cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
MICROBIAL FUEL CELL BERBASIS YEAST Saccharomyces cerevisiae Mardiana, Ummy
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.604 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.129

Abstract

Nowadays, many research on energy production have been intensively developed. MFCs are known as green technology is a new opportunity for the sustainable production of energy by converting chemical energy to electrical energy by biodegradation using microorganisms as biocatalysts.We propose a microbial fuel cellwhich Baker’s yeast Sacharomyces cereviceae as biocatalyst, whereas K3Fe(CN)6 was used as electron acceptor in the catholyte. Chronoamperometry has been selected as method to determination of the MFC operational characteristics.Several conditions to optimize current and power density of the MFC has been observed. The effect of yeast preparation, tempetarature, stability of yeast and have been characterized and prepared for MFC. The effect of yeast preparation could achieve enhancement of power output around 40%, meanwhile the optimum temperature has been achieved at 400C. The stability of yeast has been obtained during 3 weeks of observation. The MFC operation has been built during 7 days of running and the maximum current density produced by the cell was 92.5 mA.m-2 . Further developments are in progress to improve performance and power output to make yeast fuel cells applicable as one of promising biotechnology for desalination and water treatment. Keywords: Microbial fuel cell (MFC), Microbial desalination cell (MDC) Sacharomycescereviceae, biocatalyst, electrodialysis, desalination
fda tes, test set
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.249

Abstract

fda
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN NEONATUS DINI DI RUANG PERINATALOGI RSUD TASIKMALAYA TAHUN 2012 Nurliawati, Enok
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.314 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 di ruang Perinatalogi RSUD Tasikmalaya ada sebanyak 156 bayi dengan penyebab asfiksia, kelainan kongenital, BBLR dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh dalam kematian neonatal dini.  Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan kohort retrospektif. Jumlah sampel sebesar 368 bayi dengan tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang paling berhubungan atau yang mempunyai risiko paling tinggi adalah asfiksia dengan nilai p = 0.000, RR= 6.759 ,CI 95% = 3.688 – 12.387 yang berarti bahwa neonatal dengan asfiksia mempunyai risiko 7 kali dibandingkan dengan neonatal yang tidak mengalami asfiksia atau normal. Kata kunci : Kematian neonatal dini, asfiksia,berat badan lahir, usia kehamilan, paritas, cara melahirkan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI DUSUN CIOMAS KABUPATEN CIAMIS Zen, Dini Nurbaeti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.271 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.196

Abstract

Pelayanan kesehatan di posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). Lansia dalam memanfaatkan posyandu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat dukungan sosial, sikap lansia, dan sikap kader posyandu dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Anggota posyandu lansia berjumlah 50 lansia, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunkan kuesioner, dan lembar absensi kehadiran responden di posyandu lansia.Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang tidak aktif sebanyak 28 responden (51,9%). Responden yang kurang mendapat dukungan sosial 26 (48,1%), responden dengan sikap cukup sebanyak 33 responden (61,1%). Hasil uji statistik sebelum menggunakan uji Regresi binary logistik dilakukan pengujian Chi Square. Hasil uji Chi Square antara dukungan sosial dengan pemanfaatan posyandu sebesar p = 0,001. Hasil uji Chi Square antara sikap dengan pemanfaatan posyandu sebesar p = 0,001. Hasil uji Chi Square antara peran kader dengan pemanfaatan posyandu sebesar p = 0,001. Hasil pengujian regresi binary logistik pada variabel dukungan sosial sebesar p = 0,002 dan exp (B) = 1,794, sehingga disimpulkan ada pengaruh dukungan sosial dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis. Variabel sikap sebesar p = 0,028 dan exp (B) = 1,166, sehingga disimpulkan ada pengaruh sikap lansia tentang fungsi dan manfaat posyandu dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis. Variabel peran kader sebesar p= 0,012 dan exp (B) = 1,183, sehingga disimpulkan ada pengaruh peran kader posyandu dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Ciomas Kabupaten Ciamis.
GAMBARAN JUMLAH RETIKULOSIT SEBELUM DAN SETELAH DONOR DARAH Liswanti, Yane
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.87 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.21

Abstract

Donor darah merupakan suatu tindakan pengambilan darah dengan volume tertentu melalui pembuluh darah. Tubuh yang kehilangan darah akan menimbulkan respon eritropoetin yang diatur oleh hormon eritropoietin yang diproduksi oleh ginjal dalam enam jam, dan hitung retikulosit naik dalam dua sampai tiga hari dan mencapai puncaknya pada hari ke-4 sampai ke-7. Retikulosit meningkat menandakan bahwa sumsum tulang bereaksi secara normal. Telah dilakukan pemeriksaan jumlah retikulosit dalam sediaan apus darah tepi pada pendonor sebelum dan setelah donor darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah retikulosit pada  pendonor  sebelum dan setelah donor darah di UDD PMI Kabupaten Majalengka.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemeriksaan retikulosit ini memakai metode Briliant Cresil Blue (BCB) 1% dalam sediaan kering.Dari  hasil penelitian terhadap jumlah retikulosit pada 5 orang pendonor didapat secara seluruhnya (100%) meningkat.Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah retikulosit sebelum dan setelah donor darah terjadi peningkatan. Kata Kunci : Retikulosit, Donor darah
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MANGGA MANGIFERA INDICA L. VAR.GEDONG MENGGUNAKAN METODE DPPH Rahmiyani, Ira; Nurdianti, Lusi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.672 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.161

Abstract

Antioksidan adalah suatu zat yang dapat melindungi senyawa kimia didalam tubuh dari reaksi oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas dan jenis oksigen reaktif di dalam tubuh. Mangifera indica, yang umumnya dikenal sebagai tanaman mangga telah menjadi sumber antioksidan yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun mangga gedong dengan menggunakan metode pengujian antioksidan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil. Ekstraksi dilakukan secara refluks menggunakan pelarut dengan kepolaran meningkat. Ekstrak dipekatkan dengan rotavapor. Masing-masing ekstrak dipantau secara kromatografi lapis tipis (KLT). Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak daun mangga gedong dengan metode DPPH dan penetapan IC50 peredaman radikal DPPH. Aktivitas antioksidan (%) dalam daun mangga gedong untuk ekstrak n-heksana adalah 10,11; Ekstrak etil asetat 98,70; dan Ekstrak etanol 94,95. Aktivitas antioksidan tertinggi dengan metode DPPH diberikan oleh ekstrak etil asetat. Sedangkan aktivitas antioksidan terendah ditunjukkan oleh ekstrak n-heksana. Estrak etil asetat daun mangga gedong mempunyai nilai IC50 yang sama dengan vitamin C.
HUBUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HAURPANGGUNG Sukmawati, Sukmawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.904 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.458

Abstract

Angka kematian Ibu di Indonesia tahun 2016 masih Tinggi yaitu 305/100.000 kelahiran hidup, di Jawa Barat tahun 2017 sebanyak 695 kasus dan Garut menduduki urutan ke 3 dengan 51 kasus. Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, hipertensi saat hamil dan infeksi. Anemi dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor utama kematian ibu. Faktor faktor yang berkontribusi untuk terjadinya anemia pada ibu hamil diantaranya paritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung. Metode dalam penelitian ini korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung pada bulan Juli sampai September 2018 yang berjumlah 251 orang dengan sampel berjumlah 70 orang. Analisa  data yang digunakan univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Dari 70 ibu hamil hampir sebagian (42,9%) mengalami anemia dan sebagian besar (61.43%) mempunyai paritas rendah. Dari hasil uji statistik di peroleh  p-value 0,012 (< 0,05) yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu yang melahirkan lebih dari tiga kali beresiko mengalami komplikasi perdarahan yang dapat dipengaruhi oleh keadaan anemia selama kehamilan dan resiko perdarahan berulang pada kehamilan berikutnya akibat kadar haemoglobin yang menurun. Diharapkan petugas kesehatan dan kader kesehatan dapat lebih proaktif untuk memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil. Kata kunci : anemia, ibu hamil, Paritas
EFEKTIVITAS EKSTRAK CABAI RAWIT (Capsicum frustecens L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes albopictus Hidana, Rudy; Anisa, Dea
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.222 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.119

Abstract

Tanaman buah cabai rawit (capsicum frustecens L ) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai kegunaan. Salah satu kegunaannya sebagai larvasida. Daya larvasida cabai rawit berasal dari kandungan aktifnya yaitu flavonoid, saponin, tannin, dan capsaicin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak cabai rawit dalam membunuh larva nyamuk Aedes albopictus. Penelitian ini bersifat eksperimen yaitu untuk melihat pengaruh beberapa konsentrasi dari ekstrak cabai rawit terhadap kematian larva nyamuk Aedes albopictus. Pada penelitian ini menggunakan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak cabai rawit ( 0,5%, 1%, 2%, 3%,4%) dan 0% sebagai kontrol dengan 4 kali pengulangan. Digunakan 480 ekor larva nyamuk Aedes albopictus masing masing 20 ekor setiap wadah uji dalam 100 ml larutan ekstrak cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi dari berbagai ekstrak cabai rawit yang diaplikasikan selama 24 jam ditemukan bahwa larva nyamuk Aedes albopictus ditemukan mati seluruhnya pada konsentrasi efektiv yaitu 4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi ekstrak cabai rawit (capsicum frustecens L ) yang digunakan, maka jumlah larva nyamuk Aedes albopictus yang mati semakin banyak dan mampu menghambat pertumbuhan larva nyamuk Aedes albopictus ini dibuktikan dengan tidak terjadinya metamorfosis selanjutnya.
PENURUNAN MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN AKIBAT PEMBERIAN INFUSA BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill) Laili, Nur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.425 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.282

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui penurunan motilitas spermatozoa tikus putih jantan akibat paparan infusa buah adas (Foeniculum vulgare Mill.). Dua puluh ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley diadaptasikan selama 7 hari, kemudian dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kontrol negatif diberi aquadest ; 3 dosis uji yaitu dosis 1( infusa buah adas 1,01%) ; dosis 2 (2,02%) ; dosis 3 (4,05%). Pemberian sediaan uji dilakukan secara peroral selama 48 hari. Parameter yang diamati adalah motilitas spermatozoa.. Data motilitas spermatozoa (%) dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya penurunan motilitas spermatozoa akibat pemberian infusa buah adas (Foeniculum vulgare Mill.) dengan dosis yang paling baik yaitu dosis 3 (4,05%).
ANALISA KADAR IODIUM PADA TELUR ASIN Novitriani, Korry
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.584 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.84

Abstract

Iodium merupakan zat gizi essensial bagi tubuh, karena merupakan komponen dari hormon thyroxin. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan masalah gizi yang dijumpai hampir diseluruh negara di dunia, baik di negara berkembang termasuk di Indonesia maupun negara maju. Salah satu penenggulangan kekurangan iodium ialah melaui fortifikasi garam dapur dengan iodium. Fortifikasi garam dengan iodium sudah diwajibkan di Indonesia. Iodium yang biasa ditambahkan pada fortifikasi makanan yaitu dalam bentuk KIO3 karena KIO3 lebih stabil dibandingkan KI kedalam telur asin. Telur asin yang digunakan ditambahkan dengan KIO3  dengan konsentrasi 1500 ppm diperoleh dari hasil pemeriksaan secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode titrasi iodometri. Berdasarkan hasil penelitian analisa kadar iodium pada telur asin secara kualitatif terbukti positif mengandung iodium karena terbentuknya warna biru dari hasil reaksi komplek iod amilum. Dan secara kuantitatif didapat kandungan iodium pada telur asin tersebut yaitu 38,59 ppm. Dengan demikian masuknya KIO3 kedalam telur asin adalah 50% (dari konsentrasi KIO3 1500 ppm untuk 20 telur).  Kandungan iodium pada telur asin tersebut memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) No.01-3556-2000/Rev.9 tentang garam konsumsi beriodium yaitu 30-80 ppm.