cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI KOTA SALATIGA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS KESENJANGAN TAHUN 2011/2012 Slameto Slameto
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.812 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p1-12

Abstract

Monitoring dan evaluasi (monev) ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesenjangan implementasi dan hasil Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan mendasarkan hasil pengisian kuestioner dan Focus Group Discustion (FGP) dengan 24 orang stake-holder. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan diperoleh bahwa implementasi Program BOS di Salatiga ternyata terdapat kesenj angan yang bervariasi: tinggi, sedang dan rendah baik menyangkut proses implementasi maupun hasil program. Sesuai tujuan, ternyata dana BOS digunakan untuk mensubsidi seluruh siswa, mengurangi iuran yang dibebankan kepada orang tua siswa terutama yang miskin, diarahkan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dengan tetap memperoleh layanan pendidikan yang lebih bermutu. Sesuai tujuan, hasil program BOS mencakup: BOS dapat menjadi akses untuk pengendalian pengelolaan dana pendidikan untuk menjamin penggunaan sumber daya finansial berlaku secara efisien, efektif, dan produktif; BOS memberi peluang bagi sekolah untuk membelanjakan pada kegiatan-kegiatan (baru) yang sebelumnya tidak terpenuhi dari sumber iuran bulanan. Terdapat kesenjangan yang tinggi dalam implementasi BOS, sehingga: ada keraguan apakah sekolah tetap dapat mempertahankan mutu pelayanan pendidikan apalagi harusmenyelenggarakan sekolah gratis; apakah BOS digunakan secara transparan, dan para guru dilibatkan; dengan BOS yang diterima, sekolah belum dapat membebaskan seluruh biaya sekolah (hanya dapat membebaskan 40-70 persen dari biaya sekolah), sehingga masih harus melakukan penggalian dana dari sumber lain; terdapat sejumlah kebutuhan program sekolah yang strategistetapi tidak dapat dibeayai oleh BOS; Dana BOS belum mampu mewujudkan sekolah gratis. Terdapat berbagai faktor, baik faktor internal sekolah maupun faktor eksternal; yang perlu mendapat perhatian dalam menentukan tindak lanjut, yaitu perlunya memodifikasi program terutama pada aras implementasi level sekolah dengan dukungan supra struktur birokrasinya.
POTENSI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DUSUN CETHO SEBAGAI EMBRIO EKOWISATA RAKYAT DI KABUPATEN KARANGANYAR Emy Wuryani; Wahyu Purwiyastuti
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.257 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p13-24

Abstract

Ecotourism is not the matter of ecology and economics, but also the evaluation and opinions from society. That means it suppose to be managed by them which is starting from the planning, implementation, and benefit of it. The popularity of Cetho village society who live around the Cetho Temple seem are unprofitable by the exotic of that temple. The exotic of the temple indeed hasbeen a big attraction for the domestic and foreign tourists. As a matter of fact that is interesting to be observed. Therefore, the problem is to be observed in this research is what are the potential resources of socio-culture in Cetho village, and how the Government and Tourism Organization Motivator have made the potential resources from this society. The result of this research that 1)Beganjuran Art (the Balinese instrument in procession the Balinese dance in the Hinduism ritual)in Cetho Temple, the story and legend of Cetho Hinduism was the ancestor of Balinese Hinduism People. 2) The ritual of voluntary collective work or mutual aid every Sunday morning is a solidarity among them. 3) Cetho people say, the contribution for them which is done by the Goverment not yet maximal. According to the Tourism Service of Karanganyar Regency, the contribution has been given only for facility and in helping to propagate the potency of society. If the tourism activity will be used of course that very depends to the budget plan from central government, such as through the tourism PNPM programme.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MACROMEDIA AUTHORWARE 7.0 PADA MATAKULIAH KONSEP DASAR IPA Adi Winanto; Mawardi Mawardi; Atalya Agustin
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.764 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p25-38

Abstract

Salah satu topik dalam materi dari mata kuliah Konsep Dasar IPA adalah tata surya. Salah satu kendala yang dihadapi yaitu penyajian tata surya hanya berupa gambar statis 2 dimensi. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif dengan MacromediaAuthorware 7.0 pada matakuliah Konsep Dasar IPA - Pokok Bahasan Tata Surya; 2) mengetahui hasil pembelajarannya, dan 3) menguji kelayakannya. Prosedur pengembangan dalam penelitian mengadaptasi model pengembangan menurut Dick & Carey dan juga Nana Syaodih Sukmadinata (2007:184-185).Prosedur yang diadaptasi tersebut meliputi tiga tahap, yaitu: (1) tahap studi pendahuluan, (2) tahap penyusunan draft produk dan (3) tahap pengembangan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh Multimedia interaktif dengan Macromedia Authorware 7.0 pada matakuliah Konsep Dasar IPA - Pokok Bahasan Tata Surya dapat dikembangkan dengan menyajikan animasi tentang tata surya dengan dilengkapi dengan data-data pendukung mengenai anggota tata surya tersebut. Hasil tes dari pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif ini menunjukkan hasil yang baik. Hasil post tes rata-rata adalah 82.7 sedangkan hasil pre tes adalah 50.3. Multimedia interaktif ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Rata-rata skor pada one to one evaluation adalah 4.2; pada small group evaluation adalah 4.1 dan pada field trial evaluation adalah 4.2.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI B PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMK PGRI II SALATIGA Nani Mediatati
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13572.031 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p39-54

Abstract

Hasil pengamatan peneliti terhadap pembelajaran PKn di kelas XI B SMK PGRI II Salatiga, nampak bahwa guru masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam menyampaikan materi. Pembelajaran lebih berpusat pada guru dan menekankan pada pembelajaran secara individual, sehingga tingkat keaktifan siswa rendah (34,25% dari seluruh siswa di kelas ). Hal ini juga berdampak kepada rendahnya hasil belajar yang mencapai 62,17 persen siswa di bawah KKM ( 75 ). Terkait masih rendahnya keaktifan siswa serta rendahnya hasil belajar siswa tersebut, maka dilakukan PTK sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning together, sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang lebih tepat. Indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa meningkat lebih dari 80 persen dari jumlah siswa dan hasil belajar siswa mencapai KKM (≥ 75) meningkat 100 persen. Selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe learning together keaktifan belajar siswa dapat meningkat, karena siswa diberdayakan dan diberi kepercayaan untuk kritis dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Ketercapaian persentase rata-rata keaktifan belajar siswa mencapai 71,4 persen pada siklus I yang lebih baik dari rata-rata keaktifan belajar siswa pada pra siklus yang hanya mencapai 34,25 persen saja, pada siklus II meningkat menjadi 91,4 persen. Dampak positif dari meningkatnya keaktifan belajar siswa adalah pada hasil belajar siswa yang juga meningkat, semula nilai rata-rata 72,43 pada pra siklus menjadi 75,86 pada siklus I dan 80,92 pada siklus II. Ketercapaian KKM (75), semula 37,83 persen pada pra siklus meningkat menjadi 81,08 persen pada siklus I dan menjadi 100 persen pada siklus II.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK MULTIMEDIA DENGAN MACROMEDIA FLASH 8.0 UNTUK MAHASISWA S1 PGSD UKSW Wahyudi Wahyudi
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.816 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p55-72

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain pengembangan. Borg & Gall dan Dick & Carey yang disederhanakan. Sepuluh tahapan yang ada disederhanakan dalam empat tahapan, yaitu: (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap desain pengembangan bahan ajar, (3) tahap pengembangan dan evaluasi, (4) tahap desiminasi produk akhir. Subjek penelitian yang diambil adalah mahasiswa S1 PGSD kelas G angkatan 2009 untuk uji terbatas (one to one dan small group evaluation)dan uji luas(field trial evaluation)yaitu kelas A 2010. Teknik pengumpulan data menggunakan penilaian pakar (media dan materi) dan uji coba produk. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi pakar, angket tertutup respon mahasiswa terhadap pemanfaatan bahan ajar dalam pembelajaran, lembar observasi untuk melihat proses pembelajaran pada saat uji coba produk, serta soal tes untuk melihat dampak pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar elektronik multimedia dengan macromedia Flash 8.0 yang dibuat memiliki kategori yang baik dari segi materi maupun media. Bahan ajar ini dapat membantu memudahkan mahasiswa belajar tentang sistem persamaan linear tiga variabel. Uji coba dalam pembelajaran menunjukkan bahwa mahasiswa lebih senang belajar matematika.Mahasiswa semakin mudah memahami materi karena bantuan animasi, video, warna dan tampilan yang menarik. Dengan bantuan tek, audio, dan video membuat mahasiswa dapat belajar secara mandiri, sehingga bahan ajar ini cocok digunakan sebagai bahan ajar mandiri yang dapat dibawa dan digunakandimana-mana dan mahasiswa dapat belajar setiap saat.
PEMBELAJARAN REFLEKTIF: UPAYA MEMBUMIKAN HERMENEUTIK DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN Saptono Saptono
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.843 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p73-82

Abstract

Hermeneutik merupakan refleksi kritis untuk menafsirkan teks/realitas dan memahami maknanya. Melalui hermeneutik orang diajak untuk terus-menerus bergerak dari refleksi menuju aksi, demikian pula sebaliknya, demi pengembangan diri dan transformasi masyarakat / budaya. Walaupun merupakan wacana kefilsafatan, hermeneutik tidak semata-mata bersifat teoretis, melainkan memiliki implikasi praktis dalam pendidikan. Tulisan ini mencoba merekonstruksi kaitan antara hermeneutik dengan praktik pembelajaran, dalam hal ini Pembelajaran Reflektif.
MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN BERMAKNA DI INDONESIA DAN IMPLIKASI-IMPLIKASINYA Wasitohadi Wasitohadi
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.165 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p83-92

Abstract

Pendidikan bermakna sebagai sistem pendidikan memiliki tiga ciri, yaitu mensejahterakan, menghargai martabat manusia, dan berkeadilan. Implikasinya bagi pendidikan, bahwa (a) pendidikan harus berorientasi pada subyek didik, artinya anak didik diperlakukan sebagai subyek, pendidikan diselenggarakan sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak, dan pendidikan itu mengembangkan anak didik secara utuh, (b) pendidikan yang dikembangkan harus humanis religius, yaitu pendidikan yang menekankan aspek kemerdekaan individu diintegrasikan dengan pendidikan religius agar dapat membangun kehidupan individu (sosial) yang memiliki kemerdekaan dan kemandirian, tetapi dengan tidak meninggalkan nilai nilai keagamaan yang diikuti masyarakatnya, atau menolak nilai ketuhanan(ateisme), dan (c) kebijakan pendidikan yang deliberatif, sehingga kebijakan pendidikan yang dibuat memiliki hasil optimal.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF, KOOPERATIF, AKTIF DAN REFLEKTIF (PAKAR) Bambang S. Sulasmono; Yari Dwikurnaningsih
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.269 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p93-110

Abstract

Pengembangan model pembelaj aran ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan akan model pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil yang diharapkan adalah model yang memenuhi persyaratan model pembelajaran yang baik, yaitu: a) kokoh bangunan teoritisnya, b) valid topangan hasil penelitian tentang efektifitas modelnya, dan c) teruji prosedur pelaksanaan bakunya. Pengembangan model pembelajaran PAKAR ini menggunakan model umum pemecahan masalah kependidikan dari Plomp (1982) yang mencakup a) tahap penyelidikan/investigasi awal (preliminary investigation), b) tahap perancangan (design), c) tahap pengembangan (realization/ construction), d) tahap tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation, and revision), dan e) tahap implementasi(implementation). Dalam penelitian ini, perolehan pengembangan yang dicapai baru sampai pada tahap konstruksi yaitu dengan hasil akhir prototipe model pembelajaran PAKAR. Prototipe ini sudah diuji validitas isinya melalui uji ahli atau pakar kependidikan. Pada tahun berikutnya akan dilanjutkan ketahap tes, evaluasi dan revisi serta tahap implementasi model.
MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Maya Theofany Kesitawahyuningtyas; Sumardjono Padmomartono
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.424 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p63-70

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMA Negeri 1 Getasan, Kabupaten Semarang melalui layanan bimbingan klasikal. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan desain pretest dan posttest. Ditetapkan 20 siswa kelas X.1 sebagai kelompok eksperimen dan 20 siswa kelas X.2 sebagai kelompok kontrol berdasarkan perolehan skor yang rendah pada skala komunikasi interpersonal. Kelompok eksperimen mendapatkan bimbingan klasikal dengan materi untuk meningkatkan komunikasi interpersonal selama 5 (lima) sesi. Untuk menguji perbedaan perolehan skor komunikasi interpersonal digunakan analisis Mann Whitney dengan p = 0,000 0,050 pada mean rank pretest kelompok eksperimen 10,75 dan mean rank posttest kelompok eksperimen 30,25. Selisih mean rank pretest dan mean rank posttest kelompok eksperimen sebesar 19,50 artinya ada peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal yang signifikan setelah siswa menempuh bimbingan klasikal selama 5 sesi. Disimpulkan bahwa bimbingan klasikal dapat meningkatkan secara signifikan komunikasi interpersonal siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Getasan, Kabupaten Semarang.
PENGEMBANGAN PENGUKURAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING Limpid Sestu Lupyanto; Yari Dwikurnaningsih
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.79 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p71-81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pengembangan aplikasi komputer untuk mengukurkompetensi kepribadian mahasiswa BK dalam rangka menjadi figur dari seorang guru BK yang memiliki kompetensi kepribadian yang disyaratkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data awal tentang kompetensi kepribadian mahasiswa BK menggunakan skala kompetensi kepribadian disusun berdasarkan rumusan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) yang tertuangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.27 Tahun 2008. Skala pengukuran terdiri 51 item pernyataan yang mencakup 4 aspek dan 17 indikator. Sedangkan teknik yang digunakan untuk memperoleh data validasi model menggunakan focuss group discussion (FGD). Teknik analisis data awal menggunakan deskriptif kuantitatif dan data hasil FGD menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Komponen desain yang dihasilkan terdiri dari kata pengantar, rasional, tujuan, manfaat, program aplikasi skala pengukuran kompetensi kepribadian berbantuan komputer. Desain telah divalidasi oleh ahli BK dan hasilnya item-item yang disusun belum sepenuhnya mengacu pada indikator, karena itu item-item telah diperbaiki oleh peneliti. Desain juga telah divalidasi oleh ahli teknologi informasi dan dinilai sudah baik. Subjek penelitian untuk uji coba terbatas kepada tiga mahasiswa BK FKIP UKSW dan tiga dosen BK FKIP UKSW dan hasil dari uji coba desain membahas tentang struktur kalimat pada setiap item, penggunaan aplikasi memakai Microsoft Excel agar data lebih aman dan proses penginputan hasil pengerjaan yang lebih cepat. Setelah melakukan serangkaian pengujian terhadap seluruh sistem pada desain ini maka dapat dinyatakan bahwa desain ini sudah memenuhi kelayakan untuk dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kepribadian mahasiswa BK.

Page 8 of 21 | Total Record : 210