cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK Chaetoceros calcitrans TERHADAP BAKTERI Aeromonas salmonicida Maftuch, Mr.; Setyawan, Febby Hadi; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 1 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.01.6

Abstract

The impact of use antibiotic can cause problems on aquaculture such as bacterial resistance and residues for consumer. Therefore, one of alternatives that can be used to inhibit or kill bacteria, one of which is the use of plankton Chaetoceros calcitrans. This research aims to know the influence of the granting C. calcitrans extract that can inhibit or kill bacteria and know the best dose for inhibit A. salmonicida bacteria. The experiment method  used randomize completely design consist of four treatment and two control. A treatment (0.3 ppm), B treatment (15.3 ppm), C treatment (30.3 ppm),  D treatment (45.3 ppm), positive control (add chlorampenicol 5ppm) and negative control (without extract). The result of research showed the highest average of clear zone diameter in D treatment 5.37 mm and the lowest average of clear zone diameter in A treatment 2.89 mm, with linear equation y = 3.2067 + 0.0509x and coefficients R2 = 0.9262. The relationship between C. calcitrans extract in inhibitng gwoth of A. salmonicida bacteria showed that the average diameter of the clear zone has increase in line with the addition of extracts. Form the research showed that the extract of C. calcitrans was bacteriostatic (inhibits the growth of bacteria) and best obtained at the treatment dosage of D with a dose of 45.3 ppm and included into the category of middle.
MAXIMUM ECONOMIC YIELD PERIKANAN TANGKAP PELAGIS KECIL DI WPPNRI 711 Hermanto, Djamarel; Kusumastanto, Tridoyo; Adrianto, Luky; Supartono, Mr.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 1 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan pelagis kecil yang optimal dilihat dari segi ekonomi dengan tetap berdasarkan pada keberlanjutan pemanfaatan  perikanan tangkap. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang kaya akan pelagis kecil dan merupakan wilayah yang subur kegiatan penangkapan legal dan penangkapan ilegal, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan nelayan lokal dan pengawas kelautan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, TNI-AL dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Data sekunder, mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2016 dianalisis. Pendekatan analisis bioekonomi menggunakan model Gordon Schaefer dan untuk analisis manfaat ekonominya menggunakan model surplus produksi Fox dalam penelitian ini. Manfaat optimal pengelolaan ekonomi perikanan tangkap pelagis kecil di WPPNRI 711 adalah upaya penangkapan 4.592 unit, hasil tangkapan  15.361 ton per tahun dan manfaat ekonomi 293,93 miliar rupiah per tahun. Tingkat pengelolaan yang dilakukan oleh nelayan baik dilihat dari usaha maupun hasil tangkapan yang didaratkan menunjukkan kondisi masih dibawah tingkat optimum sehingga masih dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ekonomi perikanan tangkap pelagis kecil tersebut.
KARAKTERISTIK HABITAT DAN KELIMPAHAN UNDUR-UNDUR LAUT (HIPPOIDEA) DI PANTAI PURWOREJO Nugraha, oki trian; Suryanti, Miss; Rudyanti, Siti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.2

Abstract

Undur-undur laut atau kepiting pasir merupakan hewan bentik dari superfamili Hippoidea yang hidup di pantai berpasir. Persebaran Undur-undur laut di Indonesia terutama di pantai selatan Jawa berpotensi ditemukan di pantai pesisir Purworejo. Undur-undur laut memiliki manfaat ekonomis dan peranan ekologis pada ekosistem pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik habitat dan kelimpahan Undur-undur laut di pantai Purworejo serta untuk mengetahui hubungan variabel karakteristik habitat dengan kelimpahan Undur-undur laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 di pantai Jatimalang, pantai Malang dan pantai Ketawang kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang bersifat deskriptif. Pengambilan data karakteristik habitat (kemiringan pantai,lebar swash zone, warna sedimen, bahan organik sedimen, ukuran butir sedimen, variabel umum) dan kelimpahan Undur-undur laut dilakukan dengan menggunakan tiga line transek sepanjang 10x10 meter ke arah laut. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pantai yang dihuni Undur-undur laut di pantai Purworejo memiliki tipe landai, lebar swash zone sebesar 12 – 23 meter, warna substrat pasir berwarna hitam sampai hitam keabu-abuan, bahan organik sedimen tergolong sangat rendah dan memiliki ukuran rerata butir sedimen  di dominasi oleh pasir halus dan pasir sedang (0,5 – 1mm). Jenis Undur-undur laut yang ditemukan di pantai Purworejo yaitu Emerita emeritus, Hippa adactyla dan Albunea symmysta, dengan kelimpahan 32 - 51 ekor/100 . Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa ukuran rerata butir sedimen memiliki hubungan linier negatif dengan kelimpahan Undur-undur laut, artinya semakin bertambahnya ukuran rerata butir sedimen akan berbanding terbalik dengan kelimpahan Undur-undur laut.
Kelimpahan Invertebrata di Pulau Sempu sebagai Indeks Bioindikator, Ekonomis Penting Konsumsi, dan Komoditas Koleksi Akuarium Luthfi, Oktiyas Muzaky; Dewi, Citra Satrya; Sasmitha, Respati Dwi; Alim, Dimas Syarif; Putranto, Dimas Bagus Dwi; Yulianto, Firly
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 3 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.03.1

Abstract

Invertebrata (Hewan tak bertulang belakang) mempunyai beberapa peran penting untuk perairan dan ekosistem terumbu karang, baik sebagai bioindikator, ekonomis penting, atau diambil sebagai penghias akuarium. Sebagai contoh, Archasterplancii merupakan hewan yang terkenal akan kemampannya melakukan predasi pada jaringan karang, atau DiademaUrchin yang dapat melakukan grazing pada alga di ekosistem terumbu karang. Pengamatan dilakukan pulau sempu dibagi menjadi beberapa stasiun, diantaranya Teluk Semut 1, Teluk Semut 2 dan Watu Meja. Pendataan hewan invertebrata di lokasi pengambilan data menggunakan metode Reef Check dengan cara menggelar belt transect sepanjang 100m yang terbagi menjadi 4 segment sepanjang 20m. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan secara zig-zag sehingga data yang dihasilkan lebih lengkap dan dapat mempresentasikan persebaran invertebrata yang ada di setiap stasiun di perairan pulau sempu.Hasil pendataan dari ketiga stasiun ini terdapat sebanyak 1 ekor Banded Coral Shrimp, 2 ekor Diadema Urchin, 1 ekor Pencil Urchin, 1 ekor Colector Urchin, dan 1 buah Giant Clam dengan besar 10-20 cm. Sedikitnya jumlah kelimpahan invertebrata berbanding lurus dengan kondisi terumbu karang yang ada di perairan selat sempu. Beberapa hewan invertebrata yang ditemukan dapat dikonsumsi atau dijual dan menjadi mata pencaharian alternatif selain menangkap dan budidaya ikan. Tidak semua hewan invertebrata dapat dijadikan sebagai bio-indikator kerusakan lingkungan, karena tingkat kepekaan setiap hewan invertebrata berbeda.
KARAKTERISTIK SPASIAL TEMPORAL KONDISI OSEANOGRAFI LAUT BANDA DAN HUBUNGANNYA DENGAN POTENSI SUMBERDAYA PERIKANAN Wijaya, Adi; Priyono, Bayu; Mahdalena, Nadya Christa
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.4

Abstract

The Banda Sea is an area of water with a high potential in the field of fisheries. The condition is indicated by high fishing season. This paper aims to examine the relationship between physical oceanographic conditions with tuna, tuna and skipjack catch landed at the Ambon Fishing Port (PPN) of Ambon in 2015. The data used are monthly average monthly data of INDESO model of the model which includes temperature, salinity and current with 1/12-degree spatial resolution. Based on data of tuna fish caught at temperature range 16-18 0C, salinity 34-34,5 PSU, current 0,1-0,05 m/s at >200 m deep; tuna fish caught at temperature range 20-22 0C, salinity 34-34,5 PSU, current 0,1-0,05 m/s at depth <100 m; and skipjack caught at temperature range 29,5-31 0C, salinity 31-33 PSU, current 0,15-0,30 m/s at depth <100 m. The results showed that the conditions of temperature, salinity and current vertically in the Banda Sea at depths of <100 and >200 m, showed an increase in a catch during the transition period II (September-November) and the west season, while in the transition season I (March-May) and the east has decreased.
Distribution of anchovy length size using puring net in Pulolampes Waters, Brebes Regency of Central Java sasmita, suparman; Pebruwanti, Neneng; Fitriani, Ika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.6

Abstract

Penangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) di Perairan Pulolampes, Brebes umumnya ditangkap menggunakan jaring puring, dimana jaring lingkar berbahan utama waring.  Distribusi ukuran ikan teri berguna untuk mengetahui sebaran ukuran ikan teri dan estimasi laju pertumbuhan spesies dari ikan teri. Hal ini berguna untuk manajemen populasi dan sebagai informasi tentang stok atau kondisi organisme. Disamping itu, sebagai dasar dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan ikan teri di masa akan datang. Penelitian ini bertujuan menganalisa komposisi sumber daya yang ditekankan pada keragaan struktur hasil tangkapan dan ukuran dan pola pertumbuhan ikan teri hasil tangkapan jaring lingkar teri. Data ikan teri didapatkan pada bulan Maret hingga April dan Juli hingga Agustus 2017. Hasil penelitian diperoleh ikan teri yang terpanjang adalah 91 mcm, dengan beratnya adalah 6,5 g, sedangkan ukuran yang terpendek adalah 29,8 mm, dengan beratnya adalah 2 gram dan modus ukuran 62,9 mm.Penangkapan ikan teri pada bulan Agustus 2017 lebih layak tangkap dibandingkan pada bulan April dan Mei 2017. Hasil perhitungan panjang dan berat tubuh ikan dengan menggunakan rumus maka diperoleh hasil di lokasi Perairan Pulolampes diperoleh b = 1,041. Dari hasil perhitungan menunjukan nilai b berada dibawah 3 menunjukkan pola pertumbuhan ikan teri di Perairan Pulolampes, Brebes bersifat allometrik negatif. Pertumbuhan ikan teri allometrik negatif, dimana pertumbuhan panjang tubuh lebih dominan dibanding pertambahan bobot. Keadaan ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan Perairan Pulolampes Brebes cocok untuk pertumbuhan ikan teri dan masih aman dari tekanan aktivitas penangkapan
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN LAJU TANGKAP (CPUE) USAHA PENANGKAPAN PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN, JAWA TENGAH Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala; Husni, Iqbal Ali
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.3

Abstract

Pekalongan fishing port is a fishing base for purse seiners of small pelagic fish in Central Java. Range of fishing fleets Gross Tonnage is 69 to 125 GT. Purse seine was dominant fishing gear with total percentage 84% from the total fishing gear at Pekalongan fishing port in 2014. The main target of purse seine is shoaling pelagic fish. The objectives of this research were to analyze the catch composition and Catch Per Unit Effort (CPUE) of purse seiners at Pekalongan Fishing Port. The method of this research used survey method. Data analysis with quantitative descriptive method. Analysis conducted on the catch composition and Catch Per Unit Effort of purse seiners. Data to analyze the catch composition was secondary data of purse seiners catches volume in 2016 from January until December. And to calculate the CPUE used secondary data of fishing trips and total production of purse seiners from 2008 to 2016. Variations of dominant type of captured i.e. Shortfin scad, Indian scad, Bali Lemuru, and Indian mackerel. Every month there was different of species dominance caught by the gear ranged from 7 to 11 species. The percentage of each species was Shortfin scad (Decapterus macrosoma) caught dominantly  in January, October, November and December. Indian scad (Decapterus russelli) reached the highest percentage in June, July, August and September. Bali Lemuru (Sardinella lemuru) mostly caught in February, April and May. While Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) caught with highest percentage in March (40%).  Location of fishing ground was in Indonesia Fisheries Mangement Area with code  712 and 713. The annual average CPUE of purse seine in Pekalongan Fishing Port was 18,712 kg or 18.7 metric tonnes per trip for each fleet. This result shows that the productivity of purse seiners was quite low compared with the size of fishing fleet Gross Tonnage 69 up to 125 tons.
Comparison of interpolation methods for sea surface temperature data Kusuma, Denny Wijaya; Murdimanto, Ari; Sukresno, Bambang; Jatisworo, Dinarika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.7

Abstract

Interpolation methods have been used in many applications to produce continuous surface data based on point data. The common interpolation methods for Sea Surface Temperature (SST) data are Inverse Distance Weighted (IDW), Kriging, Natural Neighbor Interpolation (NNI), and Spline. In this study, those four interpolation methods will be reviewed and compared to find the satisfactory method. The Argo float data was chosen as SST point data and Aqua MODIS image as validation data. Each method will be reviewed and compared to Aqua MODIS data to find the best performance. The assessment for testing the best interpolation model is smooth performance, Maximum and Minimum comparison, mean comparison, Root Mean Square Error (RMSE) and Standard Deviation Difference. The result shows that IDW interpolation is the best way to make spatial interpolation for SST.
ANALISIS HISTOLOGI TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN KEMBUNG PEREMPUAN (Rastrelliger brachysoma, Bleeker 1851) DI PERAIRAN LEKOK, PASURUAN Astuti, Septiana; Wiadnya, D.G.R; Sukandar, Mr
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.2

Abstract

Rastrelliger brachysoma is an important economic fish for coastal communities. Rastrelliger brachysoma included in the red-list of species based on the IUCN of 2017 so the utilization of this species should be taken into account. Excessive and continuous utilization causes this species to dwindle. Fish catches of various sizes and unknown levels of gonad maturity of these fish resulted in female bloating becomes less and feared will be increasingly difficult to find in the water. Research on gonad girth level needs to be done to find out whether the fish catch is indeed feasible to be caught or not capture yet (in this case have experienced mature gonads). The results showed Rastrelliger brachysoma matured gonad on average length of 17.03 cm with sex ratio of 238 ± 20,074 for female fish and the amount of 179 ± 25,408 for male fish. Histologic analysis showed that Rastrelliger brachysoma was at maturity level of gonad I, II, III, IV and V while morphological analysis showed Rastrelliger brachysoma was in maturity level of gonad I, II, III and IV.
PERANAN DINAMIKA OSEANOGRAFI DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN Ningsih, Nining Sari; Hanifah, Farrah; Kusmarani, Amelia Mustika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 2 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.02.8

Abstract

Abstrak Dinamika oseanografi di perairan Indonesia seperti arus, front, eddy (a.l., terkait dengan shear velocity dan penjalaran gelombang Rossby), kedalaman termoklin, serta upwelling berdampak pada kesuburan perairan dan selanjutnya akan mempengaruhi pola migrasi, daerah pemijahan, dan kelimpahan ikan pelagis. Selain itu, variabilitas iklim dalam skala waktu intramusiman, musiman, antartahunan, hingga intradecadal, decadal, dan interdecadal berperan terhadap dinamika oseanografi, kesuburan suatu perairan, dan kelimpahan ikan pelagis baik secara spasial maupun temporal. Model hidrodinamika tiga dimensi (3D) yang dikenal dengan sebutan HYbrid Coordinate Ocean Model (HYCOM) digunakan dalam penelitian ini untuk mensimulasikan dinamika elevasi, arus, serta temperatur air laut baik secara spasial (horizontal dan vertikal) maupun temporal. Simulasi model dilakukan selama ± 64 tahun (1950 – 2013) di perairan Indonesia untuk mengetahui variabilitas dan tren jangka panjang perubahan parameter oseanografi yang terjadi akibat perubahan iklim (terkait dengan pemanasan global). Hasil studi ini berguna bagi pengelolaan perikanan, khususnya dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk memprediksi pola migrasi ikan pelagis (a.l., tuna) dan kedalaman alat pancing. Kata kunci: dinamika oseanografi, model hidrodinamika 3D, tren, variabilitas iklim