cover
Contact Name
Zaini Tamin AR
Contact Email
zainitamim@gmail.com
Phone
+6285732024211
Journal Mail Official
zainitamim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wedoro PP No. 66, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, 61253
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 20874820     EISSN : 25798995     DOI : https://doi.org/10.54180/elbanat
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the science of islam and Islamic thought, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE This journal Contains Islamic studies included education , legal, political , economic , social and cultural
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2020): Juni" : 7 Documents clear
Sunnah, Sains dan Peradaban Manusia; Menelaah Kembali Pemikiran Yusuf Al Qardhawi Ahmad Putra; Prasetio Rumondor
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.665 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.1-19

Abstract

Di era ini, muncul beranekaragam pemikiran yang berujung pada permasalahan dalam bidang sains (ilmu pengetahuan). Maka kajian tentang pemikiran Yusuf al Qardhawi menarik dikupas kembali untuk memberikan kerangka berpikir yang bersandar pada as Sunnah sebagai dasar hukum Islam yang kedua. Studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Yusuf al Qardhawi tentang Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan peradaban. Selanjutnya artikel ini diharapkan dapat merefleksikan pemikiran tersebut dalam kehidupan intelektual. Penulis berkesimpulan bahwa, bagi Yusuf al Qardhawi, Sunnah merupakan tafsir praktis terhadap al-Qur’an dan aplikasi ideal dalam peradaban Islam. Sunnah juga memberikan keterkaitan yang kuat pada perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Penulis berargumen, dengan menjadikan Sunnah sebagai sumber pengetahuan dan peradaban, sebenarnya al Qardhawi menekankan pada penggunaan akal yang merujuk kepada Sunnah sebagai sumber kontekstual.
Implementasi Pembelajaran Tajwid dan Sholat dengan Game Android di Sekolah Dasar Mursyidah Surabaya Arzaqillah Mubarokah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.259 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.20-41

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi berdampak pada terjadinya perubahan dalam berbagai aspek, termasuk aspek pendidikan. Proses belajar mengajar tidak hanya berfokus pada penggunaan satu atau dua buku pedoman saja, namun juga telah mengintegrasikan kecanggihan teknologi seperti gadget dan koneksi internet. Salah satunya adalah adanya pemanfaatan game android edukatif oleh pendidik dalam mata pelajaran Al-Quran Hadits (Qurdits) dan Fiqih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru dan peserta didik terhadap penerapan game edukasi bertajuk game Tajwid Petualangan dan game fiqih Marbel (Mari Belajar) Sholat di SD Mursyidah Surabaya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, agar dapat mendeskripsikan penelitian secara mendalam dan mendetail. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan kedua games edukatif tersebut memberikan banyak manfaat kepada masing-masing pihak khususnya terhadap peserta didik, seperti bertambahnya minat belajar siswa, pembelajaran di kelas lebih komunikatif dan menyenangkan dan meningkatnya hasil belajar siswa. Selain itu, tantangan baru juga dirasakan oleh guru berupa: peningkatan efektifitas penggunaan game android edukatif dan pendampingan kepada siswa untuk memilih game android yang bermanfaat baik di dalam ataupun di luar kelas.
Model Research and Development dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Halimatus Sa'diyah; Hanik Yuni Alfiyah; Zaini Tamin AR; Nasaruddin Nasaruddin
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.371 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.42-73

Abstract

Selama ini, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering menggunakan model, metode atau strategi yang bersifat konvensional, terutama pada materi yang bersifat metafisik dan transendental. Penelitian ini berupaya mengkaji model-model penelitian dan pengembangan (research and development) pembelajaran PAI dalam beberapa aspeknya. Penelitian pustaka ini menyimpulkan bahwa Research and Development (R&D ) dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui penelitian untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Objek R&D dalam pembelajaran PAI berupa: materi, metode, media, dan teknik evaluasi. R&D dapat membantu guru untuk melakukan kreasi dan inovasi yang melahirkan produk yang terus menerus disempurnakan. Tujuannya adalah menjamin kemudahan dan kenyamanan dalam mata pelajaran PAI. Penulis perlu menegaskan bahwa R&D dalam pembelajaran PAI harus dipandang sebagai peningkatan pendidikan (minimal di kelas atau lembaga pendidikan). Oleh sebab itu, penulis merekomendasikan beberapa hal berikut: Pertama, mematangkan perencanaan R&D; Kedua, lebih memperhatikan ketelitian, khususnya dalam analisis dan evaluasi; Ketiga, peningkatan perhatian pada upaya pengembangan materi, metode, media, dan teknik evaluasi yang lebih baik dalam proses pembelajaran.
Ibn Jama’ah; Reaktualisasi Pendidikan Karakter Khazanah Islam Klasik Muhammad Fazlurrahman Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.169 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.91-108

Abstract

Tiga dosa besar pendidikan tanah air yang disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, yaitu: bullying, kekerasan seksual, dan intolerance. Hal ini menjadi masalah besar yang tak kunjung ditemukan formula yang tepat untuk diimplementasikan kepada pendidikan kita. Pada kajian ini, bertujuan mengajak para pendidik dan pakar pendidikan, khususnya pendidikan Islam, untuk menemukan atau menawarkan konsep pendidikan karakter yang sebenarnya telah dilakukan oleh ulama’-ulama’ salaf (terdahulu) dalam mendidik muridnya, sehingga dapat menjawab tiga permasalah di atas. Metodologi yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Adapun temuan-temuan dari bahasan ini, di antaranya: Ibn Jama’ah telah lebih dahulu menerapkan model pendidikan pada Sibyan -sekarang dikenal dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) - dari pada tokoh-tokoh pendidikan Barat. Selain itu, Ia menekankan perlunya adab murid pada dirinya sendiri, guru dan ilmu yang dipelajarinya. Oleh karena itu, menjadi penting dan urgen untuk kembali mereaktualisasikan dan membuka kembali literasi-literasi khazanah Islam klasik yang tak kalah dari literasi Barat sebagai konsep dasar berpikir mengenai pendidikan karakter. Hal lain yang tak kalah penting, ialah pendidikan karakter tak perlu dijadikan sebuah mata pelajaran atau mata kuliah tersendiri, karena seyogyanya pendidikan karakter terintegrasi atau bersenyawa dengan pelajaran-pelajaran yang lainnya.
Formulasi Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam; Refleksi Filosofis Kebijakan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 pada PAI: Refleksi Filosofis Kebijakan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 pada PAI Rangga Sa'adillah S.A.P.
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.089 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.74-90

Abstract

Artikel ini memformulasi kebijakan standar proses pendidikan dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016 agar kompatibel dengan karakteristik PAI dengan membedah epistemologi pembelajaran dan taksonomi pembelajaran melalui kajian filosofis. Epistemologi PAI bertumpu pada pemikiran bahwa ilmu adalah milik Allah, maka pendidikan juga berasal dari Allah. Dengan demikian, Allah merupakan pendidik yang pertama dan utama dan juga pengajar pertama. Sebagai peserta didiknya adalah manusia. Manusia diberi bekal berupa akal (penalaran) untuk merumuskan teori-teori. Ini merupakan anugerah agar akal digunakan untuk melakukan perenungan disertai dengan konfirmasi pengalaman dari panca indera –disinergikan dengan intuisi agar jalan berpikir yang digunakan manusia tidak terlepas dari rel yang diatur Allah. Tujuan PAI adalah membuat peserta didik menjadi baik. Kata baik adalah kunci dalam merumuskan tujuan PAI (taksonomi transenden). Dengan metode mawdhu’I, akar kata “baik” dalam Alquran mengacu pada ahsana-yuhsinu, shaluha-yasluhu, dan khayrun. Kemudian data-data tersebut dikorelasikan, dan direduksi –diklasifikasikan (taksonomi) menjadi tiga domain. Pertama “baik” kaitannya antara manusia dengan Tuhan (Illahiyyah/ketuhanan/ teosentris). Kedua “baik” kaitannya dengan hubungan antara manusia dengan manusia dan interaksi sosial di masyarakat (insaniyyah/kemanusiaan/ antroposentris). Dan ketiga, “baik” dalam kaitan hubungan manusia dengan alam semesta (kauniyah/alam semesta/ekosentris). Taksonomi transenden untuk mengatasi krisis spiritual, kemanusiaan, dan kerusakan alam.
Model Pendidikan Agama Islam dalam Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Pondok Pesantren Tetirah Dzikir Sleman Yogyakarta Toha Machsun
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.751 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.109-127

Abstract

This study aims to describe the rationale for the importance of rehabilitation of drug addicts using islamic religious education and the islamic religious education model used for the rehabilitation of drug addicts in pondok pesantren Tetirah Dzikir Sleman Yogyakarta. This research uses a qualitative approach to the type of case study. The results showed that: (1) The rationale for the importance of rehabilitation of drug addicts using Islamic religious education, includes: juridical, religious, and psychological reasons; (2) The Islamic Religious Education Model in the rehabilitation of drug addicts is carried out in three stages: first, pre-education, second, Islamic education, includes guidance for prayer, fasting, dzikir, qiyamul lail, repentance bathing, religious lectures, learning akidah morals, fiqh, reading and writing the al-qur’an, and the third is post-recovery education. The author argues that in addition to treatment and / or treatment through medical rehabilitation, the healing process for drug addicts can be supported through a religious approach organized independently by the community. The author recommend several things: first, there needs to be moral support from parents to patients, so that the healing process is optimal. Second, the local government must fully support (especially financially) the activities at the pesantren. Third, the community must accept back clients who recover as part of the community.
Pembiasaan Tradisi Aswaja sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Kedung Jepara Fathur Rohman; Hanifa A'la
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.434 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.128-148

Abstract

This article discusses the traditional Aswaja practices that implemented in Madrasah Aliyah (MA) Matholi'ul Huda Kedung Jepara as a means of preventing radicalism. There are two issues that will be discussed in this article, namely the forms of the Aswaja tradition that took place in MA Matholi'ul Huda Kedung Jepara and the habituation of the Aswaja tradition within the MA Matholi'ul Huda Jepara. This study was conducted using a qualitative approach with a case study method. The data in this study were collected using participatory observation techniques, interviews, and documentation. The data were then analyzed descriptively qualitatively through three stages, namely presentation, reduction and verification. From the results of this analysis, it is known that the traditions that are accustomed to in MA Matholi'ul Huda Kedung Jepara are khatmil quran, tahlilan, istigtsah, pilgrimage to the grave, and tawassul. Khatmil Qur'an and Tahlilan habituated once a week. While Istighatsah, grave pilgrimage, and tawassul are carried out at the beginning of the school year, before the semester exams, and the National Examination. This traditional habituation is a form of learning so that students have a caring attitude towards tradition and respect for the scholars who have started the tradition. This attitude of caring and respect will in turn be both an antidote and an antidote to the "poison" of radicalism.

Page 1 of 1 | Total Record : 7