cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014" : 8 Documents clear
PEMBUATAN TURBIN MIKROHIDRO TIPE CROSS-FLOW SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA BUMI NABUNG TIMUR Mafruddin Mafruddin; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.488 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.12

Abstract

Krisis energi yang terjadi di dunia saat ini telah menarik perhatian para peneliti untuk menemukan sumber-sumber energi baru yang lebih murah, yang tersedia dalam jumlah yang besar. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Turbin cross-flow, merupakan salah satu jenis turbin yang sering digunakan untuk PLTMH. Dalam penelitian ini merencanakan turbin air tipe cross-flow yang diaplikasikan pada air pembuangan perusahaan pembuatan tepung tapioka. Air pembuangan tersebut merupakan air limbah yang sudah melalui proses pengendapan, pemupukan dan pemeriksaan yang kemudian dialirkan kesungai dengan debit rata-rata 0,04 m3/s dengan ketinggian diatas permukaan air sungai lebih dari 2 m. Dengan debit dan ketinggian tersebut air pembuangan memilki daya yang cukup besar yang kemudian digunakan untuk memutar turbin air. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi turbin, daya yang dihasilkan turbin, efisiensi turbin dan transmisi serta daya listrik yang dihasilkan generator. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka, pengamaan secara langsung atau observasi, perencanaan dan pembuatan turbin serta pengujian. Pada tahap perencanaan yaitu menentukan dimensi turbin berdasarkan sumber daya air pada lokasi penelitian dan proses perhitungan. Pada tahap pengujian yaitu melakukan pengujian turbin yang telah dibuat. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian daya turbin dan daya listrik generator.Turbin air cross-flow memiliki spesifikasi yaitu lebar runner 0,1524 m, diameter luar runner 0,48 m, diameter dalam runner 0,32 m, jarak antar sudu 0,083 m, tebal nozzle 0,04 m, jari-jari sudu 0,078 m dan jumlah sudu yaitu 20 sudu. Dari hasil pengujian turbin cross-flow didapatkan daya turbin yaitu 236,82 Watt, efisiensi mekanik turbin yaitu 30 % dan daya listrik yang dihasilkan 162 Watt.
ANALISIS BEBAN PENDINGIN PADA RUANG KULIAH PRODI NAUTIKA JURUSAN KEMARITIMAN Mika Patayang; Erry Yadie
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.141 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.13

Abstract

Kenyamanan dalam suatu ruangan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang efektifitas kegiatan seseorang berada dalam ruang yang sejuk membuat semua orang merasa nyaman oleh karenan itu pengkondisian udara suatu ruangan sangat perlu diperhatikan. Pada penelitian ini dilakukan untuk menghitung beban pendingin pada ruang kuliah nautika pada Jurusan Kemaritiman dimana dalam penelitian ini beban pendingin berasal dari perpindahan panas melalui dinding, perpindahan panas melalui kaca, panas dari taruna/I dan panas da ri lampu.Penelitian dilakukan pada pukul 08.00;12.00 dan 16.00 dari hasil penelitian diperoleh bahwa beban pendingin pada pukul 08.00 sebesar 6384,990 Watt, beban pendingin pada pukul 12.00 sebesar 3719,3402 Watt, bebab pendingin pada pukul 16.00 sebesar 4886,9729 Watt. dari hasil diatas disarankan bahwa untuk memperoleh kenyamanan dalam ruang kelas nautika dibutuhkan minimal 2 AC 1 PK
PENGARUH REYNOLD NUMBER ( RE ) TERHADAP HEAD LOSSES PADA VARIASI JENIS BELOKAN PIPA ( BERJARI – JARI DAN PATAH ) Mustakim, Mustakim; Syakura, Abd
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.681 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.14

Abstract

Penggunaan belokan pipa  sangat luas seperti pada sistem transportasi perpipaan karena fleksibilitasnya untuk jaringan dan distribusi. Pemilihan variasi jenis belokan pipa  mutlak dibutuhkan  untuk mengetahui jenis  belokan yang paling kecil nilai head lossesnya terhadap bilanngan reynold nya. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh reynold number terhadap head losses pada variasi jenis  belokan pipa ( Belokan patah dengan diameter  = 19,05 mm, Belokan yang berjari-jari  dengan R/D = 3,67 dan D = 19,05  mm dan R/D = 1,837 dan D = 19,05  mm) Mengetahui pengaruh reynold number terhadap perbedaan tekanan (pressure drop)  pada variasi jenis belokan pipa( Belokan patah dengan diameter  = 19,05 mm, Belokan yang berjari-jari  dengan R/D = 3,67 dan D = 19,05  mm dan R/D = 1,837 dan D = 19,05  mm). Variasi nilai reynod number yang digunakan adalah 1293,35 sampai 2586,70. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Reynold number sangat mempengaruhi head losses, semakin tinggi reynold number maka head losses akan semakin meningkat. Pengaruh reynold number pada daerah aliran transisi lebih besar jika dibandingkan pada daerah laminer Nilai  head losses yang paling kecil adalah pada jenis belokan dengan R/D 1,837 dan diameter 19,05, sedangkan nilai head losses  yang terbesar terdapat pada belokan patah.
PENGARUH PERBEDAAN STATER TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DENGAN BAHAN BAKU ECENG GONDOK Dwi Irawan; Teguh Santoso
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.283 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.10

Abstract

Dalam dekade terakhir, tingkat konsumsi energi semakin tinggi sedangkan sumber energi fosil semakin terbatas. Oleh karna itu di perlukan usaha-usaha untuk mendapatkan energi terbarukan. Disisi lain banyak limbah yang dapat dibuat biogas yang merupakan energi terbarukan. Eceng gondok (Eicchornia crassipes) merupakan jenis gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. Akan tetapi eceng gondok dapat dimanfaatkan dalam produksi biogas karena mempunyai kandungan hemiselulosa yang cukup besar. Pencernaan anaerobik adalah proses dimana mikroorganisme memecah bahan dalam ketiadaan oksigen. Proses pembuatan biogas dimulai dari pembuatan digester, proses pengambilan eceng gondok dengan mencacah eceng gondok, penyediaan stater EM4 dan stater kotoran sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan biogas yang dihasilkan, mengetahui pengaruh perbedaan bioaktivator EM4 dan kotoran sapi terhadap produksi biogas dan mengetahui berapa laju aliran massa biogas yang dihasilkan. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel percobaan, dimana percobaan I dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dan penambahan stater EM4 3,6 kg, selanjutnya pada percobaan II dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dan penambahan stater kotoran sapi 6 kg, sedangkan pada percobaan III menggunakan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dengan penambahan stater EM4 1,8 kg dan stater kotoran sapi 3 kg. Hasil yang didapat pada variabel percobaan I dengan tekanan biogas sebesar 104165,72  dengan massa biogas diperoleh 0,379034 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0126345 , sedangkan percobaan II dengan tekanan biogas sebesar 103139,4  menghasilkan massa biogas 0,375274 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0125091  selanjutnya pada percobaan III dengan tekanan biogas sebesar 102324,98  menghasilkan massa biogas 0,372266 kg dan memperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0124089 . Berdasarkan hasil penelitian dalam ketiga percobaan penambahan dua stater yang berbeda yaitu lebih efektif pada percobaan I dengan penambahan stater EM4 yang menghasilkan tekanan mencapai 104165,72  dengan massa biogas sebesar 0,379034 kg dan laju aliran massa mencapai 0,0126345 .
RANCANG BANGUN SISTIM PENGISIAN BATERAI OTOMATIS GENSET TIPE RIDER DI KAMPUS KEMARITIMAN POLNES SAMARINDA Rusman Rusman; Shanty Shanty
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.304 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.15

Abstract

Sekarang ini, sering terjadi pemadaman listrik oleh PLN yang banyak mengganngu kegiatan masyarakat khususnya kampus. Penyediaan sumber tenaga listrik memegang peranan penting dalam bernagai aspek kehidupan. Oleh sebab itu, pasokan tenaga listrik diharapkan dapat tersedia terus-menerus (kontinyu). Saat ini di kampus Kemaritiman Politeknik Negeri Samarinda terdapat pembangkit cadangan yang biasa disebut generator set. Apabila suplai PLN padam maka genset dioperasikan sebagai sumber tenaga listrik sehingga tidak mengganngu aktivitas yang sedang berlangsung. Pada saat ini, genset tidak hanya digunakan di industri saja, melainkan telah dipakai di kampus serta instalasi rumah tinggal. Dalam pengoperasian sebuah genset, jarang ditemukan pengontrolan genset secara otomatis yang mana dalam hal ini untuk genset yang ada di kampus Kemaritiman Politeknik Negeri Samarinda, bagaimana merancang dan membuat sistem pengisian aki genset secara otomatis sehingga pada saat PLN padam maka genset bisa distarter. Kenyataan yang ada dilapangan sekarang pada saat PLN padam aki genset kondisinya soak (tegangannya berkurang ) sehingga tidak bisa menyalakan genset sehingga semua aktivitas terhenti. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menerapkan sistem pengisian otomatis pada aki genset sehingga pada saat ada pemadaman listrik dari PLN, genset tetap bisa dinyalakan karena aki genset selalu penuh dan siap dioperasikan setiap saat.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN AIR PADA KONDENSOR TERHADAP KEMAMPUAN KERJA MESIN PENDINGIN Ridhuan, Kemas; Juniawan, I Gede Angga
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.287 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.11

Abstract

Kondensor berfungsi untuk membuang panas yang ada pada refrigran, sehingga freon dapat diproses pada evaporator untuk menyerap panas kembali. Untuk meningkatkan proses pembuangan panas di kondensor perlu dilakukan penyerapan panas pada refrigran yang lebih optimal seperti penggunaan air sebagai media pendingin.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh   media pendingin air terhadaop kemampuan kerja  COP (Coefficient Of Performance) mesin pending. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro, di Laboratorium Teknik Mesin. Metode yang digunakan penelitian ini adalah dengan pembuatan dan pengujian alat mesin pendingin. Pengujian dilakukan pada kondensor menggunakan air dan udara, dengan  variasi beban pendingin ruangan 450W, 600W, 750W. Dan debit aliran air di kondensor 0,06 l/s, 0,075 l/s dan 0,09 l/s. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu COP (Coefficient Of Performance) yang tertinggi yaitu 15,43  terjadi pada pendingin air dengan beban 450 watt pada debit 0,09 l/s. sedangkan dengan pendingin udara COP 6,44 pada beban 450W. Dan temperatur air tertinggi sebesar 38°C terjadi pada debit 0,06 l/s dan pada beban pendingin 750watt. Ini temperatur airnya cukup tinggi sehingga cukup baik diguinakan untuk air mandi.
KAJIAN POTENSI SUMBER ENERGI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Untung Surya Dharma; Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.06 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.644

Abstract

Biogas is a source of energy that is derived from the decomposition of organic matter by microorganisms in the absence of oxygen (anaerobic) to produce a mixture of several gases are methane (CH 4) and carbon dioxide (CO 2).Biogas can be made from many types of waste material and the rest, a kind of garbage, livestock waste, agricultural waste and others.Things to consider in the development of biogas energy source so that the principle of availability of sustainable biogas as an alternative fuel can be met is a local or regional potential to produce biogas.Communities in the District Central Lampung regency Kalirejo many who maintain livestock.Waste from livestock manure is especially very disturbing and detrimental to health, it is encouraging to capitalize upon the waste as feedstock for biogas production.To assess the potential of biogas energy sources are needed data about the amount of livestock manure every day, in this study is the dung of cows, goats and chickens.Fermentation process for the three types of dirt inside the reactor each trial was conducted to determine the length / time effective and energy biogas produced.From the field data known total number of chickens are farmed as much as 176.264 , goat 12.345and cow 4.488 tail.Manure produced by 1 chicken, 1 goats and one cow in a row that is 0.055 kg / day, 0.98 kg / day and 19.5 kg / day.While the testing laboratory, known Biogas produced from each of 20 kg of dung that chicken manure yield of 2.04 m 3, cow dung yield of 0.56 m 3 and 0.76 m 3 cow dung.From field data and laboratory testing can be calculated local potential in providing sustainable biogas in District Kalirejo Kalirejo Central Lampung regency, namely the potential of biogas from chicken manure at 988.84 m 3 / day, goat manure at 338.75 m 3 / day and cow manure at 3325.61 m 3 / day.So the total potential of biogas that can be generated is equal to 4653.2 m 3 / day.Keywords: Biogas, local potentials, livestock manure, the total potential of biogas.
PENGARUH PERBEDAAN STATER TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DENGAN BAHAN BAKU ECENG GONDOK Irawan, Dwi; Santoso, Teguh
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v3i2.10

Abstract

Dalam dekade terakhir, tingkat konsumsi energi semakin tinggi sedangkan sumber energi fosil semakin terbatas. Oleh karna itu di perlukan usaha-usaha untuk mendapatkan energi terbarukan. Disisi lain banyak limbah yang dapat dibuat biogas yang merupakan energi terbarukan. Eceng gondok (Eicchornia crassipes) merupakan jenis gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. Akan tetapi eceng gondok dapat dimanfaatkan dalam produksi biogas karena mempunyai kandungan hemiselulosa yang cukup besar. Pencernaan anaerobik adalah proses dimana mikroorganisme memecah bahan dalam ketiadaan oksigen. Proses pembuatan biogas dimulai dari pembuatan digester, proses pengambilan eceng gondok dengan mencacah eceng gondok, penyediaan stater EM4 dan stater kotoran sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan biogas yang dihasilkan, mengetahui pengaruh perbedaan bioaktivator EM4 dan kotoran sapi terhadap produksi biogas dan mengetahui berapa laju aliran massa biogas yang dihasilkan. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel percobaan, dimana percobaan I dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dan penambahan stater EM4 3,6 kg, selanjutnya pada percobaan II dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dan penambahan stater kotoran sapi 6 kg, sedangkan pada percobaan III menggunakan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dengan penambahan stater EM4 1,8 kg dan stater kotoran sapi 3 kg. Hasil yang didapat pada variabel percobaan I dengan tekanan biogas sebesar 104165,72  dengan massa biogas diperoleh 0,379034 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0126345 , sedangkan percobaan II dengan tekanan biogas sebesar 103139,4  menghasilkan massa biogas 0,375274 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0125091  selanjutnya pada percobaan III dengan tekanan biogas sebesar 102324,98  menghasilkan massa biogas 0,372266 kg dan memperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0124089 . Berdasarkan hasil penelitian dalam ketiga percobaan penambahan dua stater yang berbeda yaitu lebih efektif pada percobaan I dengan penambahan stater EM4 yang menghasilkan tekanan mencapai 104165,72  dengan massa biogas sebesar 0,379034 kg dan laju aliran massa mencapai 0,0126345 .

Page 1 of 1 | Total Record : 8