Jurnal Desain Interior
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Articles
228 Documents
Peningkatan Desain dan Ketrampilan Batik Celup Ikat untuk Meningkatkan Minat Wira Usaha Masyarakat
Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1465
Batik merupakan warisan budaya di Negara Indonesia yang sangat memiliki nilai jual yang tinggi dan prospek ekonomi yang tinggi pula. Kekayaan batik bisa dilihat dari desain motifnya yang beragam dan kaya akan nilai-nilai kreatifitas. Berbagai corak desain motif batik telah dikembangkan dan menjadi kekayaan ciri daerah di berbagai belahan daerah di Indonesia. Peluang untuk menaikkan minat wira usaha khususnya di bidang batik adalah dicapai dengan tiga tahapan yakni mengenalkan, mencoba dan mengetahui peluangnya. Dari tiga tahapan tersebut, tahapan mengenalkan dan mencoba membuat akan dibahas pada kesempatan ini. Salah satu kemudahan dalam mengenalkan batik adalah dengan mencoba langsung berkreasi di kain batik. Kemudahan dan keunikan hasil batik akan langsung didapat setelah proses membatik selesai. Untuk menunjang kemudahan tersebut, maka dilaksanakanlah batik celup ikat untuk mendukung tujuan tersebut. Hasil yang dicapai adalah keunikan hasil batik ternyata dapat meningkatkan minat berwira usaha.
Studi Layout Furnitur dan Desain Pencahayaan di Lobby Apartemen Studi Kasus : Apartemen di Daerah Surabaya Timur
Susy Budi Astuti;
Aria Weny Anggraita;
Sagaria Arinal Haq;
Stefanie Enrica Sitompul;
Redy Dwi Nofian Gane Saputra
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1471
Hubungan timbal balik antara suasana ruang (atmosphere) dengan perilaku sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas desain interior ruang dan karakteristik dominan dari manusia yang berinteraksi di dalamnya. Dalam hal ini pengguna bersegmentasi pada golongan pelajar karena lingkungan berada di sekitar area pendidikan. Fokus penelitian adalah analisa kualitas desain pencahayaan dan layout furnitur di lobby apartemen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kualitas interior ruang lobby terhadap interaksi pengguna apartemen di Surabaya Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan teknik observasi dan wawancara. Adapun teknik wawancara mendalam digunakan sebagai metode pendukung dengan tujuan untuk memperoleh kedalaman dan kelengkapan informasi dari penelitian. Observasi yang dilakukan terkait hubungan variabel yang akan diamati yakni layout furnitur dan perilaku terhadap interaksi antar pengguna apartemen, sedangkan wawancara mencari informasi kepada pengguna apartemen mengenai tingkat kenyamanan di lobby terhadap layout furnitur dan pencahayaan. Hasil penelitian menunjukan bahwakenyamanan di ruang lobby apartemen diSurabaya timur sudah cukup dipertimbangkan, walaupun aspek layout furnitur serta pencahayaan masih bisa ditingkatkan lagi. Hal tersebut karena konsep layout furnitur dan desain pencahayaan masih menimbulkan glare serta backlight, sehingga mempengaruhi interaksi pengguna di lobby apartemen.
Desain Interior Terminal Penumpang Domestik ‘A’ Bandara Adisucipto Berdasarkan Daya Tarik Kota Yogyakarta
Anggra Ayu Rucitra;
Indira Prabawati Mahendra
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1460
Yogyakarta menunjukan peningkatan yang pesat dalam jumlah wisatawan. Berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kedatangan ke Jogja dibutuhkan sarana prasarana yang mendukung kebutuhan transportasi umum. Bandara merupakan sebuah bagian dari bangunan pendukung transportasi umum yang bisa merepresentasikan karakter sebuah kota di mana bangunan tersebut berada. Bandara Adisucipto Yogyakarta memiliki luas area dan ruang yang terbatas. Untuk menyelesaikan permasalahan karakter khas, kapasitas dan ruang yang terbatas, penelitian ini difokuskan pada akstivitas pengguna, budaya dan eksisting. Metode penelitian meliputi kajian literatur dan studi lapangan. Berdasarkan studi diperoleh bahwa perlunya fasilitas khusus untuk penumpang pesawat yang menunggu lama dan fasilitas bagi penumpang yang menyandang disabilitas. Konsep yang dihadirkan pada Bandara Adisucipto adalah desain interior yang menerapkan unsur budaya khas Yogyakarta. Implementasi motif batik Yogyakarta yaitu kawung dan truntum serta gunungan dapat menjadi nilai tambah desain interior terminal penumpang Bandara Adisucipto sekaligus dapat merepresentasikan budaya Yogyakarta kepada para pengunjung bandara.
Kajian Kelayakan Dry Leaf Board Sebagai Material Akustik Untuk Ruang Hunian
Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1464
Berdasarkan analisis visual terhadap tekstur permukaan yang licin dan struktur dalam(inner structure) dry leaf board yang berkomposisi silang dan berpori, didapatkan hipotesa mengenai kemungkinan pengembangan potensi dry leaf board sebagai komponen akustik ruang.Tahapan- tahapan yang akan dilakukan meliputi analisis proses serap gelombang bunyi, ujikemampuan akustik (absorpsi, refleksi, dan insulasi), perencanaan komposisi visual permukaan dan bentuk, evaluasi, revisi, serta kesimpulan. Kajian ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan mengenai tingkat kemampuan dry leaf board sebagai material akustik ruang hunian dan tingkat kebisingan (noise level) yang dapat diredam. Keluaran-keluarannya berupa publikasi artikel ilmiah untuk jurnal akreditasi nasional, hak paten, dan juga kegiatan PKM terkait.
Studi Pengaruh Warna pada Interior Terhadap Psikologis Penggunanya, Studi Kasus pada Unit Transfusi Darah Kota X
Intan Hannah Marsya;
Aria Weny Anggraita
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1461
Donor darah adalah kegiatan seseorang memberikan darah secara sukarela, kemudian diproses kelayakannya dan ditranfusikan kepada pasien yang membutuhkan. Dalam proses donor darah terdapat tindakan-tindakan medis seperti penyadapan darah melalui jarum sebagai saluran untuk menyalurkan darah dari pembuluh darah kedalam kantong darah. Tindakan medis yang demikian memberikan efek samping pada pendonor yaitu rasa sakit akibat penyadapan darah melalui jarum. Hal tersebut menjadi sebuah kontradiksi bagi seseorang yang ingin mendonorkan darahnya karena terbayang akan rasa sakit yang ditimbulkan akibat proses penyadapan darah. Untuk mengurangi stress atau ketegangan yang dialami pendonor baik sebelum proses donor darah, dan saat proses donor darah perlu untuk menciptakan suasana yang rileks pada sebuah Unit Transfusi darah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek desain pada interior Unit Transfusi Darah. Warna adalah salah satu elemen interior yang berpengaruh terhadap psikologi sehingga dapat dipertimbangkan dalam menciptakan sebuah suasana ruang untuk mengurangi ketegangan yang dirasakan pendonor darah. Penelitian dilakukan dengan cara literatur review dan kuisioner. Studi literatur bertujuan untuk panduan dalam membuat konsep desain, hasil kuisioner digunakan untuk melengkapi studi lapangan tentang karakter pengguna. Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi konsep desain interior unit transfusi darah yangdapat memberikan kenyamanan, dan ketenangan pada pendonor agar mampu mereduksi perasaan tegang atau takut pada proses donor darah. Warna warna yang dipilih dikaji berdasarkan fungsi dan emosi penggunanya.
Studi Selera Generasi Muda Usia 18-35 Tahun terhadap Dekorasi Hotel di Jawa Timur
Chrysan Adi Putri;
Wahyudie Prasetyo
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1467
Hotel merupakan suatu akomodasi yang menyediakan jasa penginapan berupa kamar yang disewakan, makanan dan minuman serta fasilitas lainnya untuk umum yang dikelola secara komersial. Semakin berkembangnya jaman, semakin banyak bidang pariwisata yang berkembang, akan semakin banyak hotel yang dibutuhkan, tidak hanya di kota-kota besar namun juga di kota-kota kecil. Kota Kediri merupakan salah satu kota dengan pilihan pariwisata mulai dari wisata alam hingga wisata sejarah. Saat inisemakin banyak wisatawan yang mayoritas generasi muda, namun tidak banyak hotel yang menyediakan fasilitas ataupun dekorasi yang variatif yang mampu menarik bagi mereka. Riset ini bertujuan untuk mengetahui selera generasi muda terhadap sebuah hotel. Mulai dari dekorasi dan jenis furnitur yang nyaman digunakan sehingga mampu menciptakan desain yang menarik minat kalangan generasi muda. Metode riset yang digunakan meliputi pengumpulan data studi pustaka guna mendapatkan variabel-variabel yang menjadi tolak ukur permasalahan dan penyebaran angket atau kuisioner secara online. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa generasi muda menyukai tema rustik yang menampilkan kesan natural. Generasi muda yang memiliki karakter suka mencoba hal yang baru, dan menginginkan adanya fasilitas yang menyenangkan. Selain itu kualitas pelayanan yang diberikan oleh hotel akan mempengaruhi pengunjung untuk mau kembali lagi ke hotel tersebut.
Perancangan Interior Kantor Pusat PT Pelindo 3 (Persero) dengan Penerapan Konsep Seni Nusantara untuk Peningkatan Efisiensi dan Produktifitas Kerja
Thomas Ari Kristianto;
Caesario Ari Budianto;
Okta Putra Setio Ardianto
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1472
Peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja adalah kebutuhan setiap perusahaan, tak terkecuali PTPelindo 3 (Persero). Tantangan kerja yang semakin besar membutuhkan penyeimbang agar seluruh karyawan dapat mengoptimalkan diri dengan resiko stress yang lebih rendah. Desain interior kantor yang mengakomodasi kebutuhan kerja kantor modern dan menerapkan konsep seni dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Penerapan seni diharapkan menyentuh sisi emosi sehingga memberikan efek relaksasi. Metode perancangan menggunakan pendekatan user oriented dengan karyawan dari jajaran staf kerja hingga tingkatan senior manajer PTPelindo 3 (Persero) sebagai user perancangan desain interior. Penggalian data desain dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan lapangan langsung. Data yang didapatkan diolah dan dijadikan pertimbangan pada proses desain yang dilaporkan secara berkala. Hasil perancangan selanjutnya di-review menggunakan literatur-literatur ilmiah terkait untuk mengukur tingkat keberhasilan perancangan. Dari hasil pengumpulan data pra-desain didapatkan masalah utama perancangan adalah layout yang belum sesuai alur kerja, kebutuhan penyimpanan berkas, pengembangan kantor dan elemen estetika. Perancangan interior kantor difokuskan pada penyelesain masalah utama tersebut. Hasil perancangan adalah perbaikan layout, desain area kerja dan penyimpanan pada area kerja staf. Selain itu diberikan tambahan ruang baru sesuai kebutuhan terkini perusahaan dan pemberian elemen seni rupa pada banyak bagian interior kantor. Elemen seni rupa dipilih untuk diterapkan pada interior dengan pertimbangan efek visual dapat dengan mudah diapresiasi oleh seluruh tingkat karyawan perusahaan.
Kajian Kebutuhan Elemen Desain Interior Toko Buku yang Diinginkan Masyarakat Urban sebagai Pendukung Eksistensi Toko Buku di Masa Depan Studi Kasus pada Toko Buku di Surabaya
Wardoyo Adi;
Frisda Azzarina
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1459
Semakin berkembangnya toko buku online mengakibatkan masyarakat perkotaan lebih memilih untuk membeli jurnal online, e-book, atau majalah online daripada membeli buku di toko buku.Menurunnya minat masyarakat berkunjung ke toko buku memberi sebuah ide pada pebisnis untuk memperhatikan desain interiornya dan menambah fasilitas toko buku seperti ruang publik komersial lainnya seperti kafe dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan fasilitas masyarakat urban yang dapat diaplikasikan untuk toko buku untuk mendukung eksistensi keberadaannya.Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif dengan pengambilan data melalui penyebaran kuisioner. Respondennya adalah masyarakat urban khususnya mahasiswa yang pernah mengunjungi toko buku.Berdasarkan penelitian ternyata kafe lebih diminati karena masyarakat urban lebih memilih berkunjung ke kafe dengan tujuan berdiskusi, meeting, atau mengerjakan tugas.
Studi Kursi Berbahan Kardus
Budiono Budiono
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1463
Kursi berbahan dasar kardus telah banyak didesain dan diproduksi serta akan terus dilakukan upaya riset dan pengembangan. Upaya peningkatan mutu desain dilakukan minimal melalui kajian dasar yaitu kekuatan dan kekakuan, proses produksi/konstruksi, estetika, serta fungsionalitasnya. Upaya kreatif desain kursi berbahan dasar kardus sangat menarik untuk dilakukan dalam rangka mendukung sektor usaha kecil dan menengah yang sedang tumbuh belakangan ini. Kursi berbahan dasar kardus memiliki beberapa potensi penting diantaranya adalah memanfaatkan material limbah, material mudah didapatkan, material relatif murah serta proses pembuatan/konstruksinya dapat dilakukan relatif mudah dan cepat. Permasalahan desain kursi kardus yang dicarikan solusinya dalam penelitian ini meliputi kekuatan dan kekakuan, esetika dan semantika bentuk, serta kinerja fungsinya. Dari analisa terhadap produk eksisting dapat dihasilkan kategorisasi produk dari segi struktur dan konstruksinya, serta dari segi estetikanya. Untuk menjawab permasalahan di atas disusunlah konsep desain kursi kardus. Konsep desain ini diimplementasikan kedalam beberapa alternatif dan varian desain kursi kardus berupa gambar desain dan mock-up/Prototip. Hasil desain tersebut akhirnya diukur untuk menentukan kelayakan jualnya melalui kuesioner pada sejumlah responden.
Menumbuhkan Minat pada Kain Nusantara Melalui Pelatihan Pembuatan Kain Ikat Celup (Jumputan) pada Warga Masyarakat
Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1908
Batik sebagai salah satu produk kain nusantara merupakan salah satu warisan dari leluhur bangsa Indonesia yang telah dikenal luas di dunia. Sebagai peninggalan bersejarah yang hingga saat ini tetap dikagumi seluruh lapisan masyarakat, maka potensi batik dapat dipakai untuk mencapai kesempatan terbaik dalam menumbuhkan minat terhadap kain nusantara. Salah satu kain nusantara yang juga strategis untuk dikembangkan adalah kain jumputan. Karena lebih mudah dan cepat pembuatannya dari pada batik, kain jumputan akan mudah dipelajari oleh masyarakat. Melalui pelatihan pendampingan akan menjadi salah satu metode penumbuhan minat masyarakat dalam mengenal dan mengembangkan potensi kain nusantara. Hasil pendampingan tersebut menunjukkan bahwa minat kepada batik jumputan tersebut paling menonjol adalah dari motif yang dihasilkannya. Berbagai motif dapat dihasilkan dengan beberapa teknik pembuatan yang relatif mudah dikuasai peserta pelatihan. Sebagai hasil akhir dari upaya ini adalah masyarakat yang semula belum mengenal metode pembuatan kainjumputan ini, hanya dalam waktu dua jam masyarakat dapat menguasai dengan baik dalam menghasilkan berbagai motif kain jumputan.