cover
Contact Name
-
Contact Email
atturatsjournal@gmail.com
Phone
+628115787888
Journal Mail Official
atturatsjournal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Syaifuddin Zuhri Lantai 2 Jl. Letjend. Soeprapto NO. 19 Pontianak Kalimantan Barat - INDONESIA Kode Pos: 78113 Telp. 0561-734170
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
At-Turats
ISSN : 1978418x     EISSN : 25028359     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TURATS is a peer-reviewed journal on Islamic education, provide readers with a better understanding of education. At-Turats specializes on education in the Muslim world, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. This journal encompasses original research articles and review articles, including: • Teaching & Learning • Language Education • Philosophy of Education • Religious Education • Teacher Education • Early Childhood Education • Studies in Social Education • Studies in Science Education • Management Education • Quality Education • Education Development & Society • Educational Leadership • Educational Technology
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
Konsep dan Prinsip Manajemen Pendidikan Dalal Al-Qur'an Imron Muttaqin
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.993

Abstract

Secara bahasa konsep merupakan abstraksi dari ide, sedangkan prinsip adalah pokok-pokok yang mendasari sesuatu. Penelitian ini ingin menemu konsep dan prinsip manajemen pendidikan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan library research dengan metode tafsir tematik. Berdasarkan pada analisis data penelitian, konsep manajemen pendidikan dalam Al-Qur`an adalah proses pengelolaan pendidikan yang dilakukan secara terencana, terarah, terbuka, memberdayakan, menekankan proses dan hasil yang bertujuan untuk mencapai tujuan dunia dan akhirat, sedangkan prinsip manajemen pendidikan adalah menggunakan tujuan `ibadah sebagai tujuan puncak (ultimate meaning), dilandasi dengan nilai-nilai Iman, Islam, Ihsan, pembagian tugas, efektif dan efisien, musyawarah, berorientasi pada tujuan akhir yang dilaksanakan secara bertanggungjawab.
Monitoring dalam Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan S. Nor Hasanah
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.929

Abstract

Monitoring in school and security asset of education system of facilities and infra structures management based on vision and mission, therefore education institution needs to develop a management system includes planning, procurement, utilization, maintenance, deletion and updating all facilities and infrastructures. Education Institution must have special guidance about completeness and adequacy the needs of facilites and infrastructures, includes inventary classification system and information of existence. Besides that, education institution must have management system that guarantee wider access existence especially for the students and teacher through sharing resource model applied. Paradigm monitoring and evaluating toward facility and  infrastructures of an education instution. so that can be described some essences of sub discussion emerging high quality and effective education, and efficient through facilities and infrastuctures management, evaluating in education of facilities and infrastructures and critical analiysis toward monitoring and evaluating of facilities and Infrastructures.
ENGLISH EDUCATION FOR EARLY CHILDHOOD LEARNER nanik shobikah
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.970

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendidikan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa Inggris diperlukan seiring dengan kemajuan suatu negara. Itulah alasan mengapa bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional mulai diperkenalkan sesegera mungkin kepada para siswa di Indonesia saat ini. Artikel ini menggunakan studi pustaka yang teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui review buku teks, review literatur, catatan, dan laporan yang terkait dengan pendidikan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Pendidikan bahasa Inggris akan ideal jika dimulai sejak usia dini, terutama sebelum anak-anak berusia 12 tahun. Anak usia dini adalah anak pada rentang sekitar 2 - 7 tahun. Di usia itu adalah periode emas dalam pengembangan keterampilan bahasa anak-anak. Pada periode ini, mereka dapat mempelajari bahasa apa pun seperti pembicara asli dan periode ini harus digunakan sebaik mungkin. Namun, anak-anak pada usia dini masih berada pada kondisi perkembangan kognitif praoperasional yang memiliki sifat egosentris yang tinggi, belum memahami hal-hal abstrak, hanya memahami simbol-simbol dan masih berpikir pra-logis (belum logis). Oleh karena itu, bahasa Inggris untuk anak-anak membutuhkan metode yang tepat dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Ada beberapa metode dan teknik yang tepat untuk mengajar bahasa Inggris untuk anak usia dini seperti dalam konteks komunikatif. Kontek tersebut termasuk konteks situasi sosial, budaya, permainan, nyanyian dan musik, mendongeng, pengalaman yang artistik, kerajinan tangan dan aktifitas-aktifitas yang memprioritaskan gerakan fisik. Di antara metode dan teknik yang disebutkan, pendekatan dengan lagu (nyanyian dan music) dan gerak adalah metode yang sangat tepat dan sukses dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini. This article discusses about English education for early childhood. One's ability to use English is needed along with the progress of a country. That is the reason why English as an International language began introduced as soon as possible to the students in Indonesia nowadays. This article uses a literature study which the data collection technique done by a review study of textbooks, literatures, notes, and reports which related to English education for young learners. English education will be ideal if it starts from an early age, especially before the children turn into 12 years old. Early childhood is the child on the range about 2 - 7 years. In that age is a golden period in the development of children's language skills. In this period, they are able to learn any languages like the original speakers and this period should be used as well as possible. However, children at an early age are still on the preoperational cognitive development condition that has high egocentricity, have not understood the abstract things yet, just understand on the symbols and still pre-logical minded. Therefore, English for children requires a proper and effective methods in teaching process. There are several appropriate methods and techniques for teaching English for early childhood such as in the communicative context. They are including the context of social situations, culture, games, singing and music, storytelling, artistic experiences, handicrafts and prioritizing physical movement. Between methods and techniques mentioned, the approach with song and motion is a very appropriate and successful method in English education for early childhood. Keywords: English language education, Language Cognitive Development of Young Learner, English for Young Learners.
FIKIH HISAB - RUKYAT PERAN BADAN HISAB RUKYAT TERHADAP DINAMIKA PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA Suhardiman Suhardiman
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.972

Abstract

Abstrak Islam sebagai agama yang diturunkan dari langit (samawi) melalui wahyu yang disampaikan kepada Rasulullah SAW, tentu sangat memerlukan petunjuk teknis yang biasa dijelaskan melalui hadis Nabi Muhammad SAW. Terlebih lagi, apabila hal tersebut menyangkut persoalan-persoalan yang menjadi prasyarat keabsahan (sah atau tidaknya) pelaksanaan suatu ibadah, seperti ibadah puasa ramadhan, syawal dan pelaksanaan ibadah haji di bulan dzulhijjah. Dalam konteks penentuan awal bulan kamariah, terutama terkait dengan waktu pelaskanaan ibadah tersebut, petunjuk teknis mengenai bagaimana mengawalinya pada masa Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak mengalami dinamika seperti yang terjadi saat ini. Hal ini tentu selain Rasulullah sebagai satu-satunya otoritas tunggal dalam menentukan masalah tersebut, juga disebabkan oleh metode yang digunakan, serta wilayah hukumnya (wilayatul hukmi) tidak memunculkan beragam interpretatif. Akan tetapi persoalanya menjadi berbeda, ketika umat Islam telah menghuni seluruh bagian permukaan bumi ini, kemudian seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern mengenai metode, tingkat akurasi hingga kriteria mengenai awal bulan tersebut, memimbulkan beragam pendapat, teori dan argumentasi. Terlepas dari beragam pendapat tersebut, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, tentunya memerlukan otoritas tunggal dalam menentukan awal bulan kamariah. Kementerian Agama RI melalui Badan Hisab dan Rukyat (BHR) dari sejak awal berdirinya telah melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terkait dengan permasalahn tersebut. Kata kunci : Bulan, Kamariah, Hisab dan Rukyat.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) PERKOTAAN JOMBANG JAWA TIMUR Waslah Waslah; Elik Khoirun Nisa
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.969

Abstract

Abstract This study examines the diversity that exists in schools, the concept of multicultural Islamic education, as well as the role of Islamic Education Teachers in applying multicultural education in senior high school (SMAN) Perkoataan Jombang East Java Indonesia. This is because of the author's interest in this theme. Multicultural education is still limited to the concept and theory alone, the author tries to be drawn in life and practice. This research uses qualitative approach with field study design (Field Research), which takes the object of SMA Negeri 1 Jombang East Java. In this study, researchers used the method of observation, interview and documentation to collect the required data. Data analysis is done by giving meaning to the data collected and from that meaning will be taken conclusion. The conclusions that can be drawn from this research are 1). The existing condition in urban high school in Jombang is very diverse. Such diversity includes the ethnic diversity, religion, social status and mindset. Schools give each individual the freedom to actualize according to what they want. 2) Multicultural religious education is an educational model that emphasizes moral values, such as compassion, one's love, help, tolerance, appreciate the diversity and nature of mutual respect for humanity. 3) The role of PAI teachers in applying the existing multicultural education has been in accordance with what is the purpose of multicultural education. It is based on teaching and learning activities that take place in the school. Keywords: PAI Teachers in Urban High School
Corak Pemikiran Islam Borneo (Studi Pemikiran Tokoh Muslim Kalimantan Barat Tahun 1990-2017) Syarif Syarif
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.939

Abstract

Judul penelitian ini adalah Corak Pemikiran Islam Borneo (Studi Pemikiran Ke-Islam-an Tokoh Muslim Kalimantan Barat Tahun 1990-2017). Peneitian ini bertujuan untuk memetakan corak pemikiran keislaman yang dianut dan diamalkan oleh kaum muslimin di Kalimantan Barat, Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatann kualitatif.  Penelitian dilakukan secara lapangan di tiga Kabupaten dan dua di Kotamadya di Kalimantan Barat dengan karakter wilayah yang berbasis Kerajaan Islam dan Pusat Pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data mengunakan teknik ketekunan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan refrensial. Analisis data kualitatif dengan ada tiga langkah, yaitu: reduksi data, display data, dan mengambil kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini bertujuan: 1) secara umum dapat memetakan corak pemikiran Islam yang dominan dipahami, dianut, dan diamalkan di Kalimantann Barat. 2) secara khusus dapat menjadi acuan kebijakan akademik oleh IAIN Pontianak dalam rangka mewujudkan visi dan misinya sebagai wadah kajian Islam dan Budaya Borneo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa corak pemikiran Islam di Kalimantan barat adalah tasawwuf thariqah dan pembaharuan dengan sanad yang jelas berasal dari Arab, Jawa dan Madura peninggalan berupa teks (manuskrip) dan konteks (budaya dan bentuk bangunan tempat ibadah), gerakan mereka dapat ditemukan dalam bentuk majelis dan lembaga pendidikan madrasah dan pesantren.
LANGUAGE LEARNING STRATEGIES IN LEARNING SPEAKING Dewi Ismu Purwaningsih
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.968

Abstract

Abstract Strategi pembelajaran bahasa adalah alat untuk membantu mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris. Strategi ini adalah salah satu cara untuk membantu mahasiswa dalam mengatasi permasalahan berbicara dalam bahasa Inggris. Mahasiswa sebaiknya mengetahui jenis strategi pembelajaran bahasa dalam berbicara bahasa Inggris untuk membantu mereka belajar bahasa dengan cara yang lebih baik. Masalah dalam penelitian ini yaitu “Strategi pembelajaran bahasa apa sajakah yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris?” dan “Bagaimana frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris?” Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu untuk mengetahui strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris, mengetahui frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris, dan memberikan saran untuk meningkatkan penggunaan strategi pembelajaran bahasa kepada mahasiswa yang memiliki tingkat penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang masih rendah. Objek penelitian ini berjumlah 50 orang mahasiswa semester tiga program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Untan Pontianak Tahun Akademik 2010/2011. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data yaitu melalui kuesioner untuk menentukan frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa. Sesuai dengan tujuan penelitian, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran bahasa Inggris oleh mahasiswa berada pada tingkat medium dengan skor rata-rata 3,05. Data menunjukkan bahwa dalam menggunakan strategi pembelajaran bahasa terdapat 10 mahasiswa yang memiliki frekuensi tinggi (20%), 31 mahasiswa dengan tingkat penggunaan strategi sedang (62%), dan 9 mahasiswa yang memiliki tingkat penggunaan strategi yang rendah (18%). Dari enam strategi pembelajaran bahasa, ditemukan bahwa strategi kognitif merupakan strategi dengan tingkat penggunaan paling tinggi dengan skor rata-rata 3,71. Selanjutnya, strategi kompensasi menduduki peringkat yang kedua dengan skor rata-rata 3,29. Ranking ketiga yaitu strategi afektif dengan skor rata-rata 3,18. Ranking keempat dan kelima secara berurutan yaitu strategi metakognitif dengan skor rata-rata 3,01 dan strategi mengingat dengan skor rata-rata 2,52. Terakhir, strategi terakhir dengan skor terendah yaitu 2,47 adalah strategi sosial. Kata kunci : strategi pembelajaran bahasa, strategi berbicara, pendidikan bahasa Inggris

Page 1 of 1 | Total Record : 7