cover
Contact Name
Arfan Amrin
Contact Email
Arfan Amrin
Phone
-
Journal Mail Official
jep@stiem.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391529     EISSN : 2580524X     DOI : https://doi.org/10.35906/jep
Jurnal Ekonomi Pembangunan dengan nomor ISSN 2339-1529 (cetak) dan 2580-524X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari-Juni & Juli-Desember) oleh Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo. Jurnal Ekonomi Pembangunan memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang Ekonomi Pembangunan (Perencanaan dan Analisis Pembangunan; dan Bisnis. Jurnal ini menerima penyerahan naskah dengan berbagai topik dan tidak terbatas pada perencanaan anggaran sektor publik; perencanaan pembangunan desa; analisis kebijakan publik dan regional; akuntansi; manajemen investasi; perbankan; manajemen keuangan; pajak daerah dan retribusi; serta bisnis dan hukum bisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2026)" : 4 Documents clear
PERAN MEDIASI TRUST DALAM PENGARUH SOCIAL PRESENCE DAN INTERACTIVITY TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA LIVE STREAMING COMMERCE Supriyanto, Muhammad Ilham; Kurniawati, Kurniawati; Risqiyani, Renny
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2832

Abstract

ABSTRAKLive streaming commerce telah mengubah cara berbelanja online dengan memungkinkan interaksi secara real-time antara penjual dan konsumen. Namun, meskipun tingkat keterlibatan selama sesi live streaming tinggi, konversi dari penonton menjadi pembeli masih relatif rendah. Penelitian ini mengkaji bagaimana social presence dan interactivity mempengaruhi purchase intention konsumen dalam live streaming shopping, dengan trust sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (S–O–R). Penelitian ini menggunakan desain kausal kuantitatif dengan data survei dari 234 responden yang pernah menonton live streaming shopping dalam tiga bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan social presence dan interactivity berpengaruh positif terhadap trust dan purchase intention. interactivity memiliki pengaruh paling kuat terhadap trust, yang menekankan pentingnya komunikasi yang responsif serta keterlibatan secara real-time. trust juga secara signifikan memediasi hubungan antara social presence, interactivity, dan purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa platform live streaming dan para streamer perlu memprioritaskan strategi komunikasi yang interaktif, transparan, dan mampu membangun keterlibatan sosial untuk memperkuat kepercayaan konsumen serta meningkatkan konversi pembelian dalam lingkungan perdagangan digital secara lebih efektif dan berkelanjutan.ABSTRACTLive streaming commerce has transformed online shopping by enabling real-time interactions between sellers and consumers. However, despite high engagement levels during live streaming sessions, the conversion of viewers into buyers remains relatively low. This study examines how social presence and interactivity influence consumers' purchase intentions in live streaming shopping, with trust serving as a mediating variable. The study adopts the Stimulus–Organism–Response (S–O–R) framework and employs a quantitative causal research design, based on survey data from 234 respondents who had watched live streaming shopping within the past three months. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS. The results indicate that social presence and interactivity positively affect trust and purchase intention. Interactivity has the strongest influence on trust, highlighting the importance of responsive communication and real-time engagement. Trust also significantly mediates the relationship between social presence, interactivity, and purchase intention. These findings suggest that live streaming platforms and streamers should prioritize interactive, transparent communication strategies that foster social engagement to strengthen consumer trust and enhance purchase conversion in digital commerce more effectively and sustainably
KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN Nugraha, Ramanda Ibnu; Susijawati, Noveria; Sunimah, Sunimah
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2816

Abstract

A B S T R A KTingginya tuntutan target penyelesaian produksi di industri manufaktur furnitur mengharuskan perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja karyawannya. Meskipun standar kompetensi teknis telah terpenuhi, fenomena fluktuasi kinerja tetap terjadi, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Lentera Ciper Design (produsen furnitur rotan) di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sekaligus sampel jenuh sebanyak 68 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara spesifik, kompetensi ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Model regresi yang digunakan terbukti efektif dalam menjelaskan sebagian besar variasi kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi secara berkelanjutan serta pembenahan lingkungan kerja fisik dan psikologis sejalan dengan indikasi masalah di lapangan seperti kebisingan dan suhu ruangan sebagai strategi utama peningkatan kinerja.A B S T R A C TThe high demands of production completion targets in the furniture manufacturing industry require companies to optimize employee performance. Although technical competency standards have been met, fluctuations in performance continue to occur, indicating that work environment factors have a significant influence on improving employee performance. This study aims to analyze the influence of competencies and the work environment on employee performance at PT Lentera Ciper Design (a rattan furniture manufacturer) in Cirebon Regency. This study uses a quantitative approach with a saturated sample of 68 employees. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The analysis results show that both competence and work environment, partially and simultaneously, have a positive and significant effect on employee performance. Specifically, competence was found to have a more dominant influence than the work environment. The regression model used proved effective in explaining most of the performance variations. These findings confirm the importance of sustainable competency strengthening and the improvement of the physical and psychological work environment in line with field indications such as noise and room temperature as the main strategy for improving performance.
ANALISIS KINERJA BISNIS: STUDI PADA STARTUP BISNIS DIGITAL Cuandra, Fendy; Putra, Raymond Gautama; Nurjanah, Listia; Purwianti, Lily; Susanto, Stefhani
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2780

Abstract

ABSTRAKDi era yang didorong oleh teknologi saat ini, perusahaan semakin dituntut untuk mentransformasi model bisnis mereka agar tetap kompetitif. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk mentransformasi model bisnisnya melalui integrasi teknologi digital, peningkatan kapabilitas pembelajaran organisasi, orientasi pasar yang responsif, serta inovasi berkelanjutan guna menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja bisnis. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bisnis startup digital dengan fokus pada kemampuan belajar, orientasi pasar, kemampuan teknologi dan kemampuan inovasi. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan sampel individu yang familiar dengan perusahaan rintisan di Kota Batam yang telah beroperasi setidaknya selama lima tahun dan memiliki struktur organisasi formal yang mendukung inovasi dan pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan belajar, orientasi pasar, dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap kinerja produk dan bisnis. Kemampuan belajar dan orientasi pasar juga secara langsung memengaruhi kinerja bisnis, sedangkan kemampuan inovasi dan kemampuan teknologi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Kinerja produk terbukti memediasi hubungan antara kemampuan teknologi, kemampuan belajar, dan orientasi pasar terhadap kinerja bisnis, tetapi tidak terhadap kemampuan inovasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menyoroti peran penting kemampuan belajar, orientasi pasar, dan kemampuan teknologi dalam meningkatkan kinerja produk dan bisnis.ABSTRACTIn today's technology-driven era, companies are increasingly required to transform their business models to remain competitive. Rapid technological advancements force companies to be more adaptive within the business ecosystem to survive in an increasingly competitive market. This study aims to identify factors that influence business performance. A quantitative approach was employed, using a sample of individuals familiar with startups in Batam City that have been operating for at least five years and have a formal organizational structure that supports innovation and product development. The results show that learning ability, market orientation, and technological capability have a significant positive influence on product performance, which in turn impacts business performance. Learning ability and market orientation also directly influence business performance, while innovation ability and technological capability do not show a significant direct influence. Product performance is shown to mediate the relationship between technological capability, learning ability, and market orientation on business performance, but not on innovation ability. Overall, the results highlight the important role of learning ability, market orientation, and technological capability in improving product and business performance
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (STUDI KASUS DI BAPPERIDA BULUKUMBA) S, Nur Azizah; Hastuti, Diah Retno Dwi; Astuty, Sri
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2763

Abstract

ABSTRAKBapperida Kabupaten Bulukumba memiliki peran strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah melalui perencanaan berbasis data dan koordinasi lintas sektor. Organisasi menghadapi keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber daya manusia yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan fungsi perencanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi pengembangan SDM di Bapperida Bulukumba. Analisis dilakukan melalui identifikasi faktor internal organisasi yang mencakup kompetensi pegawai, dukungan pimpinan, dan sistem kerja, serta faktor eksternal yang mencakup kebijakan pemerintah, teknologi informasi, dan dukungan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi memiliki kekuatan pada pemahaman pegawai dan dukungan pimpinan, namun menghadapi kelemahan pada keterbatasan jumlah pegawai, ketimpangan kompetensi, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Organisasi memiliki peluang pada dukungan kebijakan dan teknologi, namun menghadapi ancaman berupa dinamika regulasi dan keterbatasan pelatihan. Strategi pengembangan SDM difokuskan pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan berbasis kebutuhan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kolaborasi lintas bidang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pengembangan SDM berbasis kebutuhan organisasi serta implikasi praktis dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang efektif, terintegrasi, dan berbasis data.ABSTRACTBadan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPERINDA) Bulukumba plays a strategic role in shaping regional development direction through data-driven planning and cross-sector coordination. The organization faces limitations in the number and capacity of human resources, which impact the effectiveness of its planning function. This study aims to analyze human resource development strategies to optimally support regional development planning. This study uses a quantitative approach with the SWOT analysis method to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that influence human resource development at Bulukumba Bapperida. The analysis was conducted by identifying internal organizational factors including employee competency, leadership support, and work systems, as well as external factors including government policies, information technology, and institutional support. The results show that the organization has strengths in employee understanding and leadership support, but faces weaknesses in employee limitations, competency gaps, and suboptimal technology utilization. The organization has opportunities in policy and technology support, but faces threats in the form of regulatory dynamics and limited training. The human resource development strategy focuses on capacity building through needs-based training, digital technology utilization, and strengthening cross-sector collaboration. This study contributes to the organization's needs-based human resource development model and practical implications for improving the quality of effective, integrated, and data-driven regional development planning.

Page 1 of 1 | Total Record : 4