cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
genggonginzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. PB. Sudirman No. 360 Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Humanistika : Jurnal Keislaman
ISSN : 24605417     EISSN : 25484400     DOI : https://doi.org/10.2345
Humanistika is an Islamic journal belonging to the Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Humanistika is a journal that contains scientific works related to thoughts or research in the Islamic field. The existence of the journal Humanistika is certainly very important in exploring, enriching, and developing thoughts and theories and research on Islam. Thus, Humanistika journal will make a positive contribution in enriching the treasures of thought in the Islamic field.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 146 Documents
Membumikan Nilai-Nilai Keadilan Dalam Al-Qur`An Terhadap Sila Keadilan Sosial Hilmi Ridho
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 7 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v7i2.596

Abstract

Abstract: Social justice is one of the five principles of Pancasila as the state ideology, with social justice will be formed peace and prosperity for the people of Indonesia. Social justice in Pancasila covers all aspects of people's lives. The government should apply social justice to all communities, both those residing in the domestic and public spheres, so as not to there are more people who feel they do not get justice in the form of their rights and interests. Poor attention to social justice, coupled with a lack of understanding of the meaning of justice in the Koran and the lack of efforts to implement justice from parties who have authority in the area. This paper is reviewed as a form of concern for people who have not obtained social justice rights, especially rural communities It is fitting that social justice is in line with the principle of justice in the Koran, so that the principle of social justice in pancasila is in line with the spirit of islamic teachings; both conceptually and praxis. Pancasila, which was supposed to embrace and become a shelter for Indonesians with its principles, has now backfired on their own. Abstrak: Keadilan sosial merupakan salah satu dari lima asas Pancasila sebagai ideologi Negara, dengan keadilan sosial maka akan terbentuk perdamaain dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Keadilan sosial dalam Pancasila mencakup segala bidang aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah seharusnya menerapkan keadilan sosial kepada seluruh masyarakat, baik yang bertempat tinggal di ranah domestik maupun publik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa tidak mendapatkan keadilan berupa hak-hak dan kepentingannya. Miskinnya perhatian keadilan sosial, dibarengi dengan kurangnya memahami makna keadilan dalam Alquran dan tidak adanya upaya implementasi keadilan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas di daerah tersebut. Tulisan ini dikaji sebagai bentuk kepedulian atas masyarakat yang belum mendapatkan hak-hak keadilan sosial terutama masyarakat pedalaman. Sudah sepatutnya keadilan sosial selaras dengan prinsip keadilan dalam Alquran, agar asas keadilan sosial dalam pancasila sejalan dengan spirit ajaran-ajaran agama Islam; baik secara konseptual maupun praksis.
Peranan Orangtua Murtad Terhadap Pemeliharaan Anak Achmad Roni Sahuni
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 7 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v7i2.609

Abstract

ABSTRAK Pemeliharaan anak dalam Islam dikenal dengan istilah Hadlanah yang merupakan kegiatan merawat dan menumbuhkembangkan anak hingga mencapai usia dewasa, pemeliharaan anak menjadi persoalan ketika orangtua anak murtad, karena ada dua produk hukum yang berbeda ketentuan mengatur terkait pemeliharaan anak bagi orangtua murtad yaitu Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kompilasi Hukum Islam mensyaratkan orang yang berhak melakukan pemeliharaan anak termasuk orangtua adalah yang beragama Islam. Sedangkan Undang-Undang Perlindungan anak tidak mensyaratkan adanya agama tertentu untuk dapat melakukan pemeliharaan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif. Hasilnya didapati dalam sistem hukum Negara Indonesia, susunan norma hukum aturannya terdapat dalam hirarki Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam tidak terdapat di dalamnya karena merupakan suatu produk fiqh Indonesia yang sifatnya pengembangan dan pembaharuan Hukum Islam untuk masyarakat Indonesia khususnya di Pengadilan Agama sesuai anjuran Menteri Agama yang melaksanakan perintah Instruksi Presiden. Sehingga bagi orangtua yang murtad dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Perlindungan anak dan tetap berkewajiban memelihara anak karena tidak ada syarat agama dalam Undang-Undang Perlindungan anak. Kata Kunci: Orangtua murtad; Pemeliharaan Anak; Undang-Undang Perlindungan Anak
Hizbullah di Lebanon: Aktualisasi Gerakan Agama Berkedok Politik di Masa Kini Syafiatul Umma; Irfan Fadilah; Slamet Muliono Redjosari
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 7 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v7i2.621

Abstract

This paper discusses the long history of the Hezbollah organizational movement from its initial formation which was still in the form of military-based movements based on jihad to transforming into a political movement based on idealism-democratization. Until Hezbollah finally became an influential political force in Lebanon. This paper also contains the author's analysis of the changes that were originally Hizbullah a community organization based on a strong Shia understanding of the breath of the resistance which later became an organization that could enter and win elections and occupy strategic positions in the Lebanese government. Keyword: Hezbollah, Religious, Political
Tafsir Komprehensif Karya Clifford Geertz: Abangan, Santri, Dan Priyayi Dalam Masyarakat Jawa Miftakhur Ridlo
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 7 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v7i2.625

Abstract

Geertz has made many contributions related to the typology of Javanese society, especially in matters of religious typology. In line with that, a lot of controversy and criticism were addressed to him. This is due to the inequality of ideas conveyed, especially globalization or the universality of religious concepts in Javanese society which is represented by only one, in Modjokuto village. As a result, many new studies have spawned almost the same discussion, namely the intersection between Islam and local culture in other areas such as : Yogyakarta, Buton, Lombok and others. It is interesting when discussing the concepts of syncretism, acculturation, Islamization, and indigenization. This is due to the uniqueness of the form of Islamic meeting or processes in various regions which are relatively different. The reason is difference local wisdom and traditions that have been rooted in the community. The difference in local wisdom may be a motivation for Islamic scientists’ to further explore some of the unique traditions that may not have been raised in academic circles. Keywords: interpretations, Clifford Geertz
Konsep Psikologi Transpersonal Dalam Mengenal Sebuah Makna Bahagia Dalam Islam Naan Naan; Naufal Nurfajri
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i1.660

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa sebuah konsep Psikologi Tranpersonal dalam mengenal sebuah makna bahagia dalam islam dari pendangan para cendikiawan muslim menilai aspek makna bahagia yang terjadi abad 21 yang sebelumya telah gagal menggunakan pendekatang paham (barat) yang mengesamping wilayah spirtualitas seseorang dari aspek kebahagian individunya. Dan ada pun kajian ini penulisanya mengandalkan pengumpulan data dari para tokoh dikenal sebagai metode interpretative dan mengaggali sumber yang di anggap relevan dengan pembahasan ini. Rotasi pokus pembahasan ini menjawab permasalah kebahagian setiap individu secara seutung dari kebahagian dunia dan juga kebahagian akhirat dengan menggunakan pendekatan spiritual sufistik, mengkombinasikan keduanya hingga mendapatkan kebahagian yang mutlak atau kebahagian yang bersifat abadi tidak sementara
Otokrasi Brunei Darusslam: Aktualisasi Religiusitas Islam Melalui Legitimasi Politik Masa Kini Syafiatul Umma
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i1.728

Abstract

Tulisan ini membahas tentang aktualisasi religiusitas Brunei melalui legitimasi politik yang ada dan dijalankan melalui jalan pemerintahan otokrasi yang sentralistik. Religiusitas islam di Brunei terbentuk dan eksis hingga saat ini dikarenakan beragam faktor baik, sosial, politik, budaya, sejarah serta praktik keagamaan disana yang diperkuat dengan legitimasi politik sultan yang berdasarkan ajaran islam. Religiusitas Brunei menjadi sangat menonjol karena konstitusi Brunei menjadikan islam sebagai agama resmi dan menjadikan MIB (Melayu Islam Beraja) sebagai falsafah utama negara dengan sistem pemerintahan yang dibentuk oleh Sultan Hassanal Bolkiah, baik dari segi sosial ataupun politiknya. Tulisan ini juga memuat analisis-analis penulis terkait dengan pentingnya posisi islam dalam mengilhami berjalanya pemerintahan otokrasi Brunei yang relevan hingga sekarang. Dalam implementasinya Brunei menerapkan Sistem politik yang berjalan secara monarki absolut dimana kekuasaan dan keputusan pemimpin atau sultan menjadi kepala negara, kepala pemerintahan dan pemimpin tertinggi bidang agama, sehingga kekuasaan eksekutif dikuasai secara otoritatif oleh sultan. Dan terdapat analisis terkait pemerintahan Brunei serta mengenai konsep kepemimpinan dan sistem Politik disana, melalui konsep utama yang dianjurkan Al Quran terhadap ilmu pemerintahan yaitu konsep keseimbangan, konsep pertanggungjawaban dan konsep kepemimpinan. Kata Kunci : Otokrasi Brunei, Religiusitas, Legitimasi Politik
Perihal Deforestasi di Indonesia Dalam Tinjauan Al-Qur’an Dan Hadist M. Agus Muhtadi Bilhaq
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract One of the environmental problems that occur in Indonesia is deforestation. This is caused by various factors, such as forest fires, illegal logging, forest land conversion, and other human activities that carry out massive exploitation of the forest. As a result, Indonesian forest has declined very significant (deforestation). As a response to this situation, religion is believed could be a solution for mitigating environmental damage, because religion is the base of human morality. Especially Islam, the largest religion in Indonesia, could be a solution for mitigating deforestation. The theme of environment was mentioned various times in the Qur’an and Hadith. Ironically, deforestation in Indonesia is one of the highest cases in the world. Therefore, based on these facts, this paper aims to further discuss the issue of deforestation through the Qur'an and Hadith perspective. In this paper, further verses and hadiths which instruct humans to preserve forest, and not destroy it, will be discussed. Abstrak Salah satu problem lingkungan yang terjadi di Indonesia adalah kerusakan hutan, deforestasi. Ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebakaran hutan, praktik illegal logging, maupun alih fungsi lahan hutan, serta tindakan eksploitatif lainnya. Akibatnya, lahan hutan Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan (deforestasi). Menyikapi hal ini, agama diyakini dapat menjadi solusi mitigasi kerusakan lingkungan hidup, sebab agama menjadi landasan moral manusia dalam bersikap, termasuk juga agama Islam. Islam melalui al-Qur’an dan Hadis dalam beberapa kesempatan menyinggung tema lingkungan hidup. Dalam pada itu, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Ironisnya, deforestasi di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, bertolak dari fakta tersebut tulisan ini dibuat untuk membahas lebih lanjut persoalan deforestasi dalam tinjauan al-Qur’an dan Hadis. Dalam tulisan ini, lebih lanjut akan dibahas ayat serta hadis yang memerintah manusia agar menjaga kelestarian hutan, bukan melakukan perusakan.
Impelementasi Pembisaan Membaca Juz Amma Untuk Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Fahmi Ikrom Ikrom; Syamsul Arifin
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i1.757

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keringnya karakter religius pada kalangan remaja yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi saeperti sekarang ini yang berdampak kepada kalangan remaja mereka lebih senang bermain gadget, dampaknya para remaja kurang terampil dalam membaca Al-Qur’an, bahkan ada minoritas dari mereka yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dab benar sesuai kaidah tajwid. Sebagai upaya membentuk karakter religius peserta didik di pada zaman sekarang ini, MA AL-kholafiyah melaksanakan pembiasann membaca Juz Amma. Adapun fokus penelitian ini ialah untuk mengetahui implementasi pembiasaan membaca Juz Amma untuk membentuk karakter religius peserta didik di MA Al-Kholafiyah, faktor pendukung dan penghambatnya serta bagaimana implikasinya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil analisis data berupa pemaparan tentang situasi yang diteliti dan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
Konsep Etika Pelajar Terhadap Guru (Studi Komparasi Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Zainal Abidin Munawwir) FitrianingsihWulandari; Devy Habibi Muhammad; Ari Susandi
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i1.762

Abstract

Pada lembaga pendidikan, etika menjadi suatu masalah yang cukup serius. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya pelajar yang berperilaku kurang sopan serta berkata kasar terhadap gurunya. Sehingga didapatkan rumusan masalahnya yaitu: 1) Bagaimana etika pelajar terhadap guru menurut K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Zainal Abidin Munawwir. 2) Bagaimana persamaan dan perbedaaan pemikiran kedua tokoh. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran kedua tokoh tersebut perihal konsep etika pelajar terhadap guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang didapat dari sumber kepustakaan. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran keduanya sama-sama menghendaki agar pelajar ketika menuntut ilmu harus memperhatikan etikanya terhadap gurunya, agar ilmunya bermanfaat. Sedangkan perbedaannya yaitu pada banyaknya jumlah redaksi pembahasan kedua tokoh serta perbedaan latar belakang munculnya pemikiran kedua tokoh.
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura Miftahul Arifin
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i1.763

Abstract

Abstract This article describes the values of faith on syi’ir-syi’ir of Jama'ah Shlawat Nariyah Walisongo, East Moncek Village, Lenteng Sumenep, by KHR. Muhammad Kholil As'ad Syamsul Arifin, Caretaker of the Walisongo Islamic Boarding School, Mimbaan, Situbondo. Using a socio-histrosis approach, this article identifies the history of the founding of the Jama'ah History of Shalawat Nariyah Walisongo, East Moncek Village. The values of the faith contained in the syi'ir were analyzed using the theory of the main points of the Islamic faith. The results of the study show, first, that the history of the establishment of the Jama'ah Shlawat Nariyah Walisongo, East Moncek Village is quite unique. Unlike the congregations in general, the Jama'ah Shalawat Nariyah Walisongo was originally established specifically for people who were looked down upon morally, namely people who had the habit of stealing. However, the chanting of syi'ir-syi'ir accompanied by the rhythm of music became a new nuance in the midst of the East Moncek community. This congregation also attracted the attention of the general public to join as members of the congregation. Second, the syi'ir-syi'ir of Jama'ah Shalawat Nariyah Walisongo contains very high religious values, including values that are the basic foundation of Islam. These creed values include faith in Allah, faith in angels, faith in the Qur'an, and faith in the Prophet Muhammad and the apostles. At the Jama'ah Shalawat Nariyah in East Moncek Village, these values are absorbed in a more relaxed atmosphere through the activities of the Jama'ah Shalawat Nariyah Walisongo. Keywords: Poem, Islamic Faith, Jama’ah Shlawat Nariyah Walisongo Abstrak Artikel ini menguraikan nilai-nilai akidah dalam syi’ir-syi’ir Jama’ah Shlawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep karangan KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo. Dengan menggunakan pendekatan sosio-histrosis artikel ini mengidentifikasi sejarah berdirinya Jama’ah Sejarah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur. Nilai-nilai akidah yang terkandung dalam syi’ir tersebut dianalisa menggunakan teori pokok-pokok akidah Islam. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, sejarah berdirinya Jama’ah Shlawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur cukup unik. Tidak seperti jama’ah-jama’ah pada umumnya, Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo mulanya didirikan secara khusus bagi masyarakat yang dipandang rendah secara moral, yaitu masyarakat yang memiliki kebiasaan mencuri. Namun, lantunan-lantunan syi’ir-syi’ir yang diringi irama musik menjadi nuasa baru di tengah-tengah masyarakat Moncek Timur. Jama’ah ini pun menyedot perhatian masyarakat umum untuk bergabung menjadi anggota jama’ah. Kedua, syi’ir-syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo memuat nilai-nilai keagaman yang sangat tinggi, termasuk nilai-nilai yang menjadi pondasi dasar agama Islam. Nilai-nilai akidah tersebut meliputi keimanan kepada Allah, keimanan kepada malaikat, keimanan kepada kitab Al-Qur’an, dan keimanan kepada Nabi Muhammad dan para rasul. Pada Jama’ah Shalawat Nariyah Desa Moncek Timur, nilai-nilai tersebut diserap dalam nuansa yang lebih santai melalui kegiatan Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo. Kata Kunci : Syi’ir, Aqidah Islam, Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo.