cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PERBANDINGAN KOMPOSISI HIDROKARBON LIQUEFIED PETROLEUM GAS ANTARA SAMPEL LPG DI KILANG, SPBE DAN AGEN MENGGUNAKAN GC - LPG Taufik Amanullah Suryo; Indra Dwi Setiawan; Dolla Afnita; Athiek Sri Redjeki
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.9

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam, dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). LPG juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12). Proses pembuatan gas LPG diproduksi dari gas hidrokarbon yang berasaldari kilang minyak dan kilang gas, kemudian dikemas didalam tabung. Salah satu kualitas mutu gas LPG dapat diketahui dengan analisis komposisi hidrokarbon. Analisis mutu komposisi dilakukan karena kandungan dalam LPG pada proses distribusi dari kilang hingga ke konsumen memungkinkan adanya perubahan komposisi, oleh karena itu perlu dilakukan analisis komposisi sesuai dengan standar agar menjaga kepuasan konsumen. Analisis komposisi LPG dapat diketahui dengan menggunakan Gas Chromatography-Liquefied Petroleum Gas (GC-LPG). Data hasil analisis komposisi dibandingkan dengan standar mutu berdasarkan ASTM D2163 dan KepDirjen Migas Nomor 116.K/10/DJM/2020 dari segi kualitas rantai pasok dari kilang, SPBE hingga ke agen.
PEMBUATAN PELET PROBIOTIK DARI LIMBAH AMPAS TAHU UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN TERNAK Mabrur Mabrur; Nurul Hidayati Fithriyah
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.4

Abstract

Tahu merupakan makanan khas di Indonesia yang terbuat dari kedelai. Makanan ini terkenal meluas di lingkungan masyarakat karena harganya yang terjangkau, mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tahu diproduksi dengan memanfaatkan sifat protein, yaitu menggumpal saat bereaksi dengan asam. Penggumpalan protein oleh asam cuka berlangsungbegitu cepat sehingga sebagian air yang semula tercampur akan terperangkap didalamnya. Pengeluaran air yang terperangkap didalamnya menggunakan tekanan. Semakin besar tekananyang diberikan, semakin banyak air yang dikeluarkan dari gumpalan protein. Gumpalan protein itulah yang kemudian disebut sebagai tahu. Dari hasil proses pembuatan tahu ini menghasilkan limbah dari filtrasi berupa limbah cair dan padat, limbah padat dikenal dengan ampas tahu yang masih memiliki kandungan protein yang tinggi. Penggunaan probiotik telah lama digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh para petani ikan dalam pemanfaatan pakan yang efisien. Pemberian probiotik dalam pakan dimaksudkan untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan dengan meningkatkan enzim pencernaan yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa lebih sederhana sehingga mudah diserap dan digunakan sebagai deposit untuk pertumbuhan. Melalui percobaan ini, dibuat pemanfaatan ampas tahu yang masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sebagai pelet pakan ternak khususnya ikan lele tanpa penambahan probiotik dan dengan penambahan probiotik dengan berbagai variasi dosis untuk mengetahui perbandinganperkembangan berat dan panjang ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P15 terhadap ikan lele memberikan hasil yang optimal dengan penambahan berat 0,67 gram dan panjang 22,4 cm.
UJI DISOLUSI KAPSUL LANSOPRAZOL SECARA SPEKTROFOTMETRI UV-VIS DAN PENETAPAN KADAR SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Noni Noni; Faisal Ismail; Tri Yuni Hendrawati
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.6

Abstract

Lansoprazol merupakan kelompok obat pompa proton inhibitor. Pompa proton inhibitor memiliki efek penghambatan sekresi asam yang kuat pada lambung, dapat menekan sekresi asam lambungdengan membentuk batas disulfida irreversible dengan H+/K+ -ATPase. Untuk menjamin kualitas dan keamanan obattersebut maka perlu dilakukan pengujian. Pengujian yang dilakukan pada sediaan obat berbentuk kapsul adalah uji disolusi dan penetapan kadar. Uji disolusi diperlukan untuk mengetahui banyaknya zat aktif terlarut yang memberikan efek terapi optimal dan juga tidak layak untuk dikonsumsi dan dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis, diperoleh hasil kadar zat aktif terlarut pada tahap asam rata-rata 4,20% ≥ 10% danhasil kadar zat aktif terlarut padatahap dapar rata-rata 103,32% ≥ 85%. Simpangan baku relatif diperoleh sebesar 0,187% ≤ 2,0%. Penetapan kadar lansoprazol diperlukan untuk mengetahui kadar sesungguhnya dalam sediaan, dilakukan dengan cara kromatografi cair kinerja tinggi dan diperoleh hasil rata-rata sebesar 105,49%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian disolusi, simpangan baku relatif, dan penetapan kadar kapsul lansoprazol memenuhi syarat sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi VI.
PENGARUH PENAMBAHAN THICKENER POLY URETHANE PADA PRODUK POLIMER DISPERSI TERHADAP PARTIKEL DISTRIBUSI POLIMER Wahid Arinanto Nugroho; Cheppy Asnadi; Yustinah Yustinah
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.8

Abstract

Polimer adalah suatu molekul besar yang tersusun secara berulang dari unit molekul (disebut monomer). Dispersi polimer didefinisikan sebagai sistem yang memiliki fase kontinu berupaliquid dan fase terdispersi berupa padatan, dalam hal ini polimer merupakan fasa terdispersi. Ukuran partikel memengaruhi sifat suatu polimer dispersi dan dapat menjadi indikator kualitas suatumaterial, sedangkan thickener response merupakan nilai respon sampel setelah ditambahkan thickener atau pengental yang diukur menggunakan alat viskometer Brookfield. Pada penilitianmenyajikan analisa pengaruh penambahan thickener dengan variasi ukuran partikel distribusi polimer. Berdasarkan hasil pengujian, ukuran partikel dispersi polimer mempengaruhi thickener response. Semakin besar ukuran partikel dispersi polimer maka nilai thickener response semakin kecil, jika ukuran partikel dispersi polimernya kecil maka nilai thickener response akan semakin besar. Pada sampel A1 memiliki ukuran partikel 141 nm dengan nilai thickener response 27156 mPa.s sedangkan pada sampel A10 memiliki ukuran partikel 124 nm dengan nilai thickener response 52450 mPa.s. Dengan demikian nilai ukuran partikel berbanding terbalik dengan nilai thickener response.
UJI FISIKA DAN KIMIA MINYAK PELUMAS “X” UNTUK TURBINE GENERATOR DI PT INTERTEK UTAMA SERVICES Nadia Ulfa Ramadhani; Henry Rochaeny; Fatmasari Lubis
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.12

Abstract

Pelumas merupakan zat kimia berupa cairan pada umumnya, ditempatkan di antara dua permukaan yang saling berinteraksi untuk membentuk suatu lapisan tipis yang dapat mengurangi friksi atau gesekan dan mencegah keausan. Faktor utama penentu kualitas pelumas yaitu dari base oil dan zat aditif yang ditambahkan. Penambahan zat aditif dalam pelumas sanga t mempengaruhi karakteristik dan kualitas dari pelumas. Minyak pelumas sangat berperan penting untuk mesin, seperti halnya darah untuk manusia. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui kualitas minyak pelumas “X” untuk turbine generator dengan uji fisika dan kimia. Beberapa parameter uji fisika dalam percobaan pada sampel minyak pelumas “X” yaitu, viskositas kinematik (40 dan 100) ˚C yang mengacu pada ASTM D 455 diuji menggunakan viscometer Oswald dan titik nyala yang mengacu pada ASTM D 92 diuji secara Cleveland Open Cup menggunakan flash point tester. Parameter kimia yang diuji diantaranya, kadar air yang mengacu pada ASTM D 6304 dilakukan secara Karl Fischer dan nilai angka asam total yang mengacu pada ASTM D 664 dilakukan secara potensiometri. Berdasarkan hasil percobaan minyak pelumas “X”, diperoleh nilai viskositas kinematik 40 °C berada pada rentang (31,07-31,45) cSt.  Viskositas kinematik 100 °C berada pada rentang (5,35-5,40) cSt. Titik nyala berada pada rentang (210-220) °C.  Kadar air berada pada rentang (21-73) ppm dan nilai angka asam total sebesar 0,05 mg KOH/g. Hasil tersebut memenuhi standar acuan pada SNI 7069-14:2019 tentang Klasifikasi dan Spesifikasi Minyak Pelumas Turbin untuk parameter viskositas 40 °C, titik nyala dan angka asam  total, beserta standar mutu produsen minyak pelumas “X” untuk parameter viskositas kinematik 100 °C dan kadar air.
ANALISIS CEMARAN MIKROBA DALAM SEDIAAN OBAT BENTUK LARUTAN ORAL Ananda Kinanty; Priyanto Dwi Nugroho; Ratri Ariatmi Nugrahani
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.14

Abstract

Obat sediaan larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Kontaminasi bakteri pada obat dapat terjadi pada prosespengolahan bahan awal, produksi dan penyimpanan. Pengujian secara mikrobiologi perlu sekali dilakukan untuk menjamin obat bebas dari cemaran mikroba. Analisis cemaran mikroba kali ini mengunakan 3 parameter. Parameter pertama yaitu uji Total Aerobic Microbial Count (TAMC) dengan metode pour plate menggunakan media TSA (Trypticase Soy Agar) , parameter kedua yaitu Total Yeasts and Molds Count (TYMC) dengan metode poure plate menggunakanmedia SDA(Sabouraud Dextrose Agar) dan parameter ketiga yaitu identifikasi Escherichia coli dimana kontrol positif akan dilanjutkan pengujian dengan metode vitek setelah dilakukan proses pewarnaan Gram. Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Quality Control bagian Mikrobiologi QC PT. Kalbe Farma, Tbk. dari tanggal 3 Maret-12 Maret 2020. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sampel tidak mengandung mikroba, kapang, dan khamir serta negatif Escherichia coli sesuai dengan persyaratan metode analisa PT. Kalbe Farma, Tbk
PENGARUH SURFAKTAN TERHADAP SIFAT WATER RESISTANT PADA PRODUK POLIMER EMULSI UNTUK BAHAN BAKU CAT Indra Hidayat; Athiek Sri Redjeki; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.12

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan surfaktan yang tepat pada bahan baku cat. Perbedaan jenis surfaktan yang terkandung dalam komponen utama mempengaruhi hasil pengujian sifat water resistant produk polimer. Pengujian sifat water resistant dilakukan untuk menjamin kualitas danmengetahui ketahanan cat terhadap air dengan pengujian berbagai jenis surfaktan.. Percobaan ini bertujuan mengetahui pengaruh dari surfaktan terhadap sifat water resistant-nya.. Percobaan dilakukan dengan menguji kualitas polimer emulsi dari berbagai jenis penambahan surfaktan. Pengujian sampel dilakukan pada beberapa parameter yaitu uji pemerian, pengukuran nilai pH, pengukuran viskositas, penetapan solid content, analisis ukuran partikel, pengaplikasian film dan whitening appearance. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan spesifikasi perusahaan yang mengacu pada metode internal. Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan bahwa produk polimer emulsi pada standar, formula 1 sampai 4 secara berturut-turut memiliki nilai pH 7,78; 7,79; 8,01; 7,84; dan 7,84. Hasil pengukuran viskositas (1340; 1725, 560, 3450, dan 1150)cP. Hasil penetapan solid content (54,22; 55,85; 55,6454,56; dan 58,52)%. Hasil pengukuran ukuran partikel (125,6; 190,5; 176,5; 126,1; dan 152,7)nm. Hasil dari penarikan film untuk formula 1 didapat hazy dan untuk standar, formula 2, 3 dan 4 hasil yang didapat clear. Hasil dari whittening appearance pada standar dan formula 3 menunjukkan perubahan warna menjadi putih di hari ke-5, pada formula 2 dan 4 perubahan warna putih kebiruan di hari ke-5 dan pada formula 1 mampu mempertahankan warna kebiruan-nya hingga hari ke-7. Berdasarkan hasil pengujian parameter pH, solid content, ukuran partikel, dan whitening appearance telah memenuhispesifikasi. Parameter viskositas menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengujian terhadap standar dan empat formula surfaktan yang diuji, dapat disimpulkan bahwa jenis surfaktan yang digunakan pada formula 1 dapat digunakan sebagai pengganti dari surfaktan standar. Hal ini merujuk pada hasil formula 1 dihasilkan data pengujian yang lebih baik dari jenis surfaktan lainnya.