cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
ANALISIS KANDUNGAN ASAM ASKORBAT DALAM MINUMAN KEMASAN YANG MENGANDUNG VITAMIN C Wulandari, Winda Trisna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.965 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.187

Abstract

Minuman kemasan yang mengandung vitamin C sering terpapar oleh sinar matahari terutama pada saat proses pendistribusian dan penjualan minuman, padahal senyawa asam askorbat yang berperan sebagai antioksidan mudah mengalami degradasi atau oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kandungan asam askorbat pada minuman kemasan mengalami perubahan yang signifikan setelah dibiarkan terpapar di bawah sinar matahari. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah dua belas produk minuman kemasan yang mengandung vitamin C. Dua belas minuman kemasan tersebut diukur konsentrasi asam askorbatnya, kemudian dibiarkan terpapar di bawah sinar matahari selama satu jam, setelah itu diukur kembali konsentrasi asam askorbatnya. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 265,5 nm. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan konsentrasi asam askorbat antara minuman kemasan sebelum dengan setelah perlakuan maka dilakukan uji statistik berupa Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer uv-vis diperoleh hasil bahwa konsentrasi asam askorbat yang terkandung pada kedua belas sampel minuman kemasan mengalami penurunan setelah didiamkan di bawah sinar matahari selama satu jam. Penurunan tersebut berada pada rentang 1,97%  hingga 58.79%. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,001 atau p<0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan antara kandungan asam askorbat sebelum dan setelah perlakuan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa paparan sinar matahari selama satu jam dapat menyebabkan penurunan konsentrasi asam askorbat dalam minuman kemasan secara signifikan
PENAMBAHAN BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum ) UNTUK MENGHAMBAT LAJU PEMBENTUKAN PEROKSIDA DAN IODIUM PADA MINYAK CURAH Novitriani, Korry
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.729 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.12

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat proses kerusakan minyak terutama yang disebabkan oleh proses oksidasi. Bawang merah mengandung antioksidan alami yaitu flavonoid yang dapat menghambat laju pembentukan peroksida dan mempertahankan ikatan rangkap minyak yang dapat dilihat dari angka iodium. Minyak curah didistribusikan dalam bentuk tanpa kemasan sehingga besar kemungkinan minyak curah tersebut telah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh proses oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antioksidan alami dari bawang merah dalam menghambat laju pembentukan angka peroksida dan angka iodium pada minyak curah. Sampel minyak yang diperiksa yaitu minyak curah sebelum dan sesudah penggorengan paha ayam boiler dengan penggorengan dilakukan satu kali dimana sampel tersebut diperiksa angka peroksida dan angka iodiumnya dengan menggunakan titrasi iodometri yakni pembentukan I2 yang terbebaskan dari KI, I2 yang terbebas selanjutnya dititrasi dengan Na2S2O3, menggunakan indikator Amilum. Dari hasil penelitian diperoleh angka peroksida minyak curah awal 0,3838 meq/kg dengan angka iodium 4,7990 iod/100gram minyak, setelah dilakukan penggorengan maka minyak curah yang ditambahkan bawang merah diperoleh angka peroksida 1,5348 meq/kg  dengan  angka ioidum 3,8965 iod/100gram minyak sedangkan minyak curah yang tanpa ditambahkan bawang merah didapatkan angka peroksida 8,3463 meq/kg dengan angka iodium 3,4546 iod/100 gram minyak. Dengan demikian penambahan bawang merah sebagai antioksidan alami dapat menghambat laju pembentukan peroksida dan mempertahankan ikatan rangkap dalam minyak Kata kunci: minyak curah, antioksidan, bawang merah, angka peroksida dan angka iodium
UJI AKTIVITAS NEFROPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR Spargue Dawley YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4). Nofianti, Tita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.414 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.152

Abstract

Pada pengujian neproprotektif dari ekstrak etanol daun sirih hijau yang diinduksi dengan CCL4 diperoleh data hasil penelitian yaitu dosis I (0,005 g/200 g bb tikus) sebesar 0,67 mg/dL (16,25%), dosis II (0,010 g/200 g bb tikus) sebesar 0,63 mg/dL (21,25%) dan dosis III (0,020 g/200 g bb tikus) sebesar 0,62 mg/dL (22,50%) dapat menurunkan kadar kreatinin. Sedangkan untuk parameter Blood Urea Nitrogen (BUN) tidak berbeda bermakna jika dibandingkan dengan kontrol negatif yaitu pada dosis I sebesar 15,87 mg/dL (17,77%) pada dosis II sebesar 18,38 mg/dL (4,77%) dan pada dosis III sebesar 18,52 mg/dL (4,04%)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI NURUSSYIFA KECAMATAN BUNISEURI CIAMIS Setiati, Nova Winda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.123 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.449

Abstract

Berdasarkan informasi dari pihak Bidan Praktek Mandiri Nurussyifa Kecamatan Buniseuri Ciamis, diketahui bahwa dari 10 orang ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan sebanyak 8 orang merasakan kecemasan dalam persiapan menghadapi persalinan. Hal ini menandakan bahwa masih banyaknya ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan yang mengalami kecemasan. Salah satu cara yang dianggap efektif dalam menurunkan kecemasan adalah dengan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian aromaterapi untuk menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian eksperimen menggunakan model quasi experiment dengan bentuk two-group pretest-posttest design.Subjek pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester IIIdi Bidan Praktek Mandiri Nurussyifa Kecamatan Buniseuri Ciamis yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia ikut serta dalam penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan cara purposive random sampling yaitu dengan mengambil setiap subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sesuai kedatangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi dapat menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan terbukti bahwa hasil uji diperoleh nilai sebesar3,494dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ρ­< 0,05 yang berarti pemberian aromaterapi dapat menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Hasil uji statistik diperoleh nilai efektivitas sebesar 1,52. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender lebih efektif daripada yang tidak diberikan aromaterapi dalam menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Kata Kunci  : Efektifitas, Aromaterapi, Kecemasan, Ibu Hamil TM III, Persiapan Persalinan
UJI AKTIVITAS ANALGETIK DAUN MURBEI (Morus alba L) PADA MENCIT JANTAN GALUR WEBSTER Priatna, Muharam
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.472 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.109

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek analgetik daun murbei (Morus alba L) pada mencit jantan putih galur webstar. Metode yang dilakukan adalah metode induksi panas dengan menggunakan pelat panas. Sebagai control positif digunakan tablet parasetamol. Hasil menunjukan bahwa daun murbei dosis 0,104 mg/20 g mencit memberikan efek yang lebih baik, disusul oleh dosis 0,052 mg/20 g menci , dan dosis 0,026 mg/20 g mencit. Efek ke tiga dosis daun murbei tersebut lebih kecil dibandingkan dengan parasetamol sebagai kontrol positif yang berbeda secara signifikan.Proteksi dari ketiga kelompok uji I, uji II, dan Uji III berturut-turut 37,30 %, 58,94 %, dan 79,37 %. Sementara efektivitas analgetiknya berturut-turut 44,34 %, 68,87 %, dan 94,34 %.
PENGEMBANGAN FORMULASI SEDIAAN GEL RAMBUT ANTIKETOMBE EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DENGAN MENGGUNAKAN VISCOLAM SEBAGAI GELLING AGENT DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR Pityrosporum ovale Nurdianti, Lusi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.866 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.273

Abstract

Masalah pada rambut mengakibatkan terganggunya berbagai aktivitas dan penampilan. Salah satu masalah pada rambut adalah ketombe dan kerontokan daun Pandanus amarylliflius Roxb. mengandung zat antimikroba dan dapat digunakan sebagai obat tradisinal untuk kesehatan rambut yaitu sebagai antiketombe, rambut rontok, dan penghitam rambut. Penelitian ni bertujuan untuk membuat sediaan gel rambut ekstrak daun pandan wangi yang stabil pada pH, homogenitas, daya sebar, viskositas dan organoleptik yang baik yang berkhasiat sebagai anti ketombe. Penelitian ini termasuk eksperimen dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Dilakukan ekstraksi maserasi pada daun pandan wangi. Ekstrak kental daun panddan wangi berfungsi sebagai zat anti mikroba. Dibuat empat formula dengan meenggunakan viscolam sebagai gelling agent dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda. Dilakukan evaluasi sediaan geel meliputi organletik, pH, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, uji hedonik dan uji aktivitasnya terhadap jamur Pityrosporum ovale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula dapat stabil dari semua parameter uji. Hasil uji aktivitas antijamur meenuunjukkan bahwa formula tiga adalah formula terbaik dengan diameter daya hambat sebesar 17,80 mm.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEKAMBUHAN GASTRITIS DI RUANGAN IV & IV RSU DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Kurniasih, Eli
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.118 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.75

Abstract

Gastritis merupakan penyakit terbesar di seluruh dunia dan bahkan diperkirakan diderita lebih dari 1.7 milyar pada negara yang sedang berkembang, infeksi diperoleh pada usia dini dan pada negara maju sebagian besar dijumpai pada usia tua. Gastritis merupakan radang pada jaringan dinding lambung paling sering diakibatkan oleh ketidakteraturan diet. Misalnya makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan-makanan terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi penyebab yang lain termasuk alcohol, aspirin, refluk empedu atau therapy radiasi. Penyembuhan gastritis membutuhkan pengaturan makanan sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan frekuensi kekambuhan gastitis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitaian ini adalah metode korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian Cross Sectional. Pada penelitian ini populasinya adalah semua penderita gastritis yang berkunjung ke rumah sakit umum Tasikmalaya dalam 1 bulan yaitu bulan Mei yang di rawat di ruang IV dan VI yang merupakan ruangan perawatan penyakit dalam. Diketahui hasil penelitian. Ada hubungan antara cara pengolahan makanan, pola makan dan jenis makanan dengan frekuensi kekambuhan pasien gastritis di ruang IV &VI penyakit dalam RSUD Tasikmalaya
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YBKP3 GARUT Shalahuddin, Iwan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.738 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.303

Abstract

Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung, Gastritis biasanya diawali oleh pola makan yang tidak teratur sehingga lambung menjadi sensitif bila asam lambung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan siswa kelas X semester I dengan kejadian gastritis di SMK YBKP3 Garut. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa sebanyak 180 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah 140, pengambilan sample dengan Proportional sampling”(atau sampling berimbang). Analisa data dengan menggunakan uji chi-square dan Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan siswa kelas X semester I SMK YBKP3 Garut mayoritas buruk sebesar 70,7%,  kejadian gastritis sebesar 65,7%. Dan ada hubungan yang bermakna antara pola makan siswa dengan gastritis dengan p-value= 0,004. Dengan hasil tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan dan menambah peran guru pembimbing dalam melaksanakan bimbingan dan konselingnya dengan cara memfasilitasi siswa yang bermasalah kesehatan untuk melakukan penyuluhan dan bimbingan, tidak hanya memberikan bimbingan dibidang akademiknya. Untuk Sekolah, diharapkan adanya ruangan untuk dijadikan sebagai balai kesehatan yang berfungsi untuk menampung dan menerima bimbingan dibidang kesehatan selain pelayanan kesehatan sebagai tindakan pertama.
ANALISIS MINYAK ATSIRI UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETER MASSA Amin, Saeful
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.671 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.43

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia merupakan aset yang sangat besar terutama kandungan minyak atsiri yang diperoleh dari berbagai jenis tanaman di Indonesia.Minyak atsiri atau disebut juga volatil oil atau essential oil adalah istilah yang digunakan untuk minyak mudah menguap. Minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) didapatkan dengan cara destilasi air. Kromatografi gas spektrometermassa (GC-MS) merupakan metode yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa yang mudah menguap dalam suatu campuran.Tujuan dari rangkaian penelitian ini adalah mengetahui komponen kimia minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) menggunakan kromatografi gas spektrometer massa (GC-MS).Tahap penelitian yang dilakukan yaitu pengumpulan bahan, determinasi, penanganan sampel, isolasi minyak atsiri dengan menggunakan destilasi air, identifikasi minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) menggunakan GC-MS. Didapatkan beberapa senyawa yaitu allyl sulfide, methyl allyl disulfide, diallyl disulphide, methyl allil trisulfide, isopulegol, citronella, β-citronellol, geraniol, diallyl trisulfide, citronelly acetate, neryl acetate, β-elemene, δ-cadinene, diallyl tetrasulphide, cyclohexane, s-cadinol, α-cadinol.Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi dari minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.).Dan dapat bermanfaat sebagai bahan pembanding serta dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam penelitian selanjutnya. Kata kunci :Umbi bawang putih, minyak atsiri, GC-MS.
ANALISIS Pb PADA SEDIAAN EYESHADOW DARI PASAR KIARACONDONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM FATMAWATI, FENTI
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.168 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.226

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis timbal (Pb) pada sediaan kosmetik eyeshadow yangberasal dari Pasar Kiaracondong Kota Bandung dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom.Sampel diambil secara acak dari eyeshadow yang teregisterasi BPOM dan yang tidak teregistersiBPOM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar dari logam Timbal (Pb) padasediaan kosmetik eyeshadow yang didapatkan dari pasar Kiaracondong Bandung serta untukmenentukan keamanan pada sediaan tersebut yang beredar dengan mengacu pada ketetapan BPOM.Hasil pengujian didapatkan bahwa kadar sampel eyeshadow yang tidak teregisterasi yaitu 127.356 ;16.194 dan 6.864 bpj. Dari ketiga sampel tersebut terdapat 1 sampel yang tidak aman untuk digunakanyaitu sampel ESTR1. Kadar sampel eyeshadow yang teregisterasi yaitu 3.801; 7.605 dan 2.331 bpj danketiganya dinyatakan aman digunakan.