cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018" : 17 Documents clear
APLIKASI INTERNET OF THINGS MONITORING SUHU ENGINE UNTUK MENCEGAH TERJADINYA OVER HEAT Randis, Randis; Sarminto, Sarminto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.056 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.791

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendesain dan membuat sistem online monitoring temperature engine berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini didesain dan dikembangkan untuk memantau temperature engine baik melalui website thingspeak dan aplikasi android virtuino. Sistem terdiri dari beberapa komponen, komponen utama yaitu arduino uno yang akan memperoleh sinyal input dari sensor temperature DS18B20, setelah itu data disimpan di database menggunakan jaringan internet melalui wifi. Peningkatan temperatur ketika engine beroperasi direkam oleh sensor dan akan dikirim ke mikrokontroller yang dapat diakses melalui website ataupun perangkat mobile. Hasil percobaan menunjukkan bahwa selisih nilai pembacaan sensor dengan alat ukur yang terkalibrasi cukup kecil yaitu hanya sebesar 0,14ºc, sedangkan margin error diperoleh 0,14 %. Pengujian alat dilakukan dengan menjalankan engine dengan rentang waktu 1 jam, dan diperoleh temperatur tertinggi engine sebesar 69 ºc dan dapat diakses dengan website dan aplikasi pada perangkat mobile.
PENGARUH DIAMETER DAN JUMLAH SUDU RUNNER TERHADAP KINERJA TURBIN CROSS-FLOW Mafruddin, Mafruddin; Irawan, Dwi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.024 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.766

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh energi yang berasal dari bahan bakar fossil yang merupakan sumber energi tak terbarukan dan ketersediannya semakin berkurang, sehingga perlu dikembangkan sumber energi yang berasal dari energi terbarukan salah satunya yaitu pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). PLTMH umumnya menggunakan turbin Cross-flow sebagai mesin konversi energi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan diameter dalam dengan diamater luar (D2/D1) yaitu 0.6, 0.66 dan 0.72 dan jumlah sudu runner yaitu 16, 18 dan 20 terhadap kinerja turbin Cross-flow yang diaplikasikan sebagai PLTMH di desa Rantau Fajar Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen nyata dengan empat tahapan yaitu 1. Tahap persiapan meliputi studi pustaka, observasi, pengolahan data lapangan dan desain turbin. 2. Tahap pembuatan alat meliputi tahap perencanaan dan pelaksanaan, 3. Tahap pengujian meliputi pengujian putaran turbin, daya dan efisiensi turbin. 4. Analisa dan kesimpulan. Pengujian turbin dilakukan dengan metode pengereman untuk mengetahui daya yang dihasilkan turbin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variasi perbandingan diameter dalam dengan diameter luar (D2/D1) dan jumlah sudu runner berpengaruh terhadap kinerja turbin. Putaran turbin maksimal sebesar 352 rpm, daya turbin sebesar 363,98 watt dan efisiensi maksimal turbin 62% diperoleh dengan perbandingan diameter dalam dengan diameter luar (D2/D1) runner yaitu 0,66 dan jumlah sudu 18. Daya listrik maksimal yang dihasilkan generator yaitu 202,5 watt.
PERANAN AERASI SEL ELEKTROLISIS DALAM PEMBENTUKAN PORI PADA PROSES ANODIZING LOGAM ALUMINIUM Eko Budiyanto; Lukito Dwi Yuono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.688 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan aerasi sel elektrolisis dalam pembentukan pori pada lapisan proses anodizing  logam Aluminium. Selain Beda potensial, Pembentukan lapisan oksida pada permukaan Aluminium juga dipengaruhi oleh jumlah oksigen yang terdapat pada larutan elektrolit. Pengaliran udara (aerasi) pada proses ini diharapkan akan menyuplai sejumlah oksigen pada sel elektrolisis sehingga larutan elektrolit tidak mengalami defisit oksigen. Tujuan lain penambahan aliran udara pada proses ini adalah untuk menciptakan rongga pori pada oksida Aluminium yang dibentuk. Kualitas produk hasil anodizing  ditentukan oleh ketebalan pori yang terbentuk serta jarak antar pori. Untuk keperluan yang membutuhkan material bersifat dekoratif, jarak antar pori yang terbentuk haruslah saling berdekatan untuk menghindari pewarnaan yang kurang merata. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Aluminium paduan Mangan dan Silikon (Al-Mg-Si). Ukuran spesimen anodizing  Aluminium adalah 60 x 15 x 3 (mm). Tahap preparasi Aluminium dilakukan pembersihan secara fisik dan kimiawi, spesimen dicuci menggunakan alkohol dan aquadest yang selanjutnya dilakukan perendaman pada larutan Natrium Hidroksida (NaOH) selama 2 menit. Proses anodizing  Aluminium menggunakan asam sulfat (H2SO4) sebagai elektrolit dengan beda potensial 25 V selama 3 menit dan variasi aerasi 5, 10, dan 15 lpm. Jarak antar sel elektrolisis diatur sejauh 20 cm. Hasil dari proses anodizing , material diuji dan dianalisa karakteristik permukaannya menggunakan uji Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil yang diperoleh adalah debit aerasi pada proses anodizing  memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai degradasi material Aluminium. Pada debit aerasi masing-masing 10 lpm, 15 lpm, dan 20 lpm diperoleh nilai degradasi sebesar 0.0009 gr (0.0123 %), 0.0095 gr (0.1319 %), 0.041 gr (0.5621 %). Sedangkan karakteristik permukaan, bentuk, dan jarak antar pori dapat dipresentasikan dalam gambar hasil pengamatan SEM. Kata Kunci : Aluminium, anodizing , aerasi, SEM, pori.
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADUAN ALUMINIUM DENGAN VARIABEL SUHU CETAKAN LOGAM (DIES) 450 DAN 500 DERAJAT CELCIUS UNTUK MANUFAKTUR POROS BERULIR (SCREW) Andika Wisnujati; Chirtian Sepriansyah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.421 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.792

Abstract

Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai sifat ketahanan korosi dan mampu alir yang baik sehingga banyak digunakan dalam aplikasi alat-alat rumah tangga, otomotif maupun industri saat ini. Piston bekas digunakan untuk mendapatkan unsur Si yang cukup tinggi pada piston. Ilmu pengecoran logam terus berkembang dengan pesat dalam dunia industri. Berbagai macam metode pengecoran telah ditemukan dan disempurnakan, diantaranya centrifugal casting , investment casting, dan sand casting serta masih banyak lagi metode-metode lainnya. Paduan Aluminium akan dicor pada 3 jenis variasi suhu cetakan sehingga dengan perlakuan panas terhadap cetakan logam (dies) yaitu 450oC dan 500oC diharapkan mampu memperbaiki sifat getas yang ada pada aluminium. Temperatur dari variasi pemanasan suhu cetakan logam (die casting) dapat mempengaruhi dari sifat mekanik atau nilai kekuatan tarik dari suatu bahan dalam pembebanan dan sifat fisik atau stukturmikro  pada paduan alumunium hasil peleburan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tarik dimana hasil pengujian maksimun terjadi pada pemanasan suhu cetakan 450˚C yang menghasilkan tegangan tarik maksimun rata-rata sebesar 774,74 N/mm2. Pengujian struktur mikro dengan hasil metalografi diperoleh stuktur mikro silikon austenit yang berbentuk jarum dan silikon primer yang berbentuk partikel kecil yang akan meningkatkan ketahanan aus material.Kata kunci : Aluminium, Cetakan logam (dies), Sifat Mekanik-Fisis, Paduan
PENGARUH JARAK SILINDER, BAHAN BAKAR, DAN PERLAKUAN BIJI MENTE TERHADAP PROSENTASE CNSL Amiruddin Abdullah; Yohanes Benediktus Yokasing; Antonius Pangalinan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.818 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.769

Abstract

Kacang mente diperoleh dari biji jambu mente. Biji mente memiliki bentuk yang unik, kulit biji yang keras, dan mengandung cashew nut shell liquid (CNSL). CNSL bersifat racun, memiliki reaksi sangat kuat yang merusak dan melukai kulit bila tersentuh. Salah satu cara memudahkan pengupasan yakni membebaskan CNSL dan merapukan kulit biji mente dengan pembakaran. Sebelum dibakar biji mente mengalami perlakuan berupa dijemur, atau dikukus dan dijemur, dengan waktu yang direncanakan. Daun lontar dan batang bambu yang memiliki kemampuan nyala serta kecepatan pembakaran digunakan sebagai bahan bakar. Kecepatan pembakaran tergantung pada penguapan uap air dan zat-zat penguap tersebut tergantung dari besar kecilnya butir-butiran bahan bakar. Kajian dilakukan terhadap teknologi bakar kulit mente menggunakan 3 selinder dengan posisi horisontal menghasilkan prosentase CNSL tertinggi yakni 78,3 %. Dengan menggunakan bahan bakar daun lontar, dengan perlakuan biji mente dijemur 8 jam, kondisi kacang mente berwarna putih dan utuh. Prosentase basah terendah 36,7 % terjadi pada jarak silinder 30 mm, dengan bahan bakar yang digunakan batang bambu, mendapat perlakuan kukus selama 13 menit, dijemur 24 jam, warna kacang ada yang putih, ada pula kuning. Pada prosentase yang lain selain dari prosentase 36,7 % warna kacang mente tetap putih.Kata Kunci; Biji mente, teknologi, prosentase CNSL
RANCANG BANGUN RODA TANPA UDARA (AIRLESS TYRE) UNTUK BEBAN MAKSIMAL KENDARAAN 40.000 N Agus Mulyono; Ardyanto Darmanto; Gunarko Gunarko; Harnyoto Harnyoto; Farid Hendro Wibowo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.838 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.813

Abstract

        Tyres without air / Airless Tyre do not have Tyres like most Tyres. Airless Tyre or airless Tyre designed to have a hexagonal / beehive spoke profile where this design will receive the same style as Tyres with air. Design of this airless Tyre using polyol and isocyanate material for flexible spoke wheel material, while the tread material uses natural rubber material added additive reinforcement.Before the spoke printing process is carried out a simulation to determine the strength of the material and the design that was designed, after which a mechanical test of rubber material was carried out to determine the physical strength of the material. After that, the printing process and the overall assembly are carried out and tested on the vehicle. Keywords:  Airless Tyre, Honey comb design,  Poliol and natural rubber.
PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI MINYAK BIJI JARAK MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Fitria Fitria; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.863 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.793

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dalam pemenfaatan energi alternatif terbaharukan ini, diantaranya adalah biodiesel dari minyak nabati. Minyak nabati yang dapat digunakan dalam pembuatan biodiesel contohnya, minyak sawit, minyak jarak pagar, minyak biji karet, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan bahkan minyak goreng bekas. Dalam penelitian ini mempelajari pembuatan biodiesel dari minyak biji jarak pagar (Jatropha Curcas L). Jarak pagar (Jatropha Curcas L) adalah tanaman cepat tumbuh dan sangat toleran terhadap iklim tropis dan jenis tanah, sehingga sesuai untuk dikembangkan sebagai tanaman konservasi. Selain itu, minyak dari bijinya dapat digunakan sebagai bahan energi. Bahkan bagian lain dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan khusus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya gelombang mikro terhadap konversi minyak biji jarak menjadi metil ester, pengaruh konsentrasi katalis terhadap Yield yang dihasilkan dan mengetahui pengaruh waktu reaksi pada proses transesterifikasi minyak biji jarak dengan menggunakan radiasi gelombang mikro. Pemanfaatan gelombang mikro pada reaksi transesterifikasi minyak jarak dapat dilakukan dengan konsentrasi yang lebih rendah serta waktu reaksi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan untuk nilai viskositas, semakin lama waktu yang digunakan untuk pemancaran gelombang mikro maka nilai viskositasnya mengalami penurunan. Pemanfaatan gelombang mikro pada reaksi transesterifikasi minyak jarak dapat dilakukan dengan konsentrasi yang lebih rendah serta waktu reaksi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Yield biodiesel yang dihasilkan pada masing variasi daya 100, 180, dan 300 Watt, waktu reaksi 15 menit dengan konsentrasi katalis 0,75 % Yield sebesar 56,12 %, 56,84 %, dan 56,86 %. Sedangkan pada daya 450 watt diperoleh Yield 69,09 % dengan waktu reaksi 10 menit, dan konsetrasi katalis 0,75 % dengan kadar kemurnian biodiesel yang dihasilkan sebesar 98,13% dan biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI) 04-7182-2006.Kata kunci: Jatropa curcas, transesterifikasi, Microwave, biodiesel.
ANALISIS PENGGUNAAN BATU SERPIH SEBAGAI MEDIA PENYIMPAN PANAS PADA KOLEKTOR SURYA Suhendra Suhendra; Feby Nopriandy
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.009 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.770

Abstract

Pengeringan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk pengawetan bahan pangan dengan cara mengurangi kadar air yang terkandung di dalam bahan tersebut menggunakan energi panas. Permasalahan pada pengering dengan sumber panas dari energi matahari adalah temperatur yang dihasilkan tidak stabil.  Upaya mengatasi permasalahan stabilitas temperatur adalah merancang bangun kolektor surya yang dilengkapi media penyimpan panas. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah membuktikan pengaruh media penyimpan panas berupa batu serpih dan pengaruh kecepatan aliran udara terhadap stabilitas temperatur yang dihasilkan kolektor surya pelat bergelombang. Pengujian pada kolektor surya dilakukan menggunakan media dan tanpa media penyimpan panas. Kecepatan aliran fluida yang keluar kolektor surya divariasikan menjadi 3 perlakuan yaitu 2 m/s, 4 m/s dan 6 m/s. Pengambilan data dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 dengan selang waktu pengambilan data adalah setiap 30 menit. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa kolektor surya dengan tambahan media penyimpan panas berupa batu serpih dapat meningkatkan performansi kolektor sebesar 3,92% pada ruang kolektor surya, dan sebesar 4,63% pada saluran keluar kolektor surya. Temperatur pada ruang kolektor dan saluran keluar kolektor yang menggunakan media penyimpan panas lebih stabil pada saat terjadi penurunan radiasi matahari. Kecepatan aliran udara pada saluran keluar kolektor mempengaruhi temperatur dalam ruang dan saluran keluar kolektor surya. Semakin cepat aliran udara keluar dari saluran keluar kolektor maka temperatur udara panas dalam ruang dan saluran keluar kolektor surya semakin rendah. Hasil pengujian mendapatkan temperatur tertinggi dalam ruang dan saluran keluar kolektor masing-masing sebesar 48,05oC dan 49,93oC pada saat kecepatan aliran udara 2 m/s.
RANCANG BANGUN SISTEM HIDROLIK PADA MERIAM ARTILERI PERTAHANAN UDARA (57 MM) RETROFIT Gunawan Pakki; Kusnadi Kusnadi; Ardyanto Darmanto; Gunarko Gunarko; Aristha Aristha
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.619 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.816

Abstract

Meriam 57 mm Retrofit merupakan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki satuan Batalyon Arhanudse untuk menghalau serangan udara. Pada pergeseran meriam dari pangkalan menuju ke medan latihan/tempur atau sebaliknya, perlu dilakukan perubahan sikap angkut pada meriam terlebih dahulu. Perubahan sikap tempur ke sikap angkut pada meriam masih menggunakan pompa manual, yaitu mengayunkan tuas pompa manual untuk mengalirkan minyak hidrolik dari tangki ke silinder bogie. Piston di dalam silinder bogie akan naik sehingga terjadilah perubahan dari sikap tempur ke sikap angkut. Penggunaan pompa manual ini kurang efektif karena selain menguras tenaga, waktu pemompaan juga relatif lama ± 1 menit. Berdasarkan hal tersebut diatas, telah dirancang sistem hidrolik untuk perubahan sikap angkut pada meriam tersebut yang terdiri dari gear pump, hydraulic hose, katup-katup, inverter, motor listrik AC. Dengan memanfaatkan sumber listrik dari baterai meriam yang diubah dari arus DC menjadi arus AC oleh inverter sehingga menggerakkan motor listrik. Ketika motor listrik dihidupkan gear pump ikut berputar karena satu poros dengannya. Gear pump akan menghisap minyak dari tangki dan memompanya kedalam silinder bogie melalui hydraulic hose dan katup-katup yang terpasang. Sehingga terjadilah perubahaan sikap angkut yang lebih efesien tenaga dan waktu. Kata kunci : meriam, silinder bogie, gear pump, motor listrik.
ANALISIS JUMLAH SUDU MANGKUK TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON PADA ALAT PRAKTIKUM TURBIN AIR Ahmad Yani; Budi Susanto; Rosmiati Rosmiati
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.778 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.805

Abstract

Energi air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga potensial yang tersedia (potensi air terjun dan kecepatan aliran). Turbin air merupakan salah satu mesin penggerak yang mana fluida kerjanya adalah air yang dipergunakan langsung untuk memutarkan runner turbin dan generator turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instalasi turbin air jenis pelton dan dilakukan pengukuran terhadap putaran turbin dan generator, debit aliran, head turbin, tegangan listrik dan arus listrik dengan variasi jumlah sudu mangkuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen berskala laboratorium sekaligus hasil rancang bangun turbin air ini digunakan sebagai alat praktikum Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah sudu terhadap kinerja prototype turbin air: (1) Kecepatan tangensial maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai 12.769 rad/s dan kecepatan tangensial terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai 12.141 rad/s. (2) Nilai daya hidrolis pada penelitian ini 2.64 Watt. (3) Nilai daya kinetik pada penelitian ini 3.886 Watt. (4) Daya turbin maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai daya turbin 112.262 Watt, kemudian daya turbin terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai 99.141 Watt. (5) Daya generator listrik maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai daya generator listrik sebesar 0.736 Watt. Sedangkan daya generator listrik terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai daya generator listrik sebesar 0.661 Watt. (6) Efisiensi turbin maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai efisiensi turbin 28.888 %. Efisiensi turbin terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai efisiensi turbin 25.512 %. (7) Efisiensi generator listrik maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai generator listrik 0.736 %. Efisiensi generator listrik terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai efisiensi turbin 0.661 %.Kata Kunci: Analisis, jumlah sudu, kinerja, turbin pelton.

Page 1 of 2 | Total Record : 17