cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman.umpar@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@jurnalpertanianumpar.com
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL GALUNG TROPIKA
ISSN : 23024178     EISSN : 24076279     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Epinephelus sp.) SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN MONANO Meriyanti Ngabito; Nurul Auliyah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.024 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i3.377

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya alam pesisir yang optimal seharusnya dilakukan pada lokasi-lokasi yang sesuai. Perairan Kecamatan Monano sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang cukup melimpah sangat potensial untuk pengembangan budidaya laut khususnya untuk budidaya ikan Kerapu (Epinephelus sp.) pada Keramba Jaring Apung (KJA). Informasi berupa data mengenai kelayakan lokasi yang menjadi salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu usaha budidaya belum tersedia. Oleh karena itu perlu adanya kajian ilmiah yang bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya Ikan Kerapu sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Kecamatan Monano. Pengambilan data dilakukan pada delapan stasiun yang ditentukan secara purposive sampling dari pengamatan secara langsung di lapangan dan pengamatan kualitatif melalui interpretasi image satellite google Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara, sehingga diperoleh gambaran umum lokasi dan kondisi biofisik perairan. Pengukuran parameter lingkungan dan kualitas air dilakukan secara insitu dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel air dilakukan sesuai petunjuk Effendi (2003). Analisis data menggunakan modifikasi matriks kesesuaian, indeks kesesuaian dan kelas kesesuaian kemudian dianalisis secara spasial dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan program Arc GIS 10.3.1. Berdasarkan peta kesesuaian lahan, diperoleh luas lahan yang sangat sesuai untuk budidaya ikan kerapu sistem keramba jaring apung adalah 417 ha. Sedangkan yang cukup sesuai adalah 2496 ha.
IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN PERTANIAN DI ERA OTONOMI DESA (Studi Kasus Dusun Karya Harapan Mukti Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo) Mustakim Mustakim; Fikriman Fikriman
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.615 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i3.402

Abstract

KEUNTUNGAN USAHATANI MELALUI KEMITRAAN PETANI PADI DENGAN TOKO TANI DI DESA TAMBAKBOYO, KECAMATAN AMBARAWA, SEMARANG Indri Wahyuningsih; Tinjung Mary Prihtanti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.663 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keuntungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usahatani padi dengan sistem kemitraan dan non kemitraan. Penentuan lokasi penelitian ini dengan sengaja (purposive). Penarikan sampel dilakukan secara probability sampling dengan metode simple random sampling. Model yang digunakan adalah fungsi keuntungan Cobb-Douglass dengan pendekatan unit output price. Hasil penelitian menunjukan keuntungan petani mitra adalah Rp 29.742.225 dan non mitra adalah Rp 26.124.976 dengan nilai signifikansi sebesar 0,049 < 0,05 pada T-test. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara total keuntungan usahatani padi sistem mitra dengan sistem non mitra. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan petani mitra adalah upah pekerja, harga pestisida, pajak lahan dan alat pertanian. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan petani nonmitra adalah upah pekerja, harga benih, harga pupuk, harga pestisida dan pajak lahan.
OPTIMALISASI BAKTERI Rhizobium japonicum SEBAGAI PENAMBAT NITROGEN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG Jennifer Larisa Liem; Briliani Ayu Arianita; Shinta Sugiarti; Yoga Aji Handoko
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.749 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.413

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditi di Indonesia yang tingkat konsumsinya cukup tinggi sebagai pangan dan pakan. Namun seringkali dalam proses budidaya jagung mengalami defisiensi unsur hara nitrogen, sehingga mempengaruhi produksi jagung dalam negeri. Salah satu solusi yang dilakukan yaitu dengan penggunaan bakteri Rhizobium japonicum untuk memenuhi kebutuhan unsur N. Bakteri ini adalah salah satu bakteri penambat nitrogen yang dapat mengkonversi N dari udara bebas kedalam bentuk NH4+ dan NO3- agar dapat diserap oleh tanaman. Untuk mencapai pertumbuhan bakteri Rhizobium japonicum yang maksimal perlu diupayakan kondisi pH 6-7, kelembaban udara yang stabil, suhu 25-30?C, dan ketersedian unsur hara molybdenum, besi, belerang, fosfor, kalsium, aluminium, dan mangan. Bakteri ini hanya dapat melakukan simbiotik dengan tanaman kedelai saja, sehingga untuk meningkatkan produksi jagung dilakukan pola penanaman tumpangsari antara jagung dan kedelai.
KAJIAN POTENSI WILAYAH KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KOTA PAREPARE Arya Arya; Zulkifli Zulkifli; Nurhapsa Nurhapsa
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.888 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.404

Abstract

ANALISIS USAHA TANI PADI PADA LAHAN ALIH FUNGSI LAHAN KAKAO MENJADI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Sitti Khadijah Yahya Hiola
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.709 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.395

Abstract

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium cepa L) YANG DIAPLIKASIN KOMPOS FESES WALET Harsani Harsani; Muhdiar Muhdiar
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.66 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.397

Abstract

Salah satu metode untuk mengurangi kekurangan unsur hara pada lahan yakni dengan menggunakan amelioran (pembenah tanah) dari kompos feses Walet sebagai sumber hara organik. Feses Walet memiliki potensi untuk menambah kandungan bahan organik pada lahan pertanian. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh kompos feses walet terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuannya berupa pemberian dosis kompos feses burung walet dicampur tanah dalam 3 taraf dan 3 ulangan, yaitu tanpa kompos feses walet atau kontrol, pemberian10 ton.ha-1, dan 20 ton.ha-1. Pengambilan sampel tanah dilakukan sebelum aplikasi dan setelah aplikasi. Sampel tanah diambil secara acak pada petak perlakuan lalu dikompositkan, kemudian dianalisis di laboratorium. Parameter pengamatan meliputi, Tinggi tanaman, jumlah daun, produksi umbi, sedangkan pada status hara meliputi C-organik, N, P, K, pH dan Rasio C/N. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan pemberian kompos 20 ton.ha-1 memberi respon terbaik pada jumlah daun, tinggi tanaman dan produksi. Status hara sesudah pemberian kompos feses walet juga memberikan respon yang positif dengan adanya peningkatan hara, dan yang terbaik pada pelakuan 20 ton.ha-1.
ANALISIS CEMARAN MIKROBA DAN NILAI pH DAGING AYAM BROILER DI PASAR TRADISIONAL LAKESSI KOTA PAREPARE Irmayani Irmayani; Rasbawati Rasbawati; Intan Dwi Novieta; Nurliani Nurliani
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.874 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.431

Abstract

Daging ayam broiler tersedia cukup banyak terutama di Pasar Tradisional. Sayangnya, jenis daging ini sangat mudah terkontaminasi oleh mikroba yang mengakibatkan daging mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran mikroba dan nilai pH daging ayam broiler yang dijual di pasar tradisional Lakessi Kota Parepare. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan pengambilan sampel sebanyak 3 kali dari 6 pedagang. Komponen pengamatan yang diamati adalah total mikroba dan nilai pH. Hasil penelitian menunjukkan total mikroba berpengaruh sangat nyata (P<0,01) rata-rata nilai total mikroba daging ayam broiler adalah 6x107. Nilai pH hasil penelitian tidak berpengaruh nyata (P>0,05), rata-rata nilai pH daging ayam broiler di pasar tradisional parepare adalah 6,0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata total mikroba daging ayam broiler di pasar tradisional kota parepare di atas standar Nasional Indonesia (SNI 7388:2009) yaitu 1,x106 CFU/gr. Sedangkan Nilai pH daging ayam broiler sudah sesuai dengan SNI.
KEANEKARAGAMAN DAN DOMINANSI IKAN YANG BERASOSIASI DENGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Asrullah Syam; Jusmiati Jafar; Sri Suhadiyah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2508.799 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.383

Abstract

Budidaya perikanan laut saat ini mulai berkembang pesat seiring dengan semakin berkurangnya hasil tangkapan perikanan laut. Sektor budidaya perikanan laut diharapkan dapat menjadi penyuplai hasil terbesar sektor kelautan dan perikanan di masa yang akan datang. Upaya perbaikan kegiatan budidaya laut semakin digalakkan, termasuk upaya mengoptimalkan peran lainnya sebagai kawasan konservasi. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Barru Sulawesi Selatan dari bulan Februari sampai Agustus 2018. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis ikan yang berasosiasi dengan budidaya rumput laut dan keramba jaring apung. Selain itu untuk mengetahui lamanya ikan untuk berasosiasi dengan kegiatan budidaya rumput laut dan keramba jarring apung. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan observasi di lokasi budidaya laut. Sampel diidentifikasi di lokasi penelitian, dan dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi lebih lanjut bagi sampel yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung. Pengamatan dilakukan disekitar area budidaya. Pada penelitian ini ditemukan family ikan yang berasosiasi dengan budidaya rumput laut dan keramba jaring apaung yaitu famili Nemipteridae, Haemulidae, MulidaeAcanthuridae, Ceasionidae, Labridae, Pomacanthidae, Scaridae, Pomacentridae, Sygnatidae, Blenniidae, Aulostomidae, Centriscidae,Plotoscidae, danChaetodontidae trifasciatu. Lamanya ikan menggunakan kawasan budidaya pada area rumput laut yaitu selama 46 hari, yaitu setelah rumput laut berumur dua minggu sampai panen. Lamanya ikan menggunakan kawasan budidaya pada area keramba jaring apung selama 95 hari, yaitu mulai penaburan benih ikan sampai panen.
OPTIMASI ALAT PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DAN KAKAP MERAH DI SELAT MAKASSAR Nurhaeda Nurhaeda; Muhammad Kusnady Tabsir; Muhammad Kurnia; Andi Adri Arief; Iswahyuddin Iswahyuddin
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.88 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i1.398

Abstract

Penggunaan dan keragaan unit alat tangkap berpengaruh terhadap keberlanjutan penangkapan ikan. Tujuan penelitian adalah mengkaji optimasi penggunaan alat penangkapan yang ada di Selat Makassar, yaitu perairan Barru Sulawesi Selatan sampai Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan dua kelompok data, yaitu data sekunder dan data primer. Pengumpulan data primer meliputi keragaan penggunaan alat tangkap, yaitu aspek teknis, biologi, sosial dan ekonomis, standirisasi alat penangkapan, pendugaan parameter model bioekonomi dan model penangkapan lestari (MSY), serta model bionomi. Alat tangkap purse seine merupakan unit penangkapan cakalang yang terbaik, begitu pula dengan aspek dari gabungan fungsi keempat aspek, sedangkan penggunaan alat tangkap yang digunakan pada ikan kakap merah belum mencapai overfishing.