cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam STAI NU PACITAN Telah Masuk Jurnal DOAJ Internasional. E-journal ini merupakan versi online dari edisi cetak Transformasi yang diterbitkan oleh LP3M STAI NU PACITAN Jawa Timur Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI" : 10 Documents clear
Tinjauan Filosofis Masalah Aktual Pendidikan Islam ( Pembaruan Pendidikan Pesantren ) Imam Fakih
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.557 KB)

Abstract

Pesantren (Islamic Boarding School) is the religious education institute. It is also as model of Islamic Education Institute in Indonesia. Pesantren has a moral responsibility to sharpen nation life, particularly to improve religious life quality for Indonesia moslems. Further develovment stated that pesantren consists of typologies both salafiyah/modern salafiyah, semi salafiyah and integrated islamic boarding school.The writer has own reason to discuss Pesantren Terpadu (Integrated Islamic Boarding School) in which built Madrasah of private university in pesantren terpadu the students or collegians become santri (Islamic Boarding School Student) all at once. An integrated pesantren has own characteristic and all integrities must be done both integrity of vision, mision, integrated program, finance, the equipment nedeed, curriculum, managerial, and teaching technique
Filantropi Islam Sebagai Stabilitas Kehidupan Ali Mufron
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.934 KB)

Abstract

Secara  bahasa,  filantropi  berarti  kedermawanan,  kemurahatian,  atau  sumbangan  sosial; sesuatu yang menunjukkan cinta kepada manusia. Istilah filantropi (philanthropy) ini sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, philos (cinta) dan anthropos (manusia), yang secara harfiah diartikan sebagai  konseptualisasi  dari  praktik  memberi  (giving),  pelayanan  (service)  dan  asosiasi (association) dengan sukarela untuk membantu pihak lain yang membutuhkan sebagai ekspresi rasa cinta.Dalam  hal  ini,  Islam  menampilkan  dirinya  sebagai  agama  yang  berwajah filantropis. Wujud  filantropi  ini  digali  dari  doktrin  keagamaan  yang  bersumber  dari  al-Qur‟an dan Hadits yang dimodifikasi dengan perantara mekanisme ijtihad sehingga institusi zakat, infak, sedekah, dan wakaf muncul.  Tujuannya adalah supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang  kaya  saja.  Karena  itu,  filantropi  Islam  dapat  juga  diartikan  sebagai  pemberian karitas  (charity)  yang  didasarkan  pada  pandangan  untuk  mempromosikan  keadilan  sosial  dan maslahat bagi masyarakat umum.Dalam al-Qur‟an, dasar filantropi Islam bersumber dari Surat al-Ma‟ûn: 1-7, Di mana salah satu dari tanda orang yang mendustakan agama adalah tidak menyantuni anak yatim.  Dan pada bunyi ayat ; “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan  mensucikan  mereka,  dan  berdoalah  untuk  mereka.  Sesungguhnya  doamu  itu  (menjadi) ketenteraman  jiwa  bagi  mereka.  Dan,  Allah  Maha  Mendengar  lagi  Maha  Mengetahui”.  Itu artinya  ada  konsep  sosial  keagamaan  yang  kemudian  memunculkan  doktrin  zakat  (tazkiyah) yang  mengalami  dua  tahap  yaitu,  tahap  makkiyah  (theologis)  yang  merupakan  tahap pembersihan diri, dan tahap madaniyah  yaitu tahap pembersihan harta dengan memberikannya kepada delapan ashnâf seperti yang terdapat dalam Q.S. At-Taubah: 60. Diharapkan dengan konsep  filantropi  Islam ini umat Islam faham betul tentang bagaiman kemaslahatan itu bisa lestari dan terlaksana agar tidak ada kesenjangan diantara si kaya dan si miskin. Nilai-nilai filantropi Islam ini sangat dibutuhkan pada era kini, karena sangat berkurangnya kesadaran  moral  untuk  saling  menolong,  dan  menjadikan  manusia  terkotak-kotakkan  pada keadaan.  Padahal  jika  kesadaran  dalam  menjalankan  konsep  filantropi  Islam  ini  bisa  terusmenerus dan meningkat, tidak di pungkiri akan meningkatnya kesejahteraan di muka bumi.Semoga  kita  sebagai  umat  Islam  dapat  meningkatkan  kesadaran  saling  tolong  menolong dan  menerapkan  konsep  filantropi  Islam,  dan  dapat  meningkatkan  kualitas  manusia  sebagai kholifah fil ard yang dapat menstabilkan kehidupan di dunia dan bermanfaat di akhirat.
Kepemimpinan Pendidikan Multikultural (Tantangan dan Solusinya) Syam Sudin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.953 KB)

Abstract

Indonesian with a very wide area that consists of thousands of ethnic groups, languages, religions, traditions and cultures also interact and mingle to form a multi-ethnic society. The migration of Arabs, China, and India to the Indonesian archipelago increased the diversity of the nation. Indonesian multiculturalism has the potential that can be developed to improve welfare. However, these conditions also potential to conflicts among ethnic groups, religious, and cultures. Horizontal conflicts that occurred in Sambas, Poso, Sampit, Tasikmalaya, and others show that multiculturalism needs to be managed so it gives positive impact on the progress and welfare of the community. In the Indonesian context, the awareness of multiculturalism needs to inculcated in the life of the nation and society. There are recognition and inter-ethnic tolerance that led to the establishment of cooperation and trust so as to create a peaceful and democratic life. As a multicultural country, Indonesia should have the awareness of multiculturalism that tribes who settle in the region establish interaction and communication between the healthy and dynamic society in order to create a democratic, harmonious, and peaceful community. Education is the starting point for reconstruction of multicultural culture in a democratic society. Through school teachers can instill pluralistic nature and practice into learners. Teachers need to be creative in bridging cultural plurality and a pluralistic and peaceful community. As the spearhead of multicultural education, teachers must have an adequate understanding of multiculturalism and multicultural education. In the teaching activities, teachers develop multiculture-oriented climate that highlights social justice and culture.
Manajemen Humas dalam Mewujudkan Visi dan Misi Lembaga di Ma Muadalah Pondok Tremas Pacitan Rima Umaimah
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.794 KB)

Abstract

Sekolah yang baik adalah sekolah yang bisa mencetak siswasiswa  yang  berprestasi  tinggi  dan  dapat  memanfaatkan  guru - guru yang  berkualitas  baik  serta  mendapatkan  kepercayaan  dari masyarakat  sekitar  sehingga  visi  dan  misi  yang  telah  disusun  bisa terealisasi dengan baik sesuai dengan yang mereka harapkan.  Dengan mengaplikasikan  fungsi  manajemen  planning, organizing, actuating, dan   controlling  humas,  MA  Mu’adalah  Pondok  Tremas  sebagai lembaga  pendidikan  telah  berhasil  mewujudkan  visi  dan  misinya dengan  sangat  baik.  MA  Mu’adalah  Pondok  Tremas  telah mendapatkan  kepercayan  cukup  baik  dari  masyarakat.  Salah  satu buktinya  adalah  siswa  yang  mendaftar  setiap  tahunnya  melebihi jumlah yang telah ditargetkan.
Implementasi Nilai -Nilai Pancasila dalam kegiatan PKK di Desa Sirnoboyo Kecamatan pacitan Kabupaten Pacitan Achmad Ridlowi
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.484 KB)

Abstract

Pancasila  as  a  way  of  life  requires  Indonesia  to  transform  the values  of Pancasila in a real and continuous appreciation and practice of noble  values  contained  in  it  by  every  citizen  of  Indonesia,  each  state officials as well as any institutions of state and civil society, both in the center or  in the region. In social  life there  is one activity that embodies the implementation of Pancasila values  through the activities of the PKK (Family Welfare Empowerment) is an activity initiated by the women in i t has several programs to run 10 (ten) program PKK with the single goal welfare of the family. The grounds are one of the main programs in the PKK, namely The Pancasila, women as objects of research because as the creator  of  the  next  generation  of  national   struggle,  and  in  2015  this village  Sirnoboyo  used  as  guided  village  PKK  is  as  active  village  and most diligently implement programs PKK.Factors supporting the  live  in  harmony between people,  there  is no specific provision to follow the activities of the  PKK, the evaluation of performance  management to produce a  nice,  family and community support. Inhibiting factors: the chairman of the PKK in the actual practice of  not carrying out the duties as chairman of  the task,  not  yet aware of their rights and obli gations.
Konsep Skinner Tentang Pembentukan Perilaku pada Pendidikan Anak Usia dini (Studi Terhadap TK Al Tarmasi Pacitan) Muhammad Syuhada Subir
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.041 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada masa perkembangan anak usia dini merupakan   masa   pembentukan   perilaku.   Oleh   karena   itu,   sebagai   pendidik  berusaha memberikan  pembelajaran  dan  contoh  yang  baik  kepada  anak   didik.  Tingkah  laku  dapat terbentuk melalui pengaruh lingkungan. Pendidik dapat menggunakan konsep Skinner dalam membentuk perilaku anak. Sebab, konsep Skinner berprinsip bahwa tingkah laku manusia dipengaruhi oleh lingkungan (variabel eksternal), serta dapat diubah dan dibentuk. Ada beberapa   konsep   Skinner  yang  dapat  diterapkan  di  TK  Al  Tarmasi  Pacitan.  Yang  menjadi permasalahan   penelitian   ini   adalah   bagaimana   konsep   Skinner   tentang   pembentukan perilaku untuk pendidikan anak usia dini dan implementasi konsep Skinner tersebut di TK Al Tarmasi Pacitan  serta bagaimana penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesesuaian konsep dan hasil yang dicapai TK Al Tarmasi Pacitan dalam konsep Skinner tentang pembentukan   perilaku   pada   pendidikan   anak   usia   dini.   Karena   melihat  latar  belakang peserta didik yang memiliki orang tua pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar TK Al Tarmasi Pacitan.   Pengumpulan   data   dilakukan   degan   mengadakan   observasi,   interview,   dan dokumentasi.   Analisis   data   dilakuakan   dengan   menggunakan  metode  perbandingan  tetap dengan  proses  analisis  yang  mencakup   tiga  komponen  yaitu:  reduksi  data,  sajian  data,  dan penarikan kesimpulan.
Pengelolaan Sarana Pembelajaran pada SD Negeri Belah I Donorojo Pacitan Luqman Hadi
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.418 KB)

Abstract

The  objectives  of  the  research  are  to  describe  the  characteristics  of:  1)  the  learning facilities  planning;  2)  the  utilities  of  learning  facilities;  and  3)  the  maintenance  of  learning facilities at SDN Belah I Donorojo Pacitan to facilitate the teaching and learning process. The type  of  the  research  is  qualitative  research.  The  design  of  the  research  employed  was ethnographic  study.  The  data  collecting  method  was  done  using  in-depth  interviewing, observation,  and  document  techniques.  The  data  analysis  was  done  using  single  case  analysis design. The analysis design selection  for qualitative research  conveys three main components, namely  data  reduction,  data  display,  and  verification.  The  data  validity  is  done  using triangulation, key informant review and member-check techniques. The research concludes that: 1) the characteristics of learning facilities planning at SDN Belah  I  Donorojo  Pacitan  was  initiated  by  arranging  proposal  proposed  to  get  the  aids  from Ministry  of  Education,  Provincial  Budgetting,  and  Municipal’s  Budgetting.  The  learning facilities  development  was  done  within  the  establishment  of  15  programs  of  school’s  learning facilities. The school learning facilities were financed through school’s budgetting. Th e finance were allocated from parental aids and governmental aids in the form of block grant schemes; 2) The  learning  facilities  utilities  at  SDN  Belah  I  Donorojo  Pacitan  were  done  optimally.  The learning  facilities  were  utilitized  as  students’  competence  exploration  tools,  namely  used  as students’ creativities and innovation tools. The learning facilities controlling strategies were done by  teacher  that  specifically  assigned  to  manage  the  school’s  learning  facilities;  and  3)  the learning  facilities  maintenance  of  multimedia  laboratory  was  done  cooperatively  with  the computer suplier by special contract system. It is done with the effectivity consideration so that the  teacher  may  focus  their  attention  in  teaching  and  learning  process  and  the  facilities  wer e ready to be used at any time.
Sistematika Al-Qur’an (Mengungkap Rahasia Susunan Surat dalam Al-Qur`an) Muhammad Syuhada Subir
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.487 KB)

Abstract

susunan  surat  al-Qur`an  khususnya  dalam  mushaf  Utsmani  tidak  sistmatis  dan bersifat kacau,  yang disebabkan adanya interfensi sahabat dalam penyusunan surat-surat al-Qur`an pada saat kodifikasi al-Qur`an, sehingga perlu dikaji dan disusun ulang sesuai dengan  kronologi  turunnya  al-Quran  tidaklah  tepat.  Karena  bila  dikaji  lebih  dalam,terdapat keselarasan, hubungan, dan kesatuan yang padu antara ayat dengan ayat dalam satu surat maupun antara surat dengan surat  setelahnya,  meski secara sekilas terkesan tidak sistematis. Dan  Al-Qur’an berisikan surat-surat yang memuat suatu materi, tema, dan penutup  yang terangkai dalam satu kesatuan yang utuh yang menegaskan bahwa alQur`an  secara  metodologis  selaku  kitab  yang  tidak  dapat  terbantahkan  lagi  akan susunan surat-suratnya yang sistematis  dan  berdasarkan pada perencanaan yang sangat matang  dari  Authornya.  Serta  tidak  akan  pernah  tertandingi  oleh  kitab  manapun  baik dari sisi sastra maupun sisi logis dan sisi lainnya.
Strategi Marketing Jasa Pendidikan dalam Meningkatkan Image Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam (Sebuah Tinjauan Teoritis) Eko Wahid
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.822 KB)

Abstract

Pemasaran  jasa  pendidikan  merupakan  sebuah  strategi  seiring  dengan  kemajuan  zaman yang  ditandai  dengan  berkembangnya  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  diperlukan  adanya wahana peningkatan sumber daya manusia yang memadai, yang bertujuan meningkatkan mutu di lembaga-lembaga  pendidikan  Islam  yang  berkualitas  dan  dapat  berkompetisi  dengan  lembaga pendidikan  lain  serta  mampu  mendongkrak  daya  saing  yang  tinggi  dengan  lulusan  pendidikan umum.  Berdasarkan  hal  tersebut,  maka  ada  beberapa  permasalahan  yang  harus  dicapai  oleh lembaga  pendidikan  Islam  khususnya  madrasah  untuk  memasarkan  jasa  lembaga  pendidikan tersebut  dengan  tujuan  lembaga  pendidikan  Islam  lebih  dikenal  luas  di  kalangan  masyarakat selaku  konsumen  jasa  pendidikan  dengan  tujuan  menghilangkan  sedikit  demi  sedikit  citra (image)  bahwa  pendidikan  Islam  masih  dianggap  kelas  kedua  (second  Class),  serta  untuk menghadapi ketatnya persaingan dengan lembaga pendidikan lainnya.
Pembelajaran Mengevaluasi Pemeran Tokoh dalam Pementasan Drama Siti Khurota A'yunin
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.564 KB)

Abstract

Permasalahan  yang  dikaji  dalam  penelitian  ini  adalah:  (1) Bagaimana  pembelajaran  mengevaluasi  pemeran  tokoh  dalam pementasan  drama  di  kelas  VIII  A  Madrasah  Tsanawiyah  Ma’arif  01 Tulakan,  Pacitan  tahun  pelajaran  2011/2012?  dan  (2)  Mengapa pembelajaran  mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama di kelas  VIII  A Madrasah  Tsanawiyah Ma’arif 01  Tulakan, Pacitan  tahun pelajaran 2011/2012  terjadi seperti saat peneliti melakukan pengamatan?Berdasarkan  analisis  udaut,  dapat  d isimpulkan  bahwa: Pembelajaran  mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama di kelas  VIII  A  Madrasah  Tsanawiyah  Ma’arif  01  Tulakan,  Kab.  Pacitan tahun  pelajaran  2011/2012,  dapat  dilihat  dari:  a)  Guru  secara  umum dalam  melaksanakan  pembelajaran  sudah  sesuai  dengan  tahapan  RPP akan  tetapi  peranan  guru  sebagai  motivator  sangat  kurang  sehingga kurang  menarik perhatian siswa. (b) Sebagian siswa banyak  yang ramai dan bercakap- cakap sendiri, tetapi sebagian siswa lainnya merasa senang dan  bersemangat  dalam  pembelajaran.  (c)  Guru  sudah  menggunakan beberapa  media  dalam  pembelajaran  diantaranya  papan  tulis,  media naskah,  dan  bermain  peran.  (d)  Guru  juga  menggunakan  beberapa metode dalam pembelajaran, yaitu tanya jawab,  metode kerja kelompok dan  metode  penugasan.  (e)  Adapun  dalam  evaluasi  pembelajaran  guru belum melaksanakan dengan maksimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10