Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN ASAM ASKORBAT DALAM MINUMAN KEMASAN YANG MENGANDUNG VITAMIN C Wulandari, Winda Trisna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.965 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.187

Abstract

Minuman kemasan yang mengandung vitamin C sering terpapar oleh sinar matahari terutama pada saat proses pendistribusian dan penjualan minuman, padahal senyawa asam askorbat yang berperan sebagai antioksidan mudah mengalami degradasi atau oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kandungan asam askorbat pada minuman kemasan mengalami perubahan yang signifikan setelah dibiarkan terpapar di bawah sinar matahari. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah dua belas produk minuman kemasan yang mengandung vitamin C. Dua belas minuman kemasan tersebut diukur konsentrasi asam askorbatnya, kemudian dibiarkan terpapar di bawah sinar matahari selama satu jam, setelah itu diukur kembali konsentrasi asam askorbatnya. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 265,5 nm. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan konsentrasi asam askorbat antara minuman kemasan sebelum dengan setelah perlakuan maka dilakukan uji statistik berupa Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer uv-vis diperoleh hasil bahwa konsentrasi asam askorbat yang terkandung pada kedua belas sampel minuman kemasan mengalami penurunan setelah didiamkan di bawah sinar matahari selama satu jam. Penurunan tersebut berada pada rentang 1,97%  hingga 58.79%. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,001 atau p<0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan antara kandungan asam askorbat sebelum dan setelah perlakuan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa paparan sinar matahari selama satu jam dapat menyebabkan penurunan konsentrasi asam askorbat dalam minuman kemasan secara signifikan
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate) sebagai Biosorben Ion Timbal(II) Gatut Ari Wardani; Winda Trisna Wulandari
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.054 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i2.6918

Abstract

The use of waste of kepok banana’s peel to adsorb lead(II) metal ion was done. Peel of kepok banana was activated by using nitric acid before used as adsorbent. The optimum time needed by kepok banana’s peel to adsorp lrad(II) metal was 45 minutes with adsorbed metal was 41.779%. Adsorption kinetics of lead(II) at kepok banana’s peel follows kinetic model of Ho pseudo second with the value of R2 is 0.997 and k was 0.063 minutes-1. Isothermal adsorptions from lead(II) on kepok banana’s peel follows Freundlich adsorption model with R2 was 0.893 and capacity of adsorption was 54.752 mg/gram.  
Synthesis and virtual screening of bis-(4-(tert-butyl)-N-(methylcarbamothioyl) benzamide)-Iron (III) complex as an anticancer candidate Ruswanto Ruswanto; Winda Trisna Wulandari; Richa Mardianingrum; Indah Cantika
Pharmaciana Vol 11, No 1 (2021): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.942 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v11i1.17837

Abstract

Thiourea derivatives were much used in drug discovery and drug-making, such as for an anticancer. The formation of drug complexes can increase lipophilicity through chelation formation, and the drug action is significantly upward due to the effective permeability to the center. In another study, the alteration of the compound becomes the complex with metal will grow in its activity so recently we have synthesized the Bis-(4-(Tert-Butyl)-N-(Methylcarbamothioyl) Benzamide)-Iron (III) complex.  The synthesis of Fe (III) metal with the 4-(Tert-Butyl)-N-(Methylcarbamothioyl) Benzamide in ethanol by reflux at 75oC for 7 hours. Hot Stage Microscopy, UV-Visible Spectrophotometry Infrared Spectrophotometry, and Massa Spectrophotometry were used to characterize the complex. This study concerns representing, inferring, and predicting pharmacokinetics and toxicity and molecular docking complexes. The complex weight was 0.29469 g. Its purity has been tested using the melting point determination and has obtained its range was 113o-115oC. The Characteristics of Bis-(4-(Tert-Butyl)-N-(Methylcarbamothioyl) Benzamide)-Iron(III) complex have a maximum wavelength of 260,0 nm and provide absorption of Fe-O vibrations at wavenumbers 478,2 cm-1and 588 cm-1, and the m/z complex of spectrophotometry mass was 559,31. The molecular docking process was performed using AutodockTools-1.5.6 software. It showed that Bis-(4-(Tert-Butyl)-N-(Methylcarbamo-thioyl)Benzamide)-Iron(III) complex could interact with ribonucleotide reductase enzyme, and it has better interaction than the 4-(Tert-Butyl)-N-(Methylcarbamothioyl)Benzamide with the binding affinity energy (ΔG)of  -8,52 kcal/mole and the constant inhibition (Ki ) of 568,55 nM.
STUDI KINETIKA DAN ISOTERM ADSORPSI TIMBAL(II) PADA KULIT JENGKOL (Pithecellobium jiringa) TERAKTIVASI GATUT ARI WARDANI; WINDA TRISNA WULANDARI
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.144 KB)

Abstract

Penggunaan limbah kulit jengkol untuk mengadsorpsi ion timbal(II) telah berhasil dilakukan. Kulit jengkol yang digunakan merupakan limbah dari salah satu pasar tradisional di Kota Tasikmalaya.  Kulit jengkol diaktivasi terlebih dahulu menggunakan asam nitrat sebelum digunakan sebagai adsorben. Waktu optimum yang dibutuhkan kulit jengkol untuk mengadsorpsi ion timbal(II) adalah 30 menit dengan persen ion teradsorpsi sebesar 60,6936%. Kinetika adsorpsi timbal(II) pada kulit jengkol mengikuti model kinetika pseudo dua Ho dengan nilai R2 sebesar 0,9954 dan nilai k sebesar 1,9843 menit-1. Isoterm adsorpsi dari timbal(II) pada kulit jengkol mengikuti model adsorpsi Freunlich dengan nilai R2 sebesar 0,9797 dan kapasitas adsorpsi sebanyak 0,5537 mg/gram.
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN KEASAMAN TERHADAP DAYA BIO ADSORPSI LIMBAH SABUT KELAPA HIJAU PADA ION LOGAM TIMBAL(II) Gatut Ari Wardani; Dea Dara Pamungkas; Winda Trisna Wulandari; Fajar Setiawan
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.047 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i2.10674

Abstract

Logam berat menjadi salah satu zat pencemar perairan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Salah satu logam berat yang dapat menimbulkan pencemaran air yaitu ion timbal . Limbah sabut kelapa hijau dapat digunakan untuk mengadsorpsi ion logam timbal(II). Sabut kelapa hijau yang digunakan berasal dari daerah Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Sabut kelapa hijau diaktivasi terlebih dahulu menggunakan NaOH 5% sebelum dimanfaatkan sebagai bio adsorben. Penentuan gugus fungsi dilakukan menggunakan spektrometer FTIR, sedangkan untuk menentukan daya bio adsorpsinya menggunakan sprofotometer SSA. Waktu optimum dari sabut kelapa hijau untuk mengadsorpsi ion timbal(II) adalah 30 menit dengan jumlah ion teradsorpsi nya sebanyak 94,34%. Kondisi keasaman larutan dapat mempengaruhi jumlah ion logam Pb(II) yang terserap. Kondisi pH terbaik untuk sabut kelapa hijau sebagai bio adsorben yaitu pada pH basa.
SELULOSA DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN PADA MINYAK BEKAS PENGGORENGAN Winda Trisna Wulandari; Rosmaya Dewi
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 3 (2018): Edisi Desember
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.5 KB) | DOI: 10.22487/kovalen.2018.v4.i3.10920

Abstract

Penggorengan minyak dapat menyebabkan asam lemak yang terdapat di dalamnya mengalami oksidasi menghasilkan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, diantaranya adalah senyawa peroksida, aldehid dan akrilamid. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan senyawa-senyawa berbahaya tersebut adalah dengan cara penggunaan adsorben. Akhir-akhir ini banyak dikembangkan adsorben yang berasal dari serat alami. Salah satunya adalah selulosa yang terkandung 40-50% dalam ampas tebu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan selulosa dari ampas tebu sebagai adsorben pada minyak bekas penggorengan. Ekstraksi selulosa dari ampas tebu dilakukan dengan cara menambahkan 250 mL larutan NaOCl 0,735% dan 150 mL larutan NaOH 17,5 %. Pengujian adsorben dilakukan dengan cara menambahkan selulosa ke dalam minyak bekas penggorengan selama 1x24 jam dan 2x24 jam. Kemudian dilakukan pengukuran kualitas minyak goreng. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perendaman minyak jelantah dengan menggunakan selulosa selama 2x24 jam dapat menurunkan bilangan asam sampai dengan 52,31% dan menurunkan bilangan peroksida mencapai 68,36%, akan tetapi nilai kadar airnya meningkat sebesar 45,29%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa selulosa dari ampas tebu berpotensi sebagai adsorben pada minyak bekas penggorengan.Kata kunci: selulosa, ampas tebu, adsorben, minyak jelantah. 
Pengaruh Variasi Konsentrasi NaOH Terhadap Nilai Derajat Deasetilasi Kitosan dari Limbah Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis L): The Effect of NaOH Concentration on The Value of The Deacetylation Degree of Chitosan from Green Mussels Shell Waste (Perna viridis L) Winda Trisna Wulandari; Nurzaman; Anindita Tri Kusuma Pratita; Keni Idacahyati
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 6 No. 3 (2020): Edisi Desember
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2020.v6.i3.15277

Abstract

Chitin which is the result of processing from green conch shell waste can be transformed into chitosan through a deacetylation process using variations in the concentration of NaOH. This study aims to determine the optimum conditions of variations in base concentration to the value of the degree of deacetylation of chitosan. The types of bases used are NaOH with the concentration variations of 50%, 55%, and 60%. Chitosan obtained was calculated the yield and characterized using FTIR. The results showed the optimum condition of the value of chitosan deacetylation degree was achieved by using 60% NaOH which produced the highest deacetylation degree value of 76.5%. Keywords: Green mussels shell, chitin, chitosan, deacetylation
Quality Improvement of Used Cooking Oil by Using Nanocellulose from Sugarcane Bagasse as Adsorbent Winda Trisna Wulandari; Rosmaya Dewi
Molekul Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.091 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2019.14.1.462

Abstract

Frying oil can produce substances that are harmful for health. One way that can be used to eliminate these dangerous compounds is by using adsorbent. Recently, many adsorbents from natural fibers have been developed. One of them is cellulose which contains 40-50 % in bagasse. Nano sized cellulose or called by nanocellulose is reported have better properties than cellulose. So, this research is aimed to utilize nanocellulose from sugarcane bagasse as adsorbent for used cooking oil. Cellulose produced from bagasse is hydrolyzed using 50% H2SO4at 40 ⁰C for 10 minutes. Used cooking oil soaked with nanocellulose for 1x24 hour, 2x24 hours and 3x24 hours. Then, the quality of used cooking oil was tested through organoleptic, acid number, peroxide number and water content test. Nanocellulose produced from hydrolysis process by using acid has a particle size distribution in nanometer range, with 95.3% having a particle size of 437.5 nm. Immersion of cooking oil by nanocellulose for 2 x 24 hours can reduce the value of free fatty acids until 18.01%, the peroxide number decreases by 57.69% and the water content decreases to 99.99% even though organoleptic changes are not very noticeable. Based on this results, nanocellulose has high potential to be used as adsorbent in used cooking oil.
NARRATIVE REVIEW TANAMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI IMMUNOMODULATOR Winda Trisna Wulandari; Gina Nur Fitria Mulyana Putri; Hisni Nurul Fajri; Indah Alvina Damayanti; Silvia Rahmawati; Dina Lestari
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 10 No. 1 (2021): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v10i1.494

Abstract

COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) is an infectious disease caused by the acute respiratory syndrome SARS-CoV-2. Currently, the COVID-19 disease outbreak is experienced by various countries around the world, including Indonesia. In overcoming it, there are several ways of deterrence that can be done, such as by increasing the body's immunity. During the COVID-19 pandemic, maintaining immunity is something that needs to be considered. In addition to vitamins, herbal plants that have the potential as immunomodulators can also be consumed. Therefore, through efforts to improve theimmune system, this review aims to obtain plants that have the potential as immunomodulators to enhance the immune system during the COVID-19 pandemic. The research method in the review used journals available online at Google Scholar with Sinta or Garuda accredited journals. The main focus of this review is herbal plants that have a role as an immunomodulator that can improve the body's immune system. The journals used are journals published in 2011-2021 with inclusion criteria, namely using Indonesian or English about plants that have the potential as immunomodulators, then the journalsobtained are analyzed. The results obtained were 30 types of plants that have potential as immune system enhancers including Dayak Onion Tubers, Papaya Leaves, Kecombrang Fruits, Pineapple Fruits, Kesambi, Soursop Leaves, Purslane, Garlic, Dates, Celery Leaves, Andaliman, Mahkota Dewa Fruit. , Moringa, Meniran, Noni Fruit, Gotu Kola, Sambiloto, Kiseureuh, Javanese Chili, Tempuyung Leaves, Basil Leaves, Ceplukan, Seaweed, Neem Leaves, Red Betel Leaf, Salam Leaves, Guava, Turmeric, Lime and Red Ginger Rhizome with compounds that act as flavonoids, alkaloids, saponins, triterpenoids,xeronin, tannins, quersentin, -tocopherol, lycopene, catechins, diterpenoids, deoxyandrographolide, andrographolide, epicatechin isothiocyanate and curcumin. Keywords: COVID-19, Potency of Immumodulator Plants, Flavonoids
Aktivitas Antibakteri Kitosan Hasil Sintesis dari Kitin Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis L.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Winda Trisna Wulandari; Rizky Nur Alam; Ade Yeni Aprillia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.7936

Abstract

Masyarakat masih belum memanfaatkan cangkang kerang hijau (Perna viridis L.) secara optimal, padahal senyawa kitin yang terkandung dalam limbah tersebut dapat dimodifiksi menjadi kitosan melalui reaksi kimia. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji aktivitas antibakteri kitosan dari limbah cangkang kerang hijau terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kitosan dibuat melalui tiga proses yaitu deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Metode sumuran digunakan untuk pengujian aktivitas antibakteri dengan variasi konsentrasi kitosan 0,2; 0,4; 0,6 dan 0,8% (b/v). Kitosan yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebanyak 59,3% dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 74,34%. Kitosan dengan konsentrasi sebesar 0,8% (b/v) memberikan zona hambat sebesar 12,5 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 16,5 mm terhadap Escherichia coli. Dengan demikian kitosan dari cangkang kerang hijau memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik terhadap Escherichia coli dibandingkan dengan Staphylococcus aureus.
Co-Authors Ade Putri Suci Lestari Ade Yeni Ade Yeni Aprilia Ade Yeni Apriliani Ade Yeni Aprillia Ade Yeni Aprillia Alhikam Nazabullah Alma Meidina Anindita Tri Kusuma Pratita Anna Yuliana, Anna Annissya, Widia Primi Aprillia, Ade Yeni Arya Purba Wasana Augie, Andrea Ayu Geamul Maskur Bagas Pra Ramdani Cahyati, Keni Ida Cucu Nurpatonah Dea Dara Pamungkas Diana Sri Zustika Diana Sri Zustika, Diana Sri Dina Lestari Eka Yuniarti Estin Nofiyanti Estin Nofiyanti Fabillah Kurniadi Fajar Setiawan Fajar Setiawan Fajar Setiawan FAJAR SETIAWAN Fajar Setiawan Febby Pratama Feri Sandria Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firmansya, Ardianes Fujianti Putri Nuraisah Gatut Ari Wardani Gatut Ari Wardhani Gina Nur Fitria Mulyana Putri Gustaman, Firman Hanna Nurul Husna Hanna Nurul Husna Hanna Nurul Husna Hisni Nurul Fajri Idacahyati, Keni Indah Alvina Damayanti Indah Cantika Indra Indra Indra Indra Indra, Indra Intan Gita Cahyani Itmam Milataka Julyanti, Ai Rian Keni Ida Cahyani Keni Idacahyati Keni Idacahyati Keni Idacahyati Keni Idacahyati Keni Idacahyati Laras Rizkia Widyastuti Lia Nuramalia Lilis tuslinah Lilis Tuslinah Lilis Tuslinah Lilis Tuslinah Lusi Nurdianti, Lusi Maolana, Ananda Meri Meri Meri, Meri Muhtar, Muhammad Wildan Mulya Tri Sugiharti Nur Laili Dwi Hidayati Nur Rahayuningsih, Nur Nurfadhilla, Dilla Nurfaiza Safitri Nurhidah, Mia Nurmalasari, Anisa Nurzaman Raras, Euis Reza Ariza Wildan Richa Mardianingrum Rijkiyah, Gina Sheli Rizky Nur Alam Rosmaya Dewi Rosmaya Dewi Ruswanto Ruswanto Ruswanto, Ruswanto Silvia Rahmawati Sugiharti, Mulya Tri Syahputra, Ricky Andi Taofik Hidayat Taufik Hidayat Tresna Lestari, Tresna Vera Nurviana Wawan Rismawan Wawan rismawan Widiyanti Widiyanti Yassinqi, Manita Cenda Zahrotun Naqiah Zain, Dichy Nuryadin Zakia Nurul Izzah