cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
EVALUASI DEPURASI TOTAL BAKTERI PADA KERANG DARAH DARI PERAIRAN DESA SUKAL, KABUPATEN BANGKA BARAT Pratiwi, Fika Dewi; Sari, Eka
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.4

Abstract

Blood clams cultured in Sukal Village West Bangka Regency sell in the market around Bangka Belitung Island Province. These blood clams often sell without sanitary and hygiene control treatment during cultivation or post-harvest. For that reason, the clams have the potential for pathogenic bacterial contamination that can harm the consumer's health. The study aimed to analyze the initial content of total bacteria (total plate count) in blood clam sample collected from Sukal Village and analyze the content of total bacteria (TPC) after depuration treatment for 24 hours and 48 hours. The depuration experiment followed the recirculating system for 24 hours and 48 hours. The UV light used to irradiate the natural saline water and chitosan from shrimp shell used as a filter and antibacterial agent. The temperature and salinity were constant at 29 o C and 30 o/oo. Total plate count (TPC) method used in this research according to SNI 01-2332.3-2006, while ISO 4833-1: 2013; PerKa BPOM No. 16 used as the quality standard of total bacteria content in blood clam. The result found that the blood clams collected from the first station contained total bacteria exceeded the established quality standards. Independent T-test showed that there was no significant difference between the reduction in the TPC content of blood clam samples with a depuration time of 24 hours and a time of 48 hours. 
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk) TERHADAP KADAR β-KAROTEN DAN ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN PATIN (Pangasius pangasius) cahyaningati, oktavia; Sulistiyati, Titik Dwi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.5

Abstract

Bakso merupakan produk olah yang umumnya terbuat dari daging sapi, ayam atau ikan yang dilumat dan kemudian dicampur oleh beberapa bumbu untuk meningkatkan cita rasa. Salah satu daging ikan yang dapat digunakan dalam pembuatan bakso adalah daging ikan patin. Pada pembuatan bakso ikan dilakukan dengan cara menggiling daging ikan dan menambah pati beserta bumbu untuk menambah cita rasa serta penambahan bahan lain yang diijinkan. Adanya penambahan dari bahan tambahan tersebut dapat menambah kandungan gizi atau memperbaiki karakteristi bakso. Salah satunya adalah dengan penambahan tepung daun kelor pada bakso ikan patin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penambahan tepung daun kelor terhadap kadar β-karoten dan organoleptik pada bakso ikan. Serta mengetahui jumlah penambahan tepung daun kelor terbaik pada bakso ikan patin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) sederhana dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut Tukey. Parameter organoleptik daianalisis menggunakan metode Kruskal-Wallis. Kemudian penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode de Garmo. Hasil dari penelitian menunjukkan penambahan tepung daun kelor pada bakso ikan patin berpengaruh nyata (p<0.05) pada kadar β-karoten dan organoleptik (kenampakan, tekstur, aroma dan rasa). Penambahan tepung daun kelor terbaik pada bakso ikan patin diperoleh pada perlakuan B (2.5%). Dimana nilai dari β-karoten sebesar 2941.44 mcg/100 g. Serta kandungan karbohidrat 23.66%, protein 7.71%, lemak 0.85%, abu 1.79% dan nilai kadar air sebesar 61.124%. Nilai organoleptik uji hedonik diperoleh kenampakan 3.225, tekstur 3.35, aroma 3.2, rasa 3.3.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS TAHU TERHADAP KADAR SERAT PANGAN DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK OTAK-OTAK IKAN PATIN Haq, Ahmad Alim Junnatul; Sulistiyati, titik dwi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.8

Abstract

Di Indonesia otak-otak ikan sudah banyak tersebar di berbagai daerah. Otak-otak ikan memiliki rasa yang enak dan harga yang cukup murah sehingga otak-otak ikan disukai oleh masyarakat Indonesia. Bahan baku utama otak-otak ikan adalah daging ikan segar. Tepung ampas tahu sendiri merupakan ampas tahu yang telah dikeringkan. Sedangkan ampas tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu. Secara fisik bentuknya agak padat, berwarna putih, diperoleh ketika bubur kedelai diperas kemudian di saring. Saat ini pemanfaatan ampas tahu kurang maksimal, padahal ampas tahu memiliki banyak kelebihan seperti mengandung protein, mengandung serat, murah dan mudah didapat. Melihat kelebihan tersebut maka dapat dikembangkan suatu bentuk usaha baru yang memanfaatkan ampas tahu sebagai bahan dasarnya. Dari permasalahan tersebut maka penelitian ini dilakukan penambahan tepung ampas tahu pada produk otak-otak ikan. Konsentrasi penambahan tepung ampas tahu yang diberikan yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat daging ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap kadar serat pangan dan karakteristik Organoleptik otak-otak ikan. Analisa parameter organoleptik menggunakan Kruskal-Wallis. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode de Garmo. Hasil penelitian menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan 5% penambahan tepung ampas tahu) dengan kadar serat pangan sebesar 6,65%, serat pangan larut 2,69%, serat pangan tidak larut  sebesar  3,96%,  protein  sebesar  9,41%, kadar  air  sebesar  51,33%,  lemak 1,09%, abu 1,97% dan karbohidrat sebesar 36,20%, hedonik kenampakan sebesar  3,52, hedonik aroma  sebesar  3,34, hedonik rasa sebesar  3,54  dan  hedonik  tekstur  sebesar  3,52 dan kekenyalan sebesar 9,32.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYEDUHAN TEH HIJAU DAUN Sonneratia alba TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Sasmito, Bambang Budi; S., Titik Dwi; D., Dearta
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.16

Abstract

Teh hijau telah lama memiliki kandungan antioksidan alami yang tinggi. Penelitian ini untuk mendapatkan cara penyeduhan yang tepat dan mengumpulkan senyawa bioaktif sebagai antioksidan dalam teh hijau Daun Sonneratia alba . Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor suhu dan lama penyeduhan. Penyeduhan terbaik menggunakan suhu 100 o C selama 10 menit yang menghasilkan total tanin tertinggi sebesar 3,18% dan nilai IC 50 terhadap DPPH sebesar 96,5 ppm. Aktivitas antioksidan (FRAP) sebesar 105 ppm, kadar katekin 0,46% dan total fenol 84,94 mgGAE / g. Teh hijau daun Sonneratia albapositif terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin. Senyawa bioaktif yang mengandung antioksidan terbesar dari famili fenolik.
PERAMALAN HASIL TANGKAP IKAN LAYUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI DENGAN MODEL MULTISCALE AUTOREGRESSIVE (MAR) Setyohadi, Daduk; Putrindi, Handayu; Rahman, Muhammad Arif
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.6

Abstract

Ikan layur merupakan sumberdaya ikan demersal dominan dan merupakan komoditas eksport dengan permintaan tinggi di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Prigi. Beberapa tahun terakhir terjadi tekanan penangkapan besar-besaran dari nelayan setempat, sehingga menyebabkan semakin menurunnya produksi ikan layur per unit alat tangkap pancing sebagai alat tangkap standar untuk keperluan eksport. Peramalan produksi ikan layur satu tahun ke depan akan dapat membantu rencana pengelolaan sumberdaya perikanan layur. Penelitian ini menggunaan transformasi wavelet untuk meramalkan produksi ikan layur, yaitu dengan membentuk model Multiscale Autoregressive (MAR) yang prediktornya diperoleh dari dekomposisi Maximal Overlap Discrete Wavelet Transform (MODWT) dengan filter wavelet Haar. Model peramalan wavelet terbaik dibentuk dari model MAR orde 2 yang prediktornya diperoleh melalui dekomposisi MODWT level 1, yaitu setelah data distasionerkan secara detrending. Hasil peramalan produksi ikan layur di PPN Prigi untuk satu tahun ke depan (September 2018 sampai dengan Agustus 2019) akan tetap mengalami fluktuasi yang berkisar antara 4.94 sampai dengan 5.15 kilogram.
KELIMPAHAN DAN DISTRIBUSI LARVA IKAN DI PERAIRAN PESISIR LAMPUNG TIMUR Sagala, La Ode Syahlan S; Kamal, Mohammad Mukhlis; Zairion, Mr..
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.3

Abstract

Information abundance and distribution of fish larvae in coastal waters of East Lampung currently very limited. The research aimed to improve the knowledge of the early life of organisms, in order to manag biodiversity and biological resources in the waters. Research station representing the several water sectors: in-shore, near-shore, and off-shore. The research was a representation of eastern monsoon (June) and transition monsoon (September) in 2017. Fish larvae was harvested using bonggo-net tool while its identification to family level using portable Dino-lite. Based on the result the Abundance of fish larvae in eastern monsoon was higher than transition monsoon. This research found 81 families of fish larvae. There were 10 dominant families, that are Gobiidae, Pegasidae, Mullidae, Pomacentridae, Sillaginiidae, Bleniidae, Bythitidae, Carangidae, Pseudochromidae and Bothidae. The distribution of fish larvae in the lower in-shore was higher than near-shore and off-shore, while east and transitional seasons have not much different larval catches.  Temperature, salinity and pH parameters indicated optimal range state for survival and growth of fish larvae, brightness and turbidity in accordance with water quality standards, currents velocity on eastern monsoon is very fast while transition monsoon is fast to very fast. Phytoplankton and zooplankton showed sufficient natural food availability for the life of fish larvae. Result Canonnical Corespondence Analysis (CCA) analysis to connectivity of abundance and larvae distribution showed that the brightness parameter forming a point projection while other water environment condition parameters form a vector projection in both period of monsoon. The abundance and fish larvae distribution in coastal waters of East Lampung in all three sectors of the waters had proportionality to the parameters of environmental conditions, especially the current parameters and the difference of the monsoon period.
STUDI AKTIVITAS ANTIDIABET CUKA BUAH MANGROVE PEDADA (Sonneratia alba) SECARA IN VIVO Hardoko, Mr.; Sasmito, Bambang Budi; Fitriani, Eka Nurul
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.13

Abstract

Antidiabetic activity of a substance can be studied in vitro using an enzyme or in vivo using rats. This research aimed to study the antidiabetic activity of mangrove fruit vinegar in reducing the blood glucose of diabetic white rats. The research method used was an experimental method with treatment of fruit vinegar dose (0.2; 0.4; 0.6 ml / rat / day, positive control, negative control) and duration of fruit vinegar administration (0, 7, 14 and 21 days) on diabetic white rat. Results showed that pedada fruit vinegar was able to reduce the blood glucose of diabetic rats. The ability of vinegar to reduce blood glucose on diabetic rats was influenced by the dose and duration of administration of fruit vinegar. The dose of vinegar administration on the diabetic rats which gave the similar results to the drug glibenclamide (positive control) was 0.4 ml / rat / day with a duration of administration of  14 days.
PENETAPAN UKURAN MATA JARING LANGLI UNTUK PENANGKAPAN BILIH (Mystacoleucus padangensis) DI DANAU SINGKARAK Warsa, Andri; Hendrawan, Andika Luki Setiyo; Krismono, Mr.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.25

Abstract

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) yang spesies merupakan endemik di Danau Singkarak dan mempunyai nilai ekonomis penting dan dominan tertangkap oleh nelayan dengan menggunakan alat tangkap langli. Namun saat ini populasinya telah mengindikasikan penurunan sebagai akibat penggunaan alat tangkap yang tidak selektif. Oleh karena itu perlu adanya suatu penelitian mengenai selektivitas alat tangkap langli sebagai upaya pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan ukuran mata jaring langli yang dapat digunakan serta panjang total ikan bilih yang boleh ditangkap. Penelitian dilakukan pada bulan Juli dan September 2019 dengan percobaan penangkapan menggunakan jaring langli dengan ukuran mata jaring 5/8; ¾; 1,0 dan 11/4 inci di Sumpur dan Aripan. Panjang total ikan bilih betina dan jantan yang tertangkap selama penelitian masing-masing berkisar 5,0-10,9 cm dan 5,0-9,9 cm. Penggunaan mata jaring 5/8 dan ¾ inci akan mengakan ikan bilih pada ukuran lebih kecil dari Lm. Adanya tekanan penangkapan yang ditandai oleh penurunan ukuran ikan yang tertangkap serta ukuran pertama kali matang gonad. Oleh karena itu perlu adanya penetapan ukuran mata jaring dan ukuran ikan bilih yang boleh dieksploitasi. Jaring langli yang boleh digunakan untuk penangkapan harus memiliki ukuran mata jaring ≥ 1,0 inci dengan ukuran panjang total ikan bilih > 10 cm. Ukuran panjang total tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran pertama kali matang gonad serta memberikan hasil optimal.
EXPLORATION OF SEA CUCUMBER INTESTINAL SYMBIONT MICROBE AS PROBIOTIC MICROBE CANDIDATE IN HEALTHCARE PRODUCTS Pringgenies, Delianis; Girsang, Putri Hutari; Yudiati, Ervia; Santosa, Gunawan Widi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.4

Abstract

Natural ingredients from animals and plants generally have potential in pharmaceutical applications. However, there are still relatively little exploration made on the active ingredients from marine life. Sea cucumbers inhabit seabed and are filter feeders, consuming all microorganisms within their vicinity, which opens the prospect of medicinal applications of sea cucumber intestinal symbiont microbes. This study aims to obtain sea cucumber intestinal symbiont microbes with potential pharmaceutical application as probiotic microbe candidate. The study was carried out by collecting samples, microbe isolation, antimicrobial screening, identification of potential probiotic microbe candidate. Characteristics of the microbe were studied by biochemical screening, and molecular identification. The study found 21 microbial isolates from Holothuria atra and 30 microbial isolates from Holothuria leucospilota. Antimicrobial activity screening results against pathogens of Bacillus cereus dan Pseudomonas aeruginosa found 13 microbial isolates with positive activity. Four species were identified by molecular identification, namely Bacillus aquimaris, Bacillus maritimus, Bacillus toyonensis, and Virgibacillus chiguensis, whereas the other nine were identified by biochemical screening. Four microbe genus, namely Rothia sp., Listeria sp., Micrococcus sp., and Staphylococcus sp, were found to be the most viable candidate for probiotics. It was concluded that Bacillus sp., Rothia sp., Micrococcus sp., and Staphylococcus sp. Exhibited the most potential as probiotic microbes.
DNA BARCODING DAN STATUS KONSERVASI IKAN HIU (HEMISCYLLIIDAE DAN CHARCHARHINIDAE) YANG DIDARATKAN DI PPN SUNGAILIAT BANGKA Aisyah, Siti; Hidawati, Risna; Supratman, Okto; Syarif, Ahmad Fahrul
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.1

Abstract

Ikan hiu merupakan ikan bertulang rawan yang banyak diburu karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penangkapan dan perdagangan secara berlebihan menyebabkan spesies ini terancam kepunahan dan sudah masukdalambeberapa ketegori IUCNRed List. Informasi mengenai jenis-jenis hiu yang didaratkan di PPN Sungailiat Bangka masih sangat terbatas dikarenakan sulitnya identifikasi secara morfologi sehingga perlu dilakukan identifikasi dengan metode molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, filogenetik danstatus konservasiikan hiu yang didaratkan di PPN Sungailiat Bangka. Penelitian dilakukanpada Januari -Agustus2019.Metode penelitian terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan sampel, identifikasi molekuler (gen Cytochrome Oxidase Subunit 1/COI),analisis filogenetik dan status konservasi.Hasil penelitianmenunjukan bahwa karakter nukleotida gen COI sampel ikan hiu yang dicocokan dengan menggunakan program BLAST yang terintegrasi pada laman GenBankteridentifikasi sebagai spesies Chiloscyllium punctatumdan Carcharhinus leucas dengan tingkat kemiripan masing-masing 100%. Jika ditinjau dari data IUCN Red List, spesies Chiloscyllium punctatumdan Carcharhinus leucas masuk dalam kategori Near threatened(Hampir Terancam). Pendataan jenis dan status konservasi ikan hiu inimerupakan salah satu langkah awal dalam pengelolaan mengingat spesies tersebut berperan penting dalamkeseimbanganekosistemlaut.