cover
Contact Name
Evi Risky Mularsih
Contact Email
jurnalstitpemalang@gmail.com
Phone
+62284-3291929
Journal Mail Official
madaniyah@journal.stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I. Pandjaitan Km. 3 Paduraksa Kabupaten Pemalang 52319, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Published by STIT Pemalang
ISSN : 20863462     EISSN : 25486993     DOI : 10.58410
Core Subject : Education,
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Tantangan Pendidikan Agama Islam di Madrasah Pada Era Globalisasi Bakhri, Amirul
Madaniyah Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam berdiri  sekitar pertengahan abad ke-5 M. Peranan pendidikan Islam secara umum dan khususnya madrasah di era globalisasi mau tak mau harus menerima perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang sebagian besar bersumber dari negara-negara barat. Maka sudah seharusnya, pendidikan Islam madrasah harus berupaya mengembangkan diri. Sehingga bisa menjadikan para peserta didik, tidak hanya sukses dengan IMTAQnya, akan tetapi sukses menghadapi dunia global dengan IPTEKnya. Tulisan ini membahas mengenai tantangan pendidikan agama Islam di madrasah dalam era globalisasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh madrasah dalam usaha meningkatkan gairah pendidikan Islam di era globalisasi yaitu sebagai berikut: Meningkatkan mutu pendidikan agama islam, Penyempurnaan kurikulum pendidikan agama, Mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah dan kendala-kendala instruksional yang dihadapi oleh para guru di sekolah dan para orang tua murid di rumah dalam usaha membina perkembangan moral siswa, beserta formulasi alternatif pemecahannya.
Total Quality Management (TQM) Pada Lembaga Pendidikan Islam ., Jasuri
Madaniyah Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management (TQM) menjadi signifikan diterapkan sebagai solusi alternatif bagi peningkatan dan penjaminan mutu lembaga pendidikan. Total Quality Management, yang juga dinamai Manajemen Mutu Terpadu, merupakan paradigma tentang perbaikan secara terus menerus yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan dan harapan para pelanggannya pada masa kini dan masa yang akan datang. Dalam konteks keprihatinan dan upaya membangkitkan kondisi dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya dan pendidikan Islam pada khususnya, terdapat fenomena nasional yang menarik dikaji dengan bersinarnya sebuah lembaga pendidikan Islam di Indonesia.Kelebihan sistem manajemen mutu ini terletak pada sistem perencanaan yang matang, realistis dan terukur, dan pada tahap pelaksanaan sudah memiliki pola kerja yang mengacu kepada prosedur-prosedur terbaik yang dipilih oleh organisasi, sedangkan evaluasi dana pemantauan terhadap perbaikan berkelanjutan dilakukan pada setiap tahap dan setiap lini proses organisasi untuk menjamin mutu demi kepuasan pelanggan. Tulisan ini mencoba menawarkan konsep TQM untuk diterapkan pada lembaga pendidikan Islam, baik lembaga formal maupun non formal.
Kualitas Instrumen Tes Hasil Belajar ., Khaerudin
Madaniyah Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu tes hasil belajar sangat ditentukan oleh kualitas item-itemnya. Tes hasil belajar yang berisi item-item yang berkualitas tinggi walaupun dalam jumlah yang sedikit akan jauh lebih berguna dari pada tes hasil belajar yang berisi puluhan item berkualitas rendah yang akan menurunkan fungsi tes dan hasil pengukuran yang menyesatkan.Pengolahan tes hasil belajar dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran dapat di lakukan dengan membuat analisis soal (item analysis).Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengujicobakan instrument yang telah dianalisis secara kualitatif kepada sejumlah siswa yang memiliki karakteristik sama dengan siswa yang akan diuji dengan instrument tersebut. Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran serta efektifitas fungsi  pengecoh (distraktor).Adapun manfaat atau kegunaan analisis soal buatan guru menurut Suke Silverius dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, adalah sebagai berikut: 1) Menentukan apakah butir soal berfungsi tepat seperti yang dimaksudkan oleh guru, 2) Umpan balik  bagi siswa mengenai penampilannya dan merupakan dasar untuk diskusi kelas, 3) Umpan balik bagi guru tentang kesulitan belajar siswa, 4) Bidang-bidang kurikulum yang memerlukan perbaikan, 5) Perbaikan butir soal, dan 6) Meningkatkan ketrampilan penulisan soal.Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Model Pembelajaran Responsif Gender Di STIT Pemalang Bakhri, Amirul; ., Srifariyati; Rozak, Purnama
Madaniyah Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu usaha untuk mengeliminir kesenjangan gender adalah melalui pendidikan responsif gender dengan menanamkan nilai- nilai keadilan dan keseteraan gender melalui model Pembelajaran responsif gender. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang dalam rangka memperkecil ketimpangan gender pada aspek pendidikan dituntut dan diharapkan dapat mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran responsif gender yang memperhatikan dan mengakomodasi kepentingan mahasiswa laki- laki dan perempuan secara seimbang dari aspek akses/peluang, partisipasi, kontrol dan manfaat.Dalam pengembangan ini diakukan beberapa uji coba yaitu uji coba skala kecil dengan lapangan terbatas, uji coba skala besar dengan lapangan diperluas dan uji validasi model, dengan hasil sebagai berikut: 1) Akses dalam belajar, prosentase menunjukkan responsif gender yakni di semester 1 A: 92,59%, di semester 1 B: 93,3%, di  semester 3 A:  90,47%,  di  semester  3 B: 100%, di semester 5 A: 79,41% dan di semester 5 B: 96,15%. 2) Partisipasi dalam belajar, prosentase menunjukkan tidak responsif gender. Hal ini disebabkan karena mahasiswa dan mahasiswi yang tidak bekerjasama dalam tugas kelompok yang diberikan dosen. 3) Memiliki kontrol atas sumber pembelajaran, prosentase menunjukkan responsif gender yakni di semester 1 A: 62,96%, di semester 1 B: 80%, di semester 3 A: 85,72%, di semester 3 B: 68,18%, di semester 5 A: 67,65% dan di semester 5 B: 76,92%., dan 4) Manfaat dalam belajar, prosentase menunjukkan responsif gender dengan hasil 100% di semua tingkatan semester.
Islam , Muslim, dan Perilaku Politik (Konsep Nation State di Dunia Islam Kontemporer) Adibah, Ida Zahara
Madaniyah Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap individu yang terdapat di muka bumi ini tidak terlepas dari sebuah negara dimana ia berafiliasi kepadanya, sehingga ia berkewajiban untuk menghormati dan bahkan membelanya dengan segala kemampuannya walaupun harus mengorbankan seluruh jiwa dan raga. Konsep negara bangsa (nation state) merupakan salah satu konsep politik dari sebuah state ( negara) atau kelompok masyarakat yang secara bersama-sama terikat dengan loyalitas dan solidaritas umum. Pengertian ini menjelaskan nation state merupakan sebuah entitas teritorial dimana negara sama besarnya atau coextensive dengan bangsa. Nation State di dunia islam kontemporer ditegakkan dengan semangat nasionalisme atau semangat yang disertai dengan kesadaran tinggi untuk membangun sebuah negara bangsa. Perdebatan tentang nation state terdengar asing ketika dibenturkan dengan etik Al-Qur’an dan latar historis Islam (Rahman menyebutnya Islam Sejarah).Fakta historis menunjukkan bahwa sepanjang hidup Nabi Muhamad SAW seperti yang disimpulkan Rahman, Rasulullah adalah Nabi Penguasa hampir seluruh semenanjung Arabia, namun Beliau tidak pernah menyebut dirinya sebagai penguasa. Pada masa itu istilah negara Islam (daulat al-Islam) belum dikenal. piagam Madinah merupakan cikal bakal terbentuknya Negara Bangsa (nation state) dan menempatkan Nabi Muhammad SAW tidak sekedar sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai pemimpin negara. Oleh karena itu nasionalisme dalam perspektif khasanah Islam klasik sebenarnya dapat dilihat pada pembentukan Piagam Madinah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama penduduk Madinah.
Internalisasi Religius dalam Kompetensi Guru Agama Islam Hasan, Hafiedh
Madaniyah Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the characteristics of a devoted man is to actively carry out and practice Islamic values in his life. Religious Teachers not only provide students with knowledge of religion / knowledge inteklektual, but also trying to shape the mind and the spirit of religion, so that students make/practice what has been taught that in the end become a pious person and have a strong aqeedah. Teachers personality is used as a benchmark for the success or failure of Islamic Religious Education. Another thing that is also very important to have by the teacher, namely that a teacher must be professional in their field. This has been exemplified by a successful educator figure in a short time, namely Muhammad s.a.w. His success as an educator is based on the provision of high-quality personalities and his concern for social-religious issues. Then he is able to maintain the quality of Faith, charity shaleh, struggling and cooperate to uphold the truth and able to work together in patience. Thus a teacher to be able to perform its role well, always associated with religious values and competencies. Keyword: Religious Internalization, Islamic Teachers.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Lokal Sudardi, Bani
Madaniyah Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local traditions contain character educations for their owner. Every people has specific in character education. Cheater education has to uncover from culture elements; language, literature works, customs, and so on. In this era we see our nation take away their character educations that they have get them for centuries to take care of their identities. The put foreign culture (pop, trend), but in the next time it show us many problems have to be solved.
Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa
Madaniyah Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar adalah tolak ukur untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami pelajaran yang didapatnya berupa pengetahuan, sikap dan ketrampilan setelah siswa mengalami proses belajar. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah perhatian orang tua dan motivasi belajar. Tingginya perhatian orang tua dan motivasi belajar dapat menunjang prestasi belajar yang dicapai siswa. Penelitan kuantitatif ini bertujuan untuk melihat pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa SMP Negeri 01 Pemalang dengan menggunakan analisis jalur. Permasalahan yang  diungkap  adalah bagaimana perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, bagaimana motivasi belajar peserta didik SMP Negeri 01 Pemalang dan bagaimana pengaruh antara perhatian orang tua dan motivasi belajar secara bersamaan terhadap prestasi belajar pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang tua terhadap pendidikan anak ialah tinggi, dan motivasi belajar para peserta didik SMP Negeri 01 Pemalang juga termasuk tinggi.
Peran Wakaf Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Bakhri, Amirul; fariyati, Sri
Madaniyah Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the forms of worship to draw closer to Allah SWT related to property is donated. waqf istismari also called productive waqf, waqf property that is used for investment purposes, whether in agriculture, industry, trade, and services. This endowment is growing problems in the village Longkeyang, where the youth of Longkeyang attempted endowment for the welfare of citizens. In 2006, approximately 10 people from the youth of the Longkeyang together activists AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) began a new initiative is to create a new institution that was later (in 2010) was named after the Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM). (1) The first step movement endowment productive Muhammadiyah Youth in Longkeyang namely (a) Establish Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM) Longkeyang village. (a) Movement Endowments Endowments coins For Productive. (2) Management of communal ownership of productive Youth in Longkeyang namely (a) inisiation the collected coins donated as initial capital. (b) The existing endowments worked together to reduce the cost of key crops albasia timber, then the cost of treatment using the results of intercropping banana plants. (3) The Role of Waqf Productive Youth Welfare Citizens for The Longkeyang of waqf endowments suppl shroud support fund for volunteers who want to stay.
Problematika Kurikulum Pendidikan Islam Rohman, Mujibur
Madaniyah Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The curriculum contains the content, objectives, methods, and educational evaluation tools. Islamic education curriculum has meaning as a series of programs that direct the teaching and learning activities are planned with the systematic and trending purposes, as well as describe the ideals of Islam. Islamic education curriculum has 3 types of curriculum; pragmatic curriculum, curriculum theoretical and theological curriculum. The success of religious education viewed from three principal indications, first, the success of knowledge transfer, the transfer value, the third transferring skills. The first part related to cognitive knowledge. The second part related to the value of good and bad, students are directed to love the virtues and values hate crime, the third part related to the real action.

Page 5 of 31 | Total Record : 301


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol 14 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol 14 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol 13 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol 12 No 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol 12 No 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 11 No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020 Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020 Vol 9 No 2 (2019): 9 (2) Edisi Agustus 2019 Vol 9 No 1 (2019): 9 (1) Edisi Januari 2019 Vol 9, No 1 (2019): Madaniyah (Edisi Januari 2019) Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018 Vol 8 No 1 (2018): 8 (1) Edisi Januari 2018 Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018) Vol 8, No 1 (2018): Madaniyah (Edisi Januari 2018) Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017 Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017 Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017) Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017) Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016 Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016 Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016) Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016) Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015 Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015 Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015) Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015) Vol 4 No 2 (2014): 4 (2) Edisi Agustus 2014 Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014 Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014) Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014) More Issue