cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
UJI POTENSI ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK AIR ALLIUM CEPA L DAN ANDROGRAPHIS PANICULATA NESS TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA Merliana Sari Situmeang; Suryani Hutomo; Yanti Ivana Suryanto
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 1 (2016): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.827 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i1.35

Abstract

Bawang bombay (Allium cepa L) dan sambiloto (Andrographis paniculata Ness) merupakan tumbuhan yang sering kita jumpai di sekitar kita. Allium cepa L dan Andrographis paniculata Ness secara terpisah telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi antibakteri kombinasi Allium cepa L dan Andrographis paniculata Ness terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Kedua tanaman tersebut diekstraksi dengan metode infusa menggunakan pelarut air. Uji daya hambat dilakukan menggunakan metode difusi dengan mengukur diameter zona hambat. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan konsentrasi terendah yang sudah memiliki zona hambat dan didapatkan konsentrasi 25% untuk masing-masing ekstrak, maka konsentrasi inilah yang digunakan sebagai kombinasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan zona hambat yang signifikan secara statistik (p = 0,00, p < 0,05) pada kombinasi Allium cepa L dan Andrographis paniculata Ness dibanding sediaan tunggal. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan potensi antibakteri terhadap bakteri P. aeruginosa.
SELUK BELUK HIPERTENSI: Peningkatan Kompetensi Klinis Untuk Pelayanan Kefarmasian Edwin Pranata Laban; Rizaldy Taslim Pinzon
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.977 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.74

Abstract

-
MEMAHAMI KAITAN OBESITAS DAN KANKER: PELUANG UNTUK PENCEGAHAN KANKER Teresa Liliana Wargasetia
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.527 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.20

Abstract

Jumlah kasus kanker yang disebabkan oleh obesitas diperkirakan sebesar 20%. The International Agency for Research into Cancer dan the World Cancer Research Fund melaporkan bahwa kanker yang sering dialami oleh penderita obesitas adalah kanker endometrium, adenokarsinoma esofagus, kolorektal, payudara postmenopause, prostat, dan ginjal. Risiko keganasan yang meningkat dipengaruhi distribusi lemak tubuh dan peningkatan berat badan yang menyebabkan transfer lipid dari adiposit ke tumor. Sejumlah studi melaporkan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas berkorelasi dengan tingkat kematian akibat kanker hepar, pankreas, kolon, endometrium, ginjal, payudara postmenopause, mieloma, dan Hodgkin’s lymphoma. Empat sistem yang teridentifikasi sebagai penyebab kanker pada obesitas adalah peningkatan lipid, respons inflamasi, resistensi insulin, dan adipokin. Konsumsi sejumlah makanan yang bersifat antikanker dan antiobesitas bersama dengan restriksi kalori dan aktivitas fisik membantu dalam pencegahan kanker yang berkaitan dengan obesitas.
VIPERIDAE SNAKE BITE: KASUS SERIAL Alfi Rizky Medikanto; Lothar Matthaeus Manson Vanende Silalahi; Sri Sutarni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.361 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.61

Abstract

Latar Belakang: Gigitan ular merupakan salah satu kegawatdaruratan medis dan penyakit akibat okupasi yang sering diabaikan oleh tenaga medis, paramedis maupun pemangku kebijakan kesehatan sehingga sangat terbatas untuk dipelajari karena sistem pelaporan yang lemah. Ular golongan Viperidae sering ditemukan di wilayah Asia Tenggara memiliki bisa dengan kandungan hematotoksin dengan mekanisme aktivasi faktor koagulasi, trombositopenia, hiperfibrinolisis, dan koagulasi intravaskular luas. Laporan Kasus: Dilaporkan dua kasus gigitan ular golongan Viperidae. Kasus pertama seorang pria, 73 tahun datang dengan gigitan ular pada pergelangan kaki kiri. Pasien mengalami penurunan kesadaran, anemia, koagulopati, insufisiensi renal, dan perdarahan saluran kemih. Pemeriksaan funduskopi dan CT scan kepala tidak didapatkan perdarahan. Kasus kedua adalah seorang pria, 58 tahun datang dengan gigitan ular pada pergelangan kaki kanan. Pasien mengalami penurunan kesadaran, anemia, gangguan fungsi hati, koagulopati, perdarahan saluran kemih, dan hiponatremia. Kesimpulan: Manifestasi klinis gigitan ular Viperidae dapat berefek pada sistem koagulasi dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, kardiovaskular dan urogenital
EVALUASI “THE RULE OF HALVES” KASUS HIPERTENSI PADA RESPONDEN DI DELAPAN DUSUN BAGIAN SELATAN SLEMAN YOGYAKARTA Rita Suhadi; Greta Paulina; Chatarina Danik Wijayanti; Lusia Dewi; Antonia Adeleide Anutopi; Fransisca Tielman
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.281 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v1i2.16

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi (50%), kesadaran (25%), terapi (12,5%), dan pengendalian (6,25%) hipertensi ditemukan pada populasi berdasarkan the rule of halves (the rule). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan proporsi subyek hasil penelitian dengan yang ada pada the rule. Metode: Survei analitik cross-sectional dilakukan dengan cluster random-sampling pada 8 dusun di bagian selatan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Kriteria inklusi meliputi responden ≥ 40 tahun dan menandatangani informed-consent; sementara responden yang hamil diekslusi. Data dikumpulkan dengan wawancara dan tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan diukur. Perbandingan proporsi subyek dibandingkan the rule dengan uji-Z (p < 0,05); perbandingan umur; body mass index (BMI), dan tekanan darah sistolik/diastolik antara kelompok hipertensi dan tidak hipertensi dianalisis dengan uji-t p < 0,05. Hasil: Subyek (N = 1602) memiliki umur 54,3 ± 11,8 tahun; BMI 23,0±4,2kg/m2; dan tekanan darah 141,3/83,8±23,1/12,3mmHg. Proporsi subyek berturut-turut terdiri dari 49,3%; 29,3%; 19,0%; dan 3,6% untuk prevalensi; sadar; terapi; dan pengendalian hipertensi. Subyek memiliki prevalensi yang sama dengan the rule (p > 0,05); sadar dan terapi hipertensi lebih banyak dibandingkan the rule (p < 0,05); tetapi pengendalian hipertensi lebih sedikit proporsinya dibandingkan the rule (p < 0,05). Kelompok hipertensi memiliki tekanan darah (159,0/89,8mmHg) berbeda bermakna dengan tidak hipertensi (124,1/78,0mmHg); sama antara yang sadar dan tidak sadar hipertensi; sama antara terima terapi dan tidak terapi; tetapi berbeda bermakna pada kelompok dengan tekanan darah terkendali (131,3/81,4mmHg) dan tidak terkendali (161,1/90,5mmHg). Kesimpulan: Subyek memiliki prevalensi yang sama; lebih tinggi bermakna untuk sadar dan terapi hipertensi; tetapi lebih rendah untuk pengendalian hipertensi bila dibandingkan the rule of halves.
LAPORAN KASUS KEJADIAN LUAR BIASA LEPTOSPIROSIS DI MAGETAN, JAWA TIMUR Rosa De Lima Renita Sanyasi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.142 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.104

Abstract

Pendahuluan: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. Lepstospirosis banyak dijumpai di negara tropis dan negara berkembang, termasuk Indonesia. Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). Selama ini belum pernah terdapat kasus leptospirosis yang dijumpai di Magetan, Jawa Timur. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menjabarkan kronologi KLB leptospirosis di Magetan, Jawa Timur. Hasil dan Pembahasan: Pasien perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas Panekan, Magetan, Jawa Timur dengan keluhan demam sejak 6 hari sebelumnya disertai dengan mual, muntah, nyeri di perut sebelah kanan, nyeri pada kedua betis, sesak nafas, dan mata berubah menjadi berwarna kuning. Pasien menjalani rawat inap di Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan darah dan urin, diperoleh leukositosis, peningkatan SGOT, SGPT, alkalin phosphatase, BUN, kreatinin, serta proteinuria dan hematuria. Pada hari kedua rawat inap, pasien mengeluh pandangan menjadi kabur, demam semakin meningkat, buang air kecil semakin sedikit dan disertai rasa nyeri. Pasien dirujuk ke rumah sakit umum daerah, tetapi pasien meninggal pada hari kesembilan dari onset penyakit dan rapid diagnostic test (RDT) belum sempat dilakukan. Kasus ini termasuk dalam kasus suspek leptospirosis. Meskipun belum sempat dilakukan pemeriksaan RDT, Dinas Kesehatan Magetan sepakat menyatakan kasus ini sebagai kasus KLB oleh karena hingga menimbulkan kematian. Kesimpulan: Kasus ini digolongkan sebagai KLB di Magetan, Jawa Timur oleh karena adanya kematian pada pasien dengan suspek leptospirosis.
SELUK - BELUK HIPERLIPIDEMIA PENINGKATAN PARTISIPASI DAN KOMPETENSI FARMASIS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR Leonardo Cahyo Nugroho
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.111

Abstract

Hiperlidipidemia atau yang dikenal juga dengan dislipidemia merupakan keadaan terjadinya peningkatan kolesterol plasma, low-density lipoprotein (LDL), trigliserida dan penurunan kadar high-density lipoprotein (HDL) atau kombinasi dari beberapa abnormalitas tersebut. Hiperlipidemia seperti yang telah diteliti merupakan salah satu faktor risiko yang berperan dalam patogenesis penyakit kardiovaskular. Penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular merupakan merupakan penyebab kematian terutama di dunia. Data di Indonesia berdasarkan laporan RISKESDAS bidang biomedis tahun 2007 menunjukkan prevalensi hiperlipidemia atas dasar konsentrasi kolesterol total > 200 mg/dL adalah sebanyak 39,8%. Sedangkan data WHO menunjukkan bahwa peningkatan kadar kolesterol diestimasikan dapat menyebabkan 2,6 juta kematian (4,5% dari total) dan 29,7 juta Disability Adjusted Life Years (DALYS) yaitu sekitar 2% dari total DALYS.
PENATALAKSANAAN PASIEN DEPRESI MAYOR DI RSJ PROF. DR. SOEROYO MAGELANG DENGAN MENGGUNAKAN REPETITIVE TRANSCRANIAL MAGNETIC STIMULATION (rTMS) Anang Widyanta; Edith Humris; Ratna Dewi; Ni Kadek Duti
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.763 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.106

Abstract

Gangguan depresi mayor merupakan gangguan kejiwaan yang membawa dampak sangat buruk pada kehidupan penderita dan lingkungannya. Berbagai metode dikembangkan dalam memberikan penatalaksanaannya, seperti obat, psikoterapi, Electroconvulsive Therapy (ECT). Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation saat ini dikembangkan sebagai salah satu alternative pengobatan gangguan depresi mayor. Pada penelitian ini digunakan Hamilton Rating Scale for Depression (HAM-D)
SINKOP PADA PASIEN STROKE VERTEBROBASILER Erupsi Ana; Sri Sutarni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.06 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.82

Abstract

Sinkop merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Sinkop adalah kehilangan kesadaran sementara dengan awitan akut yang diikuti dengan jatuh, dan pemulihan spontan sempurna tanpa intervensi. Sinkop merupakan gejala dari suatu penyakit sehingga harus dicari etiologinya. Salah satu penyebab sinkop adalah kelainan sentral atau neurologis berupa insufisiensi vertebrobasiler, TIA, dan kelainan jantung.Case report. Laki- laki usia 67 tahun, seorang pegawai swasta, datang dengan post sinkop. Terdapat kelemahan anggota gerak kanan, paresis N. VII (S) UMN dan paresis N XII (S) UMN. Wanita usia 57 tahun, seorang ibu rumah tangga, datang dengan dizziness akut, dengan riwayat penyakit jantung, diabetes mellitus dan vertigo. Terdapat nistagmus horizontal fase cepat ke kiri dan hiperkolesterolemi.Mengetahui bahwa sinkop adalah sebuah gejala penyakit yang harus dicari penyebabnya, karena bisa berakibat kematian.Sinkop adalah salah satu tanda stroke infark yang berkaitan dengan jantung.
TINGKAT KEBERMAKNAAN HIDUP, GANGGUAN MENTAL & LANSIA Leonardo Alfonsius Paulus Lalenoh
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.176 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.114

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi agenda utama untuk peningkatan status kesehatan secara global. Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental dengan prevalensi yang cukup besar yaitu sebesar 15% untuk tipe berat. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki risiko untuk mengalami depresi dua kali lebih besar dibandingkan pria. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hormon, tingkat stres dan jenis pekerjaan. Berdasarkan umur, depresi dapat terjadi pada segala tingkat usia, namun rata-rata awitan kasus terjadi antara usia 20-50 tahun

Page 6 of 17 | Total Record : 161