cover
Contact Name
Arfan Amrin
Contact Email
Arfan Amrin
Phone
-
Journal Mail Official
jep@stiem.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391529     EISSN : 2580524X     DOI : https://doi.org/10.35906/jep
Jurnal Ekonomi Pembangunan dengan nomor ISSN 2339-1529 (cetak) dan 2580-524X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari-Juni & Juli-Desember) oleh Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo. Jurnal Ekonomi Pembangunan memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang Ekonomi Pembangunan (Perencanaan dan Analisis Pembangunan; dan Bisnis. Jurnal ini menerima penyerahan naskah dengan berbagai topik dan tidak terbatas pada perencanaan anggaran sektor publik; perencanaan pembangunan desa; analisis kebijakan publik dan regional; akuntansi; manajemen investasi; perbankan; manajemen keuangan; pajak daerah dan retribusi; serta bisnis dan hukum bisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol 12, no 1 (2026)" : 15 Documents clear
PERAN MEDIASI TRUST DALAM PENGARUH SOCIAL PRESENCE DAN INTERACTIVITY TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA LIVE STREAMING COMMERCE Muhammad Ilham Supriyanto; Kurniawati Kurniawati; Renny Risqiyani
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2832

Abstract

ABSTRAKLive streaming commerce telah mengubah cara berbelanja online dengan memungkinkan interaksi secara real-time antara penjual dan konsumen. Namun, meskipun tingkat keterlibatan selama sesi live streaming tinggi, konversi dari penonton menjadi pembeli masih relatif rendah. Penelitian ini mengkaji bagaimana social presence dan interactivity mempengaruhi purchase intention konsumen dalam live streaming shopping, dengan trust sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (S–O–R). Penelitian ini menggunakan desain kausal kuantitatif dengan data survei dari 234 responden yang pernah menonton live streaming shopping dalam tiga bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan social presence dan interactivity berpengaruh positif terhadap trust dan purchase intention. interactivity memiliki pengaruh paling kuat terhadap trust, yang menekankan pentingnya komunikasi yang responsif serta keterlibatan secara real-time. trust juga secara signifikan memediasi hubungan antara social presence, interactivity, dan purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa platform live streaming dan para streamer perlu memprioritaskan strategi komunikasi yang interaktif, transparan, dan mampu membangun keterlibatan sosial untuk memperkuat kepercayaan konsumen serta meningkatkan konversi pembelian dalam lingkungan perdagangan digital secara lebih efektif dan berkelanjutan.ABSTRACTLive streaming commerce has transformed online shopping by enabling real-time interactions between sellers and consumers. However, despite high engagement levels during live streaming sessions, the conversion of viewers into buyers remains relatively low. This study examines how social presence and interactivity influence consumers' purchase intentions in live streaming shopping, with trust serving as a mediating variable. The study adopts the Stimulus–Organism–Response (S–O–R) framework and employs a quantitative causal research design, based on survey data from 234 respondents who had watched live streaming shopping within the past three months. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS. The results indicate that social presence and interactivity positively affect trust and purchase intention. Interactivity has the strongest influence on trust, highlighting the importance of responsive communication and real-time engagement. Trust also significantly mediates the relationship between social presence, interactivity, and purchase intention. These findings suggest that live streaming platforms and streamers should prioritize interactive, transparent communication strategies that foster social engagement to strengthen consumer trust and enhance purchase conversion in digital commerce more effectively and sustainably
KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN Ramanda Ibnu Nugraha; Noveria Susijawati; Sunimah Sunimah
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2816

Abstract

A B S T R A KTingginya tuntutan target penyelesaian produksi di industri manufaktur furnitur mengharuskan perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja karyawannya. Meskipun standar kompetensi teknis telah terpenuhi, fenomena fluktuasi kinerja tetap terjadi, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Lentera Ciper Design (produsen furnitur rotan) di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sekaligus sampel jenuh sebanyak 68 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara spesifik, kompetensi ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Model regresi yang digunakan terbukti efektif dalam menjelaskan sebagian besar variasi kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi secara berkelanjutan serta pembenahan lingkungan kerja fisik dan psikologis sejalan dengan indikasi masalah di lapangan seperti kebisingan dan suhu ruangan sebagai strategi utama peningkatan kinerja.A B S T R A C TThe high demands of production completion targets in the furniture manufacturing industry require companies to optimize employee performance. Although technical competency standards have been met, fluctuations in performance continue to occur, indicating that work environment factors have a significant influence on improving employee performance. This study aims to analyze the influence of competencies and the work environment on employee performance at PT Lentera Ciper Design (a rattan furniture manufacturer) in Cirebon Regency. This study uses a quantitative approach with a saturated sample of 68 employees. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The analysis results show that both competence and work environment, partially and simultaneously, have a positive and significant effect on employee performance. Specifically, competence was found to have a more dominant influence than the work environment. The regression model used proved effective in explaining most of the performance variations. These findings confirm the importance of sustainable competency strengthening and the improvement of the physical and psychological work environment in line with field indications such as noise and room temperature as the main strategy for improving performance.
ANALISIS KINERJA BISNIS: STUDI PADA STARTUP BISNIS DIGITAL Fendy Cuandra; Raymond Gautama Putra; Listia Nurjanah; Lily Purwianti; Stefhani Susanto
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2780

Abstract

ABSTRAKDi era yang didorong oleh teknologi saat ini, perusahaan semakin dituntut untuk mentransformasi model bisnis mereka agar tetap kompetitif. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk mentransformasi model bisnisnya melalui integrasi teknologi digital, peningkatan kapabilitas pembelajaran organisasi, orientasi pasar yang responsif, serta inovasi berkelanjutan guna menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja bisnis. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bisnis startup digital dengan fokus pada kemampuan belajar, orientasi pasar, kemampuan teknologi dan kemampuan inovasi. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan sampel individu yang familiar dengan perusahaan rintisan di Kota Batam yang telah beroperasi setidaknya selama lima tahun dan memiliki struktur organisasi formal yang mendukung inovasi dan pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan belajar, orientasi pasar, dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap kinerja produk dan bisnis. Kemampuan belajar dan orientasi pasar juga secara langsung memengaruhi kinerja bisnis, sedangkan kemampuan inovasi dan kemampuan teknologi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Kinerja produk terbukti memediasi hubungan antara kemampuan teknologi, kemampuan belajar, dan orientasi pasar terhadap kinerja bisnis, tetapi tidak terhadap kemampuan inovasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menyoroti peran penting kemampuan belajar, orientasi pasar, dan kemampuan teknologi dalam meningkatkan kinerja produk dan bisnis.ABSTRACTIn today's technology-driven era, companies are increasingly required to transform their business models to remain competitive. Rapid technological advancements force companies to be more adaptive within the business ecosystem to survive in an increasingly competitive market. This study aims to identify factors that influence business performance. A quantitative approach was employed, using a sample of individuals familiar with startups in Batam City that have been operating for at least five years and have a formal organizational structure that supports innovation and product development. The results show that learning ability, market orientation, and technological capability have a significant positive influence on product performance, which in turn impacts business performance. Learning ability and market orientation also directly influence business performance, while innovation ability and technological capability do not show a significant direct influence. Product performance is shown to mediate the relationship between technological capability, learning ability, and market orientation on business performance, but not on innovation ability. Overall, the results highlight the important role of learning ability, market orientation, and technological capability in improving product and business performance
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (STUDI KASUS DI BAPPERIDA BULUKUMBA) Nur Azizah S; Diah Retno Dwi Hastuti; Sri Astuty
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2763

Abstract

ABSTRAKBapperida Kabupaten Bulukumba memiliki peran strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah melalui perencanaan berbasis data dan koordinasi lintas sektor. Organisasi menghadapi keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber daya manusia yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan fungsi perencanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi pengembangan SDM di Bapperida Bulukumba. Analisis dilakukan melalui identifikasi faktor internal organisasi yang mencakup kompetensi pegawai, dukungan pimpinan, dan sistem kerja, serta faktor eksternal yang mencakup kebijakan pemerintah, teknologi informasi, dan dukungan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi memiliki kekuatan pada pemahaman pegawai dan dukungan pimpinan, namun menghadapi kelemahan pada keterbatasan jumlah pegawai, ketimpangan kompetensi, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Organisasi memiliki peluang pada dukungan kebijakan dan teknologi, namun menghadapi ancaman berupa dinamika regulasi dan keterbatasan pelatihan. Strategi pengembangan SDM difokuskan pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan berbasis kebutuhan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kolaborasi lintas bidang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pengembangan SDM berbasis kebutuhan organisasi serta implikasi praktis dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang efektif, terintegrasi, dan berbasis data.ABSTRACTBadan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPERINDA) Bulukumba plays a strategic role in shaping regional development direction through data-driven planning and cross-sector coordination. The organization faces limitations in the number and capacity of human resources, which impact the effectiveness of its planning function. This study aims to analyze human resource development strategies to optimally support regional development planning. This study uses a quantitative approach with the SWOT analysis method to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that influence human resource development at Bulukumba Bapperida. The analysis was conducted by identifying internal organizational factors including employee competency, leadership support, and work systems, as well as external factors including government policies, information technology, and institutional support. The results show that the organization has strengths in employee understanding and leadership support, but faces weaknesses in employee limitations, competency gaps, and suboptimal technology utilization. The organization has opportunities in policy and technology support, but faces threats in the form of regulatory dynamics and limited training. The human resource development strategy focuses on capacity building through needs-based training, digital technology utilization, and strengthening cross-sector collaboration. This study contributes to the organization's needs-based human resource development model and practical implications for improving the quality of effective, integrated, and data-driven regional development planning.
GREENWASHING DAN KINERJA KEUANGAN: PERAN MODERASI LIPUTAN MEDIA DI BURSA EFEK INDONESIA Uli Hidayati; Diah Hari Suryaningrum
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2857

Abstract

ABSTRAKPraktik greenwashing, yakni ketika perusahaan mengkomunikasikan kinerja lingkungan melebihi praktik aktualnya, semakin meluas seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan dari pemangku kepentingan. Meski demikian, dampak finansial greenwashing serta peran moderasi liputan media masih relatif jarang diuji secara empiris, khususnya di pasar modal berkembang yang dicirikan oleh asimetri informasi tinggi dan penegakan regulasi ESG yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh greenwashing terhadap kinerja keuangan dan peran liputan media sebagai moderator. Regresi data panel dilakukan pada 31 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Greenwashing diukur menggunakan greenwashing index, kinerja keuangan diproksikan dengan return on assets, dan liputan media dioperasionalkan menggunakan Janis-Fadner coefficient. Hasil menunjukkan bahwa greenwashing berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sementara liputan media tidak terbukti memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa greenwashing yang tidak terdeteksi masih berfungsi sebagai sinyal legitimasi yang efektif dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaanABSTRACTGreenwashing, whereby companies communicate environmental performance beyond their actual practices, has grown alongside rising stakeholder demands for sustainability. The financial ramifications of greenwashing and the mediating influence of media coverage are still empirically underexamined, especially in emerging capital markets marked by significant information asymmetry and inadequate ESG regulatory enforcement. This study examines the impact of greenwashing on financial performance and assesses whether media coverage moderates this relationship. Panel data regression was performed on 31 companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024. Greenwashing was measured using a greenwashing index, financial performance was proxied by return on assets, and media coverage was operationalized using the Janis-Fadner coefficient. Results indicate that greenwashing positively affects financial performance, while media coverage does not moderate this relationship. These findings suggest that undetected greenwashing still serves as an effective signal of legitimacy in improving a company’s financial performance
PENGARUH PEMBIAYAAN MODAL KERJA DAN KEMAMPUAN MANAJERIAL TERHADAP PENDAPATAN UMKM ANGGOTA KSP RAHAYU KRIAN Aisyah Brillianta; Dian Fahriani; Chairil Anwar; Achmad Wicaksono
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2858

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembiayaan modal kerja dan kemampuan manajerial dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Permasalahan yang dihadapi umumnya berkaitan dengan keterbatasan modal usaha serta kemampuan pengelolaan usaha yang belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan modal kerja dan kemampuan manajerial terhadap pendapatan UMKM Anggota KSP Rahayu Krian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 131 responden yang merupakan anggota UMKM KSP Rahayu Krian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Kemampuan manajerial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha UMKM. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KSP Rahayu Krian perlu meningkatkan akses yang mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.ABSTRACTThis study was motivated by the importance of working capital financing and managerial competence in increasing the revenue of MSMEs. The problems faced generally relate to limited business capital and suboptimal business management capabilities. The objective of this study is to determine how working capital financing and managerial competence affect the revenue of MSMEs that are members of the Rahayu Krian Credit Union. This study employs a quantitative method. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 131 respondents who are SME members of KSP Rahayu Krian. The results show that working capital financing has a positive and significant effect on SME revenue. Managerial capabilities also have a positive and significant effect on SME revenue. Simultaneously, both variables have a significant effect on SME business revenue. The implications of these findings suggest that KSP Rahayu Krian needs to improve access to financing that is easy, fast, and tailored to the needs of SME operators.
DETERMINAN EKONOMI, DEMOGRAFI, DAN SOSISOLOGI TERHADAP PERCERAIAN DI INDONESIA Dini Leonyta Agustin; Kukuh Arisetyawan
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2848

Abstract

ABSTRAKPeningkatan angka perceraian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketahanan keluarga menghadapi tekanan yang semakin kompleks akibat perubahan ekonomi, demografi, dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan perceraian di Indonesia menggunakan pendekatan regresi logistik dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Kor 2023. Variabel independen yang dianalisis meliputi pengangguran, wilayah tempat tinggal, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan kondisi kesehatan kepala rumah tangga. Sampel penelitian mencakup 261.830 individu pernah menikah berusia 15 tahun ke atas dengan data lengkap pada seluruh variabel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan perceraian. Pengangguran menjadi faktor paling dominan yang meningkatkan risiko perceraian, diikuti oleh wilayah perkotaan dan gangguan kesehatan kepala rumah tangga. Sebaliknya, usia, pendidikan tinggi, dan jenis kelamin laki-laki berperan sebagai faktor protektif terhadap perceraian. Temuan ini menegaskan bahwa perceraian merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor ekonomi, demografi, dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris melalui penggunaan pendekatan terintegrasi pada data nasional representatif untuk menjelaskan determinan perceraian di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berfokus pada perluasan kesempatan kerja, penguatan ketahanan ekonomi keluarga, dan peningkatan edukasi kesiapan pernikahan guna menekan angka perceraian.ABSTRACTThe increase in divorce rates in Indonesia in recent years indicates that family resilience is facing increasingly complex pressures due to economic, demographic, and social changes in society. This study aims to analyze the determinants of divorce in Indonesia using a logistic regression approach with data from the 2023 National Socioeconomic Survey (SUSENAS). The independent variables analyzed include unemployment, area of residence, gender, age, education level, and the health condition of the head of the household. The study sample included 261,830 ever-married individuals aged 15 years and above with complete data on all study variables. The analysis results show that all variables significantly influence the likelihood of divorce. Unemployment is the most dominant factor increasing the risk of divorce, followed by urban area and health problems of the head of the household. Conversely, age, higher education, and male gender act as protective factors against divorce. These findings confirm that divorce is a multidimensional phenomenon influenced by the interaction of economic, demographic, and social factors. This study provides an empirical contribution by using an integrated approach to representative national data to explain the determinants of divorce in Indonesia. Therefore, policies are needed that focus on expanding employment opportunities, strengthening family economic resilience, and improving marriage readiness education to reduce divorce rates.
PERAN FOREIGN OWNERSHIP DALAM HUBUNGAN ANTARA BOARD GENDER DIVERSITY DAN NILAI PERUSAHAAN Katarina Agnes; Chici Askotamiya; Vika Oktaviani Siboro
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2925

Abstract

ABSTRAKRealisasi investasi di Indonesia pasca dilanda oleh pandemi COVID-19 menunjukkan pertumbuhan yang sigifikan sehingga para investor tertarik untuk melakukan penanaman modal yang membuat perusahaan harus mampu bersaing dari sisi kinerja keuangan dan tata kelola yang baik. Dewan perusahaan memiliki peran inti dalam hal pengawasan manajemen dan kehadiran perempuan dalam dewan dipercaya mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam. Kepemilikan asing dapat memperkuat hubungan ini karena investor asing menuntut standar tata kelola yang lebih tinggi serta transparasi yang lebih besar dibandingkan investor domestik. Tujuan kajian ini ialah untuk menguji dampak board gender diversity pada nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q serta peran foreign ownership sebagai variable moderasi. Populasi dan durasi kajian ini ialah sector consumer non-cyclical yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2020 hingga 2024. Bentuk kajian ini ialah asosiatif hubungan kausal dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel adalah 34 perusahaan. Pengujian regresi data panel menggunakan bantuan software Eviews 14. Perolehan pengujian data mengindikasikan bahwasanya tidak adanya dampak antara keberagaman gender dalam dewan pada nilai perusahaan, namun foreign ownership terbukti dapat memperkuat hubungan keduanya.ABSTRACTInvestment realization in Indonesia has experienced significant growth following the COVID-19 pandemic, attracting greater investor interest and encouraging companies to enhance both their financial performance and corporate governance practices. Corporate boards play a central role in overseeing management, and the presence of female directors is believed to contribute more diverse perspectives to the decision-making process. Foreign ownership may strengthen this relationship, as foreign investors generally demand higher standards of corporate governance and greater transparency than domestic investors. This study aims to examine the effect of board gender diversity on firm value, proxied by Tobin's Q, and to investigate the moderating role of foreign ownership. The population of this study consists of consumer non-cyclical companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This research employs a causal associative design with a quantitative approach. The final sample comprises 34 companies. Panel data regression analysis was conducted using EViews 14 software. The findings indicate that board gender diversity has no significant effect on firm value. However, foreign ownership is found to strengthen the relationship between board gender diversity and firm value.
RELEVANSI KURVA PHILLIPS DALAM MENJELASKAN HUBUNGAN INFLASI DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA PERIODE 2014–2024 Rudy Arfah; Bahruddin Bahruddin; Andi Nurhaeda
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2930

Abstract

ABSTRAKInflasi dan tingkat pengangguran merupakan indikator penting yang sering digunakan untuk menilai kondisi dan stabilitas perekonomian suatu negara. Dalam teori ekonomi makro, Kurva Phillips menggambarkan adanya hubungan yang berlawanan arah antara kedua variabel tersebut, yaitu peningkatan inflasi umumnya diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran, begitu pula sebaliknya. Meskipun demikian, penerapan teori tersebut pada perekonomian Indonesia menunjukkan hasil yang tidak selalu sejalan dengan konsep teoritis. Berbagai faktor, seperti krisis ekonomi global, pandemi COVID-19, kebijakan moneter yang berubah, serta karakteristik struktural pasar tenaga kerja, diduga memengaruhi pola hubungan antara inflasi dan pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Indonesia dengan menggunakan perspektif Kurva Phillips. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) selama periode 2014–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana untuk mengetahui arah serta besarnya pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran. Hasil analisis mengindikasikan bahwa hubungan antara inflasi dan pengangguran cenderung negatif sebagaimana dijelaskan dalam teori Kurva Phillips, namun kekuatan hubungan tersebut relatif rendah dan tidak konsisten pada seluruh periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika inflasi dan pengangguran di Indonesia dipengaruhi pula oleh berbagai faktor ekonomi lainnya. Oleh sebab itu, perumusan kebijakan makroekonomi perlu dilakukan secara komprehensif melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, pengendalian inflasi, peningkatan kesempatan kerja, serta penguatan produktivitas tenaga kerja guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.ABSTRACTInflation and unemployment are important indicators often used to assess the condition and stability of a country's economy. In macroeconomic theory, the Phillips Curve describes an inverse relationship between the two variables: an increase in inflation is generally followed by a decrease in the unemployment rate, and vice versa. However, the application of this theory to the Indonesian economy has shown results that do not always align with the theoretical concept. Various factors, such as the global economic crisis, the COVID-19 pandemic, changes in monetary policy, and the structural characteristics of the labor market, are thought to influence the relationship between inflation and unemployment. This study aims to examine the relationship between inflation and unemployment in Indonesia using the Phillips Curve perspective. The study applies a quantitative approach using secondary time series data from the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia for the 2014–2024 period. The relationship between variables is analyzed using simple linear regression to determine the direction and magnitude of inflation's influence on the unemployment rate. The analysis indicates that the relationship between inflation and unemployment tends to be negative, as explained in the Phillips Curve theory. However, the strength of this relationship is relatively weak and inconsistent across the study period. These findings indicate that the dynamics of inflation and unemployment in Indonesia are also influenced by various other economic factors. Therefore, macroeconomic policy formulation needs to be carried out comprehensively through synergy between fiscal and monetary policies, inflation control, increasing employment opportunities, and strengthening labor productivity to achieve sustainable economic growth.
MITIGASI FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT MELALUI PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE: BUKTI EMPIRIS PADA INDUSTRI FARMASI DI INDONESIA Berliana Aini Fitria; Gideon Setyo Budiwitjaksono
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2908

Abstract

ABSTRAKKecurangan laporan keuangan merupakan permasalahan yang dapat menurunkan kualitas informasi keuangan, sehingga berpotensi menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan oleh investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya serta menurunkan kepercayaan terhadap perusahaan. Tujuan penelitian ini berupaya untuk memahami pengaruh mekanisme Good Corporate Governance dan kompleksitas perusahaan terhadap fraudulent financial statement pada perusahaan sub sektor farmasi yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Good Corporate Governance diukur menggunakan disclosure index berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, sedangkan kompleksitas perusahaan diproksikan dengan jumlah anak perusahaan. Fraudulent financial statement diproksikan menggunakan Beneish M-Score. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh negatif signifikan terhadap fraudulent financial statement dengan nilai koefisien sebesar -77,49306 serta tingkat probabilitasnya sebesar 0,0060, sehingga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan manipulasi laporan keuangan. Hasil ini memberikan masukan bagi OJK atau BEI untuk memperkuat pengawasan tata kelola pada perusahaan sub sektor farmasi. Sementara itu, kompleksitas perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement dengan nilai nilai koefisien sebesar 0,080252 serta nilai probabilitasnya sebesar 0,524. Secara simultan, Good Corporate Governance dan kompleksitas perusahaan berpengaruh terhadap fraudulent financial statement.ABSTRACTFinancial statement fraud remains a significant concern because it compromises the reliability of financial information, potentially leading to inappropriate decisions by investors, creditors, and other stakeholders. This study investigates the effect of Good Corporate Governance (GCG) and corporate complexity on fraudulent financial statements in pharmaceutical sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. A quantitative approach was employed using secondary data obtained from annual reports and financial statements. GCG was measured using a disclosure index based on the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness, while corporate complexity was proxied by the number of subsidiaries. Fraudulent financial statements were identified using the Beneish M-Score model. Panel data regression was applied to analyze the relationship among variables. The results indicate that Good Corporate Governance has a significant negative effect on fraudulent financial statements, with a coefficient value of -77.49306 and a probability value of 0.0060, highlighting the importance of effective governance mechanisms in reducing the risk of financial reporting manipulation. These findings provide practical implications for regulators, particularly the Financial Services Authority (OJK) and the Indonesia Stock Exchange (IDX), in strengthening corporate governance oversight within pharmaceutical sub-sector companies. In contrast, corporate complexity does not have a significant effect on fraudulent financial statements, with a coefficient value of 0.080252 and a probability value of 0.524. However, Good Corporate Governance and corporate complexity jointly have a significant effect on fraudulent financial statements.

Page 1 of 2 | Total Record : 15