cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar
Published by STKIP Melawi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024" : 15 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI ORGAN PERNAPASAN PADA HEWAN DAN MANUSIA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS V SD surono, wahid; Djudin, Tomo; Mardiyyaningsih, Asriah Nurdini; Muharini, Rini; Erlina, Erlina
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2299

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan factorial designs pada 101 siswa dari dua sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil uji anova menunjukkan bahwa variabel Kelas memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (Sig. = 0,017, F = 5,856), sedangkan variabel Kemandirian tidak signifikan (Sig. = 0,105, F = 2,685). Meskipun terdapat interaksi antara Kelas dan Kemandirian yang tidak signifikan (Sig. = 0,00, F = 16,687). Hasil uji post hoc menunjukkan interaksi signifikan antara tingkat kemandirian belajar yang sangat tinggi dan penerapan pendekatan saintifik (p = 0,00), serta antara kemandirian belajar tinggi dan penerapan pendekatan saintifik (p = 0,033), serta antara kemandirian belajar sangat tinggi dan kelas pembelajaran pendekatan saintifik (p = 0,00). Ini menunjukkan bahwa pada tingkat kemandirian belajar yang tinggi, implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran memberikan hasil yang signifikan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SDN 16 MUNDUN PEJUGAN Adam, Fransisco; Sukristin, Sukristin; Pika, Katarina
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2310

Abstract

Abstract: This research is a Classroom Action Research (PTK) with the research objective to improve student learning outcomes on the material of the relationship between images on the state symbol and the Pancasila precepts with the CTL learning approach. The method of Classroom Action Research (PTK) with research subjects of class III students totalling 10 people consisting of 5 boys and 5 girls. Data collection techniques and instruments are test techniques carried out at the end of each cycle. Data collection instruments in the form of essay questions as many as 5 items. Data analysis techniques using descriptive statistical analysis. The results of the study in cycle I the average value of 10 students was 57.7 cycle II student learning outcomes increased by 14.5 from cycle I to 72.5. thus the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) method in Civics Education lessons is effective in improving the learning outcomes of third grade students of SDN 16 Mundun Pejugan. The conclusion that the Contextual Teaching and Learning (CTL) method can significantly improve student learning outcomes in civic education lessons. Suggestions for teachers and schools can continuously innovate in creating innovative learning so that students can develop their abilities optimally.Keywords: Civics Learning Outcomes, Contextual Teaching and Learning Method
PERAN GURU DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SD NEGERI 12 BEMBAN PANGERSIT Susilawati, Nini; Ason, Ason; Peterianus, Septian
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2311

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to describe the teacher's role in overcoming students' early reading problems. The research subjects were class II teachers at SD Negeri Bemban Pengersit and the object of the study was beginner reading skills. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection tools used were interview guides, observations and documentation. The results of the study show that in overcoming the problems of beginning reading, the teacher acts as a guide, coach, and companion for student learning activities. In its role as a mentor, the teacher tries to guide students so that they can discover their various potentials, especially the potential in beginning reading. As a teacher trainer trains students in the formation of basic competencies, according to their respective potentials. As a companion, the teacher accompanies and controls students in the class so that what is conveyed in the process of teaching and learning activities can be carried out properly. In the process of learning to read, the initial stage is the introduction of letters, then combining vowels and consonants into words and words and combining words into simple sentences. In addition, the teacher gives examples of pronunciation reading syllables, words, and simple sentences that are imitated and memorized by students. In order for students to be more helpful and facilitate students' reading pronunciation, the teacher gives assignments to students so they can study with their parents at home.Keywords: Teacher's Role, Beginning Reading Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengatasi permasalah membaca permulaan siswa. Subjek penelitian adalah guru kelas II SD Negeri Bemban Pengersit dan objek penelitian adalah kemampuan membaca permulaan. Penelitian ini mengunakan metode deskritif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, observsi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dalam mengatasi permasalahan membaca permulaan, guru berperan sebagai pembimbing, pelatih, dan pendamping  bagi kegiatan belajar siswa. Dalam perannya sebagai pembimbing, guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, terutama potensi dalam membaca permulaan. Sebagai pelatih guru melatih peserta didik dalam pembentukan kompentensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing. Sebagai pendamping, guru mendampingi dan mengontrol siswa di dalam kelas agar hal yang disampaikan dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik. Dalam proses belajar membaca, tahap awal adalah pengenalan huruf, kemudian pengabungan huruf vokal-konsonan menjadi suku kata dan kata serta gabungan kata menjadi kalimat sederhana. Selain itu, guru memberi contoh lafal  membaca suku kata, kata, dan  kalimat sederhana yang ditiru dan dihafalkan oleh siswa. Selanjutnya guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah dalam pendampingan orang tua, agar siswa semakin lancar dalam membaca dengan lafal yang benar.Kata Kunci: Peranan Guru,  Membaca Permulaan
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ira, Ira; Mastiah, Mastiah; Rudiansyah, Eko
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2339

Abstract

Abstract: This research was motivated by the lack of critical thinking skills of fifth grade students at SD Negeri 12 Engkurai in mathematics learning. The aim of the research was to determine the results of the analysis of critical thinking skills of fifth grade elementary school students in mathematics learning at SD Negeri 12 Engkurai with the indicators of critical thinking skills used, namely interpretation, analysis, evaluation and inference. The method used is a qualitative method with a case study approach. The technique for determining subjects in this research used purposive sampling. The subjects in this research were fifth grade students, with high, medium and low categories grouped based on the results of critical thinking ability tests. The object of this research is the critical thinking ability of fifth grade students at SD Negeri 12 Engkurai. The data collection techniques in this research used tests, interviews and documentation. The research instrument uses test sheets, interview sheets, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity using triangulation techniques. The results of the research show that the critical thinking skills of fifth grade students at SD Negeri 12 Engkurai in solving critical thinking ability test questions in mathematics learning, especially in fraction counting operations, are still relatively low, this is proven by the average score of the critical thinking ability test results for all class students. V SD Negeri 12 Engkurai is 45, the highest score is 62.5 in the medium level critical thinking ability category, and the lowest score is 25 in the low level critical thinking ability category.Keywords: Analysis, Ability, Critical Thinking Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 12 Engkurai pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar pada pembelajaran matematika di SD Negeri 12 Engkurai dengan indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V, dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah yang dikelompokkan berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis. Objek dalam penelitian ini kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 12 Engkurai. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar tes, lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 12 Engkurai dalam menyelesaikan soal tes kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika khususnya pada materi operasi hitung pecahan masih tergolong rendah, hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kritis seluruh siswa kelas V SD Negeri 12 Engkurai yaitu 45, skor tertingginya adalah 62,5 dengan kategori kemampuan berpikir kritis tingkat sedang, dan skor terendahnya adalah 25 dengan kategori kemampuan berpikir kritis tingkat rendah. Kata Kunci: Analisis, Kemampuan, Berpikir Kritis
Pelestarian Cerita Rakyat Kabupaten Melawi dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Mastiah, Mastiah; Albar, Joni
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.2569

Abstract

Abstract: Melawi Regency, West Kalimantan, possesses a rich cultural heritage with local wisdom reflected in its folklore. However, with the passage of time, this folklore is at risk of extinction due to the lack of attention from the younger generation. This study aims to explore the preservation of folklore in Melawi Regency and its relevance to Indonesian language learning in elementary schools. A descriptive qualitative method with an inventory model approach was used to collect and document folklore from various villages in Melawi. A total of 11 folk tales were identified and analyzed for integration into the curriculum. The results of the study show that folklore contains important moral, ethical, and social values that are crucial for character education. Additionally, folklore also helps to strengthen both local and national cultural identities. By integrating folklore into Indonesian language learning in elementary schools, cultural preservation can be effectively achieved, while simultaneously enhancing students' learning experiences.Keywords: folklore preservation, local wisdom, Indonesian language learning.Abstrak: Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memiliki warisan budaya yang kaya dengan kearifan lokal yang tercermin dalam cerita rakyat. Namun, dengan perkembangan zaman, cerita rakyat ini terancam punah karena kurangnya perhatian dari generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelestarian cerita rakyat di Kabupaten Melawi dan relevansinya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan model inventarisasi digunakan untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan cerita rakyat dari berbagai desa di Melawi. Sebanyak 11 cerita rakyat berhasil diidentifikasi dan dianalisis untuk diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat memiliki nilai moral, etika, dan sosial yang penting untuk pendidikan karakter siswa. Selain itu, cerita rakyat juga membantu memperkuat identitas budaya lokal dan nasional. Dengan mengintegrasikan cerita rakyat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, pelestarian budaya dapat dilakukan secara efektif, sekaligus meningkatkan pengalaman belajar siswa.Kata Kunci: pelestarian cerita rakyat, kearifan lokal, pembelajaran Bahasa Indonesia.

Page 2 of 2 | Total Record : 15