cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini
ISSN : 24074454     EISSN : 25283553     DOI : https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
Pengembangan Kemampuan Bekerjasama Anak Melalui Permainan Kreatif Pohon dan Tupai Putri Purnama Sari; Hanggara Budi Utomo; Rosa Imani Khan
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.7685

Abstract

Sikap kerjasama antar teman pada anak usia dini merupakan sikap dari perwujudan sosial emosional yang esensial dalam perkembangan diri anak. Permainan kreatif dapat menjadi salah satu alternatif permainan menyenangkan yang dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pembentukan kemampuan bekerjasama anak usia dini melalui permainan kreatif pohon dan tupai di TK Kusuma Mulia I Cerme Kabupaten Kediri. Responden penelitian sebanyak dua orang, yaitu kepala sekolah dan satu orang guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Proses pengumpulan dan penggalian data menggunakan metode observasi, wawancara, dan menggunakan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam pembentukan sikap kerjasama anak usia dini di TK Kusuma Mulia I Cerme Kabupaten Kediri dapat dilakukan melalui permainan pohon dan tupai sebagai permainan kreatif. Peran guru dapat dimanifestasikan sebagai fasilitator dan provokator yang secara positif memberikan perhatian kepada anak agar memunculkan sifat kepeminpinan dalam kelompok, dan selanjutnya anak mampu bekerjasama dalam bermain pohon dan tupai. Sikap kerjasama antar teman pada anak usia dini merupakan sikap dari perwujudan sosial emosional yang esensial dalam perkembangan diri anak. Permainan kreatif dapat menjadi salah satu alternatif permainan menyenangkan yang dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pembentukan kemampuan bekerjasama anak usia dini melalui permainan kreatif pohon dan tupai di TK Kusuma Mulia I Cerme Kabupaten Kediri. Responden penelitian sebanyak dua orang, yaitu kepala sekolah dan satu orang guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Proses pengumpulan dan penggalian data menggunakan metode observasi, wawancara, dan menggunakan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam pembentukan sikap kerjasama anak usia dini di TK Kusuma Mulia I Cerme Kabupaten Kediri dapat dilakukan melalui permainan pohon dan tupai sebagai permainan kreatif. Peran guru dapat dimanifestasikan sebagai fasilitator dan provokator yang secara positif memberikan perhatian kepada anak agar memunculkan sifat kepeminpinan dalam kelompok, dan selanjutnya anak mampu bekerjasama dalam bermain pohon dan tupai. 
EAMO Story Book: Buku Edukasi Akhlak Dan Moral Untuk Anak Usia Prasekolah Dina Afidah Oktaviyanah; Primi Enggar Nammellen Ganesthy
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.7469

Abstract

EAMO Story Book: Buku Edukasi Akhlak dan Moral Untuk Anak Usia Prasekolah. Anak prasekolah merupakan bagian dari anak usia dini dengan rentang umur 3-6 tahun. Keberadaan anak prasekolah menjadi masa yang krusial bagi setiap individu. Usia prasekolah merupakan usia golden age yang berpengaruh besar untuk kehidupannya di masa mendatang. Anak usia dini dan anak prasekolah membutuhkan bimbingan dari orang dewasa, baik guru maupun orang tua. Lingkungan masyarakat yang baik juga menjadi penentu tumbuh kembang anak dalam membentuk pribadi berakhlak karimah dan berkarakter islami. Ironisnya di era teknologi yang serba cepat ini, banyak orang tua memberi pola asuh kurang baik kepada buah hati mereka. Kesibukan orang tua menjadi salah satu penyebab kecanduan anak bermain smartphone. Tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua, disamping mendapat hiburan, anak juga bisa terpapar konten negatif dari apa yang mereka tonton. Dengan menggunakan metode studi literatur dari data sekunder dan teknik analisis kualitatif-deskriptif, penelitian terhadap anak prasekolah yang kecanduan gawai mendapat sebuah rancangan solusi berupa sarana pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality. Penulis mengemas solusi tersebut menjadi sebuah buku cerita dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Solusi ini diharapkan dapat mengurangi kecanduan anak bermain smartphone, menghindarkan mereka dari konten negatif, dan membentuk individu berkarakter religius.
Pola Asuh Orangtua Bagi Anak yang Mengalami Gangguan Berbicara di Desa Kota Tanah Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Oku Timur Yolanda Tifani; Bukman Lian; Santa Idaya Sinaga
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.8240

Abstract

Pola asuh yang digunakan orang tua dalam mendidik anak yang mengalami gangguan berbicara itu juga bisa sangat mempengaruhi dan berdampak pada kepribadian anak nantinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak dan cara mengatasi anak yang mengalami gangguan berbicara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, pada penelitian ini objek penelitiannya adalah anak yang mengalami gangguan berbicara yang terdiri dari 1 (satu) orang. Data yang akan dianalisis adalah observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh berdampak negative bagi anak yang mengalami gangguan berbicara yaitu masalah pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang akan berbeda dengan anak pada umumnya. Dampak yang anak alami adalah kurangnya bersosialisasi dengan teman atau lingkungan sekitarnya karena anak yang mengalami gangguan berbicara ini sering kali dikucilkan oleh teman-temannya sehingga membuat anak tersebut lebih murung dan pendiam.. 
Strategi Pembelajaran Outing Class Guna Meningkatkan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini Rizka Lailatul Rahmawati; Fikri Nazarullail
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.8839

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu hal penting yang dilakukan dalam sebuah proses pendidikan. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat. Adapun strategi pembelajaran yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan outing class. Kegiatan outing class juga dapat membantu meningkatkan aspek perkembangan anak karena salah satu tujuan strategi pembelajaran anak usia dini adalah meningkatkan aspek perkembangan anak. Tujuan yang hendak dicapai dalam artikel ini adalah mengetahui pengaruh dan hasil pembelajaran pada anak usia dini melalui kegiatan outing class. Adapun metode yang digunakan dalam artikel ini adalah menggunakan gagasan berpikir atau artikel ini merupakan karya ilmiah yang termasuk non penelitian, sehingga di dalamnya merupakan gagasan berpikir yang terorganisir dan sistematik. Hasil dari gagasan berfikir ini adalah strategi pembelajaran outing class dapat membantu dalam menumbuhkan minat belajar pada anak. Pada era new normal, strategi ini cocok di terapkan di dalam pembelajaran karena dapat menghilangkan kejenuhan belajar pada anak anak selama masa pandemi covid-19 dengan syarat peserta didik wajib untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
Pengembangan Media Buku Dongeng Fabel untuk Mengenalkan Keaksaraan Anak Usia 5-6 Tahun Di Wonorejo Glagah Lailatul Izzah; Dwi Nurhayati Adhani; Siti Fadjryana Fitroh
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.8856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan media pembelajaran dongeng fabel Elang dan Kelinci di Wonorejo Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan yang dapat digunakan untuk mengenalkan kemampuan keaksaraan anak usia 5-6 tahun sehingga membantu pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran ini dibuat dengan menggambar  isi dalam dongeng dan menggabungkan gambar dan teks dengan microsoft word kemudian dicetak dalam bentuk buku, selain itu juga untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran ini. Penelitian ini dilaksanakan di Wonorejo Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan, merupakan penelitian pengembangan (Reseach and Development). Obyek penelitian adalah media pembelajaran dongeng fabel Elang dan Kelinci. Tahap penelitian meliputi (1) Analysis (Analisis), (2) Design (Desain), (3) Develpment (Pengembangan), (4) Implementation (Implementasi), (5) Evaluation (Evaluasi). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket dan kuesioner yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Subyek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun di Wonorejo Glagah Lamongan. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran dongeng fabel Elang dan Kelinci, dengan persentase kelayakan (1) Penilaian dari ahli media memperoleh presentase 66,6% dengan kategori cukup layak, (2) Penilaian dari ahli materi dan bahasa memperoleh presentase 84,5% dengan kategori layak, (3) Penilaian dari uji angket respons lapangan perseorangan memperoleh presentase 85,5% dengan kategori layak, (4) Penilaian dari uji angket respons lapangan kelompok kecil memperoleh presentase 92,5% dengan kategori sangat layak. Kesimpulan: Media Pembelajaran Dongeng Fabel Elang dan Kelinci Layak digunakan dalam proses pembelajaran pengenalan kemampuan keaksaraan anak usia 5-6 tahun di Wonorejo Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan
Analisis Aktivitas Pendidikan di TK Laboratorium Aichi Jepang Berdasarkan Prinsip-prinsip Neurosains Hifizah Nur
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.7803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana metode bermain bebas yang dilakukan di TK jepang. Selain itu penelitian ini juga untuk melihat apakah aktivitas pendidikan di TK Jepang sesuai dengan prinsip-prinsip neurosains. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi kualitatif yang bersifat naturalistik. Peneliti mengobservasi aktivitas siswa-siswa kelas TK B di TK laboraturium Aichi University of Education selama satu hari, dari jam 09.00 sampai jam 14.00 JST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas di TK tersebut sangat seusai dengan 8 prinsip neurosains.
Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Melalui Bermain Dengan Media Stick Angka Very awan
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.8878

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak didik melalui melalui bermain dengan media stick angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir simbolik anak didik kelompok B TK Islam Al Jihad meningkat setelah menggunakan media stick angka. Subjek penelitian ini adalah anak didik kelompok B TK Islam Al Jihad Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, sebanyak 15 orang. Penelitian ini dilaksanakan II siklus dengan 4 perlakuan pada setiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data yang didapatkan dianalisis melalui dua teknik analisis data, yakni teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Indikator yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu menyebutkan lambang bilangan, menghitung, menghubungkan gambar sesuai dengan lambang bilangan. Hasil penelitian pada sebelum siklus I dari 15 anak didik, hanya terdapat 20% anak didik yang mencapai indikator keberhasilan, kemudian setelah dilakukan perlakuan tindakan pada siklus I, dari 15 anak didik yang mencapai indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu (BSH) berkembang sesuai harapan yaitu 47%. Pada siklus II, dari 15 anak didik yang mencapai indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu (BSH) berkembang sesuai harapan yaitu 93%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bermain dengan media stick angka dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak dalam mengenal lambang bilangan. 
Seni Tari sebagai Cara Memperbaiki Suasana Hati Anak di KB & TK Indriyasana Jamuna Ulfah
PG-PAUD Trunojoyo Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v7i2.7222

Abstract

Anak usia dini memiliki banyak karakteristik yang berbeda-beda. Konsentrasi yang pendek, merupakan satu dari sekian banyak karakteristik tersebut. Hal tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kecerdasan dan keberhasilan anak dalam menyerap dan menerima pembelajaran di sekolah. Pendeknya konsentrasi di dalam kelas sangat mempengaruhi suasana hati dan cendrung menciptakan dimensi kelas yang tidak kondusif. Karena, anak hanya akan bisa menyerap pembelajaran jika mereka berada dalam keadaan senang hati tanpa merasa bosan dan tertekan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peran dari seni tari dalam memperbaiki suasana hati anak usia dini di KB TK Indriyasana Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data pokok bersumber dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Seni tari tidak dilaksanakan setiap hari melainkan dijadwalkan selama seminggu 2-3 kali dan dilaksanakan diantara jam-jam pembelajaran di sekolah. Seni tari di KB TK Indriyasana berhasil mengembalikan semangat dan kejenuhan anak ketika melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi berupa perbandingan dimensi kelas dan tingkat konsentrasi anak saat memperhatikan pembelajaran di dalam kelas sebelum dan sesudah seni tari berlangsung. Dan hasilnya memperlihatkan bahwa tingkat konsentrasi dan fokus anak lebih lama dan mereka terlihat lebih ceria dibandingkan dengan sebelum mereka mengikuti kegiatan seni tari. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8