cover
Contact Name
Evi Risky Mularsih
Contact Email
jurnalstitpemalang@gmail.com
Phone
+62284-3291929
Journal Mail Official
madaniyah@journal.stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I. Pandjaitan Km. 3 Paduraksa Kabupaten Pemalang 52319, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Published by STIT Pemalang
ISSN : 20863462     EISSN : 25486993     DOI : 10.58410
Core Subject : Education,
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Evaluasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter ., Miswanto
Madaniyah Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang Evaluasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter. Penilaian dalam pendidikan dimaksudkan untuk menetapkan keputusan-keputusan pendidikan, baik yang menyangkut perencanaan, pengelolaan, proses dan tindak lanjut pendidikan, baik yang menyangkut perorangan, kelompok maupun kelembagaan. Dalam konteks ini, penilaian dalam pendidikan Agama Islam bertujuan agar keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pendidikan Agama Islam benar-benar sesuai dengan niai-nilai Islami sehingga tujuan pendidikan Agama Islam yang dicanangkan dapat tercapai secara maksimal. Sistem evaluasi dalam pendidikan Islam mengaku pada sistem evaluasi yang digariskan oleh Allah SWT, dalam Alquran dan dijabarkan dalam Sunah, yang dilakukan Rasulullah SAW dalam proses pembinaan risalah Islamiyah.
Pendidikan Keluarga Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik) ., Srifariyati
Madaniyah Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikatan perkawinan merupakan sarana pertama untuk membentuk keluarga. Baik dan buruknya keluarga ditentukan oleh bagaimana basis keluarga itu dibentuk. Keluarga juga bertanggung jawab atas keberlangsungan masing-masing anggotanya, baik  tanggung  jawab ekonomi,  pendidikan, dan  sebagainya.  Tulisan  ini  membahas  pendidikan keluarga dalam al-Qur’an dengan kajian tafsir tematik dari berbagai literatur (library research). Dasar Pendidikan Keluarga dalam QS At Tahrim ayat 6 mempunyai pengertian bahwa pentingnya membina keluarga agar terhindar dari siksaan api neraka, tidak hanya semata-mata diartikan api neraka  yang ada di akhirat nanti, melainkan termasuk pula berbagai masalah dan bencana yang menyedihkan, merugikan dan merusak citra pribadi seseorang. Metode  yang digunakan dalam pendidikan adalah dengan menerapkan kedisiplinan. Disiplin adalah Kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan akan  keputusan  pemerintah  atau peraturan yang berlaku. Disiplin dalam Islam sangat dianjurkan, misalnya dalam menjalankan sholat.
Administrasi, Analisis Butir, dan Kaidah Penulisan Tes ., Khaerudin
Madaniyah Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Test is a measuring tool used to detect the material which has not been well understood by the students. As a barometer, of course, like the "detector" should be able to detect which parts are healthy, and the portions are ill and require intensive treatment.  For the test maker, the analysis is the empirical validity. The item test standard is the item which is equipped with its administration (SK, KD, indicators and number of items), qualitative analysis (the study of items test) up to quantitative analysis. In performing the analysis items, the item writer/maker could analyze qualitatively, in terms of content and form, and quantitative in terms of its statistical characteristics or procedures increases in judgment and procedure improvement empirically. Purpose of study is to assess and examine each item on the matter in order to obtain the grade/the good items before used. In addition, the purpose of items analysis as well to increase the test through revision or dispose of a test that is not effective, and to investigate the diagnostic information on students whether they have / have not understand the material being taught. The good item test is a test that can provide information as precisely as possible in accordance with the purpose of which learners/student can determine which one has or has not mastered/understood the material taught by teacher.
Teknik Mengembangkan Modul Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam ., Nisrokha
Madaniyah Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is the development of research is a study to produce a product in the form of modules History of Islamic Education in order to assist the student in learning the history of Islamic Education courses. The research objective of this development is to develop a module that is suitable for studying the course History of Islamic Education in improving the quality of learning outcomes. The module is designed to allow students to be able to study the History of Islamic Education courses independently and conventional. In developing modules ways researchers developed modules, the first step to do is to conduct a needs analysis, curriculum analysis and develop subject matter into modular teaching materials History of Islamic Education.
Peran Strategis Guru dalam MEA Darmoko, Puji Dwi
Madaniyah Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan dimulainya MEA maka setiap negara anggota ASEAN harus meleburkan batas teritori dalam sebuah pasar bebas, karena MEA akan menyatukan pasar setiap negara dalam kawasan menjadi pasar tunggal. Pembentukan MEA itu sendiri dilandaskan pada empat pilar yaitu kawasan ekonomi berdaya saing tinggi, pertumbuhan ekonomi yang merata, integrasi ke perekonomian global dan pilar terakhir adalah menjadikan ASEAn sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi melalui barang dan jasa, investasi, modal dan tenaga kerja terampil. Untuk menyiapkan tenaga terampil yang berdaya saing, maka Indonesia harus bekerja keras meningkatkan SDMnya, baik secara formal maupun informal. Diharapkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia minimal mampu memenuhi ketentuan dalam Mutual Recognition Arrangement (MRA) sebagai upaya untuk mendukung arus bebas tenaga kerja, memfasilitasi pergerakan tenaga kerja yang didasarkan pada suatu kontrak perjanjian untuk mendukung kegiatan perdagangan dan investasi di sektor jasa. Disinilah kompetensi profesi guru dipertaruhkan, karena ditangan guru terletak nasib suatu generasi, terutama dalam menghadapi MEA.
Evaluasi Afektif dalam Pembelajaran Rozak, Purnama
Madaniyah Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam taksonomi Benjamin S.Bloom ada tiga ranah pendidikan,  yaitu ranah berpikir (cognative domain), ranah  nilai  atau  sikap  (affective  domain), dan ranah keterampilan (psychomotor domain). Tiga ranah pendidikan ini yang menjadi tujuan dari pendidikan di Indonesia, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bertujuaan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, jadi dapat kita simpulkan ranah kognitifnya adalah berilmu. Ranah afektifnya adalah beriman dan bertaqwa, berahlak  mulia,  mandiri,  demokratis, bertanggung jawab. Ranah  psikomotoriknya  adalah  sehat,  cakap,  kreatif. Ketiga ranah ini harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi belajar.Dalam mengukur hasil belajar kawasan afektif termasuk sukar karena menyangkut kawasan sikap dan apresiasi. Evaluasi afektif berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sikap.
Pergeseran Demokrasi Pancasila ke Demokrasi Liberal (Praktik Ketatanegaraan RI Pasca Reformasi) ., Muntoha; Darmoko, Puji Dwi
Madaniyah Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orde baru berakhir ketika Presiden Suharto menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden BJ. Habibie di istana merdeka pada tanggal 21 Mei 1998, ditandai dengan lahirnya orde Reformasi sebagaimana para pakar atau masyarakat menyebut pola pemerintah pasca jatuhnya orde baru. Perjalanan reformasi terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia pada era Presiden BJ. Habibie menunjukan arah yang jelas dengan dilaksanakannya Pemilihan Umum pada tahun 1999 dengan berdasarkan pada Undang-undang Dasar 1945. Namun Pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dilakukan bukan dengan musyawarah mufakat, sebagaimana dikehendaki oleh Demokrasi Pancasila yang mengacu pada asas kegotongroyongan dan kekeluargaan, ternyata proses yang ditempuh dalam pemilihan presiden dan wakil presiden era reformasi tidak menggunakan musyawarah untuk mencapai mufakat, tetapi menggunakan pemungutan suara atau voting , seperti yang digunakan dalam parlemen yang ada di negara yang menganut sistem Demokrasi Liberal. Ada kecenderungan baru dalam ketatanegaraan di Indonesia, walaupun sistem pemerintahan Indonesia presidensil, namun dalam prakteknya lebih banyak ke arah Pemerintahan Parlementer atau Demokrasi Liberal. Kata Kunci : orde baru, orde reformasi, demokrasi
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Murningsih, Endang Sri
Madaniyah Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis, dengan demikian diharapkan pengajaran IPS dapat membekali para siswa untuk menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kurang tepatnya metode pembelajaran mengakibatkan hasil belajar yang diperoleh siswa tidak seperti yang diharapkan. Oleh karena itu perlu dicari metode pembeajaran yang menarik agar siswa lebih mudah memahami materi mata pelajaran IPS yang selalu dinamis dan  berkembang, salaha satunya adalah dengan menggunakan media. Permasalahan penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan sarana media multimedia interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Keragaman Bentuk Muka Bumi dengan media multimedia interaktif pada kelas VII A semester I SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2013/2014? Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dari rendah menjadi agak tinggi, dan peningkatan hasil belajar sebesar 47,43% dari rata-rata hasil tes pra siklus 66,05 ketuntasan 47,37%, siklus I meningkat menjadi 72,36 dengan ketuntasan 78,95% sedangkan tes siklus II rata- rata 81,08 ketuntasan 94,74% maka ada peningkatan.
Etos Kerja dalam Perspektif As-Sunnah ., Muntoha
Madaniyah Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an dan Hadits Hadits merupakan sumber ajaran  Islam di dalamnya terdapat  ajaran  untuk  beramal  dan  bekerja  keras  yang  dinashkan  dalam kalimat “amal as shalihat”, dan dorongan bekerja yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits. Etos kerja bermakna semangat kerja mencakup segala bentuk  amalan  atau  pekerjaan  yang  mempunyai  unsur  kebaikan.  Ciri utama etos kerja dalam Islam adalah terpenuhi empat syarat yaitu, mencari kekayaan dunia dengan cara halal, tidak meminta-minta, untuk mencukupi kebutuhan  keluarga,  dan  belas kasih  kepada tetangga.  Dalam  etos  kerja terdapat etika yang patut dikhayati dan diamalkan, yaitu: Amanah, jujur, as-shalah, al-itqan, al-ihsan, al-mujahadah, tanafus dan Rasulullah s.a.w. menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Bekerja adalah manifestasi amal saleh dan merupakan ibadah. maka ada dua syarat yang dapat dijadikan ukuran bekerja sebagai ibadah. Pertama, benar dari aspek niatnya. Kedua, benar dalam aspek pelaksanaan yaitu  cara  melaksakan  pekerjaannya.  Dalam  Islam  kerja  adalah  ukuran derajat,  ukuran  nilai  seseorang.  Oleh  karena  itu,  bagi  seorang  muslim, hidup ini adalah kerja. Dia harus mengisi hidup ini dengan kerja yang baik. Masing-masing orang akan memperoleh derajat dengan apa yang dikerjakannya. dan Allah tidak lengah dari apa yang kita kerjakan. Ingatlah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib manusia sebelum manusia mengubah apa yang ada pada dirinya. Maka bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya tidak punya pilihan selain bekerja keras mengejar kemajuan dan meningkatkan kualitas sumber daya umat dan bangsa Indonesia.
Inovasi Sekolah Umum Negeri Model PAI Habibi, Yuliana
Madaniyah Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reviews implementation of SK Walikota Pekalongan on PAI Model State Public School (Study in SDN Panjang Wetan 02 Pekalongan)", with a qualitative descriptive approach. This research was motivated by the learning process is distinctively its own SDN Panjang Wetan 02 Pekalongan as a model school PAI. The learning process as it was interesting, because it rarely exists in every elementary school state schools. There are four reasons the learning model that is ideal reasons, constitutional, structural, and cultural. Learning practices at SDN Panjang Wetan 02 Pekalongan as the implementation of SK Walikota is: reading the Qur’an /Qiroati starting at 06:30, followed invocation wirdu ash-shabaah, learning of course materials by integrating the values aqidah-  akhlaq, utilizing the first break time for sholat dhuha  for a particular class, sholat berjamaah in congregation, and development / TPQ deepening of PAI in school before returning home, and it all ends with a prayer.

Page 4 of 31 | Total Record : 301


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol 14 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol 14 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol 13 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol 12 No 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol 12 No 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 11 No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020 Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020 Vol 9 No 2 (2019): 9 (2) Edisi Agustus 2019 Vol 9 No 1 (2019): 9 (1) Edisi Januari 2019 Vol 9, No 1 (2019): Madaniyah (Edisi Januari 2019) Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018 Vol 8 No 1 (2018): 8 (1) Edisi Januari 2018 Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018) Vol 8, No 1 (2018): Madaniyah (Edisi Januari 2018) Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017 Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017 Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017) Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017) Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016 Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016 Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016) Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016) Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015 Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015 Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015) Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015) Vol 4 No 2 (2014): 4 (2) Edisi Agustus 2014 Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014 Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014) Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014) More Issue