cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET ARANG BERBAHAN BAKU SAMPAH KOTA DENGAN ANALISA TERMOGRAVIMETRY Yudi Setiawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.89 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i2.651

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan terhadap char yang dihasilkan, energi aktivasi dan karakteristik pembakarannya (ITVM, ITFC, PT dan BT). Proses pirolisis menggunakan 6 sampel uji yaitu benda uji 1 (100% bambu), benda uji 2 (100% daun pisang), benda uji 3 (100% plastik kemasan), benda uji 4 (50% bambu-50% daun pisang), benda uji 5 ( 50% bambu-50% plastik kemasan) dan benda uji 6 (50% daun pisang-50% plastik kemasan) dengan massa 20 gram. Sampel dipirolisis dengan temperatur akhir 400 oC dengan heating rate 10oC/menit. Temperatur dipertahankan selama 30 menit setelah temperatur sampel mencapai temperatur akhir yang diinginkan. Setelah char hasil pirolisis diperoleh kemudian dilakukan pembriketan sebelum pembakaran. Bahan briket memiliki massa 3 gram, yang terdiri dari 2,4 gram arang (80%) dan 0,6 gram binder (2,86% kanji dan 17,14 % air).Untuk bahan tunggal benda uji 2 ( daun pisang) menghasilkan massa akhir pirolisis tertinggi yaitu 32,8% dengan nilai kalor 3.982 kal/gram.Variasi campuran bahan berpengaruh terhadap massa char yang dihasilkan. Campuran bahan uji 4 (bambu-daun pisang) menghasilkan massa akhir pirolisis tertinggi yaitu 30,3% dengan nilai kalor 5.547 kal/ gram. Nilai kalor tertinggi dihasilkan pada campuran benda uji 6 (daun pisang–plastik kemasan) yaitu 8.360 kal/ gram yang kemungkinan disebabkan oleh uap tar yang terkandung dalam volatile matter akan menjadi reaktif. Uap tar dapat mengalami reaksi sekunder berupa cracking menjadi gas-gas hidrokarbon yang terperangkap di dalam pori-pori partikel arang atau mengalami repolimerisasi menjadi arang. Untuk bahan campuran, benda uji 4 (bambu-daun pisang) memiliki energi aktivasi terendah yaitu 22,923 (kJ/mol).Karakteristik pembakaran pada benda uji 4yaitu ITVM =158oC , ITFC=176 oC, PT =376 oC dan BT =729 oC.Kata kunci : pirolisis, char, thermogravimetry
PEMAMFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PEMBUATAN ARANG DENGAN PROSES PIROLISA Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.441 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i1.641

Abstract

Dimasa sekarang kebutuhan energi sangat meningkat dikarenakan jumlah penduduk semakin banyak dan revolusi Industri yang menuntut sumber energi semakin tinggi. Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat komplek dikarenakan bahan bakar migas semakin menipis. Pemecahan masalah diatas dapat diatasi dengan cara mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah pertanian yang diubah menjadi arang dengan proses pirolisa kemudian dijadikan briket. Pada pengujian ini penulis hanya menggunakan daun mahoni dan sekam padi sebagai bahan baku briket. Hasil yang didapat menunjukkan penggunaan briket sekam padi lebih optimal dibandingkan daun mahoni. Pada pemakaian sekam padi membutuhkan waktu 15 menit untuk mendidihkan air sedangkan daun mahoni membutukkan waktu 20 menit. Hal ini disebabkan suhu yang dihasilkan sekam padi lebih tinggi sehingga air cepat mendidih. Sekam padi mengandung selulosa yang lebih tinggi dibanding daun mahoni sehingga proses pembakaran lebih cepat.Kata Kunci : Retort, Sistem pirolisa, Briket
PEMANFAATAN CAMPURAN ZEOLIT DAN FLY ASH BATUBARAYANG TELAH DIAKTIVASI FISIK TERHADAP AKSELERASI MESIN SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH Herry Wardono; Ahmad Yudi Eka Risano; Adi Ernadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.316 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.713

Abstract

Energy consumption in Indonesia is quite high, almost 96% is supplied from fossil fuel ( crude oil 48%, gases 18%, and coal 30%). From the total of energy consumption, it can be seen that almost 50% is gasoline. Thus, it is necessary to attain a certain aim in saving fossil fuel consumption. One of the ways is the utilization of zeolite and coal fly ash mixture as engine air filter. The mixture of zeolite and coal fly ash have a specific ability to trap nitrogen gases and water vapor in air, so that only oxygen enters the combustion chamber. Thus, the combustion process reaches the optimal condition and engine performance works better. Before applying, zeolite and fly ash were mixed with the comparisons of zeolite 0% : fly ash 100%, zeolite 25% : fly ash 75%, zeolite 50% : fly ash 50%, zeolite 75% : fly ash 25%, and zeolite 100% : fly ash 0%. The mixture of zeolite and fly ash was made in the form of pellet and activated physically within the temperature of 100 ºC (naturally), 150 ºC, 175 ºC, 200 ºC, and 225 ºC. Wheres various mass filter used were 50% (13,75 grams), 75% (20,62 grams) and 100% (27,50 grams). The pellets were arranged resemble a filter and place on the case of engine air filter. The purpose of this testing is to find out the effect of temperature activation and the filter mass variations as well as the composition of zeolite and fly ash mixture toward the performance of four step gasoline engine in acceleration testing. The best acceleration achieved is 12,61% (2,41 seconds faster ) taken from the test using filter of Z50:F50 mixture, with mass variation of 100% within temperature of 225 °C.Keywords: Filter of zeolite and coal fly ash,air adsorbent, engine acceleration.
ANALISA KEBUTUHAN BEBAN PENDINGIN DAN DAYA ALAT PENDINGIN AC UNTUK AULA KAMPUS 2 UM METRO. Kemas Ridhuan; Andi Refai
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.936 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i2.26

Abstract

Factor-faktor kenyamanan dari suatu ruangan sangat ditentukan oleh letak, karaktristik dan kegiatan yang ada di dalamnya. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu alat pendingin dengan beban pendinginan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tersebut. Aula kampus 2 UM Metro sebagai tempat aktifitas akademik yang yang beragam, setiap saat selalu ramai dengan kapasitas 250 orang, memerlukan beban pendingin yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban pendiginan dan daya pendinginan dari alat AC yang diperlukan untuk ruang Aula tersebut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu kajian pustaka dan observasi. Mengamati berbagai kejadian seperti sudut pancaran sinar matahari, mengukur suhu dinding luar, dinding dalam, berbagai aksesoris yang ada dan jenis kegiatan yang dilakukan. Kemudian melakukan perhitungan dengan kajian pustaka. Hasil penelitian yang didapat yaitu beban pendinginan dari seperti dinding bata dengan lapisan plester, kaca, atap dari paduan alumunium, lantai dari beton dan keramik, lampu, penghuni, peralatan elektronik dan 250 orang jumlah maksimal yang ada pada ruangan aula kampus 2 UM Metro didapat sebesar 47,87 kW dan besar daya sistem pendingin AC yang diperlukan untuk mendinginkan beban pendinginan dari daya kompresornya sebesar 1,77 kW. Apabila dikonversikan daya kompresor 1,77 kW setara dengan 2,4 PK. untuk pemasangan AC dari 2,4 PK dibutuhkan 5 unit alat pendingin yang masing-masing alat berkapasitas ½ PK agar pendinginan diruang tersebut lebih efisien.
PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN Ahmad Yudi Eka Risano; Novri Tanti; Maulana Efendi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.607 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.602

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada alat pengering biji kakao untuk proses pengeringan biji kakao milik Usaha Mandiri di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana agar proses pengeringan lebih efektif dan didapat kualitas hasil pengeringan biji kakao lebih baik. Perhitungan yang dilakukan meliputi dimensi alat pengering, termal yang terjadi pada alat pengering, dan kebutuhan bahan bakar pada alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana, serta dilakukan simulasi pada model alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana yang telah dirancang menggunakan Software Autodesk CFD untuk mengetahui sebaran suhu pada model alat pengering yang telah dirancang. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan alat pengering biji kakao tipe rotari sederhana ini memiliki dimensi ruang pengering dengan diameter 90 cm, panjang 108 cm, dan tebal 1,2 mm. sebaran suhu pada ruang pengering sebesar 65,06oC , kalor yang dibutuhkan untuk proses pengeringan biji kakao sebesar 1028906,047 KJ, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan ± 8 jam 14 menit dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pengeringan sebanyak 302,62 kg atau 0,30260 kubik serta sebaran suhu rata-rata hasil simulasi menggunkan Software Autodesk CFD sebesar 63,5116oC. Kata Kunci: kakao, pengeringan, Autodesk CFD, suhu
RANCANG BANGUN ALAT UJI KEAUSAN BERBASIS SISTEM KONTAK DISC-ON-DISC ady setiawan; J Jamari; Marwan Effendy; Dimas Ardiansyah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.507 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.636

Abstract

Keausan yang berkaitan interaksi antara permukaan dan secara khusus hilangnya matrial dan deformasi material di permukaan sebagai akibat dari gaya mekanis dari keausan. Permukaan berlawanan disebabkan oleh sebagian besar penggunaan logam dengan menggeser. Dalam ilmu material, keausan adalah perpindahan material dari posisi turunan dan orisinalnya pada permukaan padat yang dilakukan oleh aksi permukaan lain. Keausan logam terjadi oleh perpindahan plastik permukaan dan bahan permukaan oleh detasemen partikel yang membentuk puing-puing bekas. Ukuran partikel yang dihasilkan dapat bervariasi dari jarak milimeter sampai ke kisaran ion. Untuk mengetahui keuasan secara cepat dari kondisi gesekan tersebut maka di perlukan alat uji tribometer. Peneliti ini di fokuskasn pada rancang bangun alat uji keausan. Alat uji ini untuk menguji komponen yang terdiri dari two disc yang terbuat dari matrial yang dapat di variasikan jenisnya. Perancangan mekanisme alat uji tribometer putaran, dan pembebanan yang dapat di variasikan. Untuk metode perancangan dengan pemilihan konsep produk yang di nilai terbaik yang akan di kembangkan menjadi produk. Pengujian di lakukan secara eksperimen untuk mengetahui keuasan dari matrial mengalami gesekan dua matrial sampai kondisi yang sama. Hasil rancangan menujukan bahwa alat uji ini dapat di gunakan untuk menentukan validasi data dalam proses pengujian. Dengan variasi jumlah putaran (maksimal 2800 rpm, beban tekan (maksimal 1000 MPa). Serta putaran dan kecepatan spesimen yang dapat di atur, gesekan pada permukaan dapat di ketahui, validasi data yang di ukur perubahan profil kontak permukaan. Hasilnya menujunkan hasil rancangan telah dapat di buat, dan layak di gunakan untuk pengujian keausan, koefisien gesek 0,4 dengan laju keausan tekanan 1000 MPa kecepatan 1m/s dengan waktu 240 menit adalah 0,19 gram.nilai keausan lebih besar jika di beri beban yang besar. 
PENGARUH REYNOLD NUMBER ( RE ) TERHADAP HEAD LOSSES PADA VARIASI JENIS BELOKAN PIPA ( BERJARI – JARI DAN PATAH ) Mustakim, Mustakim; Syakura, Abd
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.681 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.14

Abstract

Penggunaan belokan pipa  sangat luas seperti pada sistem transportasi perpipaan karena fleksibilitasnya untuk jaringan dan distribusi. Pemilihan variasi jenis belokan pipa  mutlak dibutuhkan  untuk mengetahui jenis  belokan yang paling kecil nilai head lossesnya terhadap bilanngan reynold nya. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh reynold number terhadap head losses pada variasi jenis  belokan pipa ( Belokan patah dengan diameter  = 19,05 mm, Belokan yang berjari-jari  dengan R/D = 3,67 dan D = 19,05  mm dan R/D = 1,837 dan D = 19,05  mm) Mengetahui pengaruh reynold number terhadap perbedaan tekanan (pressure drop)  pada variasi jenis belokan pipa( Belokan patah dengan diameter  = 19,05 mm, Belokan yang berjari-jari  dengan R/D = 3,67 dan D = 19,05  mm dan R/D = 1,837 dan D = 19,05  mm). Variasi nilai reynod number yang digunakan adalah 1293,35 sampai 2586,70. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Reynold number sangat mempengaruhi head losses, semakin tinggi reynold number maka head losses akan semakin meningkat. Pengaruh reynold number pada daerah aliran transisi lebih besar jika dibandingkan pada daerah laminer Nilai  head losses yang paling kecil adalah pada jenis belokan dengan R/D 1,837 dan diameter 19,05, sedangkan nilai head losses  yang terbesar terdapat pada belokan patah.
KARAKTERISTIK CAMPURAN CANGKANG DAN SERABUT BUAH KELAPA SAWIT TERHADAP NILAI KALOR DI PROPINSI BANGKA BELITUNG Setiawan, Yudi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.441 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i1.85

Abstract

Pada umumnya uap yang diperlukan untuk memutar turbin dan untuk keperluan perebusan pada suatu pabrik kelapa sawit adalah boiler dengan memanfaatkan kembali limbah hasil pengolahannya berupa campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit sebagai bahan bakar. Kualitas suatu bahan bakar tergantung pada nilai kalor, nilai kalor tergantung pada kadar air, kadar abu, kadar volatilematter dan kadar karbon tetap yang terkandung pada bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar terhadap nilai kalor. Komposisi pengujian dalam penelitian ini adalah campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit dengan komposisi 80% serabut 20% cangkang, 75% serabut 25% cangkang, 50% serabut 50% cangkang, 25% serabut 75% cangkang, 20% serabut 80% cangkang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi campuran yang memiliki nilai kalor tertinggi adalah campuran 80% serabut 20% cangkang dengan nilai kalor 16.584,233Kj/Kg, kadar air 14,099%, kadar abu 7,776%, kadar volatillematter 69,872%, karbon tetap 7,478%. dari penelitian ini juga disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar volatilematter dan kadar karbon tetap semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan sebaliknya semakin tinggi kadar air dan kadar abu maka nilai kalor yang dihasilkan semakin rendah pada bahan bakar cangkang, serabut buah kelapa sawit
PENGARUH VOLUME RUANG BAKAR SEPEDA MOTOR TERHADAP PRESTASI MESIN SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH Dharma, Untung Surya; Wahyudi, Totong Heru
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.036 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i2.646

Abstract

Banyak macam cara digunakan untuk meningkatkan prestasi mesin sepeda motor bensin. Salah satunya dengan meningkatkan perbandingan kompresi yaitu dengan jalan memperpanjang langkah torak (stroke). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya dan efisiensi termal serta konsumsi bahan bakar yang terjadi setelah dilakukan modififikasi dengan cara memperpanjang langkah torak sebesar 2 mm. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor bensin 110 cc dengan spesifikasi teknis standar dan berbahan bakar bensin. Dalam perhitungan untuk mendapatkan prestasi mesin dilakukan dengan beberapa cara pengujian, yaitu perhitungan volume ruang bakar, rasio kompresi, perbandingan kalor spesifik, efisiensi thermal, tekanan efektif rata-rata, dan daya spesifik, dan pengujian konsumsi bahan bakar (road test dan stasioner), pengujian akselerasi, dan pengujian kecepatan maksimum. Dari cara meningkatkan unjuk kerja mesin yang telah dilakukan, proses memperpanjang volume ruang bakar (stroke) menunjukkan pengaruh yang lebih besar, dari volume standar sebesar 97,1 cm3 dengan daya 8009 PS sebelum dimodifikasi, setelah dimodifikasi menjadi menjadi 1049 cm3 dengan daya 10668 PS sehingga mengalami peningkatan volume ruang bakar, 7,8 cm3 dan daya sebesar 2659 PS, efesiensi thermal mesin, sebelum modifikasi sebesar 0,5756 dan setelah modifikasi mencapai 0,6713, konsumsi BB berdasarkan pengujian road test dengan jarak tempuh 50 km/jam sebelum modifikasi 47,33 mL meningkat menjadi 50 mL sesudah dimodifikasi, pada pengujian stasioner sebelum modifikasi 72 mL meningkat menjadi 74 mL dikarenakan volume ruang bakar yang bertambah dan membutuhkan konsumsi BB yang lebih banyak.Kata kunci: Prestasi Mesin, kompresi, stroke, pengujian
PENGARUH ARAH VARIASI PUTARAN DAN TUMBUKAN TERHADAP PERFORMA HASIL PENYEKIRAN MENGGUNAKAN MESIN SKIR KLEP Eko Nugroho; Didik Saputra
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.29 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i2.71

Abstract

Motor bakar adalah mesin penggerak mula yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini. Motor bakar terbagi menjadi dua yaitu motor bakar dua langkah dan motor bakar empat langkah. Motor bakar membutuhkan kompresi untuk membuat bahan bakar dapat terbakar dan menghasilkan pembakaran yang sempurna. Untuk motor bakar dua langkah kompresi dipengaruhi oleh kerapatan piston dan ring piston terhadap silinder. Berbeda dengan motor bakar dua langkah, motor bakar empat langkah membutuhkan kerapatan klep dan dudukan klep. Klep dan dudukan klep adalah alat yang bekerja dan berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dan udara keruang bakar dan mengalirkan gas buang sisa pembakaran ke jalur keluar. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh variasi arah putaran terhadap hasil penyekiran, mengetahui pengaruh tumbukan terhadap hasil penyekiran, mengetahui waktu yang efektif untuk hasil skir klep yang baik, mengetahui metode yang menghasilkan penyekiran klep yang baik. Jenis penelitiaan ini adalah pengujian eksperimental metode penyekiran dengan variasi saru arah putaran dengan tumbukan, satu arah putaran tanpa tumbukan, putaran bolak-balik dngan tumbukan dan putaran bolak-balik tanpa tumbukan. Berdasarkan hasil penelitian, dengan melakukan penyekiran dengan empat metode yang berbeda. Dapat disimpulkan bahwa metode penyekiran terbaik adalah metode satu arah putaran tanpa tumbukan. dari hasil pengujian didapatkan waktu kebocoran terbaik mencapai 7,2 menit, dengan waktu penyekiran 15 menit dan memiliki tekanan sisa terbaik yaitu 23,2 psi.

Page 5 of 51 | Total Record : 509