cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 563 Documents
Pengaruh Jenis Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Revo Fit 110 cc Wawan Trisnadi Putra; sudarmo Sudarno
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.55 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.503

Abstract

Tingkat panas busi adalah kemampuan busi untuk membawa panas dari ruang pembakarankeluar dari ujung busi ke shell busi. Semakin besar nilainya, panas lebih mudah dilepaskan. Penelitianini menguji tiga jenis tingkat panas busi yaitu U20EPR9, U24EPR9, dan U27EPR9. Masing-masingbusi diteliti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan waktu 180 detik pada putaran mesin1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, dan 4500. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa penggunaan jenis busi berdasarkan tingkat panas pada sepeda motor Honda Revo Fit 110 cctahun 2012 berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Pada penggunaan busi U20EPR9 konsumsibahan bakar secara total pada semua putaran mesin yang diujikan adalah sebesar 82,27 ml, sedangkankonsumsi bahan bakar busi U24EPR9 adalah 80,98 ml mengalami penurunan sebesar 1,5% dibandingdengan busi U20EPR9. Pada pemakaian busi U27EPR9 konsumsi bahan bakar adalah 72,68 mlmengalami penurunan sebesar 11,6% dari busi U20EPR9. Sedangkan konsumsi bahan bakar padabusi U27EPR9 mengalami penurunan 10,2% dari busi U24EPR9. Konsentrasi Karbon Monoksidaterendah dihasilkan oleh busi U27EPR9 pada putaran 1500 rpm sebesar 0,12%. KonsentrasiKarbondioksida tertinggi dihasilkan oleh busi U27EPR9 pada putaran 4000 rpm sebesar 1,27%.Konsentrasi Hidrokarbon terendah dihasilkan oleh busi U20EPR9 pada putaran 4000 rpm sebesar16,29 ppm. Sedangkan konsentrasi Oksigen mengalami peningkatan yang signifikan padapenggunaan busi U20EPR9, peningkatan tertinggi sebesar 19,70% didapatkan pada putaran 4000rpm.
PENGARUH VARIASI BEBAN TERHADAP EFISIENSI SOLAR CELL DENGAN KAPASITAS 50 WP Rusman Rusman
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.083 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i2.75

Abstract

Efek krisis energi di Indonesia masih sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.  Energi listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat, sejalan dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan di segala bidang. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut sekaligus penanggulangan kondisi krisis penyediaan tenaga listrik di beberapa daerah, maka dapat  memanfaatkan Potensi alam untuk dijadikan energi listrik. Salah satu Potensi alam sebagai sumber energi listrik adalah energi tenaga matahari. Matahari merupakan sumber energi utama bagi sebagian besar proses-proses yang terjadi dipermukaan bumi. Tujuan penelitian ini akan menghasilkan efisiensi solar cell dengan metode penelitian yang menggunakan beberapa beban yaitu 3 watt, 6 watt dan 9 watt dalam mempengaruhi efisiensi solar cell. Efisiensi dengan menggunakan waktu pengambilan data dari jam 08.00 sampai dengan 17.00. Hasil yang didapatkan yaitu untuk beban 3 watt yaitu menghasilkan efisiensi 84 % dan untuk beban 6 watt yaitu menghasilkan efisiensi 90 % serta beban 9 watt menghasilkan menghasilkan efisiensi 86 % sehingga disimpulkan bahwa efisiensi solar cell dengan kapasitas 50 WP maksimum pada jam 12.00 siang.
RANCANG BANGUN ALAT PRAKTIKUM TURBIN AIR DENGAN PENGUJIAN BENTUK SUDU TERHADAP TORSI DAN DAYA TURBIN YANG DIHASILKAN Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.554 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.463

Abstract

Turbin air adalah salah satu mesin penggerak yang mana fluida kerjanya adalah air yang dipergunakan langsung untuk memutarkan roda turbin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instalasi turbin air jenis pelton dan dilakukan pengukuran terhadap gaya, putaran dan debit aliran dengan variasi bentuk sudu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan berskala laboratorium sekaligus hasil rancang bangun turbin air ini digunakan sebagai alat praktikum mahasiswa jurusan teknik mesin. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh bentuk sudu terhadap torsi dan daya turbin yaitu Torsi turbin maksimum terjadi pada sudu sendok sayur dengan nilai sebesar 0,555 Nm, kemudian torsi kedua pada sudu datar dengan nilai sebesar 0,435 Nm, torsi ke tiga pada sudu setengah silinder dengan nilai sebesar 0,420 Nm, torsi keempat pada sudu sendok nasi dengan nilai sebesar 0,375 Nm, dan torsi terendah terjadi pada sudu lengkung dengan nilai sebesar 0,360 Nm. Sedangkan daya turbin maksimum terjadi pada sudu sendok sayur dengan nilai sebesar 5,652 Watt, kemudian daya turbin tertinggi kedua terjadi pada sudu sendok nasi nilai sebesar 5,024 Watt, urutan daya turbin tertinggi ketiga terjadi pada sudu lengkung dan pada sudu setengah silinder nilai sebesar 4,082 Watt, sedangkan daya turbin terendah terjadi pada sudu datar nilai sebesar 3,297 Watt.Kata Kunci : Rancang bangun, turbin air, bentuk sudu, torsi, daya turbin.
ANALISIS BEBAN PENDINGIN PADA RUANG KULIAH PRODI NAUTIKA JURUSAN KEMARITIMAN Mika Patayang; Erry Yadie
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.141 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.13

Abstract

Kenyamanan dalam suatu ruangan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang efektifitas kegiatan seseorang berada dalam ruang yang sejuk membuat semua orang merasa nyaman oleh karenan itu pengkondisian udara suatu ruangan sangat perlu diperhatikan. Pada penelitian ini dilakukan untuk menghitung beban pendingin pada ruang kuliah nautika pada Jurusan Kemaritiman dimana dalam penelitian ini beban pendingin berasal dari perpindahan panas melalui dinding, perpindahan panas melalui kaca, panas dari taruna/I dan panas da ri lampu.Penelitian dilakukan pada pukul 08.00;12.00 dan 16.00 dari hasil penelitian diperoleh bahwa beban pendingin pada pukul 08.00 sebesar 6384,990 Watt, beban pendingin pada pukul 12.00 sebesar 3719,3402 Watt, bebab pendingin pada pukul 16.00 sebesar 4886,9729 Watt. dari hasil diatas disarankan bahwa untuk memperoleh kenyamanan dalam ruang kelas nautika dibutuhkan minimal 2 AC 1 PK
PEMAMFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PEMBUATAN ARANG DENGAN PROSES PIROLISA Dharma, Untung Surya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v2i1.37

Abstract

Sumber energi yang berasal dari fosil ( migas ) merupakan sumber bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Dimasa sekarang kebutuhan energi sangat meningkat dikarenakan jumlah penduduk semakin banyak dan revolusi Industri yang menuntut sumber energi semakin tinggi. Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat komplek dikarenakan bahan bakar migas semakin menipis. Pemecahan masalah diatas dapat diatasi dengan cara mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah pertanian yang diubah menjadi arang dengan proses pirolisa kemudian dijadikan briket. Pada pengujian ini penulis hanya menggunakan daun mahoni dan sekam padi sebagai bahan baku briket. Hasil yang didapat menunjukkan penggunaan briket sekam padi lebih optimal dibandingkan daun mahoni. Pada pemakaian sekam padi membutuhkan waktu 15 menit untuk mendidihkan air sedangkan daun mahoni membutukkan waktu 20 menit. Hal ini disebabkan suhu yang dihasilkan sekam padi lebih tinggi sehingga air cepat mendidih. Sekam padi mengandung selulosa yang lebih tinggi dibanding daun mahoni sehingga proses pembakaran lebih cepat.
PENGARUH KOMPOSISI RESIN TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL YANG DIPERKUAT SERBUK KAYU AKASIA Nugroho, Eko; Asroni, Asroni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.427 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.242

Abstract

Faktor yang mempengarui kualitas papan partikel antara lain adalah perekat dan serbuk kayu. Perekat dengan jenis resin merupakan perekat yang cukup kuat digunakan sebagai matrik pada papan partikel (Nuryawan,2009). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi yang ideal antara resin dan serbuk kayu akasia sehingga didapatkan sifat mekanik berupa kekuatan tarik dan kekerasan yang optimum. Resin yang dipakai adalah polyester dengan variasi komposisi 40%, 50%, dan 60 %. Tahapan penelitian ini di mulai dengan pembuatan alat hotpress dan cetakan untuk pembuatan papan partikel. Kemudian papan partikel dengan variasi komposisi resin yang berjumlah 18 spesimen dibuat specimen uji sesuai standar ASTM. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil nilai kekerasan rata- rata komposit papan partikel dengan komposisi resin 40%, 50%, dan 60 % berturut turut adalah adalah 67.8 HRR, 40.2 HRR dan 56.4 HRR. Nilai kekerasan tertinggi didapat pada komposisi resin 40% dikarenakan kekuatan pada materialnya lebih merata atau homogen, sehingga menghasilkan komposit dengan nilai kekerasan yang baik. Pada komposisi resin 50%, nilai kekerasannya terendah karena perekat terkonsentrasi pada satu daerah yang menyebabkan interface partikel dan perekat menjadi lemah, disamping itu perekat juga mempunyai sifat kristalin yang tinggi. Sedangkan dari hasil pengujian tarik didapatkan data pada komposisi resin 40%, 50%, dan 60 % bernilai 10,62 N/mm2, 0.76 N/mm2, dan 8.195 N/mm2. Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa nilai optimal didapat pada komposisi resin 40% baik kekerasan maupun uji tarik.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN DAPUR PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR GAS (LPG) Nugroho, Eko; Utomo, Yudi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.298 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.623

Abstract

Industri pengecoran sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu produk, baik permesinan maupun produk rumah tangga. Dapur peleburan logam (furnace) merupakan suatu alat yang penting dalam menghasilkan suatu produk. Dapur peleburan logam yang tersedia di pasaran sangatlah mahal dan susah untuk mendapatkanya karna harus diimpor dari luar negeri, selain itu juga bahan bakar yang digunakan seperti batu bara, minyak tanah, listrik yang ketersedian terbatas dan memerlukan biaya yang cukup mahal. Menjawab permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini perlu adanya perancangan dan pembuatan dapur peleburan alumunium yang sederhana, mudah pembuatanya, mudah dipindah – pindahkan (portable) dan yang paling penting adalah murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh industri – industri pengecoran skala rumah tangga ataupun skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat serta mengetahui kalor yang dibutuhkan untuk melebur alumunium, mengetahui lama waktu yang digunakan, serta mengetahui efesiensi termal pada dapur peleburan, dan kapasitas produksi. Metode penelitian ini adalah perancangan dan pembuatan dapur peleburan alumunium menggunakan metode pengujian dapur yaitu dengan melelehkan atau meleburkan alumunium bekas dengan menggunakan bahan bakar gas (LPG) yang dibantu udara dari blower yang dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro. Hasil penelitian adalah kalor yang dibutuhkan untuk melebur alumunium 10 kg yaitu 10925,25 kJ, dengan waktu 1 jam 30 menit dan konsumsi bahan bakar yang digunakan adalah 4,9 kg dengan efesiensi dapur peleburan 4,42 % dan efesiensi termal dapur peleburan 97,8 %. Untuk kapasitas produksi yang dihasilkan dari dapur peleburan alumunium yaitu 9 kg dengan diameter cawan 200 mm dan tinggi 360 mm.Kata Kunci: Dapur Peleburan, Alumunium, Bahan Bakar Gas (LPG), Efesiensi.
STRESS ANALYSIS PADA STAND SHOCK ABSORBERS SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE INVENTOR 2015 Asroni Asroni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.149 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i1.4

Abstract

Dudukan Peredam Kejut (Stand Shock Absorbers) pada sepeda motor ada dua bagian atas dan bawah. Stand Shock Absorbers pada bagian atas terdapat batang poros berguna untuk menyatukan Shock Absorbers dengan rangka. Sementara yang di atas untuk memperkuat garpu agar tetap pada posisinya saat bekerja meredam getaran[1]. Pemodelan Stand Shock Absorbers menggunakan Metode Elemen Hingga dengan pembebanan sebesar 1000 N, 63.135 N ke arah vektor X dan 998.005 N ke arah vektor Y. material yang digunakan Besi Tuang dengan Massa Jenis 7.15 g/cm3, Massa 0.0408248 kg, Luas Area 5182.95 mm2 dan Volume 5709.76 mm3. Analisis tegangan menggunakan Software berbasis elemen hingga Inventor 2015. Hasil simulasi dapat ditarik kesimpulan bahwa Tegangan (Stress) yang terbesar (Maksimum Stress) terjadi ke arah vektor ZZ dengan nilai 40.3231 MPa, Regangan (Strain) yang terbesar (Maksimum Strain) terjadi ke arah vektor ZZ dengan nilai 0.000313922 ul dan Perpindahan (Displacement) yang terbesar terjadi ke arah vektor Z dengan nilai 0.0195378 mm.
PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM Dharma, Untung Surya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v2i2.28

Abstract

Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi) karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources), sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur) dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250)mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.
ANALISIS KEHILANGAN STEAM DAN PENURUNAN TEMPERATUR PADA JARINGAN DISTRIBUSI STEAM DARI PT. KDM KE PT. KNI Ahmad Yani; Ristyohadi Ristyohadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.056 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.558

Abstract

Steam adalah sumber energi yang banyak dipakai dalan dunia industri modern saat ini Petro Chemical, Oil and Gas, Healt and Food, fertilliser demikian juga dengan PT. Kaltim Nitrate Indonesia, sebagai penghasil Ammonium Nitrate kelas dunia, tentu memerlukan steam dalam jumlah yang sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan akan steam diperlukan adanya jaringan pipa distribusi atau pipe line steam dari PT. Kaltim Daya Mandiri hingga metering station yang ada di PT. Kaltim Nitrate Indonesia. Berdasarkan data awal pada Direct Control System, ada kehilangan steam (steam loss) sebesar 2.5 ton per jam dan penurunan temperatur yang sangat signifikan yaitu sebesar 96 ᵒC. Line steam ini menggunakan pipa Crommoly berdiameter 8” (200 mm) sepanjang 1008 Meter, terhubung dengan header dengan tekanan tinggi Sehingga tekanan steam sepanjang jalur distribusi relatif stabil. Untuk mengurangi perpindahan panas yang terjadi, di sepanjang jalur distribusi di pasang lapisan pelindung panas (Insulation). Namun demikian karena sifat steam yang mudah kehilangan panas karena konduksi, konveksi dan radiasi maka terjadi perpindahan panas secara simultan yang mengakibatkan steam mengalami kondensasi atau perubahan fase dari uap kering menjadi uap basah atau cairan.  Proses pembuangan air dilakukan oleh steam trap namun sering terjadi malah steam ikut terbuang percuma karena adanya kebocoran pada steam trap hal inilah yang menyebabkan adanya kehilangan steam dan penurunan temperatur di sepanjang jalur distribusi steam dari Kaltim Daya Mandiri menuju Kaltim Nitrate Indonesia.Tujuan penelitian ini dilakaukan untuk mencari penyebab terjadinya kehilangan steam dan penurunan temperature jaringan pipa distribusi atau pipe line steam. Dari hasil penelitian didapatkan penyebab terjadinya kehilangan steam dan penurunan temperature jaringan pipa distribusi atau pipe line steam:Kehilangan steam diakibatkan oleh dua faktor utama yaitu:Laju perpindahan secara simultan yang terjadi pada jalur distribusi.b. Kondisi steam trap yang bocor (leaking)Penurunan temperatur secara signifikan terjadi karena perubaham fase.Perlu pengecekan dan perbaikan berkala sehingga setiap kerusakan yang terjadi dapat diketahui secara dini.  Kata Kunci: kehilangan uap (steam loss), penurunan temperatur, dan jaringan distribusi.

Page 3 of 57 | Total Record : 563