cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 756 Documents
Teknologi dan sumber bahan gerabah Situs Mulyosari berdasarkan analisis petrografi Putri Novita Taniardi; Anggara Nandiwardhana; Maulana Ainul Yaqin; Citra Iqliyah Darojah
Berkala Arkeologi Vol 41 No 1 (2021)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2247.314 KB) | DOI: 10.30883/jba.v41i1.610

Abstract

Since the research in 2018 until 2019, pottery sherds are the most dominant artifact from Mulyosari megalithic site amongst other. Hence, analysis conducted towards pottery directly associated with the megaliths are important. Petrographic analysis that was applied in this research is aiming to understand the technology and the material source of pottery at Mulyosari Site. It is necessary to know whether the pottery is locally made or imported from other region. Petrographic analysis was carried out to several excavated pottery samples. All the samples were not randomly chosen; instead they were based on specific character of pottery sherds. The result of analysis shows that the source of pottery material located within geological formation of researched area comprises Sukamade, Merubetiri, Batu Ampar, and Merubetiri limestone. The result of analysis also shows advanced pottery making technology using spinning wheel and open firing at 400 Celsius degrees.
Misteri Situs Wonoboyo Ph. Subroto
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.816 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.612

Abstract

Meskipun telah diakui sebagai situs arkeologi, Wonoboyo memiliki jenls-jenis temuan yang termasuk luar biasa atau bahkan fantastik, akan tetapi hasil ekskavasi sampai taraf ini masih sangat sedikit untuk dapat mengungkap dengan tuntas misteri situs Wonoboyo.
Temuan Gerabah di Situs Wonoboyo Selarti Venetsia Saraswati
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.17 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.613

Abstract

Situs Wonoboyo pertama kali menarik perhatian kalangan arkeologis maupun masyarakat karena di situs ini ditemukan sejumlah benda emas dan perak pada tahun 1990. Sejak penemuan emas tersebut, di situs ini telah dilakukan beberapa kali survei maupun ekskavasi, baik dalam kaitannya dengan penyelamatan maupun penelitian. Salah satu aspek yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah hasil dari penggalian penyelamatan maupun penelitian yang berupa temuan gerabah.
Kumpulan Artefak Emas Dari Situs Wonoboyo Timbul Haryono
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.431 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.614

Abstract

Barangkali antara penemuan barang-barang purbakala yang tergolong terbesar saat ini adalah temuan artefak-artefak emas di situs Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah. Temuan yang berjumlah sekitar 30 kg tersebut sungguh menakjubkan karena bukan saja oleh banyaknya barang akan tetapi juga oleh terungkapnya informasi baru akan beberapa aspek budaya masyarakat Jawa Kuna yaltu aspek-aspek teknologi dan aspek-aspek sosiologl dalam pengertian khusus. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat secara umum berkenaan dengan temuan tersebut adalah berkisar tentang fungsi, milik siapa, dan berasal dari tahun berapa. Makalah ini akan mengungkap beberapa aspek budaya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Beberapa Benda Purbakala Berprasasti Pendek Temuan Dari Wonoboyo Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.838 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.615

Abstract

Di dusun Cucukan (termasuk Desa Wonoboyo, kec. Jogonalan, Kab. Klaten) sebanyak tiga kali ditemukan benda purbakala, dari bahan emas dan perak. Beberapa benda temuan itu ada yang berprasasti pendek digoreskan pada dinding atau alas benda. Temuan pertama terjadi pada bulan Oktober 1990. Benda-benda yang ditemukan berupa benda perkakas (upacara?), benda perhiasan dan mata uang. Berat keseluruhan benda dari emas ada 12.436,800gram. Sedang berat keseluruhan barang darl perak 3.343,700 gram.
Situs Wonoboyo : Pemukiman Kuna Pada Jenjang Mana? Bugie Kusumohartono
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1808.754 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.616

Abstract

Kurang leblh 3/4 kilometer di sebelah ttmur Sungai Wedi terdapat Situs Wonoboyo, atau tepatnya termasuk dalam administrasi Dusun Plosokuning, Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berdasarkan konsentrasinya, di situs ini dijumpai dua kelompok temuan arkeologi. Pertama, adalah tinggalan arkeologik berupa sisa pemukiman kuna yang secara umum berada di bawah Dusun Plosokuning sekarang. Kedua, adalah artefak emas seberat 32 kg di tepi sungai yang berjarak sekitar 90 meter di sebelah ttmur stsa pemuklman kuna yang disebutkan pertama. Adalah benar apabila Kusen (1991: 1) mengidentifikaslkan tinggalan artefak emas tersebut memiliki fungsi sebagal regalia atau emblems of royalty pada jamannya.
Lingkungan Fisik Situs Wonoboyo Ditinjau Dari Aspek Geografi nfn. Sunarto; Soenarso Simoen; nfn. Jamulya
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3118.526 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.617

Abstract

Situs Wonohoyo terletak di dataran aluvial kaki gunungapi Merapi. Berdasarkan pengamatan pedostratigrafi, situs ini tertimbun endapan lahar setebal rata-rata 2 m, dan di bawah endapan lahar ini telah terbentuk Tanah pada taraf yuvenil. Data geolistrik dan pemboran menunjukkan bahwa kawasan situs ini meluas ke arah utara hingga kawasan di utara jalan lingkar utara Desa Plosokuning. Pendekatan sistem perlu diterapkan untuk mengusahakan pengelolaan sumherdaya arkeologi. Berdasarkan masukan data geografi, diperoleh keluaran bahwa situs ini perlu dimasukkan ke dalam kawasan cagar budaya, sebab: (a) kawasan temuan ada di sempadan sungai yang harus dilindungi (b) kawasan ini termasuk subur, sehingga perkembangan permukiman lebih cepat daripada penelitian arkeologi: (c) kawasan ini merupakan daerah rentan bahaya aliran lahar dan gempa humi.
Jejak Daun di Situs Wonoboyo nfn. Siswanto
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3257.767 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.618

Abstract

Pada bulan Desember 1991 Balal Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian pada situs tersebut. Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah temuan lapisan tanah (lapis tuff) mengandung sisa-sisa tumbuhan yaitu jejak daun (leaf impression) pada beberapa kotak uji. Sehingga diharapkan data ini dapat membantu interpretasi status situs Wonoboyo lebih jelas. Penemuan semacam ini jarang ditemukan pada situs-situs arkeologi lain, terutama temuan sisa-sisa tumbuhan.
Kebijakan Penyelamatan Situs Wonoboyo Tri Hatmadji
Berkala Arkeologi Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.917 KB) | DOI: 10.30883/jba.v13i3.619

Abstract

Pada tanggal 17 Oktober 1990 di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, telah ditemukan dengan tidak sengaja, benda-benda purbakala yang terbuat dari emas, perak dan keramik. Benda-benda purbakala tersebut dlperkirakan berasal dari awal abad IX, hal ini didasarkan bentuk huruf tulisan singkat (Jawa Kuna) pada mangkuk, dan gambaran yang sama bila dibandingkan dengan relief Ramayana di Candi Prambanan (penggambaran tokoh-tokoh secara naturalis dan frontal). Disamping guci yang digunakan sebagai wadah benda-benda emas, yang dlklasifikasikan sebagat guci dinasti Tang. Temuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) jenis yaitu, kelompok wadah, perhiasan, mata uang, dan guci.
Analisis ikonografi ornamen bunga dan binatang pada prabhamandala arca Siwa koleksi Museum Nasional Indonesia Ashar Murdihastomo
Berkala Arkeologi Vol 41 No 2 (2021)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.671 KB) | DOI: 10.30883/jba.v41i2.621

Abstract

Shiva is one-third of the highest Gods in Hindu religion, who together with Brahma and Vishnu form Trimurti. The worship of Shiva is embodied in the form of lingga or a statue, decorated with distinctive ornaments and attributes commonly depicted to identify Shiva. A statue with inventory number 29a/3184 in the National Museum Indonesia depicts Siwa with flower and animal ornament which have never been found in other Shiva statues. This article aims to investigate the religious concept flourished during the making of this statue by conducting an iconographic analysis on the said ornaments. Through a descriptive-explanatory approach, the author suggests that the Indian lotus (padma) and goose (hamsa) ornaments are the representation of Shaiva Siddhanta rite practiced during XIII-XIV century CE in the eastern Java.

Filter by Year

1980 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue