Satya Widya
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Articles
218 Documents
DEVELOPING TEACHER PROFESSIONALISM: A STUDY ON SENIOR TO JUNIOR SUPERVISION
Mozes Kurniawan
Satya Widya Vol 32 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.246 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p29-40
Di era dimana kualitas dan profesionalitas begitu penting, tentunya para praktisi dunia pendidikan tidak mau tertinggal untuk mengupayakan berbagai macam cara mengembangkan profesionalitas dan kemampuan mereka. Berbagai peraturan dan undang- undang Republik Indonesia pun telah menegaskan mengenai profesionalitas tenaga pendidikan namun dalam kenyataannya masih banyak pengajar pada jenjang sekolah dasar, menengah hingga tinggi yang belum memiliki kualifikasi umum untuk disebut sebagai pengajar profesional. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan suatu upaya mengembangkan profesionalitas tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Journal ini mengkaji pengembangan profesionalitas guru melalui supervisi senior ke junior yang ditujukan untuk mengetahui dan menganalisa apa, mengapa dan bagaimana supervisi digunakan pada objek penelitian yang kemudian dibahas dan disajikan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan program serupa. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus yang didukung dengan wawancara tidak terstruktur (unstructured interview) dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang terkumpul dijadikan sebagai pelengkap uraian mengenai metode supervisi dan keuntungan-keuntungan diterapkannya metode supervisi tesebut bagi para pengajar baru terkhusus pada jenjang pendidikan tinggi. Terdapat tiga responden yang memberikan informasi. Mereka adalah pengajar baru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Hasil yang didapat dari bahasan dalam journal ini yakni bahwa supervisi yang dilakukan FKIP, UKSW, Salatiga lebih ke arah supervisi satu-satu (one-to-one supervision) dengan menekankan pada pembagian pengalaman dosen senior, memberikan saran-saran perbaikan dan memonitor secara berkala. Kiranya hasil penelitian ini, terlepas dari kelemahan yang dapat muncul, bisa dipergunakan sebagai gambaran dan inspirasi bagi lembaga pendidikan yang hendak menerapkan supervisi sebagai pengembangan profesionalitas tenaga pendidik.
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAUD
Desi Kusumawati
Satya Widya Vol 32 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.357 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p41-48
Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam melakukan manajemen pembelajaran. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh temuan baru mengenai: 1) Kesesuaian antara manajemen pembelajaran di PAUD Tunas Bangsa Langensari Ungaran dengan Permendikbud 137 Tahun 2014; 2) Penyebab belum dilakukannya supervisi akademik oleh kepala sekolah PAUD Tunas Bangsa Langensari Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yaitu studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Tunas Bangsa Langensari Ungaran. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan untuk mengetahui penyebab belum dilakukannya supervisi akademik oleh kepala sekolah yaitu dengan teknik Five “Whys” yang dikembangkan oleh Sakichi Toyoda pada tahun 1930 an (Muhaimin dkk, 2008). Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan: 1) Manajemen pembelajaran yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sudah sesuai dengan Permendikbud 137 Tahun 2014; 2) Penyebab belum dilakukannya supervisi akademik oleh kepala sekolah adalah karena pengangkatan kepala sekolah tidak berdasarkan standar kompetensi kepala sekolah KB/TK yang terdapat dalam Permendikbud 137 Tahun 2014. Saran yang penulis dapat berikan adalah: 1) kepada pengelola PAUD Tunas Bangsa bila ingin mengangkat seorang kepala sekolah perlu melihat standar kompetensi kepala sekolah KB/TK yang terdapat dalam Permendikbud 137 Tahun 2014; 2) bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kompetensinya sebagai kepala sekolah dengan belajar atau kuliah S1 Kependidikan PAUD sehingga dapat memahami fungsi kepala sekolah yang salah satunya adalah supervisi akademik.
INTEGRASI LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SAINS
Risya Pramana Situmorang
Satya Widya Vol 32 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.348 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p49-56
Kajian ini bertujuan untuk membahas literasi sains melalui implementasi pembelajaran sains dan potensi guru dalam mengintegrasikan literasi sains tersebut. Perencanaan kegiatan-kegiatan melalui percobaan dalam sains adalah upaya mencapai perbaikan literasi sains yang selama ini belum terjamah. Pengajaran dalam mata pelajaran IPA harus memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan observasi menggunakan indera misalnya dalam bentuk mengidentifikasi, membuat keputusan, dan menyimpulkan yang berkaitan dengan interaksi dengan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Integrasi literasi sains dalam pembelajaran sains dapat memperhatikan indikator-indikator literasi sains. Unsur-unsur literasi sains dalam mata pelajaran IPA yaitu: (a) merumuskan indikator literasi sains dalam suatu kompetensi dasar, (b) memasukkan aspek literasi sains dalam pokok bahasan, (c) mengemas literasi sains dalam silabus dan RPP. Evaluasi aspek kognitif berbasis literasi sains dapat memperhatikan kriteria: (1) soal bersifat luas, (2) disajikan dalam bentuk data-data serta muatan informasi, (3) ada keterkaitan konsep (4) menganalisis permasalahan serta memberi pernyataan dalam bentuk alasan pada saat menjawab pertanyaaan, (5) ada variasi dalam penyajian soal, (6) berbasis aplikasi yang berkaitan dengan isu-isu sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Manfaat dari proses integrasi literasi sains bagi guru mata pelajaran IPA adalah agar muatan materi IPA yang disajikan oleh guru dapat memunculkan aspek literasi dengan mengembangkan soal dengan karakteristik sains yang mencakup konten, proses dan aplikasi. Simpulan dari kajian ini adalah proses integrasi yang dilakukan mencakup tentang analisis komponen literasi sains melalui pengintegrasian kompetensi dasar pada mata pelajaran IPA dan dimuat dalam perangkat pembelajaran IPA sebagai scenario pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di kelas.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN PSYCHOLOGI CALWELLBEING IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI SALATIGA
Theresia Lisiau Ratnayanti;
Enjang Wahyuningrum
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.459 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p57-64
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada ibu yang memiliki anak tunagrahita. Dalam penelitian ini, pengambilan data menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi Product Moment dari Carl Pearson. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara gratitude dengan psychological well-being pada ibu yang memiliki anak tunagrahita. Skala pertama yang digunakan adalah Ryff ’s psychological well-being scale yang terdiri dari 42 item dengan reliabilitas (α) 0,848 . Skala kedua yang digunakan adalah The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) yang memiliki 6 item dengan reliabilitas (α) 0,82. Sampel dalam penelitian ini adalah 51 ibu yang memiliki anak tunagrahita yang bersekolah di SLB Negeri Salatiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara gratitude dan psychological well-being dengan hasil r = 0.322 dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 (p<0,05) yang artinya semakin tinggi gratitude maka semakin tinggi pula psychological well-being, begitu sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gratitude memberikan sumbangan sebesar 10,37%. Hal ini dapat menunjukkan bahwa 89,63% PWB ibu yang memiliki anak tunagrahita masih dipengaruhi oleh faktor lain.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TUNTANG PADA MATERI SEGITIGA
Era Destiyandani;
Tri Nova Hasti Yunianta;
Helti Lygia Mampouw
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.069 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p65-78
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan mendeskripsikan kondisi siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Tuntang pada materi segitiga melalui penerapan model pembelajaran Number Heads Together (NHT). Melalui model pembelajaran NHT, tugas diberikan kepada semua siswa dimana siswa telah diberi nomor berbeda didalam kelompoknya namun masing-masing kelompok menggunakan penomoran yang sama. Pemanggilan nomor siswa secara acak untuk melaporkan hasil diskusi kelompok mendorong setiap siswa secara individu bertanggung jawab atas hasil belajarnya. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah soal tes dan lembar observasi. Penelitian ini diterapkan pada 31 siswa sebagai subjek dan menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa untuk materi segitiga tentang mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya pada siklus I mencapai 87,1% tuntas dan ketuntasan meningkat menjadi 96,77% pada siklus II dengan materi pembelajaran menghitung keliling dan luas segitiga. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran NHT telah meningkatkan penguasaan materi segitiga oleh siswa.
PERENCANAAN STRATEGI BERSAING SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH SWASTA SALATIGA
Dewa Made Dwi Kamayuda;
Mutia Ayu Krismanda
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.05 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p79-91
This study aimed to develop competitive strategy planning in increasing number of new students in one of the private schools in Salatiga. The Design of the study is research & development and in this study is limited to the product design stage alone that produce schools competitive strategy planning in increasing the number of new students. Research instruments for gathering data are observation, interviews, FGD and study documents. Data Analysis used SWOT analysis to analyze the internal and external factors such as the school’s strengths, weaknesses, opportunities and threats in determining the appropriate competitive strategies for schools. The result of SWOT analysis indicated that the school is in quadrant position SO (Strength Opportunity), which supports an aggressive strategy by using the power of the internal environment of the school to seize the opportunities from external environment. Competitive strategy planning of the school which suggested namely: (1) Education and training for teachers:- Develop active, innovative, creative, effective and fun learning through particpated in seminars, workshops or training from both inside and outside of the school; (2) Focus on internal and external customers: Optimizing program and extracurricular activities ranging from planning, implementation, and evaluation to achieve the targets that are expected to have an opportunity to join competition with other schools, develop character building programs for students, Conducting program fun day and parenting seminar on building relationships and smooth communication between schools and parents and provides knowledge about how to educating children; (3) Teamwork: Organize retreat educators to strengthen the relationship, teamwork and equalization of school vision, Build effective and organized alumni network; (4) Engage and empower employees: Forming the evaluation team and the subject leader as an effective and efficient way to monitor and ensure the ability of the teaching profession evolved in terms of competence.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MENYUSUN RPP DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TUTOR SEJAWAT
Hanifah Kusumawati
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.836 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p92-102
Penelitian ini berangkat dari hasil supervisi tentang adanya permasalahan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) belum memadai (baru mencapai 59,375%); Demikian juga kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran baru mencapai 60,8. Kondisi devisit kompetensi guru yang cukup tinggi ini (40,625% dan 39,2%) merupakan kebutuhan guru akan pelayanan dari Kepala Sekolah selaku supervisor dalam memberikan penilaian dan masukan terhadap keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan penelitian tindakan sekolah ini untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP. Subjek penelitian ini adalah 4 guru SDIT AL-Fallah Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan panduan wawarcara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP. Pada Siklus I, meskipun belum tuntas (kriteria PTS berhasil jika terjadi peningkatan kompetensi guru c30%), namun terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP sebesar 25% dan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran sebesar 26%. Pada Siklus II peningkatan kompetensi guru sudah tuntas (kriteria PTS berhasil jika terjadi peningkatan kompetensi guru ³ 25%), hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP sebesar 26% dan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran sebesar 25%.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SISWA
Sara Puspitaning Tyas;
Mawardi Mawardi
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.257 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p103-116
Tulisan ini memaparkan tentang keefektifan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) pada mata pelajaran PKn dalam menumbuhkan sikap siswa kelas 4 SD. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas tinggi SD Gendongan 01 Salatiga. Siswa 4A sebagai kelompok kontrol dan 4B sebagai kelompok eksperimen. Variabel dalam penelitian ini mencakup variabel tindakan pembelajaran dengan menggunakan model VCT pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol sebagai variabel bebas, sikap siswa sebagai variabel terikat, dan sikap awal siswa sebagai variabel kovariat. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala sikap model Likert dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistik ANCOVA. Berdasarkan uji ANCOVA terhadap treatment pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil nilai F sebesar 9.884, pada taraf probabilitas 0,004; oleh karena nilai probabilitas tersebut < 0,05, maka H ditolak dan H diterima. Artinya bahwa penerapan model pembelajaran VCT memberikan dampak yang lebih tinggi secara signifikan dalam mengembangkan sikap terhadap globalisasi dibandingkan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PKn kelas tinggi. Perbedaan yang signifikan tersebut didukung oleh perbedaan rerata dua sampel penelitian, dimana rerata skor tingkat sikap siswa pada penerapan model pembelajaran VCT sebesar 86,28, sedangkan pada pembelajaran konvensional sebesar 71,39. Maknanya adalah bahwa perlakuan pembelajaran dengan model VCT memberikan dampak pengembangan sikap yang lebih tinggi secara signifikan daripada model pembelajaran konvensional.
MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
Sri Giarti
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.916 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p117-126
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis ICT di SD serta kesenjangan yang terjadi. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri 2 Bengle, Wonosegoro - Boyolali. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui tahapan penyusunan rancangan penelitian, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan penelitian. Instrumen pengumpalan data menggunakan lembar observasi dan wawancara serta lembar studi dokumen. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa terdapat kesenjangan dalam mengimplementasikan manajemen kurikulum dan pembelajaran, yaitu: 1) pada perencanaan, guru belum membuat RPP berbasis ICT, 2) pada tahap pelaksanaan, guru belum semua menggunakan media pembelajaran berbasis ICT dalam pembelajaran di kelas, hanya ada 3 guru yang menggunakan media berbasis ICT, 3) pada pengawasan, kepala sekolah belum rutin melakukan supervisi pembelajaran, evaluasi dan pelaporan. Selain kendala manajemen, masih ada kendala di luar manajemen yaitu 1) minimnya sarana prasarana, hanya tersedia 2 laptop dan 2 LCD sehingga pemakaiannya harus bergantian, selain itu belum ada akses internet karena letak sekolah berada di pinggiran; 2) rendahnya kompetensi guru masih rendah, dari 7 guru yang ada, hanya 3 guru yang mampu mengoperasikan komputer.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI SISWA
Sri Lestari
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.155 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p127-132
The purpose of this study is to determine how much influence school leadership and teacher performance on student achievement grade 6. Teachers play an important role for the success of students, but the quality and loyalty of teacher performance leadership school. Until influenced by two factors greatly affect the achievement especially student learning outcomes Examination Schools. This research was conducted by quantitative descriptive approach. The data collection is done by using (1) questionnaires and (2) the study of document. Data were analyzed by calculating statistics using SPSS (Statistical Program Smart Solution) Ver.22 For Windows. Foreign objects are the elementary students grade 6 in District Tuntang. The results showed there is not significant relationship between the leadership principals on student achievement, but there is a significant relationship between teaching performance of teachers to student achievement. Leadership Principal and teaching performance of teachers together have a strong influence on student achievement grade 6 elementary School in District Tuntang Semarang.