cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
KORELASI TINGKAT KEBERMAKNAAN HIDUP DENGAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA PADUKUHAN SORO PADAN, SLEMAN, YOGYAKARTA Jimmi Marliston Pandapotan Aritonang; Soewadi Soewadi; Ronny Tri Wirasto
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.77

Abstract

Latar belakang: Kekurangan kebermaknaan hidup bisa menjadi sebab maupun akibat kondisi depresi, baik kekurangan makna maupun kondisi depresi bisa ditimbulkan oleh penyebab-penyebab lainnya. Mengenali depresi pada lanjut usia memerlukan suatu keterampilan dan pengalaman, karena manifestasi gejala-gejala depresi klasik sering tidak muncul. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara tingkat kebermaknaan hidup dengan depresi pada lansia di Posyandu Lansia Padukuhan Soro Padan, Sleman, Yogyakarta Metode: Penelitian non eksperimental dengan rancangan cross-sectional, subjek penelitian adalah lansia di Posyandu Lansia Padukuhan Soro Padan dengan menggunakan instrumen Meaning In Life Questionnaire (MLQ) versi Indonesia; tingkat depresi dinilai dengan menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS-15) versi Indonesia. Analisis data univariat untuk mengetahui profil subjek penelitian, analisis bivariat untuk mengetahui kekuatan korelasi tingkat kebermaknaan hidup dan tingkat depresi pada lansia dianalisis dengan uji koefisien korelasi phi dan analisis multivariat untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari faktor-faktor perancu dengan uji analisis multipel regresi. Hasil Penelitian: Terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat kebermaknaan hidup dengan depresi pada lansia (r = -0,331, p = 0,007) di posyandu lansia Padukuhan Soro Padan dengan kekuatan korelasi yang cukup Kesimpulan : Terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat kebermaknaan hidup dengan depresi pada lansia di Posyandu Lansia Padukuhan Soro Padan Saran: Ketua dan Kader lansia Posyandu Lansia Padukuhan Soro Padan lebih memberikan perhatian kepada lansia yang mengalami depresi, memberikan masukan bagi Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk memperhatikan kondisi psikologis lansia khususnya pada lansia yang depresi dan dalam membuat kebijakan terutama tentang kesehatan mental khususnya pada lansia. Kata kunci: kebermaknaan hidup-depresi-lansia, posyandu lansia Yogyakarta
SINDROMA VERTIGO SENTRAL SEBAGAI MANIFESTASI KLINIS STROKE VERTEBROBASILAR PADA PASIEN PEMFIGUS VULGARIS Ratih Kusumastuti; Sri Sutarni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.399 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.80

Abstract

Pemfigus vulgaris merupakan penyakit bula autoimun yang menyerang kulit, membran mukosa maupun keduanya, secara histologi ditandai dengan bula intraepidermal karena proses akantolisis pada lapisan suprabasal. Penatalaksanaan penyakit ini menggunakan kortikosteroid dosis tinggi dalam jangka waktu lama yang dapat berefek terhadap peningkatan kadar lemak darah, hipertensi, hiperglikemia, dan obesitas. Kadar total kolesterol dan LDL merupakan faktor resiko yang penting untuk terjadinya stroke baik stroke infark maupun perdarahan. Salah satu tampilan klinis dari stroke adalah Dizziness, yang dapat disebabkan karena gangguan peredaran darah otak. Keluhan ini dapat berupa “presyncopal light headedness”, disequilibrium, dan vertigo. Setiap ada vertigo yang dihubungkan dengan gangguan peredaran darah otak maka lokasinya adalah daerah sirkulasi vertebrobasiler. Delapan puluh persen dari penyakit serebrovasculer adalah stroke iskemia, 20 persennya melibatkan sirkulasi vertebrobasiler.
FIDELITY CASE MANAGEMENT SYSTEM PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS GADJAH MADA Novi Zain Alfajri; Rizaldy Taslim Pinzon; Trisasi Lestari
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.67

Abstract

Latar Belakang: Koordinasi asuhan pasien masih bermasalah di RS UGM khususnya dalam perencanaan perawatan dan proses transisi. RS UGM menerapkan case management system untuk memperbaiki koordinasi asuhan kasus kompleks salah satunya stroke. Evaluasi dilakukan terhadap sistem baru tersebut. Tujuan: Mengevaluasi fidelity case management pasien stroke rawat inap dan mengidentifikasi faktor-faktor implementasinya Metode: Penelitian implementasi, desain concurrent mixed method, dilaksanakan November 2016 – Januari 2017 di RS UGM. Pengambilan data dengan wawancara mendalam terhadap case manager, diskusi kelompok terarah paramedis, dan observasi proses koordinasi. Fidelity yang dinilai meliputi kepatuhan terhadap cakupan dan konten. Evaluasi luaran dibatasi pada lama hari rawat dan angka kematian. Hasil dan Pembahasan: Kepatuhan konten alur case management masih rendah yaitu sebesar 2%. Alur skrining dan follow up post discharge belum sesuai karena kepatuhan dan pemahaman pelaksana serta belum lengkapnya petunjuk teknis. Ketidaksesuaian skrining mempengaruhi rendahnya cakupan kasus yaitu 19%. Faktor pendukung implementasi adalah ketersediaan panduan, pelatihan, dukungan pimpinan, dan respon tim. Kendala implementasi adalah kurangnya petunjuk teknis, kendala waktu koordinasi, dan kendala sosial edukasi pasien. Evaluasi luaran menunjukkan angka kematian menurun, rerata lama hari rawat memanjang. Responden merasakan manfaat case management dalam memperbaiki koordinasi tim. Kesimpulan dan Saran: Fidelity implementasi case management system di RS UGM rendah ditandai dengan rendahnya kepatuhan konten dan cakupan kasus. Rerata lama hari rawat memanjang, tetapi rentang hari rawat memendek. Angka kematian kasus lebih kecil. Respon partisipan adalah faktor pendukung implementasi tetapi strategi fasilitasi belum dilakukan dengan optimal sehingga mempengaruhi fidelity yang rendah. Strategi fasilitasi perlu ditingkatkan dengan kebijakan dan petunjuk teknis yang komprehensif terutama pada alur skrining dan follow up post discharge, pelatihan case manager, sosialisasi, dan monitoring evaluasi berkelanjutan Kata kunci: fidelity, stroke, case management system
TUMOR OTAK METASTASIS DARI KANKER PAYUDARA Lothar Silalahi; Eli Rahmi; Sri Sutarni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4157.702 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.116

Abstract

Tumor intrakranial metastasis lebih banyak insidensinya dibandingkan tumor intrakranial primer. Kanker payudara merupakan penyebab ke dua terbanyak tumor otak metastasis.Melaporkan sebuah kasus tumor otak metastasis dari kanker payudara. Laporan kasus. Perempuan usia 36 tahun, dengan riwayat terdiagnosis kanker payudara, menjalani terapi pembedahan dan kemoterapi 1 tahun sebelumnya, datang dengan keluhan nyeri kepala kronik progresif.Tumor otak metastasi dari kanker payudara dapat muncul pada rentang usia produktif sampai usia tua, dengan gejala klinis paling banyak adalah nyeri kepala. Jenis histologis, jumlah lesi metastasis, performa klinis serta usia saat terdiagnosis kanker payudara dapat menjadi faktor prognosis tumor otak metastasis dari kanker payudara.
HUBUNGAN VISUS DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI KELURAHAN BACIRO YOGYAKARTA Amadea Rigenastiti; The Maria Meiwati Widagdo; Yanti Ivana Suryanto
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2250.444 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i2.100

Abstract

Background: The aging process causes changes of physiological and psychosocial functions. The percentage of older people population in Yogyakarta Province in 2015 was 13,49%, the highest in Indonesia. The increased number of older people is followed by the increased number of problems in older people. One of the most common problems of older people is falls. Risk of falls consists of intrinsic and extrinsic factors. Visual acuity is a part of the intrinsic factor of risk of falls in the older people. Objective: To find out the correlation between visual acuity and the risk of falls of older people in Baciro Village Yogyakarta. Methods: The research method was observational-analytic with cross sectional design. Researchers took samples in Baciro Village Yogyakarta. The inclusion criteria was people aged ≥60 years old. The exclusion criteria were older people who were illiterate and had neuromotor limitations in lower extremity.The data was collected by checking the visual acuity of the older people with Snellen chart. Falls Efficacy Scale International (FES-I) questionnaire was used to determine the risk of falling. Results: Ninety-seven older people participated in this research.The results of bivariate analysis used Spearman correlation test showed that there was no correlation between the better eye visual acuity and the risk of falls in the older people (FES-I) (r = 0.190 and p = 0.063) and there was a significant correlation between the worse eye visual acuity and the risk of falls in the older people (r = 0.240 and p = 0.018). Conclution: 1) There is no correlation between the better eye visual acuity and the risk of falls in the older people. 2) There is a correlation between the worse eye visual acuity and the risk of falls in the older people. Keywords: Visual acuity, Risk of Falls, FES-I
Book Review : NEUROTRAUMA AND CRITICAL CARE OF THE BRAIN Septian Dewi Periska
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.8 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i2.130

Abstract

Traumatic Brain Injury (TBI) is one of the leading cause of death and disability. TBI and spinal cord injuries have impacts on patients life, their families and also to the comunity. This edition retained the book structure of the first edition with emphasis in critical care and also it offers review the updated guideline recommendation. A review gives the reader not only summary of the content but also a critical assesment about the content. Additionally, this book gives the reader content about a brief review of a basic ethical framework. The concern is not only about science but also about prehospital care, critical care, outcome, ethical issue, prevention and sosioeconomic.
HIDUP DI USIA LANJUT TETAP SEHAT, AKTIF DAN PRODUKTIF Tejo Jayadi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.435 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i2.129

Abstract

Kesimpulan dari editorial ini adalah adanya pergeseran demografi usia karena peningkatan penduduk lanjut usia, menjadi perhatian khusus dan membutuhkan peran serta lembaga pemerintah dan swasta, masyarakat, keluarga dan tenaga kesehatan untuk melakukan peningkatan pelayanan kesehatan preventif, promotif dan kuratif terhadap lansia yang rentan mengalami multimorbidity yang diketahui didasari oleh proses multi patologi.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH DI DESA BANJAROYO Deni Aditya Christianto
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.373 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i2.97

Abstract

Obesitas merupakan keadaan kelebihan berat badan yang dapat membawa manifestasi negatif bagi kesehatan. Indeks massa tubuh merupakan parameter dalam menentukan seseorang mengalami obesitas atau tidak, parameter ini sering digunakan karena mudah diterapkan, cepat dan memiliki hasil yang tepat. Salah satu faktor yang berperan penting dalam kejadian obesitas adalah aktivitas fisik, yakni segala pergerakan tubuh yang mengeluarkan energi serta membakar lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan antara aktivitas fisik ringan, sedang dan berat terhadap kejadian obesitas berdasarkan indeks massa tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan jenis penelitian potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara non-random sampling dengan teknik purposive sampling dan didapat responden sebanyak 236 orang. Pengambilan data aktivitas fisik dilakukan menggunakan kuisioner IPAQ dan perhitungan indeks massa tubuh dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Analisis data penelitian ini menggunakan SPSS 22 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna (p = 0,18) antara aktivitas fisik berat dan sedang terhadap kejadian obesitas berdasarkan indeks massa tubuh pada warga dewasa di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
PRIMARY MASTITIS TUBERCULOSIS CLINICALLY MIMICKING FIBROADENOMA MAMMAE Kristin Purnama Dewi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.968 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i2.113

Abstract

Introduction: Breast tuberculosis (mastitis TB) is a rare extrapulmonary presentation of tuberculosis that marked pathologily with involvement extensively mamma lobules, which because of infection of Mycobacterium tuberculosis. Many epidemiology studies stated that the incidence of mastitis TB is more common in developing countries than developed countries. Mastitis TB occurs mainly in reproductive woman. Case: A 32-year-old woman came to Surgery Department with chief complaint right upper quadrant palpable breast lump for 4 months. Mammae dextra physical examination confirmed single nodule, size ± 3cm x 3cm x 2.5cm in superior quadrant, mobile, tender, well defined shape, feel like marble, reddish skin, warm, no skin retraction and no nipple discharge. VAS score 2. Mammosonogram was performed and indicated mastitis in the superior quadrant of mammae dextra. Fine needle aspiration revealed negative malignant cells and granulomatous with suppurative inflammation. The histopathological evaluation from mammae excision confirmed datia langhans cells and indicated granulomatous mastitis. Then patient referred to the Pulmonary Department. On TB pulmonary examination confirmed normal chest x-ray and negative acid fast basil (AFB). Patient was diagnosed with primary mastitis TB. Patient was treated with anti-tuberculosis drug (OAT) and gave good response and no side effects. Discussion: Based on the International Standards for Tuberculosis Care (ISTC) diagnosis of mastitis TB can be confirm by anamnesis, physical examination, and also some additional diagnostic test such as sonomammographic imaging, fine needle aspiration or surgical specimens for pathology examination and culture or AFB with Ziehl-Neelsen staining. In Indonesian National Guidelines for TB Control, mastitis TB was treated with fixed drug combination (FDC), intensive phase in 2 months using 4 FDC and advanced phase in 4 months using 2 FDC. In case followed up in 2 months, patient recovered very well and advised to continue the treatment. Conclusions: TB mastitis is rare even in countries with TB endemic. Diagnosis of primary mastitis TB based on clinical, radiological, pathological and microbiological. Treatment of mastitis TB with FDC for 6 months consists of an intensive phase and an advanced phase in this patient gave good outcome. Keywords: Mastitis tuberculosis, diagnosis, treatment.
CENTRAL VERTIGO SYNDROME AS A CLINICAL MANIFESTATION IN ALCOHOL INTOXICATION irfan pranowo
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.37 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i2.87

Abstract

ABSTRACT Background : Vertigo syndrome is one of the clinical features in patients with alcohol intoxication. Cerebellar dysfunction (ie, ataxia, sluured speech, and nystagmus) generally occurs in a state of toxicity with greater alcohol concentration, a condition caused by involvement in the brainstem. Among the neurological complications of alcoholism, brainstem lesions are often present in Wernicke-Korsakoff syndrome, cerebellar degeneration, and central pontine myelinolysis.3 Objective: To Describe a central vertigo case in alcohol intoxication patient Case Description: A 21-year-old male, with a neck complaint that feels left and right pulled, since 1 day before admission. felt appeared 8 times. followed with dizzines, mild-moderate intensity, with symptoms of heartburn and nausea. Patients is an alcohol drinkers since 8 years ago, and active smokers who can spend a day a pack of cigarettes. On examination was found sufficient nutritional status, blood pressure 117/73 mmHg, pulse 80x / minute, respiration 22x / minute, temperature 36,8o C, and scale VVS 2. From physical examination obtained vertical and bidirectional horizontal nystagmus. The results of routine blood laboratory examination found blood leukocyte level 12.12 x103 / uL, others in normal limit Therapy: injection omeprazole 1 amp / 12 hours, flunarizin 5 mg / 12 hours, alprazolam 0.5 mg / 24 hours. After 3 days treatment, he was discharged with clinical improvement. Conclusions: An Alcohol intoxication patients in the presence of central vertigo syndrome in this case showed clinical improvement after treatment, then patients were advised to routine control.

Page 7 of 17 | Total Record : 161