cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBANTU MEDIA VIDEO INTERAKTIF DITINJAU DARI HASIL BELAJAR PKN Risania Wijayanti; Wasitohadi Wasitohadi
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.761 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p54-68

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah bahwa proses pembelajaran PKn yang dilakukan guru cenderung menggunakan model konvensional dengan menerapkan metode ceramah. Dengan model tersebut, guru cenderung tidak memberikan pemahaman nilai-nilai yang ada pada pembelajaran PKn. Dari latar belakang itu peneliti akan menguji tingkat efektivitas penggunaan pembelajaran VCT berbantu video interaktif dengan model konvensional berbantu video interaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara efektivitas model konvensional ceramah berbantu media video interaktif dan pembelajaran VCT berbantu media video interaktif terhadap hasil belajarPKn siswa kelas 5 SDN Mangunsari 03 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan metode penelitian quasi eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalahpretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini sebanyak 57 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan independent sample ttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan efektivitas antara pembelajaran VCT berbantu media video interaktif dan model konvensional ceramah berbantu media video interaktif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas 5 SDN Mangunsari 03 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015 terbukti. Hal ini ditunjukkan hasil uji t sebesar 2,072> 2,00404 dan signifikansi sebesar 0,043<0,05.
MODEL KEPEMIMPINAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA 1956-1993 Emy Wuryani; Sri Muryani
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.572 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p69-82

Abstract

 Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitis tentang gaya atau pola- pola kepemimpinan UKSW Salatiga tahun 1956-1993 berdasarkan sumber-sumber lisan yang dalam ilmu sejarah disebut sejarah lisan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan secara analitis tentang gaya atau pola kepemimpinan UKSW. Penelitian ini menghasilkan dokumen sejarah lisan tentang pola-pola kepemimpinan UKSW. Melalui sumber-su mber lisan dapat menyingkap hal-hal  lain di luar peris tiwa yang terdokumentasikan sebagai sumber sejarah. Proses penelitian menggunakan metode sejarah lisan dengan empat tahapan kerja. Pertama heuristik yakni mencari dan mengumpulkan sumber dari para aktor atau tokoh yang mengalami dan menyaksikan peristiwa. Kedua, verifikasi sumber (kritik sumber, keabsahan sumber, menyingkirkan bahan-bahan yang tidak relevan). Ketiga, interpretasi yakni penyusunan kesaksian yang dapat dipercaya untuk menjadi sebuah kisah atau penyajian yang bermakna. Keempat, historiografi yakni penulisan sejarah sebagai kisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan elitis dan periodisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 1956-1993 terdapat berbagai model kepemimpinan yang mewarnai kepemimpinan di UKSW. Model kepemimpinan tersebut adalah kepemimpinan Democratic Leaders (Pemimpin demokratis), Authoritative Leaders (Pemimpin otoritative), sebagian besar ciri Affiliative Leaders (Pemimpin afiliatif), sebagian ciri gaya Coaching Leaders (pemimpin bergaya pelatih), dan Counselling Style Leaders (pemimpin bergaya penasehat). Sementara itu Gaya kepemimpinan Coercive (Pemimpin pemaksa), dan gaya Pacesetting Leaders (pemimpin penentu ketepatan/tim).
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS   NASKAH DRAMA SATU BABAK MENGGUNAKAN MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN ALAT PERAGA GAMBAR BERSERI Suhartini Suhartini
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.157 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p83-89

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama satu babak menggunakan model pembelajaran Think Pare Share. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diterapkan pada siswa kelas VIIIA SMPN1 Tanjungsari pada materi menulis naskah drama satu babak menggunakan alat peraga gambar berseri. Penelitian tindakan kelas (PTK) dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu proses tindakan pada siklus I dan siklus II. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam proses pengkajian berdaur pada setiap siklusnya yakni perencanaan, pelksanaan tindakan, observasi, dan refleksi Berdasarkan analisis data diperoleh hasil ulangan harian meningkat. Peningkatan hasil tersebut sangat signifikan, 28 siswa memperoleh nilai di atas KKM dan rerata kelas menjadi 80,55 dan persentase ketuntasan sebesar 96,5%. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan dalam menulis naskah drama satu babak. Hal ini ditunjukkan pada hasil tes, yakni  28 orang (100%) memperoleh nilai di atas KKM, dengan nilai rata-rata 83,4. Simpulan penelitian adalah model pembelajaran Think Pair Share menggunakan alat peraga gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis naskah drama satu babak. Berdasarkan simpulan penelitian, maka dalam pembelajaran menulis naskah drama satu babak sebaiknya dapat menerapkan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan alat peraga gambar berseri.
PELATIHAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU: SUATU TINJAUAN LITERATUR Yustinus Windrawanto
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.884 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p90-101

Abstract

Pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, melalui peningkatn mutu guru. Salah satu kegiatan dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pelatihan guru. Pelatihan guru perlu dirancang agar memberikan dampak yang nyata. Artikel ini disusun dengan metode tinjauan literatur. Terdapat berbagai model pelatihan guru dalam rangka pengembangan keprofesian berkelanjutan (Luneta, 2012). Dengan mempertimbangkan langkah dasar pelatihan menurut Furjanic dan Trotman (2000) dan tinjauan dari berbagi teori, maka disimpulkan bahwa model pelatihan yang sesuai adalah model School focused: University school Partnerships (Berfokus sekolah : kemitraan sekolah dan perguruan tinggi).
PEMBELAJARAN BERBASIS RISET MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG INSPIRATIF Slameto Slameto
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.01 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p102-112

Abstract

Tuntutan terhadap proses pembelajaran yang berkualitas semakin tinggi seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan harus inspiratif; Kuncinya adalah bagaimana proses pembelajaran lebih bersifat kontekstual dan saintifik sehingga membentuk karakter peserta didik yang berjiwa saintis (ilmuwan). Sayangnya guru yang siap untuk itu adalah guru yang inspiratif yang menurut Rhenald Kasali (2007) jumlanya kurang dari 1%. Setelah setengah abad melakukan advokasi, Paul A. Kirschner, John Sweller, dan Richard E. Clark (2006) menemukan banyak kelemahan pembelajaran kunstruktif yang student centered sehingga tidak efektif; tidak ada penelitian yang mendukung efektifitas teknik ini. Sejauh ini tidak ada bukti dari studi yang terkendali, yang menunjukan pembelajaran berbasis konstruktivistik yang berhasil; biasanya kurang efektif; bahkan negatif. Seiring gencarnya semangat pemerintah menerapkan pembelajaran saintifik melalui kurikulun nasional muncul permasalahan bagaimana menghasilkan pengajaran yang inspiratif, apakah pembelajaran saintifik atau berbasis riset yaitu: Aktive Learning, Inquiry-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Peer Instruction mampu mewujudkan pembelajaran efektif yang inspiratif? Penelitian ini menggunakan studi dokumen atas hasil-hasil penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri jurnal elektronik melalui Google Cendekia. Dari hasil penelusuran yang diperoleh, masing-masing model dipilih 2 hasil penelitian untuk dianalisis lebih lanjut dalam bentuk %. Berdasarkan hasil analisis ternyata 4 pembelajaran berbasis riset (yang inspiratif secara implisit) mampu meningkatkan hasil belajar, mulai dari yang terendah 8% sampai yang tertinggi 35% dengan rata-rata 18,45%.
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PROFESIONALITAS GURU EKONOMI DAN KEBERADAAN FASILITAS BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR DI SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG Ana Setyowati; Bambang Ismanto
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.819 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p113-119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi siswa terhadap profesionalitas guru ekonomi dan keberadaan fasilitas belajar dengan motivasi belajar di SMA Kartika III-1 Banyubiru Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Pengumpulan data penelitian ini dengan kuesioner. Penarikan sampel menggunakan teknik proportioned random sampling. Analisis data menggunakan alat analisis korelasi ganda dengan alat bantu SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan koefisien korelasi ganda sebesar 0,789 pada katagori tinggi. sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap profesionalitas guru ekonomi (X1) dan keberadaan fasilitas belajar (X2) di SMA Kartika III-1 Banyubiru. Hubungan persepsi siswa dengan profesionalitas Guru Ekonomi (X1) menunjukkan koefisien korelasi positif 0,765. Fasilitas belajar (X2) menunjukkan koefisien korelasi positif sebesar: 0,745. Penelitian ini diharapkan agar menjadi bahan pertimbangan bagi guru ekonomi untuk mampu membangun persepsi siswa dengan cara membangun profesionalitas guru, serta bagi kepala sekolah untuk memperhatikan keberadaan fasilitas belajar yang menunjang kegiatan dan motivasi belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII E SMP STELLA MATUTINA SALATIGA Nani Mediatati; Adi Sukoco
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.316 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p120-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar PKn dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VIII E SMP Stella Matutina Salatiga Semester I Tahun Pelajaran 2015/ 2016. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII E SMP Stella Matutina Salatiga, yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan non tes. Non tes dengan daftar cek dan skala penilaian digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik. Sedangkan tes untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar ranah kognitif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil belajar ranah kognitif pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 sampai mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu 100% siswa tuntas KKM dan hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik 100% siswa mencapai skor antara 18-25 dengan kriteria baik/sangat baik.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Hasil belajar ranah kognitif pada pra siklus ada 21 siswa (70%) yang tuntas mencapai KKM e” 75, dengan nilai rata-rata yaitu 66. Pada siklus 1 meningkat ada 25 siswa (83,33%) yang tuntas dengan nilai rata-rata yaitu 68, dan  pada siklus 2, 30 siswa (100%)  tuntas dengan nilai rata-rata yaitu 75. Hasil belajar ranah afektif pada siklus I ada 6 siswa (20%) yang nilainya kurang (skor 10-11), 9 siswa (30%) nilainya cukup (skor 15-16), 13 siswa (43,33%) nilainya baik (skor 18-20), dan 2 orang (6,67%) nilainya sangat baik (skor 22-25). Hasil belajar ranah psikomotorik pada siklus 1 ada 4 siswa (13,33%) yang nilainya kurang (skor10-11), 11 siswa (36,67%) nilainya cukup (skor15-16), 12 siswa (40%) nilainya baik (skor18-20), dan 3 siswa (10%) nilainya sangat baik (skor 22-25). Pada siklus II hasil belajar ranah afektif meningkat menjadi 20 siswa (66,67%) nilainya baik (skor18-20) dan 10 siswa (33,33%) nilainya sangat baik (skor 22-25). Hasil belajar ranah psikomotorik juga meningkat menjadi 22 siswa (73,33%) nilainya baik (18-20), dan 8 siswa (26,67%) nilainya sangat baik (skor 22-25). Ini berarti bahwa hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik pada akhir siklus 2 100% siswa telah mencapai indikator keberhasilan penelitian.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DALAM PRAKTIKUM IPA SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN GURU IPA DI LABORATORIUM Budiyono Saputro
Satya Widya Vol 32 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.951 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p1-10

Abstract

Berdasarkan kenyataan di lapangan guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tidak terlepas dari pembelajaran praktikum. Pembelajaran Praktikum IPA memerlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Aspek perencanaan pembelajaran praktikum memerlukan waktu yang lebih dalam membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), mempersiapkan alat dan bahan praktikum, dan alat evaluasi yang meliputi tiga ranah pendidikan yaitu: kognitif, afektif dan psikomotorik. Pembelajaran praktikum IPA lebih sesuai disampaikan dengan pembelajaran direct instruction. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran direct instruction dalam praktikum IPA meliputi lima phase: phase pertama adalah guru menetapkan tujuan praktikum IPA, phase kedua guru mempersiapkan peragaan pengetahuan dan keterampilan sebelum praktikum dilaksanakan, phase ketiga guru mempersiapkan latihan terbimbing, phase keempat guru mempersiapkan umpan balik pembelajaran praktikum sesuai materi yang dilaksanakan, phase kelima guru mempersiapkan latihan lanjut dan transfer belajar. Evaluasi pembelajaran direct instruction dalam pembelajaran praktikum IPA dengan melaksanakan pre tes, pengamatan, pos tes dan penilaian hasil laporan praktikum. Dengan demikian kunci sukses guru IPA di laboratorium adalah guru melaksanakan manajemen pembelajaran praktikum IPA dengan benar.
PENDIDIKAN ‘BACK TO NATURE’: PEMIKIRAN JEAN JACQUES ROUSSEAU TENTANG PENDIDIKAN I Putu Ayub Darmawan
Satya Widya Vol 32 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.182 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p11-18

Abstract

Perkembangan pendidikan diwarnai dengan lahirnya berbagai pandangan yang melandasi pelaksanaan pendidikan. Salah satu tokoh yang mewarnai perkembangan pendidikan adalah Jean Jacques Rousseau. Karyanya yang terkenal adalah Social Contrack dan buku emile. Dalam bukunya, emile, Rousseau menuangkan pemikirannya tentang pendidikan yang kembali kepada alam dalam buku tersebut. Pandangan Rousseau tentang pendidikan diuraikan berdasarkan kelompok umur dan menekankan pada pendidikan yang kembali kepada alam.
PENGGUNAAN MEDIA LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Nuryanti Nuryanti
Satya Widya Vol 32 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.091 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p19-28

Abstract

Pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup pengetahuan, nilai,sikap dan ketrampilan. Pendidikan sebagai wahana yang tepat dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Oleh karena itu kualitas pendidikan harus dioptimalkan. Hal ini akan tercapai apabila semua unsur yang menyangkut pendidikan terutama dalam kegiatan belajar mengajar dapat terpenuhi secara maksimal. Salah satu komponen yang mempengaruhi berhasilnya kegiatan pembelajaran dalam sebuah Perguruan Tinggi adalah penggunaan Laboratorium sebagai media dalam pembelajaran. Namun apakah para dosen dan mahasiswa IKIPVeteran Semarang terutama jurusan pendidikan sejarah dalam menggunakan media laboratorium pada pembelajaran sejarah telah maksimal? Dan bagaimana kondisi laboratorium sejarah di IKIP Veteran Semarang? Inilah alasan utama pelaksanaan penelitian ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana para dosen dan mahasiswa menggunakan media laboratorium sejarah dan bagaimana kondisi yang sebenarnya laboratorium sejarah IKIP Veteran Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa para dosen dan mahasiswa pendidikan sejarah IKIP Veteran dalam menggunakan media laboratorium sejarah belum optimal. Penggunaan media laboratorium sejarah hanya sebatas pada waktu dosen dan mahasiswa melaksanakan perkuliahan praktek laboratorium sejarah saja walaupun kondisi laboratorium sejarahnya sudah hampir komplit dan lengkap dengan segala sarana dan prasarananya, Jurusan pendidikan sejarah juga telah berupaya untuk menambah koleksi media laboratorium sejarah, namun kesadaran  para dosen dan mahasiswa pendidikan sejarah IKIP Veteran menggunakan media laboratorium sejarah masih sangat kurang sekali dalam pembelajaran sejarah. 

Page 10 of 21 | Total Record : 210