cover
Contact Name
Evi Risky Mularsih
Contact Email
jurnalstitpemalang@gmail.com
Phone
+62284-3291929
Journal Mail Official
madaniyah@journal.stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I. Pandjaitan Km. 3 Paduraksa Kabupaten Pemalang 52319, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Published by STIT Pemalang
ISSN : 20863462     EISSN : 25486993     DOI : 10.58410
Core Subject : Education,
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Sistem Pendidikan Nasional Berdasarkan Tauhid Ilmu Hasan, Hafiedh
Madaniyah Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar kebudayaan bangsa dan berdasarkan Pancasila dan UUD 45. tujuannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya...(UUN o.2/1989 tentang UUSPN). Dalam GBHN 1999 dituliskan tiga misi utama sistem pendidikan nasional yang ternyata hasilnya tidak sesuai target. Kebanyakan para pelajar lulusan sekolah yang sekarang ini dipercaya rakyat mengatur Negara berakhlak kurang baik sehingga menyebabkan Negara kita mengalami kemunduran seperti saat ini. Bahkan para pelajar yang belum lulus pun ada yang bersikap negatif seperti tawuran, memakai dan menjual narkoba, melawan guru dan orang tua, merusak fasilitas umum dan sebagainya. Kegagalan  lainnya terlihat pada kualitas pelajar Indonesia yang kemampuannya sekarang jauh tertinggal dibanding pelajar dari negara serta standar kelulusan Indonesia yang jauh dari standar internasionalPendidikan berbasis tauhid merupakan salah satu solusi untuk pendidikan di Indonesia, Pendidikan berbasis tauhid adalah keseluruhan kegiatan pendidikan yang meliputi pembimbingan, pembinaan dan pengembangan potensi diri manusia sesuai dengan bakat, kadar kemampuan dan keahlian masing-masing yang bersumber dan bermuara kepada Tuhan, Allah SWT. Selanjutnya ilmu dan keahlian yang dimilki diaplikasikan dalam kehidupan sebagai realisasi kokret pengabdian dan kepatuhan kepada Allah. Upaya ke arah itu diawali dari menanamkan nilai-nalai akhlaq al karimah (budi pekerti, tatakrama, (menurut istialah lokal kita di indonesia) dalam diri setiap peserta didik kemudian diimplementasikan kelak melalui peran kekhalifahan sebagai pemakmur dan pemelihara kehidupan didunia ini.Sedangkan konsep dasar dari Kurikulum Berbasis Tauhid adalah menerapkan sebuah kurikulum pendidikan yang muatan maupun metode pembelajarannya mengarah kepada pembentukan karakter Islami untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. dan yang lebih prinsip dalam KBT akan menghadirkan Allah pada semua materi pelajaran yang dipelajari siswa jadi tidak ada pemisahan antara agama dengan kehidupan. Kehidupan di dunia adalah sarana mencapai kesuksesan di akherat, kehidupan akherat merupakan kontrol kehidupan kita di dunia.
Makna Tradisi Saparan di Desa Cukilan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Adibah, Ida Zahara
Madaniyah Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi adalah segala sesuatu yang turun temurun, yang terjadi atas interaksi antara klan yang satu dengan klan yang lain yang kemudian membuat kebiasaan-kebiasaan satu sama lain yang terdapat dalam klan itu kemudian berbaur menjadi satu kebiasaan. Tulisan ini menyingkap makna-makna simbol budaya yang terdapat dalam tradisi Saparan di Desa Cukilan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Nilai-nilai yang terkandung perlu diungkap untuk mendapatkan makna yang mungkin memiliki relevansi kepentingan dengan orang tertentu atau kelompok secara umum. Penelitian lapangan dilakukan untuk merekonstruksi dan menganalisis tradisi masyarakat Islam Jawa dalam bentuk tradisi Saparan . Untuk memperoleh hasil obyektif, metode pendekatan yang dipakai adalah pendekatan historis, fenomenologi, dan etnografi.
Pengembangan Soal Fisika SMA/MA Politomus Berbasis Taksonomi Bloom Revisi ., Sarjono
Madaniyah Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan Indonesia sangat komplek, tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi menjadikan masyarakat yang cerdas, makmur dan berakhlak mulia. Pendidikan merupakan ujung tombak suatu kehidupan seseorang dan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Mutu pendidikan juga merupakan salah satu indikator keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Banyak upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tersebut belum mencapai hasil seperti yang di harapkan. Taksonomi Bloom pada ranah kognisi direvisi oleh Anderson dan Krathwohl, dalam revisinya Anderson dan Krathwohl membagi kognisi menjadi dua dimensi yang berbeda, yaitu knowledge dimension dan cognitive process dimension. Pada umumnya perkembangan tersebut belum diterapaan di sekolah. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam semua aspek kehidupan, tak terkecuali di bidang pendidikan. Kesimpulan bahwa: 1) perlu dikembangkan soal prestasi belajar fisika yang kisi-kisinya mengacu pada taksonomi Bloom revisi, 2) perlu dikembangkan soal prestasi belajar fisika bentuk uraian, 3) perlu dikembangkan pedoman penskoran, 4) soal bentuk uraian lebih akurat disbanding dengan soal bentuk pilihan ganda, 5) soal bentuk uraian lebih adil terhadap siswa, 6) soal bentuk uraian lebih detail mengungkap kemampuan siswa.
Model Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas, dan Mentalitas Kamal, Mustofa
Madaniyah Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak pihak, seperti politikus, pengusaha, orangtua peserta didik, serta unsur-unsur masyarakat lainnya. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Strategi pembelajaran pada pendidikan sekolah harus diberi fondasi terlebih dahulu dengan internalisasi sosiologi kritis, inovasi, kreativitas, dan mentalitas. Selain itu, juga mengubah strategi pembelajaran yang selama ini berdasarkan pada konsep reproductive view of learning menjadi constructive view of learning. Stagnasi kurikulum pendidikan sekolah diawali dari replikasi dan adopsi kurikulum yang tidak sesuai karakter siswa. Adanya pemasungan kreativitas pada kurikulum tersebut mengakibatkan terhambatnya daya inovasi, inspirasi, dan imajinasi sekaligus menumpulkan intuisi dalam pengembangan pendidikan sekolah. Nilai mentalitas, seperti kejujuran, keadilan, kasih, dan sayang masih belum nampak di dalam kurikulum pendidikan sekolah. Model pengembangan kurikulum yang berbasis pada sosiologi kritis, kreativitas, dan mentalitas harus didukung dengan strategi pembelajaran yang inovatif atau berbeda dengan strategi-strategi sebelumnya. Kebebasan berkreasi dalam pengembangan kurikulum pendidikan menjadikan kunci lahirnya kreator yang mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat dan tuntunan zaman.
Metode Penafsiran Al-Qur’an menggunakan Pendekatan Linguistik (Telaah Pemikiran M. Syahrur) Hidayat, Arifin
Madaniyah Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad Syahrur is a doctor in the field of soil mechanics who tries to enter the hermeneutical region of the Book. Through his expertise in engineering combined with linguistic theories, Syahrur succeeded in giving new meaning, as well as criticizing classical religious concepts. The linguistic approach he exposed is inseparable from the influence of some of his teachers, among them Abu Ali al-Farisi, Ibn Jinni, Abdul Qahir al-Jurjani, and so forth. At the applicative level, the method used by Syahrur, in discussing Islam is to acknowledge the existence of Allah s.w.t., to believe in the final day and do good deeds. Anyone who possesses these three traits, is called by Syahrur as a Muslim. The word of faith in the Quran according to Syahrur has the meaning of polivaen. Faith in some verses is defined by Islam, and in others it has the meaning of "believing in Prophet Muhammad s.a.w.". Keywords: Tafsir, Al-Quran, Linguistics, Muhammad Syahrur.
Penggunaan Multimedia Berbasis Komputer Tholhah, Habib
Madaniyah Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas dan banyaknya materi IPS, menuntut guru kreatif dan inovtif dalam Proses Pembelajaran agar hidup dan dinamis, guru IPS harus mampu mengubah paradigma bahwa pelajaran IPS hanya pelajaran cerita yang tidak menarik, dan membosankan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini membahas tentang inovasi dalam proses pembelajaran melalui multimedia untuk memperbaikai kualitas prestasi hasil belajar siswa. Masalah yang dibahas adalah bagaimana Penggunaan Multimedia Berbasis Komputer dalam diskusi kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa pelajaran IPS siswa Kelas IX A SMP Negeri 1 Bumiayu pada Semester I Tahun Peajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan simpulan bahwa, terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari pra tindakan sampai tindakan 2. Pada Pra Tindakan tuntas KKM 12 orang siswa atau 33,33%. Tindakan 1 siswa yang tuntas KKM 20 orang siswa atau 66,66%. Sedang tindakan 2 siswa tuntas KKM 36 orang siswa atau.100%
Membangun Karakter Juara melalui The Sevent Habit MAYOGA ., Failasufah
Madaniyah Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Karakter Juara di MAN Yogyakarta III melalui 7 karakter mayoga, dilaksanakan terintegrasi dalam kurikulum dan dilaksanakan oleh semua guru dan pegawai, serta bekerjasama dengan orang tua. Pelaksanaan pembentukan karakter juara di MAN Yogyakarta III tidak mudah dilakukan, namun demikian data yag diperoleh dilapangan menunjukkan bahwa Mayoga telah berupaya dengan berbagai strategi dan dari tahun ketahun dilakukan evaluasi dan perbaikan sehingga muncullah konsep untuk pelaksanaan pendidikan karakter juara melalui 7 karakter mayoga ini terintegrasi dengan kegiatan intrakurikuler yaitu dengan pembelajaran di kelas, dan kegiatan ektrakurikuler (Pramuka, PMR, Olahraga, Olympiade dan Seni) dan dengan membiasakan dalam kehidupan sehari-hari (keteladanan dari guru dan pegawai, perilaku spontanitas, teguran/reward-punishment, layanan BK, AMT dan lain sebagainya) sebagai karakter juara dapat terinternalisai ke dalam diri siswa mayoga. Dengan demikian siswa-siswa mayoga dapat meraih juara baik dibidang akademis maupun non akademis sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Rancang Bangun Ekonomi Pendidikan dalam Investasi Pendidikan Islam Arwani, Agus
Madaniyah Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Training leads to the productivity of educated labor. Nevertheless, how the big contribution to growth is still the unanswered question accurately. Hence, it is also strange how the comparison between the level of Economics Behind The results of educational investments compared with investments in other sectors. Schooling is the social institution needed to produce educational products and services. Educational outcomes can be categories as consumption and investment.. As consumption, the results are immediately and directly enjoyable, called “outputs”. While as investment, education give benefits indirectly and in the long term continuity, named “outcomes”. Also the results can be differentiated as economic valued outputs and non-economic valued outputs. The first one is outputs which potentially useful to get financial or monetary advantages, as knowledge and skills. While the second one is benefits which cannot be measured as money, like friendship, happiness, etc. The calculation of economical education results carried out by formulas: the earnings differentials, net present value, or internal rate of return, etc. This computation is very important to make a decision or consideration in choosing and continue studying, to explain manpower condition, and to improve education program to meet with manpower demand.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menginterprestasikan Peta Tentang Pola dan Bentuk Muka Bumi Melalui Media Peta Kelas IX SMP Negeri 2 Ampelgading Pada Semester II Tahun Ajaran 2014 / 2015 Sriningsih, Endang
Madaniyah Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia, Untuk mendapatkan sumberdaya manusia yang berkualitas perlu memperhatikan beberapa faktor yang saling berkait, antara lain faktor infra struktur pendidikan, kurikulum, tenaga kependidikan dan peran serta masyarakat.oleh karena itu guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Media pendidikan yang berupa peta dipilih dalam penelitian ini mengingat media  peta  merupakan  media  yang tidak memerlukan tempat yang luas dan mudah digunakan. Bagaimana penerapan media peta dalam meningkatkan hasil balajar siswa dalam menginterpretasikan peta tentang pola dan bentuk muka bumi. Penelitian tindakan kelas ini di lakukan dengan dua siklus, terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada pembelajaran siklus I, hasil tes siswa mengalami peningkatan sebesar 33,11% yaitu dari hasil ulangan prasiklus 61,08 menjadi 73,65 Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tes siklus I pertemuan pertama dan hasil siklus I pada pertemuan ke dua meningkat menjadi 74,70. Pada siklus II baik pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua mengalami peningkatan sebesar 89,47 % . sedangkan batas minimal ketuntasan 70 dan rerata yang di peroleh siswa pada pertemuan pertama   80,54 menjadi 85,54.
Pendidikan dalam Perspektif Hukum (Antara Harapan dan Realitas) ., Muntoha
Madaniyah Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional telah diatur secara lengkap dalam konstitusi negara, akan tetapi belum terimplementasi dengan baik dan sesuai secara penuh. Realitanya, perkembangan pendidikan seringkali dipengaruhi oleh perkembangan politik kekuasaan, dan sudah menjadi kebiasaan yang melembaga ketika bergantinya kekuasaan, berganti pula sistem atau kebijakan dalam pendidikan, baik aturan, kurikulum maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga proses belajar mengajar maupun hasil proses tersebut belum bisa menghasilkan sesuai  dengan yang diharapkan dan yang dicita-citakan, serta tujuan pendidikan belum bisa dicapai secara maksimal.Bentuk pendidikan ditinjau dari berbagai perspektif dari para ahli, yaitu ahli hukum, ahli pendidikan, dan juga dilihat dari perspektif perundang-undangan di Indonesia. Diantara tokoh atau ahli hukum yang dibahas ialah Mokhtar Kusumaatmaja, Satjipto Rahardjo, dan Romli Atmasastmita. Sedangkan di antara tokoh atau ahli pendidikan yang dibahas ialah Imam Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, Ibnu Maskawaih, dan Ki Hajar Dewantara. Adapun Perundang-undangan yang dikaji dalam penelitian ini ialah Undang-undang Dasar Tahun 1945, Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, serta Undang-undang Nomor 14 tahun 2005.

Page 6 of 31 | Total Record : 301


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol 14 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol 14 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol 13 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol 12 No 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol 12 No 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 11 No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020 Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020 Vol 9 No 2 (2019): 9 (2) Edisi Agustus 2019 Vol 9 No 1 (2019): 9 (1) Edisi Januari 2019 Vol 9, No 1 (2019): Madaniyah (Edisi Januari 2019) Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018 Vol 8 No 1 (2018): 8 (1) Edisi Januari 2018 Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018) Vol 8, No 1 (2018): Madaniyah (Edisi Januari 2018) Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017 Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017 Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017) Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017) Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016 Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016 Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016) Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016) Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015 Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015 Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015) Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015) Vol 4 No 2 (2014): 4 (2) Edisi Agustus 2014 Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014 Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014) Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014) More Issue