Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2015)"
:
17 Documents
clear
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGEL LINU SEDUH DAN KEMASAN YANG DIJUAL DI PASAR BANDAR
Sony Andika Saputra
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.261 KB)
Latar belakang: Maraknya usaha jamu racikan yang ada di Pasar Bandar membuat banyak orang beralih untuk mengkonsumsinya. Salah satu jenis obat tradisional yang banyak dikonsumsi adalah jamu pegel linu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bahan kimia obat dexamethason dan parasetamol dalam jamu yang telah diseduh dari toko dan yang belum diseduh yang dijual di Pasar Bandar. Metode: Jenis Penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Parameter yang diamati berupa kandungan dexamethason dan parasetamol pada jamu yang sudah diseduh dan yang belum diseduh. Hasil: Berdasarkan hasil kromatografi lapis tipis diketahui bahwa hampir semua sampel jamu yang diseduh positif mengandung dexamethason dan parasetamol. Sedangakan pada jamu tradisional kemasan negatif pada dexamethason, tetapi menunjukkan positif pada parasetamol. Simpulan dan saran: Jamu tradisional seduhan yang dijual di pasar Bandar diduga positif mengandung dexamethason dan parasetamol, sedangkan Jamu tradisional kemasan diduga positif mengandung parasetamol. Perlu dilakukan pengujian kadar bahan kimia obat secarakuantitatif.
IDENTIFIKASI PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS PESANTREN KEDIRI
Yoanita Indra Kumala Dewi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.087 KB)
Latar belakang: Kepuasan pasien dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas pasien kepada Puskesmas yang memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan. Maka dapat diartikan bahwa salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan adalah dengan penghitungan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi pelayanan rawat jalan di poli umum Puskesmas Pesantren Kediri terhadap kepuasan pasien. Metode: Pendekatan cross-sectional dengan menyebarkan kuesioner pada pasien poli umum Puskesmas Pesantren Kediri. Jumlah sampel sebanyak 30 pasien poli umum diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen yaitu 5 dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, asurance, dan emphaty, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat kepuasan pasien. Hasil: Tingkat kepuasan pasien yang tertinggi terdapat pada dimensi asurance pada aspek mengenai obat-obatan yang diberikan murah dan manjur sebesar 100%, dan untuk tingkat kepuasan pasien terendah terdapat pada dimensi reliability aspek jam buka puskesmas yang terbatas pada pukul 07.30-11.30 sebesar 63,3%. Simpulan dan saran: Mutu pelayanan rawat jalan poli umum Puskesmas Pesantren Kediri sudah cukup baik, dibuktikan dengan hasil identifikasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di poli umum sudah cukup tinggi. Puskesmas Pesantren Kediri diharapkan ada peningkatan nilai tambah pada dimensi reliability.
PENGARUH LAMA PEMANASAN TERHADAP KUALITAS MINYAK GORENG KEMASAN KELAPA SAWIT
Tri Ana Mulyati;
Fery Eko Pujiono;
Prima Agusti Lukis
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.069 KB)
Latar belakang: Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas minyak goreng diantaranya adalah kandungan Free Fatty Acid (FFA), warna, serta Cloud point. Semua faktor ini perlu dianalisis untuk mengetahui kualitas minyak goreng kelapa sawit. Adapun penurunan mutu dari minyak goreng kelapa sawit antara lain dapat disebabkan oleh pengaruh lama pemanasan. Tujuan: Mengetahui kualitas minyak goreng terhadap lama pemanasan. Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati berupa kandungan Asan lemak bebas, warna dan Could Point. Hasil: Pemanasan akan menurunkan kualitas minyak goreng kualitas super setelah pemanasan sampai 15 menit (mendidih) (FFA= 0,1695,Warna = Merah: 1,5-2,0, dan Kuning 15-20, dan Cloud point (CP) = 6 oC.). Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak goreng menurun setelah pemanasan 15 menit. Perlu dilakukan analisa bilangan iod, bilangan asam, dan bilangan penyabunan untuk mengetahui kualitas minyak goreng yang sesuai dengan standar mutu SNI.
PENGARUH HORMON NAPTHALEN ACETIC ACID TERHADAP INISIASI AKAR TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forssk.)
Rinaldi Rizal Putra;
Muh. Shofi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.909 KB)
Latar belakang: kangkung air merupakan tanaman aquatik yang sangat digemari masyarakat. Banyaknya permintaan akan sayuran kangkung menyebabkan kurangnya pasokan tanaman kangkung air. Alternatif untuk menambah produksi tanaman kangkung air dengan menggunakan Napthalen Acetic Acid (NAA). Sebab NAA dapat menginduksi akar tanaman kangkung air. Tujuan: Mengetahui pengaruh NAA terhadap pertumbuhan akar tanaman kangkung air. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Konsentrasi larutan NAA yang digunakan yaitu 0,1 ppm, 0,2 ppm, 0,4 ppm, 0,6 ppm, dan 1 ppm, dan kontrol yang tidak mengandung NAA. Parameter pengamatan berupa panjang akar dan jumlah akar yang kemudian dianalisis dengan menggunakan SPPS 17. Hasil: konsentrasi NAA dapat menginduksi pembentukan akar tanaman kangkung air. Konsentrasi NAA 0,1 ppm paling baik untuk menginduksi perakaran tanaman kangkung air. Simpulan dan saran: terdapat pengaruh konsentrasi NAA terhadap jumlah dan panjang akar tanaman kangkung air. Perlu penelitian lanjut mengenai hormon auksin jenis lain dan struktur anatomi tanaman kangkung air setelah diinduksi hormon auksin.
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TUNAS BAMBU APUS TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Evi Kurniawati
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.463 KB)
Latar belakang: Penyakit infeksi bisa disembuhkan dengan pengobatan tradisional, salah satu contoh tanaman yang memiliki daya antibakteri yaitu tunas bambu apus. Tujuan:Menguji daya antibakteri dari ekstrak etanol tunas bambu apus terhadap bakteri Escherichia coli mewakili bakteri Gram negatif (-) dan Staphylococcus aureus mewakili bakteri Gram positif (+). Metode:Ekstrak etanol tunas bambu apus didapatkan dari hasil maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya ekstrak etanol yang diperoleh dibuat pengenceran konsentrasi 12,5 mg/ml, 25 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml dan 150 mg/ml. Metode yang digunakan adalah metode difusi kertas cakram NA(Natrium agar). Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh adanya kadar hambat minimum (KHM) yang terbentuk dan dilakukan uji kualitatif untuk membuktikan senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri. Hasil:Hasil uji kualitatif yang diduga sebagai antibakteri adalah saponin dan flavonoid. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika dengan menggunakan Anova satu arah (One away) dilanjutkan dengan uji kruskal walis. Kesimpulan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol tunas bambu apus mempunyai daya antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan konsetrasi 150 mg/ml
ANALISIS TIMBAL (Pb) PADA IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DI KERAMBA APUNG SUNGAI BRANTAS SEMAMPIR KEDIRI
Algafari Bakti Manggara;
Erfan Tri Prasongko
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.385 KB)
Latar belakang: daerah aliran sungai Brantas mengalami penurunan kualitas air berkaitan dengan aktivitas industri dan pemukiman yang berpotensi menimbulkan pencemaran logam berat timbal (Pb). Ikan merupakan salah satu biota air yang dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran didalam perairan. Tujuan: mengetahui ada atau tidaknya pencemaran logam berat timbal tersebut dalam sampel ikan nila yang dibudidayakan di keramba apung Kelurahan Semampir dan mengetahui kadar Pb tersebut melebihi ambang batas yang disyaratkan SNI atau tidak. Metode: Jenis penelitian ekperimental. Pengambilan sampel ikan nila merah dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana pada 3 keramba apung. Sampel dipreparasi dengan teknik ektraksi padat-cair dan hasilnya diukur kadarnya menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil: analisis dengan menggunakan metode SSA menunjukkan bahwa ikan nila merah yang dibudidayakan di keramba apung Kelurahan Semampir Kediri telah tercemar logam berat timbal dengan kadar (0,4864 ± 0,0493) mg/kg. Simpulan dan saran : Kandungan logam berat Pb pada sampel ikan nila melewati ambang batas yang disyaratkan SNI nomor 7387:2009 yaitu 0,3 mg/kg. Perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi pencemaran logam berat Pb dengan menggunakan bioremidiator sehingga daerah aliran sungai Brantas aman digunakan untuk budidaya ikan.
ANALISIS PELAYANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X KEDIRI JAWA TIMUR
Reny Nugraheni
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.015 KB)
Latar Belakang: Rekam medis sebagai suatu standar pelayanan rumah sakit yang berfungsi untuk mendukung proses keperawatan pasien, namun seringkali malah menjadi faktor penghambat. Tujuan: Menganalisis pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri pada periode April-Juni 2013. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 152 perawat dan 48 dokter. Variabel yang digunakan adalah sistem pelayanan, sarana prasarana, dan sumber daya manusia. Hasil: Sistem pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri Periode April-Juni Tahun 2013 dalam prosentase kategori baik sebanyak 64,5%, sarana prasarana pelayanan rekam medis dalam kategori baik (50,5%) dan sumber daya manusia dalam pelayanan rekam medis dalam kategori baik (53,5%). Simpulan dan saran: Sistem pelayanan, sarana dan prasarana, dan sumber daya manusia dalam pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri periode April-Juni tahun 2013 dalam kategori baik. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara kualitatif untuk memperoleh informasi yang lebih dalam.
PENGARUH PEMAKAIAN SETENGAH VOLUME SAMPEL DAN REAGEN PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP TERHADAP NILAI SIMPANGAN BAKU DAN KOEFISIEN VARIASI
Kurniawan Santoso
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.594 KB)
Latar belakang: Pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP bersifat efisien dengan memperhatikan nilai simpangan baku dan koefisien variasi sebagai tolak ukur pemeriksaan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji T-Paired serta dihitung nilai simpangan dan koefisien variasi. Hasil: Hasil penelitian dengan uji T-Paired menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,829 dan nilai simpangan bakunya adalah 6,9895 serta koefisien variasi sebesar 9,62%. Tidak terdapat adanya pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Simpulan dan saran: Tidak adanya pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Perlu penelitian lebih lanjut terkait pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP.
KEPATUHAN PELAKSANAAN KEGIATAN HAND HYGIENE PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA
Dwi Bagus Susilo
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.642 KB)
Latar belakang: Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Perilaku hand hygine merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi nosokomial (INOS) di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan pelaksanaan kegiatan hand hygiene terhadap petugas tenaga kesehatan di Rumah Sakit X Surabaya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian evaluasi (evaluation study). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini teknik sampling jenuh yaitu mengambil semua anggota populasi menjadi sampel. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah petugas kesehatan di Rumah Sakit X Surabaya belum tepat dan patuh melakukan kegiatan Hand Hygiene. Simpulan dan saran: Tenaga kesehatan belum mematuhi pelaksanaan kegiatan hand hygiene. Sebaiknya dilakukan edukasi kepada tenaga kesehatan terkait pentingnya kegiatan hand hygiene.
PENGARUH LAMA PENDIDIHAN TERHADAP KADAR KIO3 PADA GARAM BERYODIUM MERK “X”
Liony Wihardika
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.298 KB)
Latar belakang: Garam merupakan salah satu pelengkap kebutuhan pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Iodium dalam bentuk KIO3 pada garam adalah mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah relatif kecil, tetapi mempunyai peranan penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Faktor lama pemanasan atau pemasakan dapat berpengaruh terhadap kestabilan iodat atau penurunan kadar iodat. Penurunan kadar iodat tesebut diduga akan berpengaruh terhadap kualitas garam beryodium. Tujuan: Mengukur dan membandingkan kadar KIO3 dalam garam beryodium dari masing-masing perlakuan yaitu pada saat mendidih dan pada waktu 10 menit pendidihan. Metode: Jenis penelitian ekperimental. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama pendidihan dan variabel terikatnya adalah kadar KIO3. Hasil: Kadar rata-rata pada kontrol sebesar 65,88 ppm, pada saat mendidih sebesar 64,29 ppm dan pada 10 menit pendidihan sebesar 63,09 ppm. Setelah dilakukan uji One-Way Anova menunjukkan bahwa nilai signifikasi <0,05 yaitu sebesar 0,039. Bila nilai signifikasi <0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas garam menurun setelah pemanasan 10 menit. Garam sebaiknya dimasukkan saat makanan hampir matang dan siap untuk disajikan.