cover
Contact Name
Nur Agus Salim
Contact Email
nuragussalim@uwgm.ac.id
Phone
+628125310733
Journal Mail Official
pendasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Widya Gama Mahakam Jl. Wahid Hasyim, Sempaja, Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25028162     EISSN : 25028170     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Education,
Topics of Pendas Mahakam Journal related to aspects of education, especially elementary education, it was related to the Educational Management in Primary Schools, Learning Strategy, Learning Method, Learning Model as well as aspects related to education in general. Determination of the article published in Pendas Mahakam through blind-review process by the editors and reviewers Pendas Mahakam taking into account, among others: the relevance and contribution of articles to the development of the profession and accounting practices as well as the fulfillment of the basic requirements of journal publications. Editors and reviewers provide constructive feedback and evaluation results to the author of the article.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 291 Documents
Eksplorasi Pengalaman Mahasiswa dalam Pembuatan Podcast Edukatif untuk Mengembangkan Literasi Sosial: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis Arifin, She Fira Azka; Wulandari, I Gusti Agung Ayu
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam pembuatan podcast edukatif sebagai sarana untuk mengembangkan literasi sosial pada mata kuliah Sosiologi dna Antropologi SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis isi terhadap podcast yang dihasilkan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan podcast membentuk siklus pengalaman belajar yang terdiri dari pengumpulan data, refleksi, penyusunan narasi, dan publikasi. Siklus ini memperkuat lima aspek literasi sosial mahasiswa: pemahaman fenomena sosial, kemampuan menganalisis isu sosial, kepekaan terhadap masalah sosial, kemampuan menghubungkan teori dengan realitas empiris, serta kemampuan menyampaikan argumen sosial secara logis dan komunikatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa podcast edukatif merupakan media pembelajaran inovatif yang efektif dalam meningkatkan kapasitas analitis, reflektif, dan komunikatif mahasiswa dalam memahami dinamika sosial yang kompleks.
Analisis Hubungan Antara Kecerdasan dan Kesiapan Sekolah Pada Siswa Preschool di Sekolah X Ratnawati, Sri; Puteri, Ika Apriati Widya; Aprilyani, Ratnasartika; Kartasasmita, Anna Mariani
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between intelligence level and school readiness in children aged 5–7 years who are about to enter elementary school. A total of 139 students participated, completing an intelligence test using the Coloured Progressive Matrices (CPM) and a school readiness test using the Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST). Results showed that most students had intelligence levels in the Grade I/Superior category (72%), Above Average (13%), Average (10%), Below Average (1%), and Mentally Deficient (4%). NST results indicated that 81% of students were classified as ready, 6% as undecided, and 14% as not ready. Less optimal readiness aspects included understanding numbers and comparisons, concentration, body awareness, fine motor skills, shape recognition, and story comprehension. Statistical analysis showed a Sig. value of 0.293 > 0.05, indicating no significant relationship between CPM and NST scores. These findings suggest that intelligence alone does not directly determine school readiness; other factors such as parenting style, developmental stimulation, physical health, motivation, and learning experiences also play a significant role. The study recommends holistic interventions that address both cognitive and non-cognitive skills to better prepare children for primary education.
Hubungan antara Ekstrakurikuler Pramuka dengan Kedisiplinan Siswa SMA Negeri 1 Palangka Raya Tahun 2025/2026 Meri Kristin; Aida Juniar; Sri Susianti; Gita Sofianty Hertina; Cindy Pratiwi Tamba; Novita Keristina Br Saragih; Bernadet Jelita Marito Lumbantungkup; Eka; Altharia Paulina; Silfia Putri Naibaho; Miranda; Santi Azmiara Nor Ramadhani; Romiaty Romiaty; Susi Sukarningsi
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekstrakurikuler Pramuka dengan kedisiplinan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palangka Raya tahun pelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palangka Raya, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan rumus koefisien korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,489 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dengan kedisiplinan siswa. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan Pramuka, maka semakin tinggi pula tingkat kedisiplinan mereka. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler Pramuka terbukti memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter disiplin siswa di lingkungan sekolah.
Persepsi Mahasiswa Teknik Informatika terhadap Perlindungan Keamanan Digital Anak Usia Dini dalam Mewujudkan Digital Citizenship Rahayu, Sri; Fatimatuz Zahrah; Recy Harviani Zurwanty
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Batam, menganalisis persepsi mahasiswa informatika terhadap tingkat resiko penggunaan media sosial yang digunakan oleh anak usia dini, dan solusi penggunaan media sosial untuk anak usia dini. Teori Keadaban digital digunakan sebagai pisau analisis. Metode kualitatif desain deskriptif eksploratif digunakan dalam penelitian ini. Informan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan waktu digunakan untuk melihat keabsahan data. Hasil penelitian yaitu (1) Persepsi kritis terhadap resiko penggunaan media social oleh anak usia dini (2) Solusi penggunaan media sosial bagi anak usia dini dapat dilakukan melalui pendidikan literasi, pemanfaatan fitur keamanan digital dan keterlibatan aktif lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sosial media harus digunakan secara bijak dan dalam pengawasan orangtua.
Implementasi Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Disiplin Belajar pada MA Laboraturium Jambi Fahlevi, Dimas; Shafna Dewi; Try Susanti; Muhammad Sehan; Nabila Azzahra; Aulia Zafira Ziddan
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai penerapan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di MA Laboratorium Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di MA Laboratorium Jambi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah dan beberapa siswa untuk menggali informasi terkait kebijakan kesiswaan, strategi peningkatan disiplin, peran guru, serta kerja sama dengan orang tua. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik telah diterapkan melalui pendataan keterlambatan, pemberian sanksi edukatif, razia atribut, pembiasaan ibadah, serta pemberian penghargaan bagi siswa disiplin. Meskipun demikian, tingkat kedisiplinan belum merata karena masih terdapat siswa dan guru yang tidak konsisten menaati aturan. Secara keseluruhan, manajemen peserta didik berpengaruh positif terhadap pembentukan kedisiplinan, peningkatan keteraturan belajar, dan penguatan nilai religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan peserta didik sudah berjalan cukup baik, tetapi membutuhkan peningkatan konsistensi guru, pendekatan pembinaan yang lebih humanis, dan kerja sama lebih efektif antara madrasah, siswa, dan orang tua.
Reflections on Academic Leadership: Between Innovation, Resistance, and Students Freedom Armadi, Samsu; Bahrani, Bahrani
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changes in academic leadership often bring complex dynamics. The author's experience as head of a study program provided a space for reflection on how innovation can trigger internal resistance when different paradigms collide. Efforts to provide academic freedom to students—especially in determining thesis topics and types of research—became a point of friction with some lecturers who still maintained old patterns. This article explores these empirical experiences in a narrative-analytical format, combining personal reflections with theoretical frameworks on academic leadership, scientific freedom, and the dynamics of university bureaucracy. Using a reflective qualitative approach, the article outlines five main focuses: innovation, resistance, internal conflict, leadership under pressure, and academic freedom as a student right. The findings suggest that innovation often requires challenging negotiations within organizational culture, while resistance can open the door to more constructive dialogue when managed appropriately. The article concludes with recommendations for strengthening more supportive, adaptive, and humanistic academic leadership.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak dalam Mengenal Binatang Air Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Proyek di Kelompok B RA Nurul Hikmah Kecamatan Muara Jawa Tahun Ajaran 2024/2025 Sukesih, Sukesih; Jumiati, Tri
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal binatang air melalui penerapan metode pembelajaran berbasis proyek di Kelompok B RA Nurul Hikmah Kecamatan Muara Jawa Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 21 anak Kelompok B yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes/penilaian, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar penilaian dengan kriteria perkembangan BB (Belum Berkembang), MB (Mulai Berkembang), BSH (Berkembang Sesuai Harapan), dan BSB (Berkembang Sangat Baik). Pada kondisi awal (pra siklus), hanya 3 anak (14,29%) yang mencapai kriteria BSH dan tidak ada anak yang mencapai BSB. Setelah Siklus I, jumlah anak yang mencapai BSH dan BSB meningkat menjadi 12 anak (57,14%). Pada akhir Siklus II, terjadi peningkatan sangat signifikan dengan 19 anak (90,48%) mencapai kriteria BSH dan BSB. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini, khususnya dalam menyebutkan nama binatang air, mengidentifikasi ciri-ciri fisik, mengelompokkan, menyebutkan habitat, dan menjelaskan manfaat binatang air.
Improving Students’ Vocabulary Through Crossword Puzzles for 11th Grade MIPA 3 Students at SMAN 9 Samarinda Atika, Nur; Syahtia Pane, Widi; Geroda, Godefridus Bali
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was prompted by the researcher's teaching internship experience, where they observed that some students had complications mastering English vocabulary. The researcher decided to use crosswords in English learning to enhance students' vocabulary knowledge, as they have a strategic purpose of improving and developing skills. The study aims to describe how crosswords improve students' vocabulary. This study was located at SMA Negeri 9 Samarinda in Class XI – MIPA 3 with 29 students. This research used a two-cycle classroom action research (CAR) method, and the average vocabulary ability of students before class is 49.38. The criteria for success in this research are 75% of students in the class passing the standard minimum criteria (KKM). Cycle I was carried out in two meetings, including a pre-post-test. Started on Monday, March 27, 2023. From cycle I, the results found by researchers were the number of students who passed The Standard Minimum Criteria (KKM) was 20 or 69% of students with an average score of 84.48. The results of the presentation of an improvement in score from the pre-test to the post-test were 0.61%. The increase still did not meet the success target, so the researcher decided to continue the cycle. Cycle II was carried out in two meetings, including a pre-post-test. The cycle started on Monday, April 3, 2023. From cycle II, the results found by the researcher were 27 students with a percentage of 96.3% passing the KKM, and the average post-test results found by the researcher were 94.64. The improvement from the overall mean score in the pre-test to the post-test in cycle II was 10.88%. The classroom action research (CAR) of cycle II was successful and met the requirements of the predetermined criteria. The average score in this study was 75, and 75% of the students in the class completed the KKM. Due to the adjustable of teachers in adapting to classroom conditions and students, crossword puzzles can be a valuable learning tool that enhances their vocabulary skills. Using crosswords in learning can attract students' attention and help them learn more new vocabulary.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Inovatif (Experiental Learning, Learning by Doing, Research, Project Based Learning) dalam Penumbuhan Karakter Siswa SDIT Nurul Islam Yogyakarta Nada Khalista; Stephani Saputra; Alifah Nisa Azzahra; Niken Dwi Lestari; Vika Ardian; Diyah Nur Arafah; Ayu Dwi Astuti; Muhammad Syahrul; Zahra Althafia Yuna; Taufik Muhtarom
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inovatif dalam penumbuhan karakter siswa di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada proses pembelajaran yang berlangsung secara alami di lingkungan sekolah. Model pembelajaran yang dikaji meliputi: 1) Experiential Learning, yang menekankan pengalaman langsung siswa dalam kegiatan belajar berbasis alam dan kehidupan sehari-hari; 2) Learning by Doing, yang mengarahkan siswa pada keterlibatan aktif melalui praktik nyata sehingga nilai karakter berkembang melalui tindakan; 3) Model Research, yang melibatkan siswa dalam kegiatan pengamatan, pengumpulan data, dan penyimpulan sederhana untuk menumbuhkan sikap kritis, teliti, dan bertanggung jawab; serta 4) Project Based Learning, yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek untuk melatih kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait pelaksanaan pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi dari berbagai informan dan hasil pengamatan lapangan dengan data dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap, meliputi reduksi data untuk memilah informasi relevan, penyajian data dalam bentuk deskriptif naratif, serta penarikan kesimpulan berdasarkan keterkaitan antar data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keempat model pembelajaran inovatif tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penumbuhan karakter siswa, seperti kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan kerja sama. Integrasi pembelajaran dengan lingkungan alam memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual. Penelitian ini memberikan gambaran praktik pembelajaran inovatif yang berorientasi pada penguatan karakter siswa di sekolah dasar. Kata kunci: experiential learning; learning by doing; research; project based learning
Analisis Dasar Filosofis, Implementasi Program Pembelajaran, Keunggulan dan Tantangan Dari Sekolah Alam SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta dalam Menumbuhkan Karakter Siswa Etikasari , Septia Nur; Arseti , Azizah Putri; Yahya, Maulina Dwi; Rahayu, Eka Mukti; Fadhilla, Fitria Kusuma; Fadillah, Ari Nur; Widyanti, Riska Ardi; Perdana, Novia Diah Ayu; Muhtarom, Taufik
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dasar filosofis keberadaan sekolah alam di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta; (2) implementasi program pembelajaran yang dijalankan oleh sekolah dalam rangka menumbuhkan karakter siswa; serta (3) keunggulan dan tantangan yang dihadapi sekolah dalam menjalankan model pembelajaran alam tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptiif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pihak sekolah dan dokumentasi program sekolah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara filosofis sekolah mengadopsi paradigma “khalifah fil ‘ard” yang mengintegrasikan nilai religius-Islam, kehidupan alam terbuka dan pendidikan karakter; program pembelajaran diarahkan melalui pembiasaan, kegiatan luar ruangan (outdoor learning), dan proyek bernuansa lingkungan serta kewirausahaan sehingga siswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik tetapi juga karakter: religius, tanggung jawab, kemandirian dan kepedulian lingkungan. Keunggulan sekolah terletak pada fasilitas alam terbuka, integrasi kurikulum islam terpadu dan sekolah alam, serta budaya sekolah yang mendukung karakter siswa. Tantangan dalam penumbuhan karakter siswa di SDIT Nurul Islam tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang berkembang di sekitar peserta didik.