cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
DESKRIPSI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF (TKBK)PADA MATERI SEGIEMPAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PABELAN KABUPATEN SEMARANG Helarius Ryan Wahyu Santoso; Novisita Ratu; Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.549 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p82-95

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pabelan Kabupaten Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 siswa yang dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif untuk mewakili masing-masing tingkat kemampuan berpikir kreatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive. Penelitian dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) subjek yang termasuk dalam TKBK 4 (sangat kreatif), pada tingkat ini subjek mampu menunjukkan kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menjawab soal; (2)subjek yang termasuk TKBK 3 (kreatif), pada tingkat ini subjekmampu menunjukkan kefasihan dan fleksibilitas; (3) subjek yang termasuk TKBK 2 (cukup kreatif), pada tingkat ini subjek mampu menunjukkan adanya fleksibilitas dalam menjawab soal; (4)subjek yangtermasuk dalam TKBK 1 (kurang kreatif), pada tingkat ini subjek mampu menunjukkan adanya kefasihan; (5)subjek yang termasuk dalam TKBK 0 (tidak kreatif), pada tingkat ini subjek tidak menunjukkan adanya kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menjawab soal.
IDENTIFIKASI TAHAP BERPIKIR GEOMETRI SISWA SMP NEGERI 2 AMBARAWA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Susi Lestariyani; Novisita Ratu; Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.705 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p96-103

Abstract

Geometri dipelajari mulai dari sekolah dasar sampai di sekolah menengah atas. Beberapa kajian menunjukkan bahwa pada sekolah menengah pertama (SMP), banyak siswa memiliki kesulitan dalam belajar geometri. Level Geometri van Hiele dapat menjelaskan kesulitan geometri siswa. Van hiele menyatakan bahwa dalam memahami geometri, siswa perlu melalui lima level, diantaranya level 1 (tahap pengenalan), level 2 (tahap analisis), level 3 (tahap pengurutan), level 4 (tahap deduksi), dan level 5 (tahap ketepatan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan level berpikir geometri siswa sekolah menengah pertama. Ada 209 siswa yang masuk dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Intrumen tes yang digunakan diadaptasi dari Proyek CDASSG Usiskin. Hasilnya menunjukkan ada 28,71% siswa SMP berada pada level 1, 44,02% siswa berada pada level 2 dan 5,26 siswa berada pada level 3. Ada 1,91% siswa berada pada level 0, dan tidak ada siswa yang berada pada level 4 dan 5. Siswa Ada sekitar 20,10% tidak dapat dikelompokkan ke dalam level yang ada dikarenakan tidak memenuhi kriteria dari instrumen penelitian. Berdasarkan hasil ini, siswa kebanyakan masih berada pada level 1 dan 2. Tidak seperti pendapat van Hiele yang menyatakan bahwa level berpikir geometri untuk siswa SMP berada di level 3. Berdasarkan hasil penelitian ini, penting untuk melakukan pemerikasaan lebih lanjut mengenai level berpikir geometri siswa SMP di tempat lain.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI SIDOMULYO 04 KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Nani Mediatati
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.45 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p104-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi pendidikan karakter di SD Negeri Sidomulyo 04 Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif. Subyek penelitiannya adalah Kepala Sekolah, guru kelas 1 sampai kelas 6, dan siswa kelas 6 yang diambil sampel sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Sidomulyo 04 Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang telah mengimplementasikan pendidikan karakter sejak tahun pelajaran 2004. Pendidikan karakter diimplementasikan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pembiasaan diri. Melalui kegiatan intrakurikuler, pendidikan karakter dilaksanakan dalam pembelajaran setiap mata pelajaran, mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan evaluasi. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, pendidikan karakter dilaksanakan melalui kegiatan kepramukaan; seni, budaya dan ketrampilan; keagamaan; olah raga; pengembangan IPTEK; dan pelayanan konseling. Selanjutnya pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan diri yaitu berjabat tangan dan memberi salam setiap pagi baik kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa; mendengarkan lagu nasional, daerah, rohani yang diputar dari kantor setiap pagi sebelum masuk kelas dan mulai pelajaran; menyisihkan sebagian uang saku sebagai bentuk kepedulian sosial dan sikap berbagi; kerja bakti bersama; dan makan bersama. Guru dan kepala sekolah sangat berperan dalam pelaksanaan pendidikan karakter tersebut dan siswa memberi respon positif terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah tersebut.
TATA RUANG KANTOR PENUNJANG EFISIENSI KERJA PADA KANTOR TATA USAHA DI SMK NEGERI 1 SALATIGA Lelahester Rina; Entri Sulistari
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.24 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p112-120

Abstract

Kantor sebagai tempat dan proses dalam melaksanakan kegiatan administrasi suatu organisasi guna mencapai tujuan tertentu. Administrasi sangat penting peranannya karena sebagai pusat informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan maupun pihak-pihak yang berkepentingan. Penelitian ini bermuara pada keadaan ruang kantor yang dijadikan sebagai tempat dalam kegiatan administrasi dan semua jenis pekerjaan kantor di sekolah. Hasil penelitian diharapkan memiliki makna dalam manajemen tatanan ruang kerja yang dapat menunjang efisiensi kerja pegawai khususnya staff tata usaha sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penataan ruang kantor dalam menunjang efisiensi kerja pada ruang tata usaha SMK Negeri1 Salatiga. Deskripsi penataan ruang kantor dinilai berdasarkan; (1) Penataan ruangan secara umum, (2) Penempatan staff tata usaha, dan (3) Pengaturan peralatan dan perabot kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ruang kantor yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Salatiga tidak menunjang efisiensi kerja. Penataan ruang kantor belum memenuhi tujuan penataan kantor seperti memudahkan gerakan pegawai dari penyimpanan arsip, mobilitas staff dalam melewati lorong utama untuk akses jalan, dan kelancaran proses pekerjaan bersangkutan. Serangkaian pekerjaan dalam prosedur kerja harus melewati berbagai rintangan seperti dokumen, arsip, dan barang-barang yang berserakan dan tidak sesuai dengan tempatnya, jarak yang sempit menghambat proses pekerjaan. Hal ini menjadikan gerakan yang berlebihan karena penataan yang kurang efektif. Selain itu, penataan meja dan kursi kerja staff yang terlalu rapat menghambat jalannya pekerjaan karena membutuhkan waktu dan tenaga dalam berpindah untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Beberapa kondisi lingkungan fisik kantor seperti kondisi udara, pemerataan cahaya, beberapa perabot memiliki warna yang sudah memudar serta sumber suara yang belum memberikan kenyamanan dan kepuasan staff dalam bekerja. Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa penataan ruang kantor kurang diperhatikan oleh berbagai pihak sekolah karena dianggap sudah baik dalam penataan ruangan kantor. Kesepakatan bersama dalam menjaga dan mempertahankan keindahan ruangan kantor hendaknya menjadi tanggungjawab yang harus dikerjakan dalam menyelesaikan pekerjaan kantor.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 5 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)DI SEKOLAH DASAR VIRGO MARIA 1 AMBARAWA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013 2014 Vian Anggraeni; Wasitohadi Wasitohadi
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.132 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p121-136

Abstract

Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) pada umumnya masih diajarkan oleh guru dengan metode yang konvensional melalui ceramah. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi jenuh dan cenderung pasif pada saat pembelajaran di kelas. Ketidaktepatan guru dalam memilih metode dan media pembelajaran juga akan berakibat pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, maka diperlukan adanya perbaikan pembelajaran tersebut untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas 5 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) di SD Virgo Maria 1 Ambarawa pada semester II tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Model penelitian ini mengadopsi model PTK Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Virgo Maria 1 Ambarawa yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan non tes. Teknik tes berupa soal evaluasi akhir dan non tes berupa observasi serta dokumentasi. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yaitu jika nilai rata-rata siswa kelas 5 mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas 5 SD Virgo Maria 1 Ambarawa. Ini dapat dilihat dari skor awal aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 67 dengan rata-rata 3,2 (79,8%); pada siklus II meningkat menjadi 76 dengan rata-rata 3,6 (90,5%). Hasil belajar matematika siswa kelas 5 juga mengalami peningkatan rata-rata kelas. Pada tes pra siklus 60,7; tes siklus I 64,2; dan tes siklus II menjadi 74,5. Siswa yang tuntas belajar, pada tes pra siklus 46,2%; siklus I 46,2%; dan pada siklus II sebanyak 61,5%. Ini berarti dari segi persentase ketuntasan belum dapat memenuhi indikator kinerja yang diharapkan yaitu siswa tuntas dengan persentase 80%.
PERBEDAAN MODALITAS VISUAL, AUDITORIAL DAN KINESTETIK SISWA KELAS X SMK JURUSAN TEKNIK PERMESINAN DAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN Margaretha F. Dian Pratiwi; Sumardjono Padmomartono
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.278 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan modalitas siswa antar Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Kendaraan Ringan kelas X SMK Muhammadiyah Salatiga. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Teknik Mesin dan seluruh siswa Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah Salatiga. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modalitas belajar. Adapun teknik analisis data menggunakan Chi Square yang diolah dengan program SPSS 16.0 for Windows. Analisis komparatif dengan menggunakan Chi-Square didapat value 9,384 dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,01. Dengan demikian, hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara modalitas visual, auditorial, kinestetik siswa kelas X Teknik Permesinan dan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah Salatiga.
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SISWA KELAS VII A SMP KRISTEN 02 SALATIGA Mega Ristiana; Novisita Ratu; Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.584 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p8-16

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel oleh siswa kelas VII A SMP Kristen 02 Salatiga berdasarkan 11 strategi pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Reys. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII A yang berjumlah 20 siswa, yang selanjutnya dengan teknik purpose samplingterpilih 2 siswa sebagai subyek penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, untuk pekerjaan siswa yang jawabannya benar dari soal nomor satu hingga nomor lima kebanyakan siswa menggunakan strategi mengidentifikasi informasi yang diinginkan, diberikan dan diperlukan, dan strategi menggunakan kalimat terbuka. Ada yang berbeda untuk soal nomor dua beberapa siswa ditambahkan dengan strategi membuat gambar. Hasil pekerjaan siswa yang salah kebanyakan hanya menggunakanstrategi mengidentifikasiinformasi yang diinginkan, diberikan dan diperlukan, tetapi siswa hanya mampu memilah informasi dengan menuliskan apa saja yang diketahui di dalam soal dan belum sampai pada memilih langkah-langkah penyelesaian yang sesuai dengan soal. Beberapa siswa ditambahkan strategi menggunakan kalimat terbuka atau menggunakan variabel-variabel sebagai pengganti kalimat dalam soal. Siswa sudah mampu menuliskan apa saja yang diketahui di dalam soal dan sudah mampu mengubah variabelnya namun siswa belum mampu menyelesaikan soal dengan baik.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS KOGNITIF MORAL MELALUI MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) DITINJAU DARI HASIL BELAJAR PKn DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MORAL JUDGEMENT Yogi Prihandoko; Wasitohadi Wasitohadi
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.984 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p17-31

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat efektivitas antara penerapan pembelajaran berbasis kognitif moral melalui model VCT dengan pembelajaran konvensional ceramah bervariasi terhadap hasil belajar PKn dengan mempertimbangkan moral judgement. Jenis penelitiannya adalah Experimen Research tipe Quasi Exsperimental Research serta menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Karangduren 01 sebagai kelompok eksperimen dan kelas 5 SDN Karangduren 02 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah tes dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis kognitif moral melalui model VCT efektif terhadap hasil belajar PKn dengan mempertimbangkan moral judgement siswa kelas 5 SD N Karangduren 01 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015. Simpulan tersebut didukung oleh hasil uji-t dengan hasil t hitung > t tabel (2,085>2,00488), signifikansi < 0,05 (0,042<0,05) serta skor hasil belajar PKn kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol (76,2>68,5).
STRATEGI GURU MATEMATIKA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 SALATIGA Rubai Rubai; Tri Nova Hasti Yunianta; Wahyudi Wahyudi
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.951 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p32-42

Abstract

Strategi guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menjadi judul dalam penelitian ini dengan alasan strategi yang dilakukan oleh guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga berbeda dengan sekolah-sekolah lain dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesulitan belajar siswa dan mencari tahu strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah empat guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga yang dipilih berdasarkan purposive sampling yang mana subjek tersebut memiliki beberapa macamstrategi dalam mengatasi kesulitan belajar matematika, sehingga tujuan dalam penelitian ini dapat tercapai dengan mendeskripsikan strategi apa saja yang dilakukan guru tersebut dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika, berawal dari pola pikir siswa yang mana mereka selalu berpikir kerja dan meremehkan pelajaran umum. Berdasarkan hal tesebut mengakibatkan siswa malas, tidak semangat, sulit memahami materi yangdisampaikan, mudah lupa, dan lambat dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hal tersebut guru memiliki strategi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa diantaranya adalah mengubah pemikiran siswa, membuat perbedaan tingkat (bobot) materi perjurusan, membuat ringkasan untuk siswa, menggunakan model pembelajaran tutor sebaya, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan jam tambahan, memberikan motivasi, dan memberikan latihan soal mandiri.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN GROUP INVESTIGATION DI KELAS VIII SMP NEGERI I BERGAS KABUPATEN SEMARANG Nani Mediatati
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.77 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p43-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw dan group investigation di kelas VIII SMP Negeri I Bergas semester genap tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen non equivalent control group design. Desain ini hampir sama dengan pretestpostest control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri I Bergas, sedangkan sampel penelitian diambil kelas VIIIB sebagai kelaseksperimen yang dilakukan pembelajaran menggunakan model jigsaw dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol yang dilakukan pembelajaran menggunakan model group investigation.Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan instrument soal pretes dan postes yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur hasil belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji beda rerata dengan uji independent samplet-test menggunakan bantuan SPSS 16.00 for Windows yang didahului dengan uji normalitas dan uji homogenitas dari sampel. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa kedua kelas berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen dengan nilai signifikansi lebih dari 5%. Hasil uji independent sample t-test dari pretes menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar awal dari siswa kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,849>0,05. Nilai rata-rata kelas eksperimen: 62,42 dan kelas kontrol: 62,79. Sedangkan dari postes menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar akhir siswa kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,003<0,05. Nilai rata-rata kelas eksperimen: 81,97 dan kelas kontrol : 76,36. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model jigsaw dan group investigation di kelas VIII SMP Negeri I Bergas. Hasil belajar siswa dari kelas yang dilakukan pembelajaran menggunakan model jigsaw lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa dari kelas yang dilakukan pembelajaran menggunakan model group investigation.

Page 9 of 22 | Total Record : 218