cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
PERKEMBANGAN PENYAKIT KARANG HIAS KOLANG KALING KEMBANG (Catalaphyllia jardinei) OLEH CACING ACOEL FLATWORM (Waminoa sp.) DI PERAIRAN LAUT GILIMANUK, JEMBRANA BALI Akbar, Dzikrillah; Asadi, Muhammad Arif
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.12

Abstract

Terumbu karang adalah salah satu ekosistem yang kompleks, dimana komponen penyusun utama ekoisitem tersebut adalah karang keras. Indonesia merupakan salah satu wilayah Coral Triangle yang aktif melakukan ekspor karang hingga tahun 2017, namun pada pertengahan tahun 2018 ekspor karang hias telah dilarang. Perusahaan hanya mampu melakukan produksi (transplan) dan perawatan karang hias yang di budidaya. Karang kolang-kaling kembang atau elegance coral (Catalaphyllia jardineii) merupakan salah satu karang hias yang dibudidaya dengan kuota besar di area Bali karena memiliki nilai jual tinggi. Koloni cacing acoel flatworm bersifat parasit merambah pada sejumlah karang hias budidaya C. jardineii pada wilayah budidaya di perairan Gilimanuk, Jembrana Bali. Pengamatan perkembangan flatworm dilakukan selama dua kali dalam jeda waktu empat hari pada rak budidaya yang berisi koloni karang hias C. jardineii.  Presentase tutupan flatworm pada pengamatan pertama sebesar 42.76% dan pada pengamatan kedua naik dengan nilai presentase 46.84%. Hasil tersebut diduga akibat waktu kematangan usia, waktu penetasan telur yang cepat serta kesesuaian habitat acoel flatworm pada area pengamatan.
PENINGKATAN KEAMANAN PANGAN DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK IKAN ASAP KHAS DESA KARANGSARI TUBAN MELALUI INDUKSI PENGEMAS VAKUM Nurdiani, Rahmi; Jaziri, Abdul Aziz; Jatmiko, Yoga Dwi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.5

Abstract

Produksi ikan asap di Kabupaten Tuban tumbuh secara signifikan karena lokasi penjualannya dekat lokasi wisata.Salah satu kawasan penghasil ikan asap ini beradadi Desa Karangsari, Tuban. Permasalahan keamanan pangan masih belum diperhatikan oleh para produsen ikan asap yang terlihat dari tampilan produk dalam keranjang secara terbuka dan pengemasan yang seadanya.Hal ini memengaruhi daya simpan produk yang hanya bertahan 1-2 hari. Oleh karena itu, kegiatan Doktor Mengabdi Universitas Brawijayabertujuan untuk meningkatkan kualitas produk ikan asap (mikrobiologi dan organoleptik) melalui induksi teknologi pengemasan vakum pada kelompok usaha pengasapan ikan. Metode pelaksanaan program ini adalah penyediaan teknologi pengemasan vakum, penyuluhan dan pelatihan pada mitra, serta pendampingan dan pengawasan. Adanya peningkatan status keamanan pangan produk ikan asap melalui penerapan teknologi pengemasan vakum yang disimpan dalam tiga kondisi (suhu ruang, dingin dan beku) ini dievaluasi melalui uji kualitasbaik secara mikrobiologimaupun organoleptik. Hasil uji total bakteri dan organoleptik menunjukkan pengemasan vakum dapat mempertahankan kualitas produk menjadi lebih baik dan lebih diterima konsumen. Kombinasi antara pengemasan vakum dan penyimpanan pada suhu dingin danbeku dapat menghambat pertumbuhan bakteri secara optimal. Teknologi pengemasan vakum untuk produk ikan asap dapat meningkatkan keamanan pangan dannilai jual.
Reproductive Aspects of Banana Prawn (Fenneropenaeus Merguiensis) For Recommendations of The South Sorong MPA Zone Dhani, Arya Kusuma; Marsan, Ehdra Beta; Kembaren, Duranta D; Mansur, Mr.; Rotinsulu, Christovel
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.22

Abstract

Reproduction aspects of banana prawn were important in determining of the fisheries management. These results can indicate the condition of fisheries that are or will be managed. Banana prawn was one of the main commodities in South Sorong fisheries. This study aims to estimate some of the reproductive aspects of Fenneropenaeus merguiensis as part of a management measure to determining the zone to be a no-take zone area in the prospective area of South Sorong MPAs. The data analyzed were from data collecting from January to December 2018 in three sampling sites in South Sorong, among others Inanwatan, Bakoi, and Konda with the results of 5,009 carapace length samples, 4,589 including sex observation and 3,621 including banana prawn GMS observations. Data analysis performed by analyzing the distribution of carapace length frequency, sex ratio, length-weight relationship, length at first maturity (Lm50), and length at first captured (Lc50). The results of this analysis showed that the ratio between male and female gender was not balanced, with male gender to be less with a ratio of 0.4: 1.4 overall in NTZ 2 and 3. Comparison of Lc and Lm in NTZ 2 and NTZ 3 were respectively Lc < Lm and Lc > Lm. More fishing pressure will have implications to reduce the average size of banana prawn caught. Overall, NTZ 3 had relatively more stable conditions compared to NTZ 2.
PREELIMINARY STUDY: WATER QUALITY PARAMETER ANALYZES OF SALT EVAPORATION PONDS IN KECAMATAN GALIS KAB. PAMEKASAN, EAST JAVA Jayanthi, Onie Wiwid
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.19

Abstract

AbstractWater quality is an important parameter that affects the productivity and quality of salt produced in the traditional salt ponds. Environmental factors of water quality in salt ponds include bouzem plots, brine plots, peminihan ponds, and crystallization tables are important to be analyzed so that the quality of community salt can be improved, but some research is very limited about this so this research needs to be carried out. The method that used in this research is exploratory descriptive method by measuring water quality in bouzem plots, brine plots, evaporation ponds and crystallization tables. The result of water quality in bouzem plots (temperature=32ᴼC; pH=8,5; DO = 5,2 mg/L; salinity=2,5ᴼBe), evaporations ponds (temperature=34ᴼC ; pH=8,5 – 8,6 ; DO=5,4 – 6,2 mg/L; salinity=34ᴼBe), brine plots (temperature=39ᴼC ; pH=7,4 – 7,5 ; DO=2,8 – 3,3 mg/L; salinity=20ᴼBe), and crystallization tables (temperature=38ᴼC ; pH=5,7 – 6,4 ; DO=1,2 – 1,3 mg/L; salinity=29ᴼBe) Keywords: Water quality, Salt Evaporation Ponds, Pamekasan
KARAKTERISTIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN IKAN LELE (Clarias batrachus) PADA FASE RIGOR MORTIS Chandra, A. Bobby; S.J, Abdus; K., Nur Dina; A., Masrifatul; Zainuri, M.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi ikan nila dan ikan lele pada fase rigor mortis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan parameter organoleptik dan derajat keasaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila dan ikan lele memasuki fase pre-rigor mortis 1,5jam setelah mati dengan rata-rata pH 6.96 dan 6.67. Rata-rata nilai pH ikan nila dan ikan lele menurun 2jam setelah mati, yaitu 6.66 dan 6.45. Selanjutnya nilai rata-rata pH  ikan nila dan ikan lele menurun drastis hingga pengamatan pada  jam ke 14, yaitu 6.15 dan 6.06. Ikan nila dan ikan lele memasuki fase rigor mortis 2jam setelah mati dan  mulai memasuki fase post-rigor mortis pada 12jam setelah mati. Hasil uji organoleptik terhadap ikan nila dan ikan lele selama 14 jam tidak berpengaruh nyata terhadap bau, tekstur, dan kualitas daging.
Pengaruh Derajad Deasetilasi Chitosan dengan Perlakuan Alkali Berbeda Terhadap Kualitas Edible Film Setijawati, Dwi; Ersyah, Dinda; Yahya, Mr.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.13

Abstract

Tujuan Penelitian adalah menentukan jenis dan konsentrasi alkali untuk menghasilkan chitosan dengan nilai derajat deasetilasi  dan pengaruhnya terhadap kualitas edible film berbahan campuran kappa, iota caragenan dan chitosan. Diduga Chitosan yang diberi perlakuan variasi jenis alkali (KOH dan NaOH) dengan konsentrasi berbeda (55%, 60%, 65%)  memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap DD Chitosan yang berbeda. Sedangkan Chitosan dengan DD berbeda yang digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan edible film  diduga memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kualitasnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis dan konsentrasi alkali berpengaruh signifikan terhadap nilai derajat deasetilasi chitosan dengan nilai derajat deasetilasi chitosan tertinggi didapatkan dengan perlakuan NaOH 65% sebesar 84,36%. Nilai derajad deasetilasi chitosan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, elongasi, kuat tarik, ketebalan dan transmisi uap air edible film. Kualitas edible film yang dipengaruhi DD chitosan tertinggi  sebagai bahan campuran edible film adalah Kadar air 10,83% - 17,67%;, elongasi 6,95% - 8,58%;;, kuat tarik 41,07 N/cm2 - 72,76 N/cm2, ketebalan 39,86 µm - 58,67 µm dan transmisi uap air edible film 05 0,26 g/m2jam - 0,26 g/m2jam.
HISTOPATHOLOGY of MIXED INFECTIONS in REDCLAW CRAYFISH (Cherax quadricarinatus) TISSUES Syahidah, Dewi; Owens, Leigh
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.4

Abstract

Redclaw crayfish (C. quadricarinatus) diseases have become an important issue with a number of reports from farms in Australia since the 1990s. About 30 Adult crayfish were housed at SVBS JCU and were given mixed food as required for 3wks. Crayfish samples were preserved at D21 by injecting the cephalothorax and abdominal muscles with Davidson’s fixative (10mL of Davidson per 1g crayfish). Histological examination was conducted by longitudinally slicing the cephalothorax, abdomen, and gill tissues at approximately 2-3mm thickness to obtain separate histological sections of the tissues. Sections were cut at 5µm and stained with Mayer’s hematoxylin and eosin (H&E), Gram-Twort, Periodic Acid-Schiff (PAS), and phosphotungstic acid-eosin. An Olympus EC microscope was used to view the sections and the photographs were taken using QCapture.Pro. The results showed melanisation in the hepatopancreatic tissues, hemolymph and gills; Haemocytic aggregation in the hemolymph; Fungal hyphae in the gills; Multiple nodule formation surrounded by melanisation with continued haemocytic aggregation and whirling, early stage of catabolism and bacterial colonies were identified in the muscles. In conclusion, histopathological analyses in this study that redclaw crayfish is susceptible for mixed infection from bacteria, fungi, and virus.
PERBEDAAN WAKTU AWAL PEMBERIAN LARVA IKAN SEBAGAI PAKAN DALAM PEMELIHARAAN LARVA IKAN TUNA SIRIP KUNING Thunnus albacares Gunawan, Mr.; Hutapea, Jhon Harianto
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.20

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab kematian larva ikan tuna pada stadia awal adalah sifat larva ikan tuna yang beralih dari sifat planktivorus ke piscivorus dalam stadia larva, dimana untuk mempertahankan hidup dan pertumbuhannya harus terdapat larva ikan sebagai ransum pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu yang tepat untuk memulai pemberian pakan berupa larva ikan yang baru menetas pada pemeliharaan larva ikan tuna sirip kuning. Penelitian dilaksanakan di hatcheri ikan tuna dan laboratorium Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP), Gondol. Telur ikan tuna ditebar dalam bak beton ukuran 3x2x1 m (volume 6 m3) dengan kepadatan 100.000 butir/bak. Perlakuan yang diujicobakan adalah waktu awal pemberian larva ikan tuna yang baru menetas sebagai pakan untuk larva ikan tuna sirip kuning dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan : A. Mulai umur tujuh hari;  B. Mulai umur sembilan hari, dan C. Mulai umur sebelas hari. Pengambilan gambar larva dengan menggunakan program ACT-1 dan analisa data dengan ANOVA. Dari ketiga perlakuan dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa perlakuan A menghasilkan pertumbuhan dan sintasan benih yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan B dan C. Tetapi dari analisa statistik menunjukan tidak beda nyata dari semua perlakuan. Pemberian pakan larva tuna yang baru menetas pada perlakuan A dapat mengurangi kematian larva yang terjadi pada larva stadia awal, tetapi tidak dapat mengurangi kematian larva setelah umur limabelas hari sampai menjadi juvenil.
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN KELI LOKAL (CLARIAS NIEUHOFII) ASAL PULAU BANGKA YANG DIPELIHARA PADA SUMBER AIR BERBEDA DI TAHAP AWAL DOMESTIKASI Syarif, Ahmad Fahrul; Gustomi, Andi; Aji, Achmad Sigid Purnomo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.10

Abstract

Ikan Keli Lokal (Clarias nieuhofii) memiliki nilai ekonomis yang tinggi khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Ikan ini berpotensi dikembangkan sebagai suatu komoditas ikan khas Bangka Belitung. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pemeliharaan ikan Keli Lokal pada sumber air yang berbeda. Penelitian ini dilaksankan pada bulan Agustus-November 2019 di Laboratorium Budidaya Perairan, Universitas Bangka Belitung dengan lama pemeliharaan 60 hari. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbedaan sumber air yang berasal dari air sumur (air bening), air alami dan campuran keduanya dilakukan sebagai perlakuan dengan masing-masing ulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah keragaan pertumbuhan meliputi (panjang dan bobot) mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Keli Lokal merespon baik pada setiap sumber air yang berbeda dengan pertumbuhan bobot dan panjang mutlak yang tidak berbeda nyata (P>0,5), pada laju pertumbuhan spesifik ikan Keli Lokal merespon baik pada sumber air berasal dari air bening dan air alami, sintasan terbaik pada penelitian ini terlihat pada perlakuan air alami yaitu sebesar 67%, secara umum ikan Keli Lokal merespon positif di wadah budidaya pada tahap awal domestikasi.The Walking Slander Catfish (Clarias nieuhofii) had a hgh economic value especially on Bangka Belitung Island. This fish was potential to be developed for local comodity from Bangka Belitung. This research aimed to evaluate a Walking Slander Catfish cultured on different sources of water. This research conducted on August-November 2019 in Laboratory of Aquaculture, University of Bangka Beiltung. This research arranged by Compeletely Randomzed Design (CRD) with the different water sources as the teratments from well (clear water), natural water and mixed of (clear water x natural water). The parameter which was to observed are growth performance (weight and length) absolute, specific growth rate and surival rates. The result showed the Walking Slander Catfish had a positively response for different water sources in growth of absolute weight and length with had no significantly different (P>0,5), for specific growth rate the Walking Slander Catfish had better response on clear and natural water as the source, a good survival rate showed on natural water with value 67%, naturally the Walking Slender Catfish had a positively response cultured on early stage of domestication.
AONORI YANG DIPERKAYA SPIRULINA DAN EKSTRAK SARGASSUM SP. SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Chamidah, Anies
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 1 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.12

Abstract

Aonori, yaitu produk khas Jepang berupa serbuk kasar berukuran 2 – 3 mm dari alga hijau jenis Monostroma dan Enteromorpha yang ditaburkan di atas Okonomiyaki, Takoyaki, Yakisoba, Tororo (sayuran Jepang parut), Natto (kacang kedelai fermentasi), dan bola nasi. Untuk  mengurangi impor dilakukan rekayasa bahan baku, E. spinosum adalah alga merah yang dapat diolah menjadi aonori tetapi harus di kombinasikan dengan rumput laut yang lain agar mempunyai karakteristik fisik dan organoleptik yang mirip dengan nori aslinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh proporsi E. spinosum dan S. crassifolium  serta S. platensis yang berbeda yang menghasilkan aonori terbaik. Aonori terbaik dihasilkan  dengan proporsi 40% E. spinosum dan 60% S. crassifolium serta 22,5% S. platensis, yang memiliki sifat fisik ketebalan, kuat tarik dan daya serap air berturut-turut: 0,469 mm; 214,7 kgf/cm2 dan 178,01%. Dan kadar air, lemak, abu, protein serta dietary fiber sebesar 16,90%, 4,46%,  6,55%, 4,84%, 25,60%.  Dengan rasa, aroma, tekstur dan warna berturut-turut sebesar  4,90, 4,45, 4,37 dan 5,43 yang menunjukkan agak lebih baik daripada kontrol, serta rendemen sebesar 4,43% .Â