cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Peran Gaya Kepemimpinan Transformasional Guru Terhadap Efikasi Diri Siswa dalam Berwirausaha di Sekolah Dasar Wardhani, Fransisca Putri; Kurniawan, Jimmy Ellya
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of transformational leadership style on entrepreneurial self efficacy has been widely studied  within the organizational context. It is proven that transformational leadership style has an effect to entrepreneurial self efficacy. However, in the context of education, the study of the influence of transformational leadership style on student’s entrepreneurial self efficacy has been rarely conducted. The purpose of this study is to examine the influence of teacher’s transformational leadership style on entrepreneurial self efficacy among 148 elementary school students. Data were collected using the  perception of teacher’s transformational leadership style, and student’s entrepreneurial self efficacy questionnaires. The subject is students of a private elementary school in Surabaya that implement entrepreneurship education. Data were analyzed using regression method. As an additional analysis, data in each dimension of transformational leadership will be partially-correlation analyzed with student’s entrepreneurial self efficacy. From the regression analysis, it is found that teacher’s transformational leadership style has a positive effect to student’s entrepreneurial self efficacy with the value of F = 26,298, p < 0,05. The dimension that has significant correlation with self-efficacy of student entrepreneurship is charismatic with r = 0,181, p < 0,05. While motivational inspiration, intellectual stimulation and individual considerations have no significant correlation with student’s entrepreneurial self efficacy.Abstrak: Kajian pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap efikasi diri dalam berwirausaha telah banyak dilaksanakan di dalam konteks organisasi dan terbukti bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh terhadap efikasi diri dalam berwirausaha. Namun dalam konteks pendidikan kewirausahaan, kajian antara gaya kepemimpinan transformasional guru dengan efikasi diri berwirausaha siswa belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan transformasional guru terhadap efikasi diri berwirausaha pada 148 siswa sekolah dasar. Pengumpulan data dilaksanakan dengan kuesioner persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional guru dan efikasi diri berwirausaha dengan subjek penelitian siswa-siswa salah satu SD swasta di Surabaya yang menerapkan pendidikan ke wirausahaan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi. Sebagai uji tambahan, data pada setiap dimensi kepemimpinan transformasional dikorelasikan secara parsial dengan efikasi diri berwirausaha siswa. Dari uji regresi, didapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan transformasional guru berpengaruh positif terhadap efikasi diri berwirausaha siswa dengan nilai F = 26,298, p < 0,05. Dari keempat dimensi kepemimpinan transformasional guru, dimensi yang memiliki korelasi signifikan dengan efikasi diri berwirausaha siswa adalah kharismatik dengan r = 0,181, p < 0,05. Sedangkan dimensi inspirasi motivasional, stimulasi intelektual dan pertimbangan individual tidak memiliki korelasi signifikan dengan efikasi diri berwirausaha siswa.  
Penyesuaian Sosial Siswa Tuna Rungu di Sekolah Umum Wasito, Dian Rachmawati; Sarwindah, Dwi; Sulistiani, Wiwik
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hearing impaired students generally study with other students who have the same special need in special schools called Sekolah Luar Biasa B (SLB B). However, inclusive education which enables students with special need to study in the same classes with normal students has been developing rapidly in recent years in Indonesia. This study aimed at investigating the social adjustment of hearing impaired students who study with normal students in a general school. A qualitative approach with case study method was employed. Participants of the study were three hearing impaired students and three significant others of each student who were their parents, teachers dan close friends. Data were analysed using a thematic analysis. This study found that participants socially adjusted in effective ways during their studies with normal students in the general school. Abstrak: Siswa tuna rungu pada umumnya belajar dengan siswa lain yang memiliki kebutuhan khusus serupa di sekolah-sekolah khusus yang disebut Sekolah Luar Biasa B (SLB B). Namun pendidikan inklusif yang memungkinkan siswa dengan kebutuhan khusus untuk belajar di kelas yang sama dengan siswa normal telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyesuaian sosial siswa tuna rungu yang belajar dengan siswa normal di sekolah umum. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian adalah tiga siswa tuna rungu dan tiga orang lain yang signifikan bagi setiap siswa, yakni orang tua mereka, guru dan teman dekat mereka. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Studi ini menemukan bahwa partisipan menyesuaikan diri dengan cara-cara yang efektif selama masa studi mereka dengan siswa normal di sekolah umum.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN KREATIVITAS DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Hapsah, Rifqi; Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine the correlation between self efficacy and interest in entrepreneurship, the correlation between creativity and interest in entrepreneurship and, the correleation between self efficacy and creativity with interest in entrepreneurship. This research used quantitative approach with correlation method. Scales of self efficacy, creativity and entrepreneurship were given to 82 college students of School of Psychology from four different years who were selected using random technique sampling. This research applies 5% significant level. The data were analyzed using product moment, and multiple-correlation test. The significant value from correlation between self-efficacy and interest in entrepreneurship is 0,000, with correlation index of 0.703, which means that there is a significant relationship between self-efficacy and interest in entrepreneurship. The significant value from correlation between creativity and interest in entrepreneurship is 0,008, with correlation index of 0.292. It can be concluded that there is a significant relationship between creativity and interest in entrepreneurship. The result of multiple-correlation test shows correlation coefficient between self efficacy and creativity with entrepreneurship as much as 0,757 and Fh (57,2) > Ftabel (3,112). Therefore, it can be concluded that there is a significant correlation between self efficacy and creativity with interest in entrepreneurship.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficaccy dengan minat berwirausaha, hubungan kreativitas dengan minat berwirausaha, dan hubungan self efficaccy dan kreativitas dengan minat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Skala self efficacy,  skala kreativitas, dan skala minat berwirausaha diberikan kepada 82 subjek penelitian, yaitu mahasiswa Psikologi dari 4 angkatan yang dipilih dengan teknik random sampling. Peneliti menggunakan taraf kesalahan 5% dan metode analisis data korelasi product moment dan uji korelasi ganda. Analisis data menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dengan minat berwirausaha sebesar 0,000, dengan indeks korelasi sebesar 0,703. Terdapat hubungan yang signifikan pula antara kreativitas dengan minat berwirausaha sebesar 0,008, dengan indeks korelasi sebesar 0,292. Hasil uji korelasi ganda menunjukkan koefisien korelasi antara self efficacy dan kreativitas dengan minat berwirausaha sebesar 0,757, dan Fh (57,2) > Ftabel (3,112), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dan kreativitas dengan minat berwirausaha.
Motivasi, Stigma dan Coping Stigma pada Perempuan Bercadar Rahman, Alif Fathur; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Full-face veil is a head scarf with a face cover which only leave eyes exposed used by Muslim women as accompanied with wearing long hijab and black dominated clothes covering body. A full-face veil has some kinds such as niqab and burqa. Women with full-face veil generally become the target of stigma. This study explores full-face veiled women’s experiences including their motivation that encourage them to wear it, the stigma they face, and how they cope with the stigma. Five women who wear full-face veils involved in this study. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using interpretative phenomenological analysis. The result shows that wearing full-face veil is motivated primarily by religious loyalty and for guarding them from sexual objectification. Their strong religious loyalty make them ready to face stigma labelled by their surrounding society such as accused as a fanatic,a member of  terrorist group,  and being avoided by their surrounding people. The strategies they use to cope with the stigma cover internal and external strategies. The internal strategies consist of ignoring the stigma and taking the view that the stigma is caused by the surrounding society’s misunderstanding. Meanwhile, the external strategies include of taking effort to clarify and give the explanation to revise the misunderstanding,as well as participating in neighborhood activities.Key words: Muslim women, full-face veil, stigma, coping stigmaAbstrak: Cadar adalah penutup wajah perempuan muslim yang menutup wajah kecuali kedua mata digunakan dengan jilbab dan  baju kurung panjang serta didominasi warna gelap yang menutup seluruh tubuh. Perempuan bercadar biasanya rentan dengan stigma. Penelitian ini membahas pengalaman perempuan bercadar meliputi motivasi bercadar, bentuk stigma yang mereka hadapi, dan bagaimana cara mereka menghadapi stigma. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis  fenomenologi interpretif. Penelitian ini mengungkap tiga tema yaitu motivasi bercadar, bentuk stigma yang dialami, dan strategi untuk menghadapi stigma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi  bercadar muncul dari ketaatan dalam beragama dan keinginan untuk menghindarkan diri dari objektivikasi seksual. Hal ini membuat mereka siap menghadapi stigma seperti dianggap fanatik, anggota kelompok teroris, dan dihindari oleh orang-orang di sekitarnya. Strategi menghadapi stigma yang ditempuh partisipan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu strategi internal dengan cara mengabaikan dan memaklumi pandangan negatif masyarakat sekitar, dan strategi eksternal melalui pemberian penjelasan sebagai klarifikasi dan ikut melibatkan diri dalam kegiatan bersama masyarakat sekitar.
Perbedaan Efikasi Politik Ditinjau dari Tipe Kepribadian Introversi dan Ekstraversi Pada Dewan Perwakilan Mahasiswa Nurcahya, Andi; Mulyana, Olievia Prabandini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

some previous research show that there is a significant correlation between extraversion personality with political efficacy. The purpose of this study was to determine whether there are differences in political efficacy in individuals with different personality types other than extraversion, named introversion. Samples in this study were 42 college students of Universitas Negeri Surabaya who are members of Student Representative Council (Dewan Perwakilan Mahasiswa). A quantitative research methods with data collection technique using questionnaires is the method used for this study. The result of the independent sample t-test on the political efficacy variables reveals sig. (2-tailed) of 0,094, which means there is no significant difference in political efficacy variables in terms of introversion and extraversion personality type on Dewan Perwakilan Mahasiswa at Universitas Negeri Surabaya.Abstrak: Berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepribadian ekstraversi dengan efikasi politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efikasi politik pada individu dengan tipe kepribadian berbeda selain ekstraversi, yaitu introversi. Subjek dalam penelitian ini adalah 42 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang tergabung dalam organisasi Dewan Perwakilan Mahasiswa. Merupakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil dari uji-t independen sampel menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,094 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan variabel efikasi politik berdasarkan tipe kepribadian introversi dan ekstraversi pada Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.
POSITIVE FAMILY THERAPY BAGI REMAJA PECANDU NARKOBA: CATATAN PENGALAMAN PRAKTEK Yuniardi, Salis
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pecandu narkoba di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Sebagian besar dari pengguna ternyata adalah usia produktif, dan sebagian besar diantaranya adalah remaja dan dewasa awal. Sejauh ini banyak pendekatan konseling terapi telah diberikan. Namun tingkat efektifitas dan keberhasilannya rendah. Dua penyebab utamanya adalah: pertama, arah pendekatan yang problem focused memicu defends dari klien,serta membangkitkan luka dan  pesimisme. Sementara solusi yang dihasilkan tidak bertahan lama karena sifatnya yang parsial dan hanya “menambal” (repairing). Kedua, pendekatan yang digunakan cenderung melepas klien dari akar keluarganya sementara pada kenyataannya  mereka masih terikat dan tergantung pada keluarganya. Merujuk pada hal tersebut, penulis membangun pendekatan positive family therapy untuk membantu para remaja ataupun dewasa awal pecandu narkoba. Dari pengalaman beberapa klien ternyata pendekatan ini sangat efektif dan rata-rata hanya memerlukan tiga kali sesi terapi. Setelah satu bulan terapi didapat laporan dari beberapa klien maupun keluarga mereka tentang adanya perubahan yang positif.
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PRIA PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL STRUKTURAL YANG MENJADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA Trisusanti, Ritma; Satiningsih, Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to reveal psychological well-being of structural civil servants who have retired and become the backbone of their families. This study used a qualitative research approach with a phenomenological method. The subjects involved in this study were two retired male of structural civil public servant who were aged no more than 59 years old and who have different latest job rank and position. The results of this study indicated that both subjects have a good condition of psychological well-being, with each dynamic that not differ too much from each other. There are several factors that play a role in their psychological well-being condition, including adequate financial source, the existence of productive or social activities carried out after the retirement and the religiousity factors.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu gambaran psychological well-being pria pensiunan Pegawai Negeri Sipil struktural yang menjadi tulang punggung keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologis. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah dua orang pria pensiunan Pegawai Negeri Sipil struktural yang berusia tidak lebih dari 59 tahun yang memiliki pangkat dan jabatan terakhir yang berbeda. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa cara, antara lain organisasi data, koding dan analisis, serta analisis intra kasus dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki kondisi psychological well-being yang baik, dengan dinamika yang tidak berbeda jauh satu sama lain. Terdapat beberapa faktor yang berperan dalam kondisi psychological well-being kedua partisipan tersebut, antara lain sumber finansial yang memadai, adanya kegiatan produktif atau sosial yang dilakukan setelah pensiun dan faktor religiusitas.
Regulasi Diri dengan Burnout pada Guru Ekawanti, Sysditya; Mulyana, Olievia Prabandini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers begin to experience symptoms of fatigue due to heavy workload characterized by working ineffectively in the classroom so that the interest of the students declined. This study aims to test whether there is relationship between self-regulation and burnout in teachers. The population was junior high school’s teacher. This study use population research, where all the population used as a sample. Researchers use all certified teachers in the school, participants are 35 teachers. The approach used is quantitative method. Data collected using self-regulation and burnout scales, and analyzed using pearson product moment correlation test. The results obtained from this study indicate that there is a significant relationship between self-regulation with burnout in teachers. Significant relationships are seen from the p-value of 0.017 and r value of -0.401. The r value indicates that the relationship between the two variables have a negative direction, meaning that the higher of self-regulation, the lower of burnout. Individual’s good self-regulation be able to cope stress and emotions, because of burnout arising drag on stress experienced by the individual.Abstrak: Guru mulai mengalami gejala kelelahan akibat beban kerja yang berat yang ditandai dengan kurang bekerja efektif didalam kelas sehingga minat kepada peserta didik menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara regulasi diri dengan burnout pada guru. Populasi penelitian ini adalah guru SMP. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi, dimana semua populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Peneliti menggunakan semua guru yang sudah sertifikasi di sekolah tersebut yang berjumlah 35 orang guru. Pendekatan yang digunakan ialah kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan skala regulasi diri dan burnout, dan dianalisis menggunakan uji korelasional pearson product moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi diri dengan burnout pada guru. Hubungan yang signifikan tersebut dilihat dari nilai p sebesar 0,017 dan nilai r sebesar -0,401. Nilai r tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel memiliki arah negatif, artinya semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah burnout. Regulasi diri yang baik yang dimiliki individu akan mampu mengatasi stres dan emosi dalam dirinya, karena burnout timbul akibat stres yang berkepanjangan yang dialami individu.
BENTUK, PENYEBAB, DAN DAMPAK DARI TINDAK KEKERASAN GURU TERHADAP SISWA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR DARI PERSPEKTIF SISWA DI SMPN KOTA SURABAYA: SEBUAH SURVEY Muis, Tamsil; Syafiq, Muhammad; Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kuantitatif dari bentuk, penyebab, dan dampak dari tindak kekerasan guru terhadap siswanya dalam interaksi belajar mengajar berdasarkan perspektif siswa. Studi pendahuluan dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap Pengawas  Sekolah Kota Surabaya, untuk mendapat rekomendasi mengenai lokasi penelitian yang dianggap sesuai. Lima Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah Kota Surabaya dipilih berdasarkan rekomendasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket terhadap 210 subyek yang menjadi sampel penelitian dari 5 lokasi penelitian. Angket tersebut terdiri dari 36 item pertanyaan dan pernyataan tertutup yang dikembangkan oleh tim peneliti mengenai bentuk, penyebab, dan dampak dari tindak kekerasan yang pernah menimpa siswa. Hasil survey menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang muncul adalah kekerasan verbal sebesar 32,6%; psikologis sebesar 46,1%; dan fisik sebesar 12,4%. Penyebab dari tindak kekerasan tersebut antara lain dipicu kesalahan siswa (29,2%), temperamen guru (2,2%), serta alasan yang tidak diketahui siswa (11,8%), dan lain-lain yang sebagian besar juga merujuk pada perilaku siswa (35,4%). Dampak dari  tindakan tersebut antara lain perasaan minder (2,8%), marah (48,9%), sedih (5,1%), ingin balas dendam (0,6%), dan sakit hati (38,2%). Selain itu, diketahui bahwa 24,7% siswa yang melaporkan pernah mengalami tindak kekerasan dalam berbagai bentuk adalah laki-laki, sementara siswa perempuan sebesar 64,9%.
RASA MALU DAN PRESENTASI DIRI REMAJA DI MEDIA SOSIAL Kusumasari, Herdyani; Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An individual will perform self-impression to be accepted by society and can establish a social relationship. Someone do the self presentation so they can be accepted by the environment. However, there are some people which have obstacle to do their self presentation to make a social relationship.  We can called that condition with shyness. Social media can be well accepted a mediator for shy person to presented their self. The purpose of this research is to find out the correlation between shynees with self presentation on adolosence in social media. This research has done to 96 sample of 13 – 16 years old active user of social media like Facebook, Twitter, Path, Instagram, Blog, and Youtube. The result with Pearson Product Moment test says the coeficient correlation (r) between two variables is 0,281. That is shows that between the two variables have a positive correlation with the signification level is 0,006 (p < 0,05) which says that the two variables have a significant correlation.Abstrak: Individu akan melakukan pengelolaan kesan agar dapat diterima oleh masyarakat dan dapat menjalin sebuah hubungan sosial. Presentasi diri dilakukan agar individu dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sekitarnya. Namun, beberapa orang akan mengalami suatu hambatan dalam melakukan presentasi dirinya secara langsung untuk melakukan suatu hubungan sosial. Kondisi tersebut dapat dikatakan sebagai rasa malu (shyness). Media sosial merupakan salah satu perantara bagi orang pemalu untuk melakukan presentasi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasa malu dengan presentasi diri remaja melalui media sosial. Penelitian ini dilakukan pada 96 orang remaja berusia 13 – 16 tahun yang aktif di media sosial yaitu Facebook, Twitter, Path, Instagram, Blog, dan Youtube. Hasil yang diperoleh dengan uji Pearson Product Moment menunjukkan koefisien korelasi (r) antara kedua variabel sebesar 0,281 dengan taraf signifikasinya adalah 0,006 (p < 0,05), hal tersebut menunjukkan bahwa antara kedua variabel memiliki hubungan positif yang signifikan.   

Page 9 of 54 | Total Record : 531


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue