cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Kecemasan dan Konsentrasi Pada Atlet Panahan Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study to determine the relationship between anxiety and concentration in archery athletes. The subject of this study were 14 archery athletes Surabaya. Data collecting use Sports Anxiety Scale to measure anxiety and Grid Concentration Exercise to measure the concentration level of research subjects. Data Analysis is using product moment correlation. The result show the correlation coefficient value of -0.779 with significance level of 0.001 <0.05. Based on these results, it can be said that there is a relationship between anxiety and the concentration of the archery athlete in which the direction of the relationship is negative. It mean, any increasing anxiety will be accompanied by a decreasing archery athletes’ concentration. Vice versa, decreasing anxiety levels will be followed by an increasing concentration of archery athletes. This indicates anxiety is an internal distractor that affects the archery athletes’ concentration. Athletes who have high anxiety, means the stimulus attracted the athletes attention to a lot. Consequently, athletes fail to conduct selective attention by sorting the stimuli received by the senses so that the athletes concentration easily becomes split.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan konsentrasi pada atlet panahan. Sejumlah 14 orang atlet panahan Surabaya yang menjadi subjek penelitian. Pengukuran variabel-variabel penelitian dilakukan dengan instrumen berupa Skala Kecemasan Olahraga untuk mengukur kecemasan dan Grid Concentration Exercise untuk mengukur tingkat konsentrasi subjek penelitian. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.779 dengan taraf signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara kecemasan dan konsentrasi atlet panahan di mana arah hubungan tersebut adalah negatif. Maknanya, setiap peningkatan kecemasan akan diiringi dengan penurunan tingkat konsentrasi atlet panahan. Begitu pula sebaliknya, penurunan tingkat kecemasan akan diikuti dengan peningkatan konsentrasi atlet panahan. Hal ini menunjukkan kecemasan merupakan distraktor internal yang berpengaruh terhadap konsentrasi atlet.  Atlet yang memiliki kecemasan tinggi, berarti stimulus-stimulus yang menarik atensi atlet menjadi banyak. Imbasnya, atlet gagal melakukan atensi selektif dengan menyortir stimulus-stimulus yang diterima inderanya sehingga konsentrasi atlet mudah menjadi terpecah.
PERBANDINGAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dibuat untuk membandingkan antara pengelolaan sumber daya manusia dari organisasi pemerintah dan non pemerintah. Data mengenai pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) pada organisasi pemerintah diperoleh dari BPOM Jakarta melalui literatur dan disertai data pendukung dari hasil wawancara terhadap Kabag kepegawaian BPOM dan Pemprov DKI tahun 2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kesamaan di antara keduanya, yaitu penekanan pada peningkatan efisiensi, efektivitas kerja, serta garis besar pengelolaan SDM, seperti fungsi dan kewajiban tenaga kerja, dan penekanan pada kinerja dan kompetensi tenaga kerja. Adapun perbedaannya antara lain dalam hal sumber dana pelaksanaan pengelolaan SDM, pengelolaan SDM yang spesifik, seperti masalah kenaikan pangkat dan pemutusan hubungan kerja, serta struktur organisasi.
PENGALAMAN HIDUP SEORANG REMAJA PUTRI KORBAN TRAFFICKING DALAM BENTUK EKSPLOITASI SEKSUAL Ningsih, Siti Zuliya; Satiningsih, Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to understand a young girl experience as a victim of human trafficking. Data from the women and child protection center of Surabaya (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak or PPT-P2A) had shown an increase in the number of trafficking victims from year to year. In 2010, there were 28 cases of adult victims and 21 cases of children victims. On April 2012 the cases of adult victims increased up to 45 cases, while children decreased to 13 cases. This study used a qualitative phenomenological approach. The participant was a victim of trafficking and was under the supervision of PPT- P2A Surabaya. Data was collected using a semi-structured interviews and analyzed using narrative analysis. The result of this study can be described into three categories, which were the life before becoming a victim, undesired job, and the life after becoming a victim. Since the mother passed away, she felt like there is no one cares about her anymore. The second was undesired job, which related to the participant’s experience as a trafficking victim. The last theme was the participant’s life after being a victim. In general, it could be concluded that participant experienced some psychological dynamics, such as negative self concept, low self esteem, and learned helplessness.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman seorang remaja putri yang menjadi korban trafficking. Data Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-P2A) Surabaya menunjukkan peningkatan jumlah korban trafficking dari tahun ke tahun. Tahun 2010 korban dewasa mencapai angka 28 orang, sedangkan anak-anak 21 orang. Tahun 2011 korban dewasa menjadi 34 dan anak-anak meningkat menjadi 36, data terbaru tahun 2012 bulan April korban dewasa meningkat menjadi 45 korban dan anak-anak menjadi 13 korban kejahatan trafficking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif. Hasil dari penelitian berhasil mengidentifikasi beberapa sub-sub judul atau tema. Subjudul pertama yakni semenjak Ibu tiada yaitu kisah hidup partisipan sebelum menjadi korban trafficking, semenjak Ibunya meninggal, partisipan merasa tidak ada lagi yang peduli padanya. Tema atau sub judul kedua yakni pekerjaan yang tidak sesuai keinginan yaitu pengalaman partisipan selama menjadi korban trafficking. Tema ketiga, kehidupan setelah menjadi korban, yaitu pengalaman hidup partisipan setelah menjadi korban trafficking. Secara umum, kesimpulan dari penelitian ini adalah pertisipan mengalami beberapa fenomena psikologis yaitu konsep diri negatif,  harga diri rendah, dan learned helplessness.
Harga Diri dan Konformitas dengan Perilaku Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Ceilindri, Retindha Ayu; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out: (1) The correlation between self esteem and bullying behavior, (2) The correlation between conformity and bullying behavior, (3) The correlation between self esteem and conformity towards bullying behavior. The subjects of this research were 86 students on VIII grade of SMP Barunawati Surabaya, who are selected using population sampling technique. Data were collected using likert scales of self esteem, conformity, and bullying behavior. Data analysis technique of this research using multiple linier regression analysis. Results of this research are: (1) self esteem has a significant correlation towards bullying behavior with a negative correlation, can be seen from the significance value 0,000 and regression coefficientt -0,526, (2) conformity has a significance correlation towards bullying behavior with a positive  correlation that is shown from the significance value 0,003 and regression coefficientt 0,321, (3) Rsquare value 0,301 means that 30,1% variations on bullying behavior is influenced of self esteem and conformity, the other variable that has a value of 69,9% is caused of other variable that is not measured in this research. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) Hubungan antara harga diri dengan perilaku bullying, (2) Hubungan antara konformitas dengan perilaku bullying, (3) Hubungan antara harga diri dan konformitas dengan perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini ialah 86 siswa kelas VIII SMP Barunawati Surabaya yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel populasi. Data skala harga diri, skala konformitas dan skala perilaku bullying diperoleh menggunakan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) harga diri memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku bullying dengan arah hubungan yang negatif, dapat dilihat dari signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi -0,526. (2) konformitas memiliki hubungan yang signifiksn dengan perilaku bullying dengan arah hubungan  positif yang dapat dilihat dari signifikansi sebesar 0,003 dan koefisien regresi sebesar 0,321. (3) nilai Rsquare sebesar 0,301 artinya sebesar 30,1% variasi pada perilaku bullying dipengaruhi oleh harga diri dan konformitas, sisanya sebesar 69,9% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
MEMPERSIAPKAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS MASA DEPAN MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PERSPECTIVE TAKING DI SEKOLAH Yuliati, Nanik
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents a conceptual idea on using psychological approaches, more specifically the use of cognitive and developmental psychology paradigm to addressing leadership crisis that is currently concerned Indonesia. Many of the discussions and posts uploaded on the websites expressed a need for leaders who are more in line with the spirit of reform, namely a credible democratic leader, who sided with the people, egalitarian, and not in ways that authoritarian decision making and policy public. Judging from the paradigm of cognitive psychology, particularly social cognition, the ability to take the perspective of others (perspective taking) plays an important role in influencing the effectiveness of democratic leadership. Therefore, one way to obtain a democratic leader in the future is to develop the ability to take another persons perspective on the younger generation. In this case the educational institution (high school and university) is considered to be the most appropriate environment to host them. From a developmental perspective, perspective taking is a skill that can be developed because it is not an innate ability. Abstrak: Tulisan ini menyajikan suatu gagasan konseptual tentang penggunaan pendekatan psikologis, lebih khusus penggunaan paradigma psikologi kognitif dan perkembangan untuk menangani permasalahan krisis kepemimpinan yang saat ini dirasakan oleh bangsa Indonesia. Banyak kegiatan diskusi dan tulisan yang diunggah di website yang menyatakan adanya kebutuhan untuk memperoleh pemimpin yang lebih sesuai dengan spirit reformasi, yakni pemimpin yang demokratis yang kredibel, yang berpihak pada rakyat, egaliter, dan tidak menggunakan cara-cara yang otoriter dalam membuat keputusan dan kebijakan publik. Dilihat dari paradigma psikologi kognitif, khususnya kognisi sosial, kemampuan mengambil perspektif orang lain memainkan peran penting dalam mempengaruhi keefektifan kepemimpinan demokratis. Oleh karena itu salah satu cara untuk memperoleh pemimpin demokratis di masa depan adalah dengan mengembangkan kemampaun mengambil perspektif orang lain pada generasi muda. Dalam hal ini lembaga pendidikan (sekolah menengah dan universitas) dipandang menjadi lingkungan paling untuk menyelenggarakannya. Dari perspektif perkembangan, kemampuan ini dapat dikembangkan karena bukan merupakan kemampuan bawaan.
Self-Directed Learning dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa yang Mengerjakan Tugas Akhir Apryani, Fransiska Dwi; Laksmiwati, Hermien
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relation between self-directed learning and  academic procrastination in completing their thesis assignments among university students. The population were psychology students of Universitas Negeri Surabaya with sample of 41 students who were recruited randomly from the cohort of 2008, 2009, and 2010 years. Data collected using Likert model self-directed learning and academic procrastination scales. Self-directed learning scale consists of 53 items, with reliability of scale r=0,953.in addition, the academic procrastination thesis assignment scale consists of 53 item, with reliability of scale is r=0,960. Data were analyzed using product moment correlation technique. The result shows that the coefficient correlation was -0,618 in the significance value of 0,000 (p<0,05. The result means that  there is a  significant negative correlation between self-directed learning and academic procrastination in completing thesis assignment. The result indicates that the higher the self-directed learning participants have, the lower their academic procrastination would be  and vice versa. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara self-directed in learning dengan prokrastinasi akademik tugas skripsi pada mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya, dan sampel 41 siswa diambil dari angkatan 2008, 2009, dan 2010. Peneliti menggunakan dua skala Likert, yaitu skala self-directed in learning dan skala prokrastinasi akademik tugas skripsi. Skala self-directed in learning terdiri dari 53 aitem, dengan nilai reliabilitas sebesar  r=0.953. Skala prokrastinasi akademik tugas skripsi terdiri dari 53 aitem, dengan nilai reliabilitas sebesar r=0.960. Analisis data pada penelitian ini menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0618 dengan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-directed in learning dengan prokrastinasi akademik tugas skripsi,terutama pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-directed in learning, semakin rendah prokrastinasi akademik tugas skripsi, dan sebaliknya semakin rendah self-directed in learning, semakin tinggi prokrastinasi akademik tugas skripsi.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN STRES DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA REMAJA PONDOK PESANTREN Anggraeni, Rahmawati Dwi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study is to reveal : (1) the correlation between religiousity and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al Fihtrah, Surabaya, (2) the correlation between stress and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah, Surabaya, and (3) the correlation of religiousity, stress, and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah, Surabaya. The method of this study is a correlational quantitative by using three scales which are; religiousity scale, stress scale, and psychological well being scale. Researcher chose 77 students in Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya and they were selected using random sampling technique. Data analysis technique used in this study was multiple linear reggresion analysis test. The result of this study showed that : (1) religiousity has significant correlation with psychological well being, with positive direction of correlation which can be seen from the level of significance which was 0,000 and the reggresion coefficients was 0,559 (2) stress has significant correlation with psychological well being in the negative direction of correlation which can be seen from the level of significance of 0.000 and the regression coefficient of -0,460; and (3) the Rsquare value is 0,593, which is mean that the 59,3% of variation in psychological well being is influenced by the religiousity and stres, and the rest of 40,7% is cause by another variable which is not measured in this research. The correlation between religiousity and stress with psychological well being is known having a significant correlation with 0,000 of significance value. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan antara religiusitas dan psychological well being remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya, (2) hubungan antara stres dan psychological well being remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya, dan (3) hubungan antara religiusitas dan stres dengan psychological well being pada remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif korelasional. Terdapat tiga skala yang digunakan dalam penelitian ini, yakni skala religiusitas, skala stres, dan skala psychological well being. Peneliti menggunakan sebanyak 77 santri Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) religiusitas memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological well being dengan arah hubungan yang positif yang dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi 0,559. (2) stres memiliki hubungan siginifikan dengan psychological well being dengan arah hubungan yang negatif yang dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi -0,460. (3) nilai Rsquare sebesar 0,593; artinya sebesar 59,3% variasi pada psychological well being dipengaruhi oleh religiusitas dan stres, sisanya sebesar 40,7% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Hubungan antara religiusitas dan stres dengan psychological well being diketahui memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.
ENHANCING CONCEPT COMPREHENSION AND RECALL THROUGH IMAGERY - THE CASE FOR INTERNATIONAL STUDENTS Edwards, C. Jane
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teaching new marketing concepts to international students (from non-native speaking backgrounds) often poses challenges for lecturers. Past assessment results show that brand development strategies are poorly understood by international students studying a marketing principles course at an Australian tertiary institution. Students find difficulties in conceptualising the various brand development strategies via purely written and verbal description even when many examples are given. Therefore alternative pedagogical strategies are required to enhance students’ learning of particular concepts An empirical study, drawing upon cognitive psychology theory, was undertaken to determine whether an intervention strategy of using greater visual cues enhances international students’ understanding and recall of the brand extension concept. The study was conducted with two business diploma classes undertaking a first year university marketing principles course. The intervention class was taught the concept with diagrams using relevant pictorial cues. The control class was taught the same concept with diagrams alone. Both groups were tested for understanding and recall of the concept after one week. Participant test results and survey questionnaires support the hypothesis that the addition of picture cues enhances students’ comprehension as they mitigate the cognitive load caused by English vocabulary deficits. Picture cues prompted greater connections with students’ prior knowledge increasing meaning construction and the verbal and visual encoding enabled elaborate processing resulting in higher recall of the concepts. Additionally participants’ metacognitive reports proved the brand extension concept easier to recall when taught with imagery. These results indicate increased use of imagery can be a cost-effective strategy to enhance student learning when demonstrating new concepts to international students.
Self Disclosure dan Trust Pada Pasangan Dewasa Muda yang Menikah dan Menjalani Hubungan Jarak Jauh
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to test the correlation  between self disclosure and trust among married people experiencing long distance relationship. This research used quantitative method with correlational research design. Participants in this research were 34 people whose spouses are in other cities or overseas with a chance of meeting is no more than once in a month. Participants were selected using snowball sampling. This research used self disclosure and trust scales to collect data and data were analysed using Rank Spearman test. The result shows that coeficient correlation (r) is 0,656 and the significance value is 0,000 (p>0,05), which means that the hypothesis of this research “there is correlation between self disclosure and trust among adult married people experiencing long distance relationship” is accepted.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan self disclosure dengan trust pada pasangan dewasa muda yang menikah dan menjalani hubungan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Partisipan penelitian ini berjumlah  34 orang  yang memiliki karakteristik berusia dewasa muda yang telah menikah dan sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangannya baik luar kota maupun luar negeri dengan intensitas bertemu setidaknya satu kali perbulan. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen skala self disclosure dan skala trust. Analisis data yang digunakan adalah Rank Spearman test. Hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan (r) sebesar 0,656 dan nilai signifikasi 0,000 (p>0,05), artinya analisis tersebut menunjukkan bahwa hipotesis “ada hubungan self disclosure dengan trust pada pasangan dewasa muda yang menikah dan menjalani hubungan jarak jauh” diterima.
Mengembangkan Psikologi Konservasi Melalui Model Perilaku Ekologis Mangrove Fauzie, Akhmad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to examine the mangrove ecological behavior model and the influences of self-concept, environmental ethics, environmental attitude and behavior intention on mangrove ecological behavior. The mangrove ecological behavior model can be useful to promote conservation psychology. The mangrove ecological behavior is constructed based on  the theory of planned behavior that is combined with norm activation theory. Sample used in this study was 235 students in Hang Tuah University. Data were analyzed using path analysis to determine the direct and indirect effect of exogenous variables on endogenous variable. There are two structural equations that is direct and indirect effect of self-concept, environmental ethics, environmental attitude toward mangrove ecological behavior with behavior intention as a mediator variable. The results show that  all structural equations fulfill egilibility. The effect of self-concept, environmental ethics and environmental attitudes on behavior intention amounted to 47.2%, while environmental attitudes give the most effect on behavior intention of 55%. The combined effect of self-concept, environmental ethics, environmental attitudes and behavioral intentions toward mangrove ecological behavior is 27.2% and ecological behavior intention contributed 46.2% toward mangrove ecological behavior. The direct effect of the environmental ethics toward mangrove ecological behavior is 0126, while the indirect effect of environmental ethics towards mangrove ecological behavior through behavioral intention is 0.0549. It can be seen from the result that the effect of the environmental ethics on mangrove ecological behavior is minor. Thus, based on these results, to encourage mangrove ecological behavior, the environmental ethics teaching model needs to be applied. The  focus of this teaching model should be given on environmental attitudes that includes the incease of knowledge and value to the mangrove environment.Abstrak: Penelitian ini menguji model perilaku ekologis mangrove dengan mengukur pengaruh konsep diri, etika lingkungan, sikap lingkungan dan intensi perilaku terhadap perilaku ekologis mangrove. Model perilaku mangrove ini dapat berguna untuk mengembangkan psikologi konservasi. Rancangan model ini didasarkan pada teori perilaku terencana yang dikombinasikan dengan teori aktivasi norma. Sampel penelitian ini berjumlah 235 orang. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung variabel-variabel exogenous terhadap variabel endogenous. Berdasar analisis data diperoleh hasil bahwa semua model persamaan struktur memenuhi kelayakan. Pengaruh konsep diri, etika lingkungan dan sikap lingkungan secara gabungan terhadap intensi perilaku sebesar 47.2% sedangkan pada besaran pengaruh parsial, sikap lingkungan memberi pengaruh paling besar terhadap intensi perilaku sebesar 55%. Pengaruh konsep diri, etika lingkungan, sikap lingkungan dan niatan perilaku terhadap perilaku ekologis secara gabungan sebesar 27.2% dan intensi perilaku ekologis memberi sumbangan terbesar yaitu 46.2%. Pengaruh langsung etika lingkungan terhadap perilaku ekologis adalah -0.126, sedangkan pengaruh tidak langsung etika lingkungan terhadap perilaku ekologis melalui niatan perilaku adalah 0.0549. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh etika lingkungan terhadap perilaku ekologis adalah kecil. Maka, berdasar hasil tersebut, untuk mendorong perilaku ekologis mangrove perlu diterapkan model pembelajaran etika lingkungan hidup difokuskan pada sikap lingkungan yang meliputi peningkatan pengetahuan dan nilai terhadap lingkungan. 

Page 10 of 54 | Total Record : 531


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue