cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERSONAL HIGIENE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN SKABIES Studi Observasional pada Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura Jasmine, Indira Aprilia; Rosida, Lena; Marlinae, Lenie
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2730

Abstract

Abstrak Narapidana anak memiliki risiko terhadap skabies karena kurangnya kepedulian akan personal higiene dan perilaku sehat individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies pada narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura. Penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pedekatan cross-sectional. Populasi penelitian dengan total sampling sebanyak 54 orang narapidana anak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel bebas adalah pengetahuan dan sikap tentang personal higiene, sedangkan variabel terikat adalah perilaku pencegahan penularan skabies. Uji statistik hasil penelitian menunjukkan sebanyak 72,2% responden memiliki pengetahuan tentang personal higiene kurang, 77,8% responden memiliki sikap tentang personal higiene negatif dan 75,9% responden memiliki perilaku pencegahan penularan skabies buruk. Analisis data dilakukan dengan uji fisher exact didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies (p=0,000) dan ada hubungan antara sikap tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies (p=0,004). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies pada narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura. Kata-kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, pencegahan penularan skabies AbstractPrisoners child has risks to scabies because of a lack of concern personal hygiene and behavior healthy individual. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes about personal hygiene to prevent transmission of scabies in the behavior of the child prisoners in penitentiaries children Klas IIA Martapura. This study uses a quantitative method with observational analytic design through cross-sectional method. The study population of 54 inmates of children. The research sample was determined by total sampling technique. The research instrument using a questionnaire. The independent variable of knowledge and attitudes about personal hygiene, while the dependent variable scabies infection prevention behaviors. The results showed the majority of 72.2% of respondents have less knowledge about personal hygiene, 77.8% of respondents have a negative attitude about personal hygiene and 75.9% of respondents had a bad scabies infection prevention behaviors. Results of analysis with fisher exact test shows that there is a relationship between knowledge of personal hygiene with scabies infection prevention behavior (p= 0.000) and there is a correlation between attitudes about personal hygiene with scabies infection prevention behavior (p=0.004). From these results it can be concluded that there is a correlation between knowledge and attitudes about personal hygiene to prevent transmission of scabies in the behavior of the child prisoners in penitentiaries children Klas IIA Martapura.Key words: knowledge, attitude, behavior, prevention of transmission scabies
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA BIDAN SAAT MELAKUKAN PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL Studi Observasional Analitik pada Bidan Praktik Swasta di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nurhayati, Shofia Adibah; Setyaningrum, Ratna; Fadillah, Noor Ahda
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2731

Abstract

AbstrakAlat pelindung diri merupakan komponen dari kewaspadaan standar dan juga merupakan metode pencegahan dan pengendalian infeksi yang harus rutin dilaksanakan terhadap semua pasien dan di semua fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan pada 10 bidan praktik swasta diketahui bahwa pada 10 bidan praktik swasta tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap pada saat melakukan pertolongan persalinan normal. Dari 10 bidan praktik swasta hanya 5 orang yang menggunakan masker, kacamata/pengaman mata dan alat pelindung kaki/sepatu tertutup pada saat melakukan pertolongan persalinan normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri bidan praktik swasta pada saat pertolongan persalinan normal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang diambil menggunakan teknik sampling jenuh/total sampling. Hasil penelitian dengan uji fisher exact (α=0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD dengan p-value masing-masing sebesar 0,003 dan 0,0001, namun tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (p-value=0,102). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada bidan praktik swasta.Kata-kata kunci: pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, penggunaan APD, bidan AbstractPersonal protective equipment as a component of standard precautions and a method of prevention and infection control should be routinely performed on all patients and in all health care facilities. Based on preliminary observations made on 10 private midwife note show that on 10 privately practicing midwives are not using personal protective equipment in full at the time of normal delivery assistance. Of the 10 privately practicing midwives only 5 people using masks, goggles / eye safety and protective gear feet / shoes closed at the time of normal delivery assistance. This study aims to determine the factors associated with the use of personal protective equipment privately practicing midwives during normal delivery assistance in Hulu Sungai Selatan regency. This is an observational analytic study with cross-sectional approach. The total sample in this study as many as 30 people were taken using sampling techniques saturated / total sampling. Based on analytic test using fisher exact (α = 0.05), shows that there is a significant relationship between knowledge and the availability of PPE with the use of PPE with p-value respectively of 0,003 and 0,0001, but there is no relationship between attitudes to the use of PPE (p-value = 0.102). It can be concluded that there is a relationship between knowledge and the availability of PPE with the use of PPE in private practice midwives.Keywords: knowledge, attitudes, availability of APD, use of PPE, midwives
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU PADA SAAT HAMIL DAN STATUS ANEMIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Studi Observasional di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Yana, Yana; Musafaah, Musafaah; Yulidasari, Fahrini
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2734

Abstract

AbstrakPerhatian terhadap janin yang mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan sangat meningkat. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kematian perinatal neonatal karena masih banyak bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Masalah BBLR (<2500 gr) sampai saat ini merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal yaitu sebanyak 43%. Penelitian ini merupakan penelitian observastional analytic dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control), tujuan peneliti untuk melihat hubungan usia ibu pada saat hamil dan status anemia dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Martapura. Besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus uji hipotesis 2 proporsi dengan jumlah 22 kasus (BBLR) dan 22 kontrol (tidak BBLR) atau dengan rasio 1:1. Sedangkan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia ibu pada saat hamil dengan kejadian BBLR (pvalue = 0,719). Sedangkan status anemia pada saat hamil menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p-value = 0,006, OR = 7,286). Faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah status anemia dengan p-value sebesar 0,006 dan OR = 7,286. Bagi Ibu hamil diharapkan dapat mengkonsumsi suplemen zat besi minimal 90 tablet secara teratur selama masa kehamilan.Kata-kata kunci : BBLR, usia ibu pada saat hamil, status anemia. AbstractAttention to the fetus with the growth disorder in the womb greatly increased. This is due to the high rate of neonatal perinatal mortality because there are many babies born with low birth weight (LBW). Problem LBW (<2500 g) until now is the main cause of perinatal morbidity and mortality as much as 43%. This research is observational analytic study with case-control study design, the purpose of this research is to find the correlation between the age of the mother during pregnancy and anemia status with low birth weight (LBW). The total of sample in this research was determined by using the formula of hypothesis test 2 proportion with 22 cases (LBW) and 22 controls (not LBW) or the ratio of 1: 1. Where as for the sample in this study, research used purposive sampling technique. The analysis is the analysis of univariate and bivariate with Chi Square test 95%. The results showed that there was no correlation between the age of the mother during pregnancy with LBW (p-value = 0,719). While the status of anemia during pregnancy showed a significant correlation with LBW (p-value = 0,006, OR = 7,286). Factors correlated with LBW is anemia status. For pregnant women are expected to take iron supplements at least 90 tablets regularly during pregnancy.Keywords: low birth weight, mother's age during pregnancy, anemia status.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 2 MODEL PALU Lewa, Abd. Farid
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2736

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang cukup serius dengan prevalensi tertinggi dialami oleh Indonesia.Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 Prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9% dan untuk prevalensi anemia usia 15-24 tahun sebesar 18,4%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi, protein dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu.Jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan Recall 24 jam selama 3 hari berturut-turut dan nilai kadar hemoglobin diperoleh dari pengambilan darah dengan metode hemocue. Jumlah sampel 75 sampel diambil dengan teknik Proportionate Random Sampling. Uji hubungan yang digunakan adalah uji Fisher exact.Hasil penelitian diperoleh Hasil uji hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia diperoleh p > 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Model Palu. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan pihak sekolah dan orang tua lebih memperhatikan asupan makanan siswi.Kata-kata kunci: asupan protein, asupan zat besi, asupan vitamin C, anemia, remaja putri AbstractAnemia is one of the problems are serious enough micronutrients with the highest prevalence experienced by Indonesia.Based Health Research in 2013 Prevalence of anemia in women in Indonesia amounted to 23.9% and for 15-24 years the prevalence of anemia of 18.4%.The purpose in this study to determine the relationship of the intake of iron, protein and vitamin C with anemia in adolescent girls in MAN 2 Model Palu.Jenis used analytical research with cross sectional approach.Recall data was collected through 24 hours for 3 consecutive days and values hemoglobin levels obtained from blood sampling method hemocue. Number of samples 75 samples taken with Proportionate Random Sampling technique. The correlation test used is the Fisher exact test.The results were obtained relationship test result intake of protein, iron and vitamin C with anemia obtained p> 0.05.It is concluded that there is no relationship intake of protein, iron and vitamin C with anemia in adolescent girls in MAN 2 Model Palu.The suggestions in this study is expected that the school and parents pay more attention to the food intake of students.Keywords: protein intake, intake of iron, vitamin C intake, anemia, young women
PENGARUH KOMPOSISI TUBUH DENGAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK PADA MAHASISWA OVERWEIGHT DAN OBESE DI POLTEKKES KEMENKES PALU SULAWESI TENGAH Kusumawati, Dwi Erma
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2739

Abstract

AbstrakPrevalensi overweight dan obesitas meningkat tidak hanya di kalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak dan remaja. Kegemukan di kalangan remaja di Indonesia adalah 7,.%, Sulawesi Tengah adalah 6,7%, dan Kota Palu adalah 6,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi komposisi tubuh (lemak, air, dan otot) dan kebugaran fisik di antara siswa remaja kelebihan berat badan di Kesehatan Politeknik Palu. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Ada 28 siswa yang terlibat sebagai sampel dalam penelitian ini. Ada dua langkah dalam pengumpulan data (1) skrining untuk mahasiswa kelebihan berat badan dan obesitas dengan usia ≤19 tahun 0 bulan tua menggunakan indikator BMI/A, (2) penilaian komposisi tubuh menggunakan BIA dan penilaian kebugaran fisik dengan menggunakan multistage Fitness Test ( MFT). Analisis data meliputi bivariat univariat dan (independent t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua remaja kelebihan berat badan (100%) memiliki tingkat kebugaran fisik yang sangat miskin. Berarti skor kebugaran fisik lebih tinggi di antara remaja kelebihan berat badan dengan persentase tubuh bagian bawah lemak (p <0,05), persentase otot tubuh yang lebih tinggi (p <0,05), dan persentase air lebih tinggi (p> 0,05). Semakin rendah persentase lemak tubuh dan tinggi persentase otot tubuh akan memberikan kontribusi untuk peningkatan kebugaran jasmani. Disarankan untuk siswa remaja kelebihan berat badan untuk meningkatkan kebugaran fisik mereka melalui penurunan lemak tubuh dan meningkatkan aktivitas fisik.Kata-kata kunci: komposisi tubuh, persentase lemak tubuh, persentase otot tubuh, persentase air, dan kebugaran fisik AbstractThe prevalence of overweight and obesity increase not only among adult but also among children and adolescent. Overweight among adolescent in Indonesia was 7,.%, Central Sulawesi was 6.7%, and Palu City was 6.9%. This study was aimed to investigate the association of body composition (fat, water, and muscle) and physical fitness among overweight adolescent student in Health Polytechnic of Palu. This study was an observational analytic with cross-sectional design. There was 28 students involved as sample in this study. There are two step in data collecting (1) screening for overweight and obese student with age ≤19 years 0 month old using indicator of BMI/A, (2) assessment of body composition using BIA and assessment of physical fitness using Multistage Fitness Test (MFT). Data analysis include univariate and bivariate (independent t-test). Study result showed that all overweight adolescent (100%) had a very poor physical fitness level. Mean of physical fitness score was higher among overweight adolescent with lower body fat percentage (p<0.05), higher body muscle percentage (p<0.05), and higher water percentage (p>0.05). The lower the body fat percentage and the higher the body muscle percentage would give contribution for improvement of physical fitness. It was suggested for the overweight adolescent student to improve their physical fitness through the decreasing of body fat and increasing of physical activities.Keywords: body composition, body fat percentage, body muscle percentage, water percentage, and physical fitness
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 18-44 TAHUN Sriani, Kesuma Indah; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2729

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dengan sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2014, hipertensi berada pada urutan pertama penyakit tidak menular sebesar 506 orang per 1.000 penduduk. Diantara 8 puskesmas di Kota Banjarbaru, Puskesmas Sungai Besar memiliki kejadian hipertensi terbanyak untuk kategori umur 18-44 tahun dibandingkan dengan puskesmas lain. Perilaku merokok dan kebiasaan olahraga merupakan faktor risiko dari hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dan kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 18-44 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 9.854 orang dan besar sampel diambil dengan rumus slovin sebanyak 109 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar isian dan tensimeter. Variabel bebas yaitu perilaku merokok dan kebiasaan olahraga, sedangkan variabel terikat yaitu kejadian hipertensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi– Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku merokok (pvalue= 0,0001 dan OR=15,471) dan kebiasaan olahraga (p-value=0,0001 dan OR=11,147) dengan kejadian hipertensi pada usia 18-44 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok dan kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 18-44 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Kata-kata kunci: hipertensi, merokok, olahraga  AbstractHypertension is a disease characterized by increased blood pressure with systolic ≥ 140 mmHg and or diastolic ≥ 90 mmHg. Based on data from the Banjarbaru Health Office on 2014, hypertension was the first order of non-communicable diseases amounted to 506 persons per 1.000 population. Among the eight Puskesmas in Banjarbaru, Puskesmas Sungai Besar has the highest incidence of hypertension for the age category 18-44 years compared to other Puskesmas. Smoking behavior and exercise habits are risk factors of hypertension. This study aimed to analyze the correlation between smoking behavior and exercise habits with hypertension in men aged 18-44 years in Puskesmas Sungai Besar South Banjarbaru District. This study uses observational analytic design with crosssectional approach. The study population as many as 9.854 people and a large sample is taken with the slovin formula many as 109 people. Instrument in this research used spreadsheet and tensimeter. The independent variable is the behavior of smoking and exercise habits, while the dependent variable was the incidence of hypertension. Data analysis was performed using Chi-Square test. The results showed that there is a correlation between smoking behavior (p-value = 0,0001 and OR = 15,471) and exercise habits (p-value = 0,0001 and OR = 11,147) with the incidence of hypertension at the age of 18-44 years. From these results it can be concluded that there is a correlation between smoking behavior and exercise habits with hypertension in men aged 18-44 years in Puskesmas Sungai Besar South Banjarbaru District.Keywords: hypertension, smoking, exercise

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue