cover
Contact Name
Nur Agus Salim
Contact Email
nuragussalim@uwgm.ac.id
Phone
+628125310733
Journal Mail Official
pendasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Widya Gama Mahakam Jl. Wahid Hasyim, Sempaja, Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25028162     EISSN : 25028170     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Education,
Topics of Pendas Mahakam Journal related to aspects of education, especially elementary education, it was related to the Educational Management in Primary Schools, Learning Strategy, Learning Method, Learning Model as well as aspects related to education in general. Determination of the article published in Pendas Mahakam through blind-review process by the editors and reviewers Pendas Mahakam taking into account, among others: the relevance and contribution of articles to the development of the profession and accounting practices as well as the fulfillment of the basic requirements of journal publications. Editors and reviewers provide constructive feedback and evaluation results to the author of the article.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 305 Documents
Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Fase A Najwa Afitasuci Aurellia; Elsa Medyana Dewi; Calista Putri Damayanti; Hermawan Wahyu Setiadi
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar, tentunya pasti akan ada evaluasi pembelajaran. Di dalam evaluasi terdapat konsep asesmen, pengukuran, dan tes. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan lain-lain sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, wali murid agar dapat memandu dalam menentukan pembelajaran bagi peserta didik Kata asesmen berasal dari bahasa inggris yaitu assessment yang berarti penilaian. Dalam dunia pendidikan, asesmen merupakan kegiatan pengumpulan, pelaporan data atau informasi tentang hasil belajar siswa baik secara individu maupun kelompok yang diperoleh melalui pengukuran. Asesmen dibagi menjadi asesmen formatif dan asesmen sumatif. Seperti hal nya yang peneliti temukan di kelas 1 SD Muhammadiyah Bantar dan SD Negeri Semarangan IV. Pada kedua sekolah tersebut, khususnya kelas 1 sudah menggunakan kurikulum Merdeka, dan menerapkan asesmen formatif dan sumatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode survei, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Asesmen pembelajaran merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran yang melibatkan pengumpulan data hasil belajar siswa untuk menganalisis prestasi mereka.
Optimalisasi Administrasi Kurikulum Dalam Mendukung Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Nadia Ayu Firnanda; Nitta Sapira Ulandari; Veronika Juliana Heatubun; Hermawan Wahyu Setiadi
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi administrasi kurikulum dalam mendukung pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru dan pihak sekolah yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi kurikulum yang disusun secara terencana mendukung keberhasilan pembelajaran tematik melalui analisis kurikulum, pemilihan tema, penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, pengembangan sumber belajar, pengaturan jadwal tematik, serta pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Guru memiliki peran besar dalam mengembangkan dan melaksanakan administrasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kualitas silabus dan rencana pembelajaran turut berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Keberhasilan pembelajaran juga didukung oleh koordinasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua. Meskipun masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi guru, serta keterlibatan orang tua yang belum optimal, berbagai upaya seperti pelatihan guru, pengembangan media pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kerja sama dengan orang tua dapat menjadi solusi untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan demikian, optimalisasi administrasi kurikulum berkontribusi terhadap pelaksanaan pembelajaran tematik yang lebih terarah, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.
Strategi Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis AI Untuk Meningkatkan Literasi Dan Numerasi Pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Literatur Review Sefi Nur Maulida; Mifta Muti Dwiyanti; Nurul Mustajabah; Hermawan Wahyu Setiadi
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak tingkat sekolah dasar, karena berfungsi sebagai fondasi untuk memahami berbagai materi pembelajaran dan memecahkan masalah sehari-hari. Namun, hasil dari berbagai survei menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih rendah. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan media pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) digunakan, dengan meneliti berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan referensi terkait yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026. Temuan menunjukkan bahwa strategi guru untuk meningkatkan literasi melalui media berbasis AI meliputi menganalisis kebutuhan siswa, menggunakan AI untuk mengembangkan materi pembelajaran, menggunakan AI untuk merangsang analisis membaca, memberikan umpan balik, dan menerapkan pembelajaran campuran (blended learning). Sementara itu, strategi untuk meningkatkan numerasi meliputi asesmen diagnostik, memilih media berbasis AI yang tepat, pembelajaran adaptif, pembelajaran kontekstual, memberikan latihan berkelanjutan, memanfaatkan analisis data pembelajaran, dan melakukan evaluasi berkala. Selain itu, media pembelajaran berbasis AI yang efektif meliputi video pembelajaran yang dihasilkan AI, platform pembelajaran adaptif, buku cerita digital interaktif, dan permainan edukatif berbasis AI. Dengan strategi yang tepat, penggunaan media pembelajaran berbasis AI dapat mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar dengan cara yang lebih efektif, interaktif, dan selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Membangun Sistem Perlindungan Guru di Sekolah Dasar Nazula Miftahul Janah; Lewi Widiarto Dwi Nugroho; Pandega Khisna Rahadi; Hermawan Wahyu Setiadi
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem perlindungan guru di sekolah dasar yang meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang berprofesi sebagai guru serta didukung oleh studi dokumentasi dari berbagai sumber ilmiah dan peraturan yang berkaitan dengan perlindungan guru. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai perlindungan hukum guru masih perlu ditingkatkan. Guru masih menghadapi risiko pelaporan ketika memberikan pembinaan kepada peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah. Pada aspek perlindungan profesi, guru memerlukan dukungan dari sekolah, organisasi profesi, dan pemerintah agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja, guru memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menghadapi berbagai risiko sosial yang berkaitan dengan hubungan antara sekolah dan wali murid.
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka di SD Kristen 1 Waimahu Glodia Leasa; Lisye Salamor; Ode Abdurrachman
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning through the implementation of differentiated instruction, an approach that accommodates the diversity of students’ readiness, interests, and learning profiles. However, preliminary observations in Grade III at SD Kristen 1 Waimahu revealed a heterogeneous classroom in which differentiated instruction was still minimally applied, as shown by materials, tasks, and media that had not been adjusted to each student’s ability. This study aims to analyze the implementation of differentiated instruction within the Merdeka Curriculum among Grade III students at SD Kristen 1 Waimahu. A descriptive qualitative approach was employed, involving the classroom teacher and 31 Grade III students as subjects, with data collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that the teacher applied three differentiation strategies: process differentiation through guiding questions and diagnostic assessment, content differentiation through tiered worksheets adjusted to learning readiness, and product differentiation by allowing students to choose the form of their output, such as posters. The planning, implementation, and evaluation of differentiated instruction were carried out systematically and flexibly, thereby enhancing student engagement, motivation, and comprehension. These findings confirm that differentiated instruction can be implemented effectively at the elementary level when teachers carefully and consistently map students’ learning needs.