadar etanol dengan variabel massa pati yaitu y = 0,098x + 2,480 Kata kunci:Biji nangka, etanol, fermentasi, pati, Sacchromyces cerevisiae 
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT (n-HEKSANA) TERHADAP RENDEMEN HASIL EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT UNTUK PEMBUATAN KRIM PELEMBAB KULIT Suratmin Utomo
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.39-47

Abstract

Salah satu upaya pemanfaatan limbah buah alpukat adalah dengan mengekstraksi minyak yang terkandung dalam bijih alpukat tersebut. Penelitian ini bertujuan pemanfaatan limbah bijih alpukat sekaligus menjadikan bahan tersebut memiliki nilai ekonmi  mengetahui konsentrasi terbaik/optimum pelarut n-hexana pada proses ekatraksi untuk mendapatkan minyak dari biji alpukat. Bahan penelitian adalah biji alpukat sedang sebagai ekstraktor adalah n-heksana dan metode yang digunakan ekstraksi soklet. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstraktor dan variabel terikat adalah rendemen mimyak yang diperoleh dari bijih alpukat. Penelitian dilakukan pada temperatur 70oC, waktu ekstraksi 4 jam dengan variasi konsentrasi n-heksana: 60, 70, 80, 90, and 100%. Adapun hasil yang peroleh menunjukkan bahwa pada konsentrasi 100% dapat menghasilkan rendemen minyak dari bijih alpukat sebesar 34,63% dan merupakan rendemen terbesar jika dibandingkan dengan konsentrasi  lainnya. Hubungan antara variabel konsentrasi (x) terhadap perolehan rendemen minyak  dinyatakan dengan persamaan  y = -37,88 + 0,664 x dengan R2 = 0,962. Krim yang dibuat dari minyak biji alpukat yang dihasilkan dari hasil analisa telah memenuhi pasar dan  standar SNI yaitu: memperoleh nilai pH 6,52 dan nilai pH di pasaran 7,6 sedangkan standar SNI pH =  4,5 – 8,0; viskositas krim biji alpukat yaitu 25000 cp dan krim  body lotion di pasaran  5300 cp sedangkan standar SNI 2000 – 50000 cp serta untuk kadar air  krim biji alpukat sebesar 77% dan body lotion di pasaran 80% sedangkan standar yaitu 70–90%. Hasil minyak biji alpukat diaplikasikan dalam bentuk sediaan krim tipe o/w.                                                                                                               Kata kunci : ekstraksi, krim, minyak biji alpukat, n-heksana, rendemen
RECOVERY SILIKA DARI ABU BATUBARA BOILER TEKANAN RENDAH Taofik Hidayat; Hartini Hadi Santoso
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Saat ini abu batubara dari boiler tekanan rendah merupakan limbah yang belum tertangani dengan baik. Komponen utama yang ada di dalam abu batubara adalah silika (Si02), yaitu sebesar 40,22%. Oleh karena itu, silika dalam abu batubara memiliki potensi yang besar untuk di-recovery menjadi produk berbasis silika. Proses recovery dilakukan dengan cara mereaksikan abu batubara dengan larutan NaOH, kemudian campuran reaksi difiltrasi sehingga menghasilkan filtrat berupa, natrium silikat. Untuk melakukan proses recovery tersebut, maka diberikan variasi: konsentrasi larutan NaOH (0,5; 0,8; 1,1; 1,4; 1,6; dan 2 M), rasio mol NaOH/Si02 (0,5; 0,7; 1,7; 3; dan 4), suhu reaksi (60, 70, 80, 90 dan 100°C), waktu reaksi (1, 3, 5, 7, dan 9 jam), dan diameter partikel abu (+2 mm, -1+0,63 mm, -0,63+0,335 mm, -0,355+0,2 mm, dan -0,112+0,05 mm).Dari penelitian yang telah dilakukan, kondisi operasi yang menghasilkan persen recovery silika tertinggi dari abu batubara adalah: konsentrasi larutan NaOH 2M, rasio mol NaOH/Si02 4, suhu reaksi 100°C, waktu reaksi 9 jam, dan diameter partikel abu -0,112+0,05 mm. Selain itu, didapatkan hasil bahwa rentang variasi diameter partikel abu yang diberikan tidak menghasilkan perbedaan persen recovery yang signifikan. Kata kunci : silica, batu bara, boiler
EVALUASI ASPEK FINANSIAL PENGHEMATAN BAHAN BAKAR BENSIN MENJADI CNG (COMPRESSED NATURAL GAS) UNTUK MOBIL PRIBADI Ika Kurniaty
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.1.43-50

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi yang meningkat mempunyai pengaruh buruk terhadap kualitas udara dan penyebab terjadinya pencemaran. Pemakaian bahan bakar yang digunakan kendaraan saat ini masih tergantung dengan bahan bakar minyak, sedangkan cadangan minyak yang di eksplorasi di Indonesia semakin tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan harus mengimport. Bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar primer sangat diperlukan seperti penggunaan bahan bakar gas layaknya CNG (Compressed Natural Gas) untuk kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tempuh bahan bakar CNG, penghematan biaya, dan pengembalian modal pengguna mobil pribadi yang beralih ke CNG. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, pengumpulan data seperti teori tentang CNG, konverter kit, harga bahan bakar (pertalite, pertamax, CNG), jarak tempuh kendaraan berbahan bakar minyak, nilai kalor BBM dan CNG, kemudian menganalisa data-data tersebut. Hasil penelitian ini adalah konsumsi 1 liter bahan bakar minyak (pertalite, pertamax ) dapat menempuh jarak 12 km, jika menggunakan bahan bakar CNG 1 lsp (liter setara premium) akan menempuh jarak 13.5 km. Pengguna mobil pribadi yang menggunakan CNG sebagai bahan bakar akan memperoleh biaya penghematan sebesar Rp 20.688 per hari jika beralih dari pertalite, sehingga dalam waktu 1 tahun mencapai Rp 7 juta dan memperoleh pengembalian modal setelah 4.5 tahun. Jika beralih dari bahan bakar pertamax, biaya penghematan sebesar Rp 23.250 per hari, dalam waktu 1 tahun dihasilkan biaya penghematan sebesar Rp 8 juta dengan pengembalian modal hingga 4 tahun.  Kata kunci : CNG, Konversi, Mobil Pribadi, Pertalite, Pertamax
UJI KOMPATIBEL EPOKSI METIL OLEAT TURUNAN MINYAK SAWIT SEBAGAI PLASTICIZER PLASTIK KANTONG DARAH Tri Yogo Wibowo; Astuti Astuti; Heryoki Yohanes; Maisaroh Maisaroh
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Dalam penelitian ini, plastik PVC dibuat dengan mencampur resin PVC dan plasticizer  epoksi metil  oleat di dalam sebuah mixer dan dicetak dengan metode PVC coating. Plastik PVC yang terbentuk dan kantong darah komersial dikarakterisasi dengan mengukur sifat-sifat mekanik (kuat tarik dan regang ulur) dan sifat kelarutan plasticizer dalam metanol. Adapun plasticizer epoksi metil oleat dibuat melalui rangkaian proses esterifikasi, dan epoksidasi. Epoksi metil oleat yang dihasilkan memiliki sifat-sifat yang lebih baik daripada  produk komersial. Hal ini ditunjukkan oleh angka oksiran yang lebih tinggi dan angka iod yang lebih rendah daripada epoksi komersial. Uji kompatibel epoksi metil oleat sebagai plasticizer untuk produksi lembar plastik PVC menunjukkan hasil yang hampir sama (lebih rendah) dengan lembar plastik kantong darah komersial. Lembar plastik yang dihasilkan memiliki kuat tarik sebesar 15,7 Mpa dan regang putus 315 %. Sementara itu kantong darah komersial memiliki kuat tarik sebesar 19,2 Mpa dan regang putus 340 %. Adanya asam lemak yang tidak bereaksi pada proses epoksidasi menyebabkan berkurangnya kekuatan perpaduan antara matriks dan fase terdispersi. Hal ini yang menyebabkan nilai kuat tarik dan regang putus plastik menurun. Adapun jumlah senyawa ftalat (DOP) yang terlarut dalam metanol dari produk plastik PVC dan kantong darah komersial masing-masing sebesar 42,1% dan 40,2%. Jumlah DOP yang terlarut baik dari produk plastik PVC maupun kantong darah komersial masih memenuhi standar kesehatan. Kata Kunci : oleat, minyak sawit, kantong darah
DESAIN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK BERDASARKAN PERSEPSI IBU - IBU RUMAH TANGGA Sri Anastasia Yudhistirani; Lailan Syaufina; Sri Mulatsih
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.2.29-42

Abstract

Saat ini, volume sampah yang tinggi  di Jakarta merupakan salah satu masalah penting bagi masyarakat Jakarta Timur. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kebersihan Pemerintah Jakarta Timur, ada sekitar 30% dari volume sampah yang tidak dikirim ke TPA per hari. Masalah ini berkaitan dengan kurangnya pendidikan tentang pentingnya pemisahan sampah oleh sebagian besar warga. Aturan pemerintah tentang pengelolaan sampah masih belum sepenuhnya dilaksanakan. Suatu lembaga  konseling terpadu yang mengelola sampah untuk semua komponen di masyarakat diperlukan untuk memberikan hasil yang optimal. Sistem Pengelolaan Sampah harus melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan harus  menerapkan Pemerintah Peraturan Nomor 81 Tahun 2012 tentang tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan jenis sampah rumah tangga yang lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistem pemisahan pengelolaan sampah terpadu, volume sampah akan dturunkan sebesar 33%. Penurunan ini disebabkan karena daur ulang sampah anorganik. Melalui cara ini, pemerintah Jakarta hanya perlu untuk mengelola sampah organik yang yang terdiri 67% dari semua limbah. Ini adalah suatu cara untuk mengurangi jumlah volume sampah di JakartaKata Kunci : manajemen limbah, pemisahan, limbah organic, limbah anorganik 
KAJIAN MODEL KINETIKA SEBAGAI PARAMETER DALAM PENGGANDAAN SKALA (SCALE UP) PRODUKSI NATRIUM LIGNOSULFONAT BERBASIS LIGNIN ISOLAT Ismiyati Ismiyati
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.2.%p

Abstract

Proses penggandaan skala (scale up) umumnya dilakukan melalui penelitian skala laboratorium dan skala  pilot plant. Data yang dapat menjembatani adalah model kinetika reaksi,  yaitu konstanta kecepatan reaksi didasari oleh hukum Arrhenius, yang dapat dijadikan parameter dalam pengembangan proses yaitu penggandaan skala. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model kinetika reaksi sulfonasi lignin isolat menjadi natrium lignosulfonat (NLS); mendapatkan volume/kapasitas reaktor optimum. Metode yang dilakukan dalam pengembangan proses (penggandaan skala) adalah melalui pendekatan sistematis empiris yaitu melibatkan model kinetika reaksi. Dengan membuat model matematika yang menghubungkan antara reaksi dan volume/kapasitas, serta simulasi pada berbagai kapasitas sehingga diperoleh kapasitas/volume reaktor optimum. Hasil penelitian diperoleh model kinetika reaksi berupa  konstanta laju reaksi yaitu:   (k) = 1,35703832 e-2558,89354/T mol-1 jam-1, yang dapat dijadikan paremeter dalam penggandaan skala (scale up) produksi natrium lignosulfonat (NLS), hasil perhitungan konsentrasi C A (mol/liter) menggunakan model kinetika reaksi disbanding dengan hasil yang diperoleh di laboratorium  menunjukkan validasi yang akurat. Model persamaan matematik yaitu hubungan antara biaya total NLS sebagai fungsi kapasitas produksi (P)  adalah  tc = 48.137 – 25,67 P + 0,001 P2 – 10-8 P3 + (2.593.011.921/P), dengan kapasitas/volume reaktor optimum adalah 23.425 kg NLS /tahun.   
ANALISIS EFISIENSI PANAS TUNNEL KILN PADA PT XYZ DENGAN NERACA MASSA DAN ENERGI Tri Ngudi Wiyatno; Putri Rizki Amalia; Devi Haryanti
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.2.10

Abstract

ABSTRAKSalah satu proses yang tidak dapat dilewatkan untuk membuat genteng keramik adalah proses pembakaran. Proses pembakaran genteng keramik di PT XYZ menggunakan tunnel kiln dengan bahan bakar LNG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi panas atau energi pada tunnel kiln dengan terlebih dahulu menghitung neraca massa masuk dan keluar serta menghitung neraca energi masuk dan keluar. Panas masuk meliputi panas hasil pembakaran bahan bakar LNG, panas sensibel bahan bakar LNG, panas kereta masuk, panas sensibel greentile. Sedangkan untuk panas keluar meliputi panas yang terbawa oleh panas sensibel genteng keramik, panas sensibel kereta kiln, panas penguapan air dan air kristal, panas hilang akibat udara pendingin, panas hasil reaksi pembakaran, panas akibat perpindahan panas, panas keluar untuk dryer dan panas keluar chimney tunnel kiln. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data-data pendukung diantaranya adalah volume gas LNG yang digunakan, komposisi material genteng, komposisi bagian dari tunnel kiln seperti kereta kiln, dan kapasitas panas untuk masing-masing komponen tersebut.Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukandidapatkan nilai yang seimbang antara panas masuk dan panas keluar yaitu 14.174.025 kkal/hari. Efisiensi bahan bakar LNG dihitung dengan perbandingan antara panas yang dihasilkan dari bahan bakar dengan kebutuhan panas yang digunakan untuk satu hari proses pembakaran genteng keramik. Berdasarkan perhitungan didapat efisiensi panas tunnel kiln sebesar 98,92%.Kata Kunci : Efisiensi, Genteng Keramik, Neraca Massa, Neraca Panas, Pembakaran.  ABSTRACTOne of the process that can’t be missed to make a ceramic tile is burning. PT XYZusing tunnel kiln with LNG fuel for burning process. The purpose of this research is to know how much heat efficiency of tunnel kiln with firstly calculated mass balance and heat balance at burning ceramics tile. Data for incoming heat are obtain from calculated of heat burning fuel, sensible heat of LNG, incoming heat from kiln car and sensible heat green tile. Data for outgoing heat are obtain from calculated of sensible heat ceramic tile, sensible heat kiln car, evaporation heat of water and water crystal, heat loss because cooling air, heat of burning, heat for dryer, heat for chimney fan, and heat loss because heat transfer. The method that we used for this research are Consumption of Volume LNG, composition material tile, composition part of tunnel kiln like kiln car and heat capacity for each component. Based on the data we can obtained heat balance in and out kiln amount14.174.025 kkal/day. And the LNG fuel efficiencyis calculated by comparison between the heat generated from the fuel and the heat requirement used for one dayceramic tile burning process. After the calculation we can obtained the efficiencyis 98,92%.Keywords: Efficiency, Ceramic Tile, Mass Balance, Heat Balance, Burning.
PENGARUH WAKTU PEREAKSIAN K2SO4 TERHADAP YIELD PEMBUATAN ALUM DARI TANAH LIAT PLERED DENGAN PROSES KERING Muhammad Engkos Kosim
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.81-86

Abstract

Selama ini pemanfaatan mineral tanah liat baru sebatas untuk bahan baku pabrik keramik, semen, genteng dan batu bata, padahal tanah liat dapat didiversifikasikan nilai ekonomisnya untuk keperluan lain seperti pembuatan Alum yang dapat digunakan untuk proses pengolahan air. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi optimum dari waktu reaksi terhadap yield pembuatan alum dari tanah liat dengan proses kering. Penelitian ini merupakan eksperimen untuk menentukan kondisi operasi pada  pembuatan alum dari tanah liat, analisis korelasi antara waktu reaksi dan yield pembentukan alum diolah  menggunakan metode persamaan “Least Square”. Hasil penelitian didapatkan waktu reaksi Kalium Sulfat maksimum pembentukan Alum berlangsung selama 1.75 jam (105 menit) dengan yield 76.7%, sedangkan waktu reaksi optimum terjadi pada waktu 0,167 jam (10 menit) dengan yield sebesar 68,4%. Kata kunci: alum, kalium sulfat, least square, proses alum, proses kering, tanah liat, yield.

Page 6 of 14 | Total Record : 137