cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
ISSN : 24069825     EISSN : 26143178     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal is a scientific open access journal in the field of aquatic sciences, published periodically (April and October) by the Institute of Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh (Malikussaleh University) in cooperation with Marine Center Universitas Malikussaleh, Department of Aquaculture Universitas Malikussaleh and Department of Marine Science Universitas Malikussaleh. Acta aquatica are publish original research, overviews and reviews relating to aquatic environments (wetlands, freshwater and marine waters) and the border limits of these environmental systems and the impacts of human activities on the environmental systems. Acta Aquatica has a related studies in aquatic bioecology, aquaculture, hydrology, biodiversity of aquatic biosphere, oceanology, exploitation and exploration technology of aquatic resources, fisheries product technology, aquatic microbiology, aquatic modeling, aquatic geographic information systems, and socio-economic of aquatic resources.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Valuasi ekonomi ekosistem mangrove di Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Zuraidah, Syarifah; Syahfitri, Hilda
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian ekonomi ekosistem hutan mangrove dan mengkuantifikasi total nilai pemanfaatan (use value) di wilayah lokasi penelitian mangrove di Gampong Kuala Bubon, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Responden adalah masyarakat lokal yang melakukan aktivitas sehari-hari berkaitan dengan hutan mangrove secara langsung maupun tidak langsung, dengan jumlah responden sebanyak 28 responden. Proses seleksi sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisi yang digunakan adalah Analisis nilai manfaat langsung (ML), tidak langsung (MTL) dan manfaat pilihan (MP). Dari hasil penelitian total manfaat langsung (ML) ekositem mangrove gampong kuala bubon pada saat ini ( 3 ha ) di peroleh nilai manfaat bersih sebesar Rp.10.501.651/tahun, manfaat tidak langsung di ambil salah satu komoditas kepiting diperoleh nilai manfaat sebagai penyedia pakan alami Rp. 5.400.000/tahun. Nilai ekonomi total (NET) tersebut dari ekosistem mangrove sebesar Rp. 38.457.473.This study aims to assess and quantify economic mangrove ecosystem total value of utilization (use value) in the region of mangrove study sites in the Village Kuala Bubon, District Samatiga, Aceh Barat. The method used is a case study. This study uses primary data and secondary data. Respondents are local people who perform daily activities related to the mangrove forest, directly or indirectly, with the number of respondents as many as 28 respondents. The selection process samples using purposive sampling technique. The analysis used was analysis of the value of direct benefits (ML), indirect (MTL) and benefits of options (MP). From the research total direct benefits (ML) gampong mangrove estuary ecosystems Bubon at this time (3 ha) obtained a net benefit value Rp.10.501.651 / year, the benefits are not immediately taken one crab commodity value of the benefits obtained as a provider of feed natural Rp. 5.4 million/ year. The total economic value (NET) from the mangrove ecosystem Rp. 38,457,473.  
Analisis kandungan mutu stik ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) dan ikan pisang-pisang (Caesio chrysozona) sebagai alternatif diversifikasi olahan ikan Apriliani AGS, Dwi; Syahputra, Fauzi
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i1.862

Abstract

AbstrakStik ikan merupakan salah satu makanan ringan berupa irisan tipis yang berbentuk pipih memanjang berbahan dasar tepung terigu, lemak, telur, garam dan air yang digoreng dan mempunyai rasa yang gurih dan bertekstur renyah. Penambahan bahan ikan dalam produk stik dimaksudkan untuk menambah mutu olahan ikan dalam bentuk diversifikasi. Ikan Kambing-kambing dan Ikan Pisang-pisang dipilih sebagai alternatif diversifikasi olahan ikan, dikarenakan selama ini ikan tersebut hanya dikonsumsi segar dan diolah menjadi ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu stik ikan meliputi kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein stik ikan pisang-pisang lebih tinggi di bandingkan stik ikan kambing-kambing sebesar 12,49% dan 11,96%.  Kadar Abu stik ikan pisang-pisang lebih tinggi dibandingkan stik ikan kambing-kambing sebesar 2,81% dan 2,65%. Kadar Karbohidrat stik ikan pisang-pisang lebih tinggi dibandingkan stik ikan kambing-kambing sebesar 55,12% dan 53,77%.  Sebaliknya kadar lemak stik ikan kambing-kambing lebih tinggi dibandingkan stik ikan pisang-pisang sebesar 27,91% dan 26,11%. Kadar air stik ikan kambing-kambing lebih tinggi dibandingkan stik ikan pisang-pisang dan sebesar 3,71% dan 3,47%.Kata kunci: mutu stik ikan; ikan kambing-kambing; ikan pisang-pisangAbstractFish stick is one of snacks which is sliced in a thin and long flat stick. It is made from wheat flour, fat, egg, salt, and water which is fried and have a salty taste and crispy texture. Adding fish ingredients in stick product is aimed to add a qualified fish mixture in form of diversification. Abalistes stellaris fish and Caesio chrysozona fish are chose as a fish diversification alternative as the fish are fresh consumed and is processed as salt fish. The study is aimed to know the quality of fish stick which involves of protein contents, dust contents, carbohidrate contents, fat contents, and water contents. The result of the research showed that Caesio chrysozona fish stick protein contents is higher than Abalistes stellaris fish stick contents in the amount of 12,49 % and 11,96 %. Then, the dust content of Caesio chrysozona fish stick is also higher than Abalistes stellaris fish stick as 2, 81% and 2,65 %. Furthermore, the carbohidrate content of Caesio chrysozona fish content showed higher rate than Abalistes stellaris fish stick in the level of 55, 12 % and 53, 77%. However, the fat content of Abalistes stellaris fish stick is higher than Caesio chrysozona fish stick where it amounts of 27, 91 % and 26, 11%. Meanwhile, the water content of Abalistes stellaris fish stick is higher than Caesio chrysozona fish stick as 3,72% and 3, 47 %.Keywords: fish stick quality; Abalistes stellaris fish; Caesio chrysozona fish
Acta Aquatica: Terbitan Perdana Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu-Ilmu Perairan Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i1.289

Abstract

Terimakasih atas bantuan dan dukungan dari segala pihak sehingga kami dengan berbangga hati dapat menerbitkan edisi perdana dari jurnal Acta Aquatica ini. Jurnal ini merupakan salah satu jurnal saintifik yang berfokus pada bidang ilmu perairan yang diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh. Acta aquatica mempublikasikan hasil penelitian, ikhtisar dan penelaahan yang berhubungan dengan sistem lingkungan perairan (lahan basah, perairan tawar dan perairan laut) dan kawasan pembatas sistem lingkungan tersebut serta dampak aktivitas manusia terhadap sistem lingkungan. Acta Aquatica memiliki cakupan studi dalam bidang bioekologi sumberdaya perairan, hidrologi, biodiversitas biosfer perairan, oceanologi, rekayasa teknologi eksploitasi dan eksplorasi sumberdaya perairan, mikrobiologi akuatik, pemodelan akuatik, sistem informasi geografi akuatik, dan sosial ekonomi sumberdaya perairan. Acta Aquatica bertujuan untuk mempublikasikan jurnal saintifik yang berkualitas tinggi untuk peneliti, pegiat, akademisi dan kepada seluruh khalayak yang berminat tentang ilmu perairan. Kami berusaha sekuat tenaga untuk menjaga publikasi ilmiah ini agar dapat terbit secara berkala dan dengan cakupan distribusi nasional bahkan internasional. Penyempurnaan-penyempurnaan tentu saja akan terus kami lakukan agar jurnal ini menjadi salah satu jurnal terbaik dalam lingkupnya. Kami juga akan terus berusaha untuk melakukan perbaikan dalam hal konektifitas jurnal ini dengan media internet sehingga para penulis dan pembaca jurnal ini dapat secara leluasa berinteraksi dengan tulisan atau ulasan yang termuat dalam jurnal. Tentu saja ini semua memerlukan waktu dan sumberdaya yang luar biasa besarnya, namun sebuah cita-cita pasti akan terlaksana karena kemauan keras dan kerjasama yang kuat. Tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi dari berbagai sumber selalu kami undang serta nantikan untuk dapat direview kelayakannya sehingga dapat dimuat ke dalam jurnal ilmiah ini. Akhirnya Editor, Reviewer dan Mitra Bebestari mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas saran, masukan, komentar dan bimbingan dari berbagai pihak. Keterlibatan anda sangat berguna untuk menjadikan Acta Aquatica ini menjadi salah satu jurnal terbaik dalam bidang sains akuatik. Kami selalu menanti anda untuk berpartisipasi dalam pengembangan jurnal ini. Terima kasih!!!!
Aktivitas imunomodulator ekstrak rumput laut Erniati, Erniati; Ezraneti, Riri
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 2 (October, 2020)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v7i2.2463

Abstract

AbstrakRumput laut merupakan sumber daya hayati perairan yang telah diteliti mengandung sejumlah komponen bioaktif untuk meningkatkan kesehatan manusia seperti meningkatkan sistem imun atau bersifat sebagai imunomodulator.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan lebih jauh tentang sifat imunomodulator rumput laut, diharapkan tulisan ini dapat memberikan informasi ilmiah tentang rumput laut sebagai imunomodulator, sehingga nantinya dapat dikembangkan lagi penelitian ilmiah tentang pemanfaatan rumput laut sebagai imunomodulator.Rumput laut dapat meningkatkan sistem imun spesifik dan non spesifik melalui berbagai sel imun seperti sel makrofag, monosit atau sel limfosit melalui berbagai mekanisme di tingkat seluler.Sifat imunomodulator rumput laut dalam meningkatkan aktivasi makrofag terjadi melalui peningkatan proliferasi makrofag, produksi NO dan sekresi sitokin. Rumput laut juga dapat memodulasi aktivitas makrofag secara in vitro dan in vivo yaitu melalui ekspresi reseptor dan sitokin inflamasi seperti tumor necrosis factor (TNF-α) dan interleukin-1β (IL-1β)., produksi NO dan PGE2 dan ekspresi gen NOS-2 dan COX-2. Sifat imunomodulator rumput laut juga terjadi melalui peningkatan fungsi dan aktivitas limfosit. Ekstrak atau komponen bioaktif rumput laut dapat meningkatkan aktivasi limfosit, diantaranya menstimulasi aktivitas sel limfosit B yaitu melalui peningkatan produksi antibodi imonoglobulin (Ig), meningkatkan proliferasi sel T dan produksi subset limfosit T seperti CD4 dan CD8. Ekstrak rumput laut juga telah diteliti  mempengaruhi ekspresi mRNA untuk meningkatkan produksi  sitokin oleh Th1 seperti TNF-α dan IFN-γ, dan menurunkan sitokin yang diproduksi oleh Th2 seperti  IL-4 dan IL-10 serta  meningkatkan produksi IL-2 pada sel limfosit T.Kata kunci: rumput laut; komponen bioaktif; imunomodulatori; makrofagAbstractSeaweed is one of the marine biological resources that is known to contain bioactive compounds to improve human health, such as enhancing the immune system or being as an immunomodulator. This study aims to explain more about the nature of seaweed immunomodulators so that scientific research could be developed in the use of seaweed as an immunomodulator later. Seaweed could increase specific and nonspecific immune systems by involving various immune cells such as macrophage cells, monocytes, or lymphocyte cells through various mechanisms at the cellular level. The role of Immunomodulatory properties of seaweed in increasing macrophage activation occurs through increasing macrophage proliferation, NO production, and cytokine secretion. Seaweed would modulate macrophage activity in vitro and in vivo through the expression of inflammatory receptors and cytokines such as tumor necrosis factor (TNF-α) and interleukin-1β (IL-1β), NO and PGE2 production and NOS-gene expression 2 and COX-2. Seaweed immunomodulatory activity would also occur through increasing function and activity of lymphocytes that stimulate the activity of B lymphocyte cells, production of antibody immunoglobulin (Ig), T cell proliferation and production of T lymphocyte subsets such as CD4 and CD8. Seaweed extracts also have been investigated to be able to affect mRNA expression to increase cytokine production by Th1 such as TNF-α and IFN-γ, decrease cytokines produced by Th2 such as IL-4 and IL-10 and increase IL-2 production in T lymphocytes.Keywords: seaweed; bioactive components; immunomodulatory; macrophage 
Keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di wilayah perairan Indonesia Hendiari, I Gusti Ayu Diah; Sartimbul, Aida; Arthana, I Wayan; Kartika, Gde Raka Angga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 1 (April, 2020)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v7i1.2405

Abstract

Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan komoditas perikanan pelagis yang sangat bernilai ekonomis dikalangan masyarakat Indonesia. Ikan Lemuru memiliki kelebihan yaitu keberadaannya yang berlimpah di perairan lau Indonesia, harganya yang sangat murah serta kandungan omega-3 yang sangat baik untuk tubuh. Kebutuhan akan ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang tinggi menyebabkan tingginya angka penangkapan komoditas ini di perairain, sehingga dapat menyebabkan resiko penurunan jumlah populasi dialam. Pengelolaan yang tepat pada komoditas ini tentunya diperlukan akan dapat meminimalisir resiko yang dapat terjadi. Pengelolaan akan dapat terlaksana dengan tepat apabila berdasarkan atas data informasi yang memadai, salah satunya adalah informasi mengenai keragaman genetiknya. Kajian ini mengumpulkan pustaka dari penelitian terdahulu mengenai keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Wilayah Perairan Indonesia untuk dapat memberikan gambaran mengenai keragaman Ikan Lemuru dari segi genetiknya. Nilai keragaman genetik dilihat dari nilai keragaman haplotipe (Hd) karena keduanya memiliki kolerasi yang positif untuk menggambarkan keragaman genetik dari suatu komoditas. Hasil kajian memperlihatkan nilai keragaman genetik ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Wilayah Perairan Indonesia memiliki nilai yang termasuk kategori tinggi. Hasil ini menggambarkan bahwa ditengah tingginya kegiatan penangkapan, ikan lemuru (Sardinella lemuru) secara genetik masih memiliki keragaman yang tinggi sehingga dimungkinkan komoditas Ikan Lemuru memiliki adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan.Kata kunci: Sardinella lemuru, keragaman genetik, keragaman haplotipe Sardinella lemuru is pelagic commodities that have economic values for the Indonesian. S. lemuru has some of the major advantages, such as much population on Indonesian marine, low price, and has Omega-3 for the human body. The high demands of Lemuru Fish cause a high rate of cached, that can cause the risk of population degradation. Proper management of these commodities are needed to decrease the risk impact, that can be done rightly based on the equal value of information, and one of them is genetic diversity. This research compiles the recent researches about the genetic diversity of the Sardinella lemuru in Indonesian to get the explanation about Lemuru Fish diversity. The value of genetic diversity observed is based on the diversity value of Haplotype (Hd), because these two values have a positive correlation to make a whole representation from a commodity. The results of this review show that the genetic diversity of Lemuru Fish on Indonesian marine territorial has the high-value category. These results explain that in the high activities of fishing, Lemuru Fish genetically still have a high diversity that leads to the conclusion Lemuru Fish commodities has a high-level ability to adapt from environmental conditions.Keywords: Sardinella lemuru; genetic diversity; haplotype diversity 
Pengaruh perbedaan sistem resirkulasi dan sistem konvensional terhadap pertumbuhan dan sintasan benih kuda laut (Hippocampus comes) Erlangga, Erlangga; Zulfikar, Zulfikar; Akbar, Syawaluddin
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1637

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem resirkulasi dan sistem konvensional terhadap pertumbuhan dan sintasan benih kuda laut (Hippocampus comes). Manfaat penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan sistem resirkulasi dan sistem konvensional terhadap pertumbuhan benih kuda laut (Hippocampus comes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan dua jenis perlakuan yang berbeda dengan 2 perlakuan 3 ulangan. Adapun Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut :Perlakuan A = Benih kuda laut dipelihara pada sistem resirkulasi Perlakuan B = Benih kuda laut dipelihara pada sistem konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan kuda laut dengan mengguanakan sistem konvesional daan sistem resirkulasi terdapat pertambahan bobot dan pertambahan panjang serta kelangsungan hidup yang normal atau sesuai. Pada pertumbuhan bobot sistem resirkulasi dengan berat 0,07 gr dan panjang 0,63 cm serta kelangsungan hidup 100%. Sedangkan pada sistem konvesional pertambahan bobot 0,05 gr dan pertambahan panjang 0, 58 cm serta kelangsungan hidup 60%. Nilai kualitas air masih berada pada kadar optimum dengan suhu berkisar antara 26-27 0C, pH berkisar antara 7,52-7,57 DO berkisar antara 6,04-6,16 ppm dan amoniak berkisar antara 0,121-0,262 ppm , nitrit 0,104-0,158 ppm.Kata kunci: kuda laut; system resirkulasi; system konvensional; kelangsungan hidupAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of using conventional and recirculation systems on growth and survival rate of seahorse fingerling (Hippocampus comes). The benefits of this research are to find out the differences in recirculation systems and conventional systems for the growth of seahorse seeds (Hippocampus comes). The method used in this study is the experimental method using two different types of treatment with two treatments three replications. The procedures used are as follows: Treatment A = Seahorse seeds are maintained in the recirculation system Treatment B = Seahorse seeds are maintained in conventional systems. The results showed that the maintenance of seahorses by using conventional methods and recirculation systems had weight gain and normal or appropriate increase in length and survival. In the growth of the recirculation system weights 0.07 gr and 0.63 cm long and 100% survival. Whereas in conventional systems the weight gain is 0.05 g and the increase in length is 0, 58 cm and survival is 60%. The value of water quality is still at optimum levels with temperatures ranging from 26-27 0C, pH ranges from 7.52-7.57 DO ranging from 6.04 to 6.16 ppm and ammonia ranges from 0.121-0.262 ppm, nitrite 0.104- 0.158 ppm.Keywords: seahorses; recirculation system; conventional system; survival rate
Pengaruh merkuri nitrat [Hg (NO3)2] dengan konsentrasi berbeda terhadap benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch): histologi insang Ezraneti, Riri
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v3i1.333

Abstract

Banyaknya industri yang berkembang dewasa menyebabkan meningkatnya kadar logam berat seperti merkuri dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh [Hg (NO3)2] dengan konsentrasi yang berbeda terhadap benih ikan kakap putih (L. calcarifer): histologi insang. Dalam penelitian ini, ikan dipaparkan dengan konsentrasi 3,16 x 10-2 ppm, 9,99 x 10-2 ppm, 3,16 x 10-1 ppm dan 9,97 x 10-1 ppm. Total ikan yang digunakan untuk histologi adalah 15 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi [Hg (NO3)2] maka kerusakan pada jaringan insang ikan juga akan meningkat dan mempercepat waktu kematian ikan. Kerusakan yang terjadi yaitu hipertropi dan hiperplasia pada sel epitel insang, fuse pada lamela sekunder dan haemorhage di insang pada konsentrasi [Hg (NO3)2] yang lebih tinggi.Many industries today lead to increased levels of heavy metals such as mercury in water. This research aims to determine the effect of different concentrations of [Hg (NO3) 2] to Asean Sea Bass (L. calcarifer): Gill Histology. In this study, this fishes was treated with 3,16 x 10-2 ppm, 9,99 x 10-2 ppm, 3,16 x 10-1 ppm, and 9,97 x 10-1 ppm. Total fishes used for histological study was 15 fishes. Results of this research showed that increasing the consentrations of the [Hg(NO3)2] will also increase the damage on the stomach structure and fasten the mortality time of the fish. Damage that occurs is hypertrophy and hyperplacia on epitel cells, fuse of secundary lamellae and haemorhage on gill that were exposed to high consentration of [Hg(NO3)2].
Water salinity evaluation suitability for settlement after ten year tsunami in Banda Aceh, Indonesia Rusdi, Muhammad; Roosli, Ruhizal; Ahamad, Mohd Sanusi S.
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i1.295

Abstract

Banda Aceh is a residential area that is most severely impacted by the earthquake and tsunami on December 26, 2004. Recently, ten years after the incident, many settlements were rebuilt. As a disaster-prone areas, Banda Aceh would need to be evaluated against the settlement area base on water salinity. The focus of the study centered on the application of geographic information systems in handling spatial data bearing capacity of the land into the concept of the FAO land suitability. To ensure the application works, it requires geospatial analysis compiled based on the salinity of the water variables that can be observed and measured for the residential requirements. The results showed that 86 percent (ordo S) suitable for residential areas and 14 per cent (ordo N) is not suitable.Banda Aceh adalah daerah pemukiman yang paling parah terkena dampak gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004. Baru-baru ini, sepuluh tahun setelah kejadian tersebut banyak pemukiman yang dibangun kembali. Sebagai daerah rawan bencana, evaluasi terhadap kadar salinitas pada basis kawasan pemukiman di Banda Aceh perlu dievaluasi. Fokus dari penelitian ini berpusat pada aplikasi sistem informasi geografis dalam penanganan data spasial terhadap dukung data tanah sesuai dengan konsep kesesuaian lahan FAO. Untuk memastikan aplikasi tersebut sesuai, analisis geospasial disusun berdasarkan variabel salinitas air yang diamati dan diukur sebagai persyaratan pembangunan pemukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86 persen (ordo S) cocok untuk daerah pemukiman dan 14 persen (ordo N) adalah tidak cocok.
Model pengelolaan sumber daya ikan berbasis karakteristik potensi Perairan Aceh Barat (Study kasus: hasil tangkapan per unit upaya (CPUE) di Perairan Meulaboh) Diana, Farah; Rizal, Muhammad
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) menentukan jenis ikan unggulan; 2) menghitung potensi ikan unggulan dan 3) menyusun model pengelolaan sumberdaya Ikan Berbasis Karakteristik Potensi Perairan Aceh Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan jenis komoditi ikan unggulan dilakukan dengan metode skoring dan  kajian stok sumberdaya ikan dengan menggunakan model produksi surplus adalah untuk menentukan tingkat upaya optimum, serta pengelolaan sumberdaya ikan berbasis potensi perairan Kabupaten Aceh Barat menggunakan metode Interpretative structural modeling (ISM). Berdasarkan hasil analisis CPUE (cact per unit effort) ikan di Kabupaten Aceh Barat menunjukkan bahwa hubungan antara Effort dan CPUE diperlihatkan pada persamaan linier Y = 20,65-0,243x. Intercept persamaan adalah 20,65 sedangkan slope -0,243. Ini berarti bahwa jika X=0 atau dengan kata lain tidak ada penambahan upaya maka CPUE akan bertahan pada angka 20,65 ton/effort standar. Kemiringan persamaan regresi adalah sebesar -0,243 artinya jika effort terus ditambah tanpa memperhatikan MSY maka akan terjadi penurunan CPUE sebesar 0,243 ton/ effort standar ikan. Oleh sebab itu semua pihak yang terkait dengan pengelolaan perikanan berbasis karakteristik wilayah perlu memperhatikan sumberdaya ikan dengan efisien sehingga akan tetap terjaga keberlanjutan sumberdaya.The aims of this research are 1) to determine the fish featured; 2) to calculate the fish featured and 3) to develop the fisheries resources management model based on the potential characteristic of West Aceh waters. The method used in this study for determining the commodity of fish featured carried out with the scoring method and the fish stock assessment by using a surplus production model for determining the optimum level of effort, as well as the fish resources management based on potential of West Aceh waters using Interpretative structural modeling (ISM). Based on the CPUE analysis (Catch Per Unit Effort) in West Aceh shows that the relationship between Effort and CPUE shown in the linear equation Y = 20,65-0,243x. Intercept equation is 20.65 while the slope -0.243. This means that if X = 0, or in other words no additional effort will then CPUE stands at 20.65 ton/standard effort. The slope of the regression equation is -0.243 means that if the effort continues without regard to MSY then there will be a decline in CPUE on 0,243 ton/effort fish standard. Therefore, all stakeholders that related to the fisheries management based on the characteristics of a region needs to pay attention to the fish resources efficiently so that the resources will remain sustainable. 
Peran Lembaga Hukum Adat Laot dalam mengatur sistem bagi hasil perikanan tangkap antar nelayan dengan pemodal di Kabupaten Aceh Barat Wardah, Eva
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.337

Abstract

Peran lembaga Hukum Adat laot masing sangat mengakar pada masyakarat nelayan yang ada ada diwilayah  pesisir Provinsi Aceh. Keberadaannya bukan hanya sebatas mengatur kegiatan-kegiatan seremonial adat namun juga mengatur hubungan antara nelayan dengan pemilik modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Hukum Adat Laot dalam mengatur Sistem bagi hasil antara  antara nelayan perikanan tangkap dengan pemodal  di Kabupaten Aceh Barat.metode penelitian digunakan adalah metode survey dengan analisis data melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif berrdasarkan jawaban quisioner pada saat wawancara dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan  persentase sumber modal nelayan perikanan  tangkap masih sebahgian besar berasal dari Tauke bangku dan sumber sendiri. Sistem bagi hasil perikanan tangkap mengikat tiga pihak meliputi; (1) pemilik perahu/boat,  (2) pawang pukat dan aneuk pukat serta (3)  tauke bangku dan masing memiliki kewajiban dan hak yang harus dipenuhi. Kepatuhan terhadap Ketentuan hukum adat laot tentang bagi hasil antara nelayan dan pemilik modal dengan menjunjung kemaslahatan hubungan antara pemilik modal dengan pawang dan aneuk pukat masih berlaku dan diterapkan pada kehidupan nelayan perikanan tangkap di Kabupaten Aceh Barat. Role of Laot Customary Law institution still deeply exists in the fishermen society existing at coastal region of Aceh province. Its existence is not only to regulate the tradition ceremonial activities but also to regulate the relationship of  fishermen and the investor. This study aimed to determine the role of Laot Customary Law Institution in regulating the system of profit sharing between the fishermen with the investor at  West Aceh district. Research method used was survey method with data analysis through quantitative and qualitative approaches based on the answers of questionnaires during interviewing respondents. The results showed that the percentage of capital sources of fishermen was mostly from the their boss called tauke bangku and their own capital. Fishery profit sharing system involved three parties such as; (1) the boat owner, (2) the trawl handler and trawl crew and (3) tauke bangku. Each party had obligations and rights that must be fulfilled. Compliance onto the regulation of laot customary law about profit sharing between fishermen and investor by holding the benefits of the relationship of among capital owners, trawl handler and trawl crew was still valid and applicable to the life of fishermen at West Aceh.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025) Acta Aquatica, Vol. 12: No. 2 (August, 2025) Acta Aquatica, Vol. 12: No. 1 (April, 2025) Acta Aquatica, Vol. 11: No. 3 (December, 2024) Acta Aquatica, Vol. 11: No. 2 (August, 2024) Acta Aquatica, Vol. 11: No. 1 (April, 2024) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 3 (December, 2023) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 2 (August, 2023) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 1 (April, 2023) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 3 (December, 2022) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 2 (August, 2022) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 9: No. 1 (April, 2022) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 3 (December, 2021) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 2 (August, 2021) Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 2 (October, 2020) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 1 (April, 2020) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 2 (October, 2016) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014) More Issue