cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Pengaruh Motivasi Kerja dan Dukungan Suami Terhadap Stres Konflik Peran Ganda dan Kepuasan Perkawinan pada Wanita Karir Saman, Abdul; Dewi, Eva Meizara Puspita
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the effects of: 1) work motivation on dual-role stress; 2) spouse supports on dual-role stress; 3) spouse supports on marriage contentment; and 4) dual-role stress on marriage contentment among career women. A quantitative approach was used as a method of this study. Thirty employees of Bank Nasional Indonesia (BNI) Makassar branch were recruited as participants and were chose based on purposive sampling technique. Four scale instruments were used to collect data while regression analysis of SPSS windows 14.00 program was employed to analyse the data. The study found that work motivation (r=0,436) and spouse supports (r=0,745) have negative effects on dual-role stress among career women, while spouse supports  have positive effect on marriage contentment among career women (r=0,645). However, dual-role stress has negative effects on career women’s marriage contement (r=0,429). Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek dari: 1) motivasi kerja pada stres konflik peran ganda; 2) dukunga pasangan pada stres konflik peran ganda; 3) dukungan pasangan pada kepuasan pernikahan; dan 4) stres konflik peran ganda  pada kepuasan  pernikahan pada wanita karir. Pendekatan kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian ini. Tiga puluh karyawan Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang Makassar direkrut sebagai peserta dan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling.Empat instrumen skala digunakan untuk mengumpulkan data dan  analisis regresi dari program SPSS 14,00  for windows digunakan untuk menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa motivasi kerja (r= 0.436) dan dukungan pasangan (r= 0,745) memiliki efek negatif pada stres konflik peran ganda di kalangan wanita karier, sedangkan dukungan pasangan memiliki efek positif pada kepuasan pernikahan pada wanita karir (r = 0.645). Namun, stres konflik peran ganda memiliki efek negatif pada kepuasan pernikahan pada wanita karir (r = 0,429).
PENGARUH PELATIHAN PERENCANAAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI TERHADAP PILIHAN BIDANG MINAT KARIR PSIKOLOGI Mulyana, Olievia Prabandini; Puspitadewi, Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to determine the effectivity of training to increase self-efficacy towards career preference options in psychology. This is a quantitative research, in which experiment method is applied by using pretest-posttest control group design. The dependent variable is self-efficacy towards career preference options in psychology. Self efficacy towards career preference options in psychology is measured using self efficacy towards career preference options scale. The independent variable in this research is career planning training. The research subject are 40 persons groupped into experiment group and control group. Pre-test are given to both experiment and control group. next, the experiment group is given treatment of career planning training. The next step, post test is administered to experiment group and control group. The research is analized using anava repeated measure. Anava repeated measure resulted showing significant result. Thus, hyphothesis stating that there is effect of career planning training to self efficacy towards career preference options for psychology student of UNESA is accepted. Self efficacy towards career preference options for psychology increased after career planning training is given as treatment. Self efficacy towards career preference options for psychology in experiment group between pre-test and post-test is different.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan dalam meningkatkan efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir psikologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir psikologi. Kemampuan efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir psikologi diukur dengan skala efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir. Sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelatihan perencanaan karir. Subjek penelitian yang berjumlah 40 orang yang kemudian dikelompokkan ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberikan pre-test. Selanjutnya pada kelompok eksperimen dikenai perlakuan berupa pelatihan perencanaan karir. Tahapan berikutnya adalah pemberian posttest pada kelompok eksprimen dan kelompok kontrol. Analisis yang akan digunakan adalah anava amatan ulangan. Hasil anava amatan ulangan menunjukkan hasil yang signifikan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh pelatihan perencanaan karir terhadap efikasi diri terkait pilihan minat bidang karir psikologi pada mahasiswa psikologi UNESA, diterima. Efikasi diri terhadap pilihan minat bidang karir di Psikologi meningkat setelah diberikan pelatihan perencanaan karir.
Nilai Budaya Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan: Studi Indigenous Istiqomah, Ermina; Setyobudihono, Sudjatmiko
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to identify local values of Banjar society, South Kalimantan. Phenomenological method was used to reveal how participants’ understanding of the local values. In-depth interviews were employed to collect data from three participants who were recruited by using purposive and  snowball sampling. The three participants consist of a Banjar culture expert, a Banjar society informal leader, dan a researcher on Banjar issues. This study found that Banjar values can be categorized in four levels namely Banjar values in human and God, human and nature, interpersonal, and intrapersonal relations. In the context of human and God relation, the primary concept of Banjar value identified is berelaan which means sincerity and gratitude. Concerning human and nature relation, there is a Banjar prominent value bisa-bisa maandak awak that means adaptive to environment. At interpersonal level, the values identified are bubuhan (discussion to reach agreement), bedingsanakan (fraternity), betutulungan (mutual assistance), and bakalah bamanang (self-adjustment). The Banjar eminent values at intrapersonal level cover gawi manuntung (self-independent) and dalas balangsar dada (responsible).Abstrak: Penelitian ini untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya lokal pada masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Metode kualitatif fenomenologis untuk mengembangkan pemahaman mengenai nilai-nilai budaya lokal. Teknik snowball digunakan dalam menggali data melalui wawancara dari satu informan ke informan lainnya. Subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu ahli budaya, akademisi  dan tokoh masyarakat. Hasil menunjukkan nilai budaya Banjar; dalam hubungan manusia dengan Tuhan meliputi ikhlas dan syukur dengan konsep  nilai berelaan. Manusia dengan alam, nilai konsepsi bisa-bisa maandak awak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hubungan manusia dengan manusia meliputi nilai musyawarah, persaudaraan, gotong royong atau tolong menolong, penyesuaian diri, dengan konsep nilai bubuhan, bedingsanakan, betutulungan,  dan bakalah bamanang. Manusia dengan diri sendiri, meliputi kerja keras, disiplin, koreksi diri, mengikuti perkembangan jaman, percaya pada diri sendiri, dan bertanggungjawab dengan konsep nilai gawi manuntung, dalas balangsar dada.
Prompting dan Positive Reinforcement untuk Meningkatkan Keterampilan Berpakaian Pada Anak dengan Intellectual Disability Murpratiwi, Ika Agustina; Tjakrawiralaksana, Mita Aswanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children with intellectual disability (ID) have deficits in their cognitive and adaptive function. One of the important skills of adaptive function which need to be mastered is dressing up, especially wearing buttoned clothes. However, the limitations possessed by children with ID make them always in need of help from others. Based on this condition, it is necessary to provide interventions to improve the skill of buttoning clothes on children with ID. Using single case A-B design, this study evaluates whether behavior modification intervention improve the clothes buttoning skill of a 9-year-old child with moderate ID. The intervention used prompting technique, namely most-to-least prompting accompanied with the provision of positive reinforcement. Prompt techniques expected to be effective in enhancing dressing upskills; additionally, positive reinforcement was also used to keep the child motivated during the intervention sessions. The results showed an increasing trend on mastery of buttoning skill, decreasing trend for prompt intensity, and immediacy of effect influenced by intervention. The results proves that prompting and positive reinforcement technique was effective for improving the child’s ability in buttoning clothes independently.  Key Words: Prompting, positive reinforcement, buttoning clothesAbstrak: Anak-anak dengan kondisi intellectual disability (ID) mengalami defisit pada fungsi kognitif dan fungsi adaptif. Salah satu keterampilan dari fungsi adaptif yang penting dikuasai adalah berpakaian, terutama memakai baju berkancing.  Akan tetapi, keterbatasan yang dimiliki oleh anak ID membuat mereka selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan pemberian intervensi untuk meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak ID. Dengan menggunakan single case A-B design, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah intervensi modifikasi perilaku dapat meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak berusia 9 tahun dengan ID moderate. Intervensi ini menggunakan teknik prompting, yaitu most to least prompting disertai dengan pemberian positive reinforcement. Teknik prompting diharapkan efektif dalam meningkatkan keterampilan mengancingkan baju, sedangkan positive reinforcement digunakan untuk menjaga motivasi anak selama sesi intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan trend pada penguasaan keterampilan mengancingkan baju, penurunan trend untuk intensitas prompt yang digunakan serta immediacy of effect yang dipengaruhi oleh intervensi. Ini membuktikan bahwa teknik prompting dan positive reinforcement efektif meningkatkan keterampilan anak dalam mengancingkan baju secara mandiri.
Perilaku Prososial Sebagai Prediktor Status Teman Sebaya Pada Remaja Rahajeng, Unita Werdi; Wigati, Tri Yogi Adi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the peer group of adolescence, peer status plays a crucial role. There are 5 kinds of peer status, namely  popular, rejected, neglected, controversial, and average status. Social competence of the youth can be a predictor of peer status, one of the youth’s social competences that becomes the focus of this research is prosocial behaviour. Prosocial behavior is generally acceptable in social environment; however, the significance of prosocial behaviour in predicting the status of adolescents in peer groups still needs to be studied. Prosocial behaviour was identified through Peer Assessment Prosocial Behaviour adapted from Greener (2000), while peer status was identified through sociometric techniques by categorizing peer status according to the techniques by Coie, Dodge, and Cappotelli (1982). There were 114 adolescents as research participants (57.9% male, Mean Age = 12.70 years). With multinomial logistic regression analysis, it was concluded that prosocial behaviour was able to predict peer status (χ2 (4) = 48.68, p <0.001) with prediction ability of 56.1%. The effect of prosocial behaviour on the establishment of each peer status will be discussed in more detail in this article.Key words: Adolescent, peer assessment, prosocial behaviour, peer status Abstrak: Status di kelompok sebayanya merupakan status sosial yang berperan penting di masa remaja. Adapun terdapat 5 macam status teman sebaya, yaitu populer, rejected (ditolak), neglected (diabaikan), controversial (kontroversial), dan average (rata-rata). Kompetensi sosial remaja dapat menjadi prediktor terhadap status teman sebaya, salah satu yang akan menjadi fokus penelitian ini adalah perilaku prososial. Sebagai bentuk perilaku yang secara umum dapat diterima dalam lingkungan sosial, peneliti ingin mengetahui seberapa signifikan peranannya dalam memprediksi status remaja dalam kelompok teman sebaya. Perilaku prososial diidentifikasikan melalui Peer Assessment Prosocial Behavior yang diadaptasi dari Greener (2000). Sedangkan status teman sebaya diidentifikasi melalui teknik sosiometri dengan pengkategorisasian status teman sebaya mengikuti teknik yang digagas oleh Coie, Dodge, dan Cappotelli (1982). Terdapat 114 orang remaja sebagai partisipan penelitian (57.9% laki-laki, Mean Usia = 12.70 tahun). Dengan teknik multinominal logistic regression disimpulkan bahwa perilaku prososial remaja mampu memprediksikan status teman sebaya (χ2(4) = 48.68, p<0.001) dengan kemampuan prediksi sebesar 56.1%. Efek perilaku prososial terhadap terbentuknya masing-masing status teman sebaya akan didiskusikan lebih rinci dalam artikel ini.
Persepsi Iklim Sekolah dan Kesejahteraan Subjektif Siswa di Sekolah Prasetyo, Ridwan Aji Budi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate the relationship between perception of school climate and student’s subjective well-being at school. Two instruments were used to collect data, namely (1) Scale of Subjective Well-Being at School, which was developed based on Osgood’s semantic differential mode; and (2) Scale of Perception of School Climate which was constructed based on Likert’s summated rating model. Ninety senior high school students participated in this study. They were selected by means of convenience sampling method. Multivariate correlation technique (MANOVA) was then applied to examine the correlation between the two constructs. The result revealed that there is a significant positive correlation between perception of school climate and student’s subjective well-being at school (F = 11.561, Partial Eta Square = 0.210, and p = 0.00 (p < 0.01)). Meanwhile, perception of school climate has significant positive correlation with both cognitive and affective aspects of subjective well-being, with the value of correlation coefficient tends to be higher with cognitive aspect than with affective aspect.Keywords: School climate, subjective well-being, school, studentAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi terhadap iklim sekolah dengan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah. Dua skala disusun untuk pengumpulan data, yaitu: (1) Skala Kesejahteraan Subjektif di Sekolah, yang disusun berdasarkan model semantic differential Osgood dan (2) Skala Persepsi Iklim Sekolah, yang disusun berdasarkan model summated rating Likert. Sembilan puluh siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel tersebut dipilih dengan teknik convenience sampling. Teknik korelasi multivariat (MANOVA) kemudian digunakan untuk menilai korelasi antara kedua konstruk tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara persepsi terhadap iklim sekolah dengan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah (F = 11.561, Partial Eta Square = 0.210, and p = 0.00 (p < 0.01)). Sementara itu, persepsi terhadap iklim sekolah memiliki korelasi positif yang signifikan dengan aspek kognitif dan afektif dari kesejahteraan subjektif siswa di sekolah, dengan kecenderungan lebih tinggi pada aspek kognitif dibandingkan pada aspek afektif.
Pengaruh Ciri Kepribadian terhadap Intimacy pada Dewasa Muda yang Menjalin Hubungan Romantis Setiawati, Linda; Nurwianti, Fivi; Kilis, Grace
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to examine the impact of vigilant, devoted, and self-sacrificing personality styles on intimacy (engagement, communication, shared friends) among young adults in romantic relationships (dating/married). A total of 1000 respondents aged 20-40 years old completed questionnaires on personality styles (Personality Self-Portrait) and intimacy (Personal Assessment of Intimacy in Relationships). Data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) shows a significant impact of self-sacrificing personality styles on engagement (γ = -0,511, p < 0,01) and communication (γ = -0,361, p < 0,01). There are also significant influences of vigilant (γ = -0,225, p < 0,05) and devoted personality styles (γ = 0,132, p < 0,05) to shared friends. The impact of self-sacrificing personality styles indicates the importance of both parties’ involvement in influencing their relationship. Besides, being too sensitive (vigilant personality styles’ characteristic) and having a sense of comfort in relationships with others (devoted personality styles’ characteristic) could influence how individuals engage in social relationships outside their romantic relationships. Key words: Intimacy, personality styles, romantic relationshipsAbstrak: Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh ciri kepribadian vigilant, devoted, dan self-sacrificing, terhadap intimacy (engagement, communication, shared friends) pada dewasa muda yang sedang menjalin hubungan romantis (berpacaran/menikah). Sebanyak 1000 responden berusia 20-40 tahun mengisi alat ukur ciri kepribadian (Personality Self-Portrait) dan intimacy (Personal Assessment of Intimacy in Relationships). Hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan pengaruh ciri kepribadian self-sacrificing yang signifikan terhadap engagement (γ = -0,511, p < 0,01) dan communication (γ = -0,361, p < 0,01). Selain itu ditemukan pula pengaruh ciri kepribadian vigilant (γ = -0,225, p < 0,05) dan devoted (γ = 0,132, p < 0,05) yang signifikan terhadap shared friends, juga pengaruh status hubungan yang signifikan terhadap communication (γ = 0,102, p < 0,01). Pengaruh ciri kepribadian self-sacrificing yang signifikan menekankan pentingnya keterlibatan kedua pihak dalam mempengaruhi kualitas hubungan mereka. Selain itu, kepekaan yang terlalu tinggi (karakteristik ciri kepribadian vigilant) dan rasa nyaman akan hubungan dengan orang lain (karakteristik ciri kepribadian devoted) dapat mempengaruhi individu dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sosial di luar hubungannya.
Depresi dan Kesejahteraan Spiritual pada Ibu Hamil Risiko Tinggi Handayani, Fitrias Putri; Fourianalistyawati, Endang
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the relationship between depression and spiritual well-being among women with a high-risk pregnancy. A quantitative method with correlational design was employed. Eighty-five participants were recruited for this study using accidental sampling technique. All participants were pregnant women with a high-risk pregnancy (between 24 and 36 weeks of gestation). Data were collected using two instruments, namely an adapted CESD-R (Center for Epidemiological Studies-Depression Scale Revised) to measure depression and an adapted Gomez & Fisher’s SWBQ (Spiritual Well-Being Questionnaire) to measure spiritual well-being. Results shows that there is a significant negative relationship between depression and spiritual well-being (r = -0,422 in the significance level of 0.01). It can be concluded from the result that the low level of depression correlates with the high spiritual well-being. Key words: Depression, spiritual well-being, high-risk pregnancyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat depresi dan kesejahteraan spiritual pada ibu hamil risiko tinggi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Dalam penelitian ini depresi dan kesejahteraan spiritual diukur dengan alat ukur yang telah diadaptasi, depresi diukur dengan Center For Epidemiological Studies - Depression Scale Revised (CESD-R) sedangkan kesejahteraan spiritual diukur dengan Spiritual Well-being Questionnaire (SWBQ). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan sebanyak 89 ibu hamil risiko tinggi dengan usia kehamilan diatas 6 bulan (24 – 36 minggu) menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan bernilai negatif antara depresi dengan kesejahteraan spiritual sebesar r= - 0,422 (hubungan sedang) dengan signifikansi 0,01. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tingkat depresi yang rendah memiliki hubungan dengan kesejahteraan spiritual yang tinggi.
Asertivitas Perokok Pasif Ditinjau dari Tingkat Pengetahuan tentang Rokok dan Jenis Kelamin Rachmawati, Rachmawati; Juniarly, Amalia; Izati, Nurul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine the difference of passive smokers’ assertiveness in terms of their knowledge level of cigarette, and their sexes. The hypothesis is that there is a difference of passive smokers’ assertiveness in terms of their knowledge level of cigarettes, and their sexes. The sample of this study was 314 people divided into 157 male passive smokers and 157 female passive smokers. All participants are living in Palembang city, South Sumatra. Two instruments were used to collect data, namely the scale of assertiveness and the questionnaire of the level of cigarette knowledge. Data were analyzed using one-way anova and t-test. The result shows that there is a significant difference of passive smokers’ assertiveness in terms of the cigarette knowledge level, with p = 0,000 (p <0,05). Likewise, there is a significant difference of assertiveness between male and female passive smokers, with p = 0,000 (p <0.05). Thus, the hypothesis of this study is accepted.Key words: Assertiveness, passive smoker, knowledge of cigarettes, sex.Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan asertivitas perokok pasif ditinjau dari tingkat pengetahuan tentang rokok dan jenis kelamin. Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan asertivitas perokok pasif ditinjau dari tingkat pengetahuan tentang rokok dan jenis kelamin.. Sampel penelitian adalah 314 orang yang terbagi menjadi 157 orang perokok pasif laki-laki dan 157 perokok pasif perempuan. Seluruh partisipan adalah warga kota Palembang, Sumatera Selatan. Alat ukur yang digunakan adalah skala asertivitas dan angket tingkat pengetahuan tentang rokok. Analisis data menggunakan one-way anova dan t-test. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan asertivitas perokok pasif ditinjau dari tingkat pengetahuan tentang rokok dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dan ada perbedaan yang signifikan antara asertivitas perokok pasif laki-laki dan asertivitas perokok pasif perempuan, dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Dengan demikian, hipotesis penelitian ini dapat diterima.
Pengaruh PETTLEP Imagery terhadap Efikasi Diri Atlet Lari 100 Meter Perorangan Wulandari, Yeni Ayu; Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-efficacy is an important mental aspect that affects the performance of athletes. High self-efficacy will enable athletes to face and handle  the hard situations during the game; thus, it allows them to reach their best performances. This study was aimed to examine the effect of PETTLEP imagery on self-efficacy among athletes of 100m sprint. PETTLEP is an acronym wiich each letter represents some important factors in imagery intervention namely physic, enviroment, task, timing, learning, emotion, and perspective. This research used experimental method with one group pre-and post-test design. The participants were 6 sprinters who are selected to join PRAPELATNAS B (one of pre-national training programs for national athlete candidates)). Data were collected through a self-efficacy scale  and analysed using Wilcoxon Test. The result shows that the PETTLEP Imagery intervention has an impact on the increase of the 100m sprinters’ self efficacy.Key words: PETTLEP Imagery, self-efficacy, sprintersAbstrak: Penelitian dilatabelakangi oleh pentingnya aspek mental berupa efikasi diri yang harus dimiliiki oleh atlet karena berpengaruh pada performa atlet. Salah satu treatment yang dapat dilakukan agar atlet yakin dengan kemampuannya sehingga bisa menghadapi situasi latihan dan perlombaan dengan performa yang maksimal adalah dengan melakukan PETTLEP Imagery. PETTLEP merupakan akronim dari physic (fisik), enviroment (lingkungan), task (tugas), timing (waktu), learning (belajar), emotion (emosi) dan perspective (perspektif). Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh PETTLEP imagery terhadap efikasi diri atlet lari 100 meter perorangan. Penelitian ini menggunakan metode  eksperimen dengan one group pre-and post-test design. Partisipan adalah 6 orang atlet lari 100 meter yang tergabung dalam PRAPELATNAS B (Pra-Pelatihan Nasional B). Data diperoleh dari  hasil pretest dan posttest  skala efikasi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh PETTLEP Imagery terhadap peningkatan efikasi diri atlet lari 100 meter perorangan. 

Page 11 of 54 | Total Record : 531


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue