cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
Tipologi Ekonomi Dan Daya Saing Sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur Dwi Sofiati; Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 2 (2022): JFMR VOL 6 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.1

Abstract

Industri pertanian, kehutanan dan perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar pada posisi urutan ketiga sebesar 12,36% sedangkan sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 2,43%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tipologi ekonomi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Jawa Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen dan relative comparative advantage (RCA). Tipologi ekonomi sektor perikanan Provinsi Jawa Timur menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 2,42% dan kontribusi sebesar 2,43% menunjukkan bahwa sektor perikanan tergolong industri berkembang. Namun, nilai tersebut mendekati persentase kontribusi Indonesia sebesar 2,63% sehingga mempunyai peluang tergolong industri prima. Ekspor ikan dan udang menghasilkan nilai rata-rata RCA mulai tahun 2014-2021 sebesar 2,1 maka Provinsi Jawa Timur mempunyai daya saing terhadap Provinsi yang lain
PERAMALAN HASIL TANGKAP IKAN LAYUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI DENGAN MODEL MULTISCALE AUTOREGRESSIVE (MAR) Daduk Setyohadi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 2 (2022): JFMR VOL 6 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.6

Abstract

Ikan layur merupakan sumberdaya ikan demersal dominan dan merupakan komoditas eksport dengan permintaan tinggi di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Prigi. Beberapa tahun terakhir terjadi tekanan penangkapan besar-besaran dari nelayan setempat, sehingga menyebabkan semakin menurunnya produksi ikan layur per unit alat tangkap pancing sebagai alat tangkap standar untuk keperluan eksport. Peramalan produksi ikan layur satu tahun ke depan akan dapat membantu rencana pengelolaan sumberdaya perikanan layur. Penelitian ini menggunaan transformasi wavelet untuk meramalkan produksi ikan layur, yaitu dengan membentuk model Multiscale Autoregressive (MAR) yang prediktornya diperoleh dari dekomposisi Maximal Overlap Discrete Wavelet Transform (MODWT) dengan filter wavelet Haar. Model peramalan wavelet terbaik dibentuk dari model MAR orde 2 yang prediktornya diperoleh melalui dekomposisi MODWT level 1, yaitu setelah data distasionerkan secara detrending. Hasil peramalan produksi ikan layur di PPN Prigi untuk satu tahun ke depan (September 2018 sampai dengan Agustus 2019) akan tetap mengalami fluktuasi yang berkisar antara 4.94 sampai dengan 5.15 kilogram.
KARAKTERISTIK STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN TANGERANG, BANTEN Risma Pratiwi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 2 (2022): JFMR VOL 6 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.2

Abstract

Ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang pernah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya abrasi. Abrasi di Kabupaten Tangerang menyebabkan berkurangnya ekosistem mangrove di beberapa kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan rehabilitasi wilayah pesisir pada tahun 2015 hingga sekarang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang pada tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis spesies, kerapatan, indeks nilai penting, dan tutupan kanopi mangrove serta menganalisis kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini dilakukan pada 5 desa di 4 kecamatan bagian utara Kabupaten Tangerang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2021. Pengambilan sampel di 5 stasiun dengan masing-masing stasiun terdapat tiga kali pengulangan dengan menggunakan transek berukuran 10 x 10 m2 untuk tingkat pohon, 5 x 5 m2 untuk tingkat pancang, dan 1 x 1 m2 untuk tingkat semai. Hasil penelitian yang didapat yaitu ditemukan 4 jenis mangrove yang ditemukan di lokasi pengamatan, yaitu Bruguiera parviflora, Avicennia officinalis, Sonneratia caseolaris, dan Avicennia lanata. Ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang memiliki kerapatan pohon tertinggi sebesar 622 ind/ha dengan kategori jarang, sedangkan tingkat anakan dan tingkat semai memiliki kerapatan tertinggi sebesar 6.533 ind/ha dan 22.222 ind/ha dengan kategori sangat padat. Adapun persentase tutupan kanopi mangrove tertinggi di Kabupaten Tangerang yaitu 71,147% dengan kategori sedang.
AKTIVITAS ANTIFOULING AVICENNIA MARINA TERHADAP MACROFOULER PERNA VIRIDIS Cahyaningtyas, Gannisa Alfin; Iranawati, Feni; Dewi, Citra Satrya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.1

Abstract

AbstractFouling can be defined as undesired aggregation of living organism on float or submerged thing (ships, wharf, and the others off shore building). Fouling may effect on the function and maintenance of an object by lessen their lifetime, and evoked invasive species. TBT antifouling materials such as in paint widely used to prevent fouling organism, but this substance gave negative impact on the environment. It not only wipe out fouling organism but also other organism and some degree cause imposex. Therefore in 2008, the use of this antifouling was banned by International Maritime Organization. This research aiming to found potential marine natural product there are mangrove as antifouling. This research was conducted on September to December 2016. The experimental design for this research was using completely randomized design. Result shows that experimental the extract of Avicennia marina did not have significant impact on Perna viridis ability to bind onto subtrate. Nevertheless, A. marina had impact on P. Viridis byssus production. Lesser number and shorter length of byssus was yield from the treatment concentration compared to the control. This research indicated that Avicennia marina may has antifouling potential, but further study is needed. Keywords: Antifouling, Avicennia marina, Byssus, Perna viridis
Penggunaan Eucheuma sp dan Chitosan Sebagai Bahan Edible Film terhadap kualitasnya. Setijawati, Dwi; Firdaus, Muhammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.2

Abstract

Abstrak  Caragenan dan chitosan merupakan bahan yang  dapat digunakan sebagai bahan edible film.  Tujuan penelitian adalah mencari pengaruh penggunaan bahan campuran antara kappa caragenan, iota caragenan dan chitosan dalam perbandingan terhadap kualitas edible film. Metode penelitian adalah laboratorium eksperimental desain dengan perlakuan yaitu campuran bahan kappa caragenan, iota caragenan dan chitosan dalam berbagai perbandingan; Variabel terikat meliputi: transmisi uap air, elongasi, uji kuat tarik, ketebalan. Desain penelitian ANOVA dengan Rancangan Acak Lengkap yang diulang 3 kali..Analisa data menggunakan SPSS 17.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas edible film yang diamati melalui uji tensile strength,elongasi,ketebalan dan transmisi uap air sangat dipengaruhi oleh bahan edible film, terutama penggunaan kappa caragenan dalam campurannya. Edible film yang tidak menggunakan bahan kappa caragenan menunjukkan kualitas yang tidak dapat diuji lanjut karena retak dan sobek dilihat dari morfologi.Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan kappa caragenan, iota caragenan dan chitosan dalam perbandingan 3:1:0 dengan nilai elongasi 13,55%;transmisi uap air 2,38 g/m2.jam. Perbandingan bahan 3:0:1 memberikan nilai tensile strength sebesar 36,83 N/mm2, ketebalan terendah sebesar 47,67µm pada perlakuan dengan perbandingan bahan 1:1:1. Kualitas terbaik diamati berdasarkan penampakan yang bening, transparan, tipis dengan nilai tensile strength dan elongasi tertinggi.  Key word :Eucheuma cottonii,Eucheuma spinosum,kulit udang
THE EFFECT OF CRUDE PROTEIN HALIMEDA SP. ON CYPRINUS CARPIO INFECTED KOI HERPES VIRUS ON EXPRESSION OF MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX CLASS-1 Yanuhar, Uun; Wahyuningtyas, Rika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.3

Abstract

Halimeda sp. is a kind species of macroalgae that abundant grow in Indonesia. The utilization of Halimeda especially protein for disease prevention caused by the virus has not been done to the fish. The purpose of the study is to know the  treatment of crude protein Halimeda sp on  Cyprinus carpio infected by Koi Harvest Virus (KHV) on the expression of Major Histocompatibility Complex (MHC) class 1. MHC class-1 is one of the immune adaptive response on fish like this C. carpio. The methods are isolation of crude protein Halimeda sp,   purification  of  crude protein, Haemagglutination (HA) test and dot blot test. The result shows that the crude protein of Halimeda sp. can produce of adaptive immune response like MHC class 1. MHC class-1 has the function of  the immune system for maintenance of virus attacks directly. Responsible of treatment crude protein Halimeda sp. on C. carpio can be showed quantitatively using the dot blot test result. The  conclusion  is the crude protein of Halimeda sp. able to activate the MHC class I and to inhibit the proliferation of the KHV and maintenance of the fish cell of C. carpio..
Pengaruh Pemberian Bakteri Lactobacillus plantarum Terhadap Histopatologi dan Hematologi Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) yang Diinfeksi Bakteri Edwarsiella tarda Oktafa, Uswanul; Suprastyani, Heny; Handayani, Sri; Gumala, Galih Akbar; Fatikah, Nela Maulina; Wahyudi, Maulana; Farida, Anisatul; Pratama, Randi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.6

Abstract

Bakteri Lactobacillus plantarum merupakan salah satu jenis bakteri asam laktat yang sudah dikenal bersifat ramah lingkungan karena tidak patogenik dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen sehingga sering digunakan sebagai probiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh serta dosis terbaik pemberian bakteri L. plantarum terhadap histopatologi dan hematologi ikan patin jambal (Pangasius djambal) yang diinfeksi bakteri Edwardsiella tarda. Perendaman dengan L. plantarum dilakukan untuk meningkatkan sistem imun ikan patin jambal (P. djambal) dengan dosis 103, 108 dan 1013 cfu.ml-1 selama 1 minggu yang dilanjutkan dengan penginfeksian dengan cara perendaman E. tarda. Darah diambil dari masing-masing perlakuan untuk dihitung eritrosit, leukosit, hematokrit dan hemoglobin pada jam 0, 12, 24, 36 selama penginfeksian. Setelah penginfeksian selama 3x24 jam, diambil organ hati, ginjal dan insang untuk dilakukan pengamatan jaringan yang dilanjutkan dengan skoring kerusakannya. Selanjutnya dilakukan analisa secara statistik meggunakan uji  F (ANOVA) sesuai dengan rancangan yang dipergunakan yaitu rancangan acak lengkap. Data penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata (F hitung>F tabel). Dapat disimpulkan bahwa pemberian bakteri L. plantarum berpengaruh terhadap histopatologi dan hematologi ikan patin jambal (P. djambal) yang diinfeksi bakteri E. tarda dengan dosis terbaik pada perlakuan B 108 cfu.ml-1.
THE GROWTH OF SEAWEED (Kappaphycus alvarezii) CULTIVATED WITH LONG LINE AND OFF BOTTOM METHOD ON TITA BANDA NEIRA MALUKU COASTAL AREA Basir, Aditya Putra; Abukena, La; Amiludin, Mr.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.4

Abstract

This research aimed to know the growth rate of seaweed (Kappaphycus alvarezii) cultivated by using off bottom method and long line method in coastal waters Tita Dwiwarna Village Banda Central of Maluku. It is expected that this research will provide basic information in business of seaweed cultivation to be developed. The methods were off bottom method and long line method that consisted of 2 treatments and 3 replications. Material used was mostly a polyethylene rope as long as 10 meters with the diameter size 5 mm for a mine rope and 3 mm for a span rope. Initial weight of sea weeds which is tied to a span rope 100 gram. The growth data collection was taken simultaneously with water quality data every week. Data were analyzed by using Cohran test to see homogeneity. The homogeneity data were then analyzed by using t-test to see the different between two treatments. The result of the research has shown that seaweed growth was highest in off bottom methods which average weight on the seventh week reached 690 gram. While the growth with long line methods reached the average weight on the seventh week reached only 609.4 gram. Therefore, the best growth of the sea weed was represented by off bottom method.
Uji Selektivitas Alat Tangkap Gillnet Millenium Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kembung (Rastrelliger brachysoma) Anggreini, Alinda Putri; Astuti, Septiana Sri; Miftahudin, Irfan; Novita, Putri Inova; Raka Wiadnya, Dewa Gede
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.5

Abstract

Keputusan Menteri No.2 2015 telah melarang semua trawl dan pukat tarik. Untuk mengimbangi kerugian tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan jaring insang millenium (3,5 inci) dan  memberikannya untuk nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi selektivitas alat tangkap jaring insang millenium yang diluncurkan, yang menargetkan ikan kembung (R. brachysoma) dalam hasil tangkapannya. Penelitian dilakukan di Selat Madura, dengan membandingkan jaring insang millennium dengan jaring insang biasa (2,0 inci). Hasilnya menunjukkan kedua alat tangkap tersebut memiliki kategori panjang yang sama (18,28 ± 0,707951 untuk jaring insang millenium, dan 18,78 ± 0,92655 untuk jaring insang biasa). Semua ikan kembung (R.brachysoma) yang tertangkap ditemukan pada tahap kematangan penuh (tingkat kematangan III atau IV). Jaring insang umum menghasilkan biomassa tangkapan yang jauh lebih tinggi daripada jaring milenium (632 ekor), dikarenakan ukuran jaring yang lebih kecil. Jadi, kedua alat tangkap tersebut dianggap selektif untuk menangkap ikan kembung. Agar dapat diterima, diperlukan pengurangan ukuran jaring untuk jaring insang millenniumKata kunci : Gillnet millenium, selektivitas, kematangan gonad.
NITRATE AND PHOSPHATE DISTRIBUTION RELATED TO FITOPLANKTON ABUNDANCE IN EAST YAPEN COASTAL WATER Kalor, John Dominggus; Paiki, Kalvin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 2 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.02.3

Abstract

The waters of Yapen Timur in Yapen Islands, Papua are semi-open waters with high potential natural resources. Recent research on chemical and biological parameters more specifically of nutrient concentration and phytoplankton abundance is still very limited. The study aimed to observe the concentration of nutrients (nitrates and phosphates), and their relation with the abundance of phytoplankton in Yapen Timur waters, was conducted on January 5Th to February 5th, 2016. Using explorative method and purposive sampling method, with 15 sampling points. Data analysis using Spectrophotometer at wavelength 545 nm for nitrate and 885 nm, whereas for phytoplankton abundance use APHA equation. Spatial distribution of nitrate, phosphate and phytoplankton abundance using kriging-method equation and Software Ermaper 7.0. Nitrate concentrations were found to be between 0.2 mg - 0.7 mg / l, phosphates ranging from 0.2 to 0.6 mg / l and the abundance of phytoplankton ranged from 49,682 to 139,490 ind / l. The correlation coefficient analysis indicates the relationship between nitrite and phytoplankton of 0.3947, phosphate and phytoplankton of. 0.0068. The concentration of nitrate and phosphate at the observation site indicated that the water quality belongs to the oligotrophic waters, the abundance of phytoplankton is high and there is no blooming in certain species, and the relationship between the nitrate and phosphate concentration is positively correlated with the abundance of phytoplankton at the observation site.