cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Nilai Budaya Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan: Studi Indigenous Ermina Istiqomah; Sudjatmiko Setyobudihono
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.039 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v5n1.p1-6

Abstract

This study was aimed to identify local values of Banjar society, South Kalimantan. Phenomenological method was used to reveal how participants understanding of the local values. In-depth interviews were employed to collect data from three participants who were recruited by using purposive and  snowball sampling. The three participants consist of a Banjar culture expert, a Banjar society informal leader, dan a researcher on Banjar issues. This study found that Banjar values can be categorized in four levels namely Banjar values in human and God, human and nature, interpersonal, and intrapersonal relations. In the context of human and God relation, the primary concept of Banjar value identified is berelaan which means sincerity and gratitude. Concerning human and nature relation, there is a Banjar prominent value bisa-bisa maandak awak that means adaptive to environment. At interpersonal level, the values identified are bubuhan (discussion to reach agreement), bedingsanakan (fraternity), betutulungan (mutual assistance), and bakalah bamanang (self-adjustment). The Banjar eminent values at intrapersonal level cover gawi manuntung (self-independent) and dalas balangsar dada (responsible).Abstrak: Penelitian ini untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya lokal pada masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Metode kualitatif fenomenologis untuk mengembangkan pemahaman mengenai nilai-nilai budaya lokal. Teknik snowball digunakan dalam menggali data melalui wawancara dari satu informan ke informan lainnya. Subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu ahli budaya, akademisi  dan tokoh masyarakat. Hasil menunjukkan nilai budaya Banjar; dalam hubungan manusia dengan Tuhan meliputi ikhlas dan syukur dengan konsep  nilai berelaan. Manusia dengan alam, nilai konsepsi bisa-bisa maandak awak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hubungan manusia dengan manusia meliputi nilai musyawarah, persaudaraan, gotong royong atau tolong menolong, penyesuaian diri, dengan konsep nilai bubuhan, bedingsanakan, betutulungan,  dan bakalah bamanang. Manusia dengan diri sendiri, meliputi kerja keras, disiplin, koreksi diri, mengikuti perkembangan jaman, percaya pada diri sendiri, dan bertanggungjawab dengan konsep nilai gawi manuntung, dalas balangsar dada.
Hidup Dengan Leukemia: Studi Fenomenologi Remaja Penderita Leukemia Adelia Eka Suryani; Muhammad Syafiq
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.529 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n2.p78-90

Abstract

Leukemia becomes one of the most deadly disease for children and teenagers. This study was aimed to reveal the experience of teenagers suffering leukemia. Five teenagers suffering leukemia were purposively recruited for this study. Phenomenological approach.was used. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using interpretative phenomenological analysis. The result reveals three major themes. The first theme is the first experience of being diagnosed as a leukemia sufferer. It explains how participants respond to medical diagnoses as leukemia sufferer. The second theme is the psychological effects of leukemia, and the third theme is the strategies used by participants to cope with problems imposed by leukemia they suffered. While all participants were rather similar in responding the leukemia diagnosis such as denial, sadness, and fear, they experienced different effects of their illness psychologically. Most participants perceived the effects of their illness negatively; however, there are some participants eventually get the positive meanings of their illness. All participants employ intrapersonal and interpersonal strategies in dealing with the difficulties caused by their illness and its effects.Key words: life experience, teenager, leukemiaAbstrak: Leukemia merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang sering diidap anak dan remaja. Penelitian ini berusaha mengungkap pengalaman hidup remaja penderita leukemia. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologis dengan analisis fenomenologis interpretatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang diperoleh dari teknik purposif sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini berhasil mengungkap tiga tema utama. Tema pertama ialah pengalaman awal mengetahui dan divonis leukemia. Tema kedua ialah dampak psikologis yang ditimbulkan dari leukemia. Tema terakhir ialah strategi untuk bertahan dan menghadapi leukemia. Hampir seluruh partisipan merespon diagnosis penyakit mereka dalam cara serupa yaitu terdiam sedih, menyangkal, dan rasa takut. Namun ada perbedaan dalam mengalami efek leukemia yang mereka derita. Umumnya mayoritas partisipan memaknai akibat penyakitnya dalam cara yang negatif, namun beberapa partisipan pada akhirnya dapat memperoleh makna yang lebih positif dari penyakit yang mereka derita. Namun demikian, semua partisipan menunjukkan kecenderungan untuk menangani secara aktif kesulitan yang diakibatkan oleh leukemia yang mereka derita dengan menggunakan strategi intrapersonal maupun interpersonal.
Persepsi Terhadap Kohesivitas Kelompok Kerja dengan Intensi Turnover Pada Pramuniaga Muhammad Mahdi Ali Permana; Olievia Prabandini Mulyana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.08 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p24-32

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between perception of work group cohesiveness with turnover intention. The subjects were 154 sales associate of PT X who were chosen based on the following characteristics: the employees have worked for more than four months, and their status are contract employees . Data collected using group cohesiveness and turnover intention scales. The reliability of 32 items turnover intention scale was 0.94, whaile the 48 items group cohesiveness scale got the reliability coefficient of 0.93. the result of data analysis using Pearsons Product Moment shows the correlation coefficient of -0.263 with significance value (p) = 0.002 < 0.05. it can be concluded from the result that  there is a negative relationship between perception of work group cohesiveness and the turnover intention among sales associate PT X.  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebesar apa hubungan antara persepsi terhadap kohesivitas kelompok dengan intensi turnover. Subjek penelitian adalah Pramuniaga PT X. Sampel yang diambil berjumlah 154 karyawan dengan ciri-ciri Pramuniaga telah bekerja selama lebih dari empat bulan dan berstatus karyawan kontrak dengan menggunakan teknik incidental sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala. Pada skala intensi turnover dihasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,94 dan dari 42 item didapatkan 38 item yang valid. Pada skala kohesivitas kelompok dihasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,93 dan dari 48 item didapatkan 39 item yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kohesivitas kelompok dengan intensi turnover pada Pramuniaga PT X. Nilai koefisien korelasi Product Moment sebesar -0,263 dengan signifikansi (p)= 0,002 < 0,05.
Kematangan Emosi dan Religiusitas Terhadap Kecenderungan Agresi Pada Siswa Putri Maharani; Hermien Laksmiwati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.46 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p33-42

Abstract

The purpose of this research was to determine the correlation between emotional maturity and religiosity with aggressive tendency among students. This research used quantitative research method. The population was  grade 10  students of  SMA "X" Mojokerto (120 students). Instruments used were the scales of emotional maturity, religiosity, and aggressive tendency. Pearson product moment was used to find a partial relationship between variables, while multiple linear regression was used to find the relationships of emotional maturity (X1) and religiosity (X2) to aggressive tendency (Y) simultaneously. The result of the analysis between X1 and Y shows correlation coefficient of -0.717, while  correlation coefficient  between X2 and Y was -0.601. The results also show that the partial relationship between X1 with Y and X2 with Y is at a high level. The results of multiple linear regression analysis shows that the correlation coefficient of X1 and X2 with Y was 0.613. The result means that the contribution of emotional maturity and religiosity variables on aggressive tendency is 61.3%. The negative coefficient values in emotional maturity and religiosity variables indicate that the higher emotional maturity and religiosity will result in the lower aggressive tendency. In contrast, when emotional maturity and religiosity is lower, then aggressive behavior tendency will be higher. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kematanagan emosi dan reigiusitas dengan kecenderungan perilaku agresi pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasinya adalah siswa kelas X SMA œX Kota Mojokerto yang berjumlah 120 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala kematangan emosi, religiusitas, dan kecenderungan agresi. Teknik analisa data menggunakan product moment untuk mencari hubungan secara parsial, dan analisis regresi linier berganda  untuk mencari hubungan secara simultan. Hasil analisis antara kematangan emosi dengan kecenderungan agresi menunjukkan koefisien korelasi-717, dan sebesar -601 antara religiusitas dengan kecenderungan agresi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan parsial antara X1 dengan Y dan X2 dengan Y berada pada tingkat tinggi.  Hasil analisis data secara bersama-sama variabel X1 dan X2 dengan Y menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,613 artinya kontribusi variabel kematangan emosi dan religiusitas secara bersama-sama terhadap kecenderungan perilaku agresi adalah sebesar 61,3%. Nilai koefisien pada variabel kematangan emosi dan religiusitas adalah negatif. Artinya semakin tinggi kematangan emosi dan religiusitas maka semakin rendah kecenderungan agresi siswa. Sebaliknya, kematangan emosi dan religiusitas rendah terkait dengan kecenderungan agresi tinggi.
Harga Diri dan Kematangan Karir Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Rizka Hasna Marita; Umi Anugerah Izzati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.249 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p43-52

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between self-esteem and career maturity among students of Ketintang Vocational High School Surabaya (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK Ketintang Surabaya) majoring in accounting. This study used a quantitative approach with correlation design. The total of 105 students were involved as the sample. Instruments used to collect data were the scales of self-esteem, and career maturity. Data were analyzed using product moment correlation technique to find the relationship between the two variables. The result shows the correlation coefficient between self-esteem and career maturity is  0.518 (r = 0.518) with a significant value of 0.000 (p = 0.000). It can be concluded from the result that there is a relationship between self-esteem and career maturity. It indicates that the higher self-esteem the students have will result in the higher level of their career maturity. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara harga diri dengan kematangan karir pada siswa jurusan akuntansi di SMK Ketintang Surabaya. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan subjek berjumlah 105 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah skala harga diri dan skala kematangan karir. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment untuk mencari hubungan antara dua variabel. Hasil analisis antara harga diri dengan kematangan karir menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,518 (r = 0,518) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p = 0,000) artinya ada hubungan antara harga diri dengan kematangan karir. Semakin tinggi nilai harga diri siswa maka semakin meningkat pula tingkat kematangan karirnya.  
Kecemasan dan Konsentrasi Pada Atlet Panahan Miftakhul Jannah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.121 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p53-60

Abstract

The purpose of this study to determine the relationship between anxiety and concentration in archery athletes. The subject of this study were 14 archery athletes Surabaya. Data collecting use Sports Anxiety Scale to measure anxiety and Grid Concentration Exercise to measure the concentration level of research subjects. Data Analysis is using product moment correlation. The result show the correlation coefficient value of -0.779 with significance level of 0.001 <0.05. Based on these results, it can be said that there is a relationship between anxiety and the concentration of the archery athlete in which the direction of the relationship is negative. It mean, any increasing anxiety will be accompanied by a decreasing archery athletes concentration. Vice versa, decreasing anxiety levels will be followed by an increasing concentration of archery athletes. This indicates anxiety is an internal distractor that affects the archery athletes concentration. Athletes who have high anxiety, means the stimulus attracted the athlete's attention to a lot. Consequently, athletes fail to conduct selective attention by sorting the stimuli received by the senses so that the athlete's concentration easily becomes split.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan konsentrasi pada atlet panahan. Sejumlah 14 orang atlet panahan Surabaya yang menjadi subjek penelitian. Pengukuran variabel-variabel penelitian dilakukan dengan instrumen berupa Skala Kecemasan Olahraga untuk mengukur kecemasan dan Grid Concentration Exercise untuk mengukur tingkat konsentrasi subjek penelitian. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.779 dengan taraf signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara kecemasan dan konsentrasi atlet panahan di mana arah hubungan tersebut adalah negatif. Maknanya, setiap peningkatan kecemasan akan diiringi dengan penurunan tingkat konsentrasi atlet panahan. Begitu pula sebaliknya, penurunan tingkat kecemasan akan diikuti dengan peningkatan konsentrasi atlet panahan. Hal ini menunjukkan kecemasan merupakan distraktor internal yang berpengaruh terhadap konsentrasi atlet.  Atlet yang memiliki kecemasan tinggi, berarti stimulus-stimulus yang menarik atensi atlet menjadi banyak. Imbasnya, atlet gagal melakukan atensi selektif dengan menyortir stimulus-stimulus yang diterima inderanya sehingga konsentrasi atlet mudah menjadi terpecah.
Dukungan Sosial Suami dan Penerimaan Diri dengan Tingkat Stres Pada Wanita Menjelang Masa Menopause Motiena Yulia Widaryanti; Damajanti Kusuma Dewi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.589 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p61-67

Abstract

Menopause is a natural process that will be experienced by all women. Menopause characterized with the symptoms that can be stressful for women. This problem can be solved with husbands social support and their self-acceptance when approaching menopause. The aim of the study are determine the correlation between husbands social support and woman self-acceptance with their stress level when approaching menopause. Quantitative method are used in this study, with 50 mothers in the village Lontar District of Sambikerep, Surabaya as the subject. The data were analyzed by using product moment correlation technique. The result of the study show there are significant relationship between husbands social support and woman self-acceptance with their stress level. The result of multiple linear regression analysis obtained significance value of 0,002 with a value Rsquare=0,236, meaning there is a significant relationship between social support and self acceptance husband with stress level in women approaching menopause. Abstrak: Menopause  adalah  proses  alami  yang  akan  dialami  oleh  semua  wanita.  Perubahan  menuju  masa menopause ditandai dengan gejala-gejala yang dapat menimbulkan stres bagi wanita. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian dukungan sosial oleh suami dan memiliki penerimaan diri pada wanita menjelang masa menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial suami dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada wanita menjelang masa menopause. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 50 ibu-ibu di wilayah Kelurahan Lontar Kecematan Sambikerep, Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data secara parsial dengan teknik korelasi product moment, diketahui bahwa dukungan sosial suami dengan tingkat stres dan penerimaan diri dengan tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan nilai R=0,236, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial suami dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada wanita menjelang masa menopause.
Mengalami Masjid Sebagai Lingkungan Restoratif Jefri Setyawan; Miftakhul Jannah; Muhammad Syafiq
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.671 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p68-78

Abstract

This study was aiming at exploring  studentss restorative experience of visiting a mosque in campus area. A qualitative approach with phenomenological method was employed. Five students who were chosen purposively based on their visit frequencies to the campus mosque were involved in this study.Data collected using semi-structured interviews and analyzed using  interpretative phenomenological analysis (IPA). The result shows that students report that they are able to restore their physical and psychological conditions after visiting the mosque for routine praying and relaxing. For most participants, the mosque they are visiting in campus is attractive since it has a wide open space inside with quiet, windy and fresh atmosphere. Most  participants also reports that they do some allowed relaxing activities in mosque such as chatting with friends and  taking a rest temporarily in the mosque terrace which make their fatigues and motivation restored. Visiting the campus mosque  makes  participants experience some condititions such as having more excitement, more calm and more capable of maintaining motivation to do their routine activities as a student.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman mahasiswa ketika menggunakan Masjid kampus. Fokus ditekankan pada bagaimana masjid sebagai sebuah tempat ibadah dimanfaatkan oleh mahasiswa  sebagai sumber lingkungan restoratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan merupakan lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipilih secara purposif berdasarkan jumlah dan kebiasaan dalam menggunakan masjid.  Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan teknik interpretative pnenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para partisipan melaporkan bahwa mereka dapat memulihkan kondisi fisik dan memperoleh kondisi psikologis yang lebih baik dengan mengunjungi Masjid kampus. Daya tarik masjid yang mendorong para partisipan menggunakannya adalah bentuk bangunan masjid yang lapang, suasana atau atmosfer lingkungan yang segar dan tenang, serta beberapa kemudahan yang bisa diakses secara terbatas di teras masjid selain beribadah, yaitu untuk ngobrol dengan teman atau merebahkan tubuh. Para partisipan menyatakan bahwa lingkungan fisik masjid dan suasana psikologis yang muncul di dalamnya telah   membantu mereka memulihkan dirinya dari kelelahan dan membangkitkan kembali motivasi. Setelah mengunjungi masjid, mereka mengalami keadaan yang lebih bersemangat, lebih tenang, dan mampu menata motivasi untuk melanjutkan rutinitas sehari-hari sebagai mahasiswa.
Penggunaan Kata œJancuk Sebagai Ekspresi Budaya dalam Perilaku Komunikasi Arek di Kampung Kota Surabaya Sugeng Sriyanto; Akhmad Fauzie
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.203 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v7n2.p88-102

Abstract

The term œjancuk is part of the dialect of Surabaya people. For Surabaya people known as œArek Suroboyo who lives in the neighborhood of kampung kota (the urban village), œjancuk is the most common word that is used as an expressive language in daily life. However for some people, the word œjancuk has a negative connotation. This ethnographic study explore how œjancuk is used and understood by people living in kampung Surabaya who use it as daily communication. Data collected using in-depth interviews and analyzed using three stages of analysis technique suggested by Miles and Huberman: reduction, display, and verification. The result shows that the use of œjancuk is the common expression in communication which is used because the influence of the social character and the strong internalization of œArek culture. œArek culture is characterized by its spontaneous, open, and egalitarian values. The use of œjancuk emphasizes the form of interaction or pragmatic language functions rather than its semantic meaning. In general, the word œjancuk is used by people who live in urban villages in Surabaya to express their emotion both positive and negative sides. While œjancuk can be used to express anger, most participants used in friendship circle. People who use the word tend to be viewed as friendly and sociable.Abstrak: Bagi Arek Suroboyo yang tinggal di lingkungan kampung, kata œjancuk digunakan sebagai sebagai bentuk ekspresi dalam kehidupan sehari-hari. Peneltian etnografi ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kata œjancuk dimaknai oleh orang-orang yang menggunakannnya yang tinggal di kampung Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi, display, dan verifikasi yang disarankan Miles and Huberman. Hasil analisis menunjukkan  penggunaan kata jancuk dalam perilaku komunikasi merupakan ekspresi yang dipengaruhi oleh karakter dan kuatnya internalisasi budaya œArek. Budaya œArek ditandai oleh spontanitas, keterbukaan, dan egalitarianisme. Penggunaan kata jancuk lebih menekankan pada bentuk fungsi interaksi atau prakmatik bahasa dari pada makna semantiknya. Kata ini sering diucapkan oleh orang kampung Surabaya untuk mengekspresikan emosi positif maupun negatif. Menjadi negatif ketika kata ini digunakan sebagai ekspresi kemarahan yang ditujukan pada orang lain. Pada sisi positif dalam sebuah interaksi persahabatan, orang yang menggunakan kata ini  dianggap  memiliki karakteristik sebagai orang yang ramah dan suka bergaul.  
Pengembangan Kuesioner Peran Suami dalam Mempengaruhi Keputusan Ibu Hamil untuk Mengkonsumsi Tablet Suplementasi Besi di Banjarmasin Sudjatmiko Setyobudihono; Ermina Istiqomah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.403 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n1.p1-8

Abstract

Direct orders of the husband is generally a matter that can not be rejected by a pregnant woman. There are no validated questionnaires based on the understanding of the husband's role in affecting pregnant women. Based on previous research we managed to develop a questionnaire that describes the main themes of concern to pregnant women in order to follow her husband to consume tablets that affect iron supplementation. This study describes the contents of the validation stage for the development of a new questionnaire, which will be the main subject for a subsequent psychometric analysis. The initial questionnaire consisting of 40 items tested the validity of the content to include 10 experts in the fields of nursing, public health and psychology. Using the content validity ratio and content validity index produced 27 items that have a value above 0.78. 5 pregnant women who participate in the program suplemenasi iron tablet consumption included in a cognitive interview session after modifications questionnaire was conducted.Abstrak: Perintah langsung dari suami pada umumnya merupakan hal yang tidak dapat ditolak oleh seorang ibu hamil. Tidak ada kuesioner tervalidasi berdasar pemahaman peran suami dalam mempengaruhi ibu hamil. Berdasarkan penelitian terdahulu kami berhasil mengembangkan kuesioner yang menggambarkan tema utama yang menjadi perhatian ibu hamil dalam mengikuti perintah suami yang mempengaruhinya untuk mengkonsumsi tablet suplementasi besi. Penelitian ini menjabarkan tahapan validasi isi bagi pengembangan kuesioner baru, yang akan menjadi subyek utama bagi sebuah analisis psikometrik selanjutnya. Kuesioner awal yang terdiri dari 40 item yang diuji validitas isi dengan menyertakan 10 orang ahli di bidang keperawatan, kesehatan masyarakat dan psikologi. Menggunakan rasio validitas isi dan indek validitas isi menghasilkan 27 item yang memiliki nilai diatas 0,78. 5 orang ibu hamil yang ikut  program konsumsi tablet suplemenasi besi diikut sertakan dalam sebuah sesi wawancara kognitif setelah modifikasi kuesioner dilakukan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue